Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pelaku


__ADS_3

Beberapa pihak saat ini sudah berada disebuah ruangan, yang menjadi tempat tinggal dari seseorang. Namun ada sesuatu yang membuat mereka terkejut setelah melihat apa yang berada didalam ruangan, yang menjadi tempat tinggal dari seseorang itu.


Khususnya Kelly yang saat ini masih tercengang dengan apa yang dirinya lihat tepat didepan matanya. Karena memang ruangan tersebut, saat ini dipenuhi dengan foto dirinya yang menempel diberbagai tempat pada kediaman yang dirinya masuki itu.


Bahkan beberapa pihak yang saat ini datang ketempat itu bersama Kelly, juga terkejut melihat ruangan yang saat ini dipenuhi dengan foto dirinya diberbagai tempat. Bahkan bisa dibilang, kediaman ini seakan dibuat oleh pihak yang benar-benar terobsesi dengan sosok dari Kelly.


“Wah... pria ini ternyata seorang maniak” ucap Zen kemudian, sambil mencabut salah satu foto dari Kelly dan saat ini mulai memperhatikannya.


"Sepertinya memang pria yang tinggal ditempat ini pelakunya, Kel" ucap Vero, setelah melihat isi dari ruangan yang dipenuhi oleh foto dari sahabatnya itu.


"Kami menemukan sesuatu" Namun sedang asik memperhatikan keadaan sekitar, seorang petugas kepolisian sepertinya berhasil menemukan beberapa barang bukti, tentang pelaku yang memasang kamera tersembunyi pada kediaman Kelly.


Karena memang, bukan foto Kelly saja yang terdapat didalam ruangan tersebut. Apalagi setelah sebuah komputer saat ini sedang diperiksa isinya oleh seorang pihak kepolisian dan mereka menemukan berbagai rekaman yang dihasilkan oleh kamera tersembunyi yang berada dikamar Kelly.


Melihat hal itu, tentu kaki Kelly langsung lemas, karena memang dirinya bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa dirinya menyaksikan keberadaannya yang sedang beraktivitas didalam kediamannya, sedang direkam dan dipantau oleh seseorang.


Bahkan pada beberapa rekaman yang terdapat pada komputer yang berada didalam ruangan tersebut, bisa terlihat Kelly yang sedang beraktivitas didalam kamar mandi miliknya, terekam dengan jelas pada hasil tangkapan video yang saat ini dirinya saksikan pada layar monitor dari komputer tersebut.


Tentu hal itu langsung membuat Kelly langsung merasa syok dan dirinya merasa akan pingsan setelah melihat kenyataan yang baru saja ditemukan itu. Tentu keadaannya yang terlihat lemah itu, langsung ditenangkan oleh Vero dan Anabelle yang juga sangat prihatin dengan apa yang terjadi kepada Kelly saat ini.


“Mari kita amankan semua barang bukti ini” ucap salah satu petugas kepolisian, kepada anak buahnya. Apalagi, semua hal yang mereka temukan, semakin menguatkan status pemilik kediaman ini menjadi seorang tersangka dari kejahatan yang dirinya perbuat terhadap Kelly.


Tentu beberapa petugas kepolisian saat ini langsung menyita semua barang yang berada didalam kediaman tersebut, untuk dibawa menuju ke kantor kepolisian dan diteliti lebih lanjut. Bahkan beberapa dari mereka mulai mengambil beberapa gambar juga dari ruangan tersebut, untuk dijadikan barang bukti.


Apalagi bisa dikatakan rencana Kelly beserta Vero, Anabelle dan Zen yang akan membereskan beberapa barang-barangnya, bisa dikatakan ditunda untuk saat ini. Karena memang, beberapa anggota kepolisian yang sedang mencari beberapa bukti kembali, sudah memasang garis polisi pada kediamannya agar tidak ada seorangpun masuk kedalamnya.


Dan juga, Kelly sepertinya sudah tidak bersemangat setelah dirinya mengetahui bahwa dirinya merupakan seorang korban dari sebuah tindakan kriminal, yang membuatnya masih merasa sangat terbawa dengan kejadian yang baru saja terjadi kepadanya.


Jadi, mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan mencoba mencari udara segar, dan sebisa mungkin membawa Kelly menjauh dari tempat tersebut, karena mereka ingin mencoba untuk menenangkan wanita tersebut yang sepertinya masih syok dengan kejadian yang dialami oleh dirinya.


“Lebih baik, kita kembali menuju rumah sakit tempat Ibumu dirawat, Kel. Dan biarkan pihak kepolisian yang menyelesaikan kekacauan yang terjadi ditempat ini” kata Vero yang membujuk sahabatnya itu, untuk beranjak dari sana.


Memang sangat percuma jika mereka tetap bersikukuh untuk tinggal ditempat ini, untuk menunggu jalannya penyelidikan. Karena memang mereka tidak akan mendapatkan apapun, dikarena para petugas kepolisian yang sedang menyelidiki kasus tersebut masih belum menyelesaikan penyelidikan mereka.

__ADS_1


Apalagi keberadaan mereka akan mengganggu jalannya proses penyelidikan yang sedang dilakukan. Jadi Vero berinisiatif untuk mengajak Kelly beserta Anabelle dan Zen untuk kembali menuju rumah sakit, tempat dimana Ibu dari Kelly sedang dirawat.


“Ya, lebih baik kita kembali dan membiarkan pihak kepolisian yang akan menyelidiki tempat ini lebih lanjut” Ucap Zen yang menyetujui usul yang diberikan oleh Vero.


“Yap, benar kata Zen. Lebih baik kita kembali sekarang Kelly” sahut Anabelle kemudian.


Tentu Zen sebenarnya bisa menemukan pihak itu dengan mudah, jika dirinya menggunakan peliharaannya untuk mencarinya. Namun lebih baik dirinya memutuskan untuk menenangkan wanita yang saat ini sedang terpuruk, atas kejadian yang terjadi kepadanya terlebih dahulu.


Apalagi, Zen memutuskan untuk menemukan pelaku tersebut setelah dirinya berhasil membuat Kelly untuk tidak terbawa, dari apa yang terjadi kepadanya. Karena memang, Zen lebih peduli dengan kondisi Kelly saat ini, apalagi wanita itu mempunyai sebuah aura yang sangat disukai oleh dirinya.


“Baiklah. Mari kita kembali” ucap Kelly dengan suara yang lemah, yang memaksakan dirinya untuk sekedar berjalan bersama para sahabatnya dan meninggalkan tempat dimana dirinya berada saat ini.


Memang kaki Kelly masih terasa lemas setelah menerima kenyataan pahit yang baru saja dirinya dapatkan. Apalagi pria yang dirinya anggap selama ini sangat baik dan ramah kepadanya, ternyata mempunyai niat yang sangat buruk terhadapnya.


Bahkan dengan mata kepalanya sendiri, dirinya menyaksikan tindakan tidak terpuji dari pria tersebut, yang berani-beraninya memanfaatkan dirinya sebagai sebuah sarana fantasi aneh yang dimiliki olehnya, hingga berani-beraninya melakukan sebuah tindakan yang sangat keji terhadap Kelly.


“Sebaiknya kita harus merahasiakan apa yang terjadi terhadapmu, kepada Ibumu, Kel. Karena aku tidak mau, bahwa dirinya akan ikut terbawa dengan kejadian yang terjadi terhadapmu.” Kata Vero, yang saat ini dirinya bersama yang lain sudah menaiki mobil yang akan dikendarai oleh Zen.


Tentu saran yang diberikan oleh Vero langsung disetujui oleh Kelly. Karena memang Kelly tidak ingin membuat keadaan Ibunya yang mulai membaik saat ini, malah membebani dirinya yang sedang menjalani masa penyembuhan setelah menjalani koma yang cukup panjang.


Apalagi Kelly tidak mau, bahwa kasus yang dirinya alami itu, akan menghambat semua rencana yang akan dilakukan oleh Ibunya, yang akan menjalani sebuah terapi untuk membuat kondisi tubuhnya bisa kembali seperti semula.


Karena bisa dipastikan, Ibunya akan ikut terbawa dengan apa yang terjadi dengan Kelly saat ini. Apalagi saat dirinya koma dan tidak bisa menemani Kelly tumbuh dewasa saja, membuat Ibunya itu merasa sangat bersalah dengan hal tersebut.


“Kalau begitu, kalian pastikan merahasiakan kasus ini kepada Ibunya, Oke?” Ucap Vero kemudian, kepada semua orang yang berada di mobil yang sedang ditumpangi olehnya.


Tidak ada percakapan yang terjadi, setelah mereka menyetujui perkataan dari Vero itu. Karena memang perjalanan mereka saat ini hanya ditemani dengan sebuah kesunyian didalam kendaraan yang mereka tumpangi, karena memang mereka masih terbawa pikiran mereka masing-masing atas apa yang baru saja mereka alami tadi.


Apalagi, Kelly masih tidak menyangka sebuah kejadian yang amat keji terjadi terhadapnya. Dan hal itulah yang masih terngiang didalam pikirannya saat ini. Apalagi memang, dirinya tidak mengharapkan perbuatan baik yang selalu dirinya lakukan terhadap orang yang melakukan semua ini kepadanya, dibalas dengan tindakan yang sangat keji.


Hingga akhirnya kesunyian itu terhenti, setelah mobil yang dikendarai oleh Zen saat ini sudah terparkir dengan mulus pada area parkir dari di rumah sakit tempat Ibu dari Kelly dirawat. Namun saat mereka akan menuju ruangannya, tiba-tiba saja Kelly langsung menghentikan perjalanan mereka.


“Ada apa lagi, Kel?” tanya Vero kemudian, setelah memperhatikan tindakan dari sahabatnya itu.

__ADS_1


“A-Aku tidak sanggup bertemu dengan Ibuku saat ini” ucapnya.


Tentu bukan tanpa alasan dirinya berkata seperti itu. Karena memang, dirinya seakan ingin langsung melompat ke pelukan Ibunya, saat bertemu dengannya nanti. Jadi, Kelly sangat khawatir, bahwa Ibunya nanti malah mengkhawatirkan keadaannya dan mencurigai apa yang terjadi kepada dirinya.


Apalagi, bisa dipastikan dirinya tidak kuasa menahan tangisnya, jika dirinya bertemu dengan Ibunya nanti karena terbawa dengan kasus yang dialami oleh dirinya. Jadi, dirinya memutuskan untuk menenangkan dirinya sejenak sebelum dirinya akan bertemu Ibunya nanti.


“Baiklah, kalian pergilah menuju mini market yang berada di sana untuk menenangkan diri, dan aku yang akan kembali menuju ruangan Ibumu” usul Zen kemudian, sambil menunjuk sebuah mini market yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


“Baiklah. Kalau begitu, ayo kita menenangkan diri di sana, Kel” ucap Vero kemudian, yang menyetujui usul Zen dan mulai mengajak Kelly beranjak dari sana.


Mereka bertiga akhirnya sudah meninggalkan Zen sendirian ditempatnya saat ini. Apalagi memang hal itu merupakan sebuah rencana yang sudah dibuat oleh Zen saat tiba ditempat ini, agar dirinya bisa pergi untuk menyelidiki tentang siapa pelaku yang melakukan hal keji kepada Kelly.


Dengan langkahnya yang mantap, saat ini Zen berniat mencari tempat sepi agar dirinya bisa menggunakan kemampuan yang dimilikinya, untuk melacak pria yang berani-beraninya mencari masalah dengan seseorang yang menurut Zen sangat amat penting keberadaannya bagi dirinya.


Namun masalahnya, saat ini dirinya berada disebuah rumah sakit, yang dimana di semua tempat dari gedung tempat dirinya berada, pasti dirinya temui beberapa orang yang berada ditempat tersebut. Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk mencari sebuah toilet dan akan beranjak dari sana mencari keberadaan orang yang sangat brengsek itu.


Tetapi sialnya, saat dirinya sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat yang sepi dan ingin memulai rencananya, Zen dikejutkan dengan sebuah perasaan aneh yang membuatnya langsung membulatkan matanya. Bahkan dirinya saat ini tanpa pikir panjang langsung melesat menuju tempat yang membuat perasaannya tidak enak itu.


“Sialan, siapa lagi yang mencari masalah dengannya” gumam Zen, yang saat ini sudah melesat dengan cepat menuju kesebuah tempat.


Disisi lain, saat ini Kelly sedang menghajar habis-habisan seorang pria yang berani menyerangnya ditempat dirinya berada saat ini. Apalagi memang perbedaan kekuatan mereka, bisa dikatakan sangat berbanding terbalik dan Kelly bisa dengan mudah mengalahkan dirinya.


Dan juga pria yang menyerang dirinya ditempat ini, tidak menyangka bahwa kekuatan Kelly akan sekuat itu, dan membuatnya mulai menjadi bulan-bulanan dari wanita yang saat ini terlihat sangat marah kepada pria yang menyerangnya itu.


“Dasar biadab kamu, Gus. Selama ini perbuatan baikku kepadamu, kamu balas dengan cara keji seperti itu” ucap Kelly kemudian.


Tanpa pikir panjang, Kelly terus memukul pria yang sudah ditindihnya hingga babak belur, dan membuat pria itu mulai tidak berdaya saat ini. Tetapi sebelum dirinya melakukan tindakan itu lebih lanjut, Zen tiba-tiba saja sudah berada dibelakang tubuh dari Kelly.


Tentu belum juga Kelly merespon setelah dirinya merasakan sesuatu yang berada dibelakangnya, dirinya langsung dibuat tidak sadarkan diri oleh Zen saat itu juga. Hingga akhirnya, Zen langsung menangkap tubuh Kelly yang sudah tak sadarkan diri itu, dan mengambil kalung miliknya yang terjatuh dilantai saat dirinya sedang melakukan sebuah perkelahian.


Dengan segera, Zen tentu langsung memasangkan kalung yang terjatuh itu kepada Kelly, agar membuat keberadaannya kembali tidak terlacak oleh siapapun. Apalagi dengan terlepasnya kalungnya tadi, dipastikan beberapa pihak akan langsung mencari keberadaannya.


“Sial. Mengapa kamu melepaskan kalungnya?”

__ADS_1


__ADS_2