
Beberapa pihak kepolisian saat ini sudah menjemput keberadaan seorang pria pada kediamannya. Tentu karena dirinya sedang berperan sebagai warga negara yang baik, saat ini pria tersebut mulai mengikuti prosedur yang sedang dialami oleh dirinya saat ini.
Malas sebenarnya dirinya melakukan semua itu. Apalagi dirinya baru saja tiba dikediamannya dan saat ini keberadaannya malah akan dibawa lagi menuju kesebuah tempat, karena sebuah kesalahan yang sebenarnya memang dilakukan oleh dirinya.
Maka dari itu, pria dengan tampang datar itu mulai mengikuti beberapa pihak kepolisan yang menjemput keberadaanya dan akan membawanya menuju ke kantor Kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dari permasalahan yang sedang dirinya alami.
"Katakan yang sebenarnya, Zen. Semua itu bukan ulah dirimu, bukan?" dan begitulah ucapan Santi yang memang mulai menjemput keberadaannya pada kediamannya.
"Sebenarnya memang aku yang melakukannya. Tapi bukan akulah yang membunuh dan menghancurkan kediaman itu, tetapi orang-orang yang menyerang kediaman tersebut." Balas Zen kepada sosok yang saat ini sedang menanyakan kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Santi tentu akan menganggap bahwa Zen merupakan pihak yang melakukan kejadian yang besar seperti itu. Maka dari itu, Santi sampai menunda pengunduran dirinya di kepolisian untuk memastikan bahwa bukan Zen sendirilah yang menyebabkan sebuah kejadian luar biasa pada kota ini.
Namun naas, Video yang tersebar dan saat ini sudah beredar diberbagai media memang bisa dikatakan memang menunjukkan sosok Zen yang melakukannya, dan saat ini keputusan Santi dalam menunda pengunduran dirinya bisa dikatakan tepat, karena dirinya harus menyelesaikan permalasahan tentang Zen terlebih dahulu.
"Lalu, bagaimana kamu keluar dari permasalahan ini?" tanya Santi sambil berbisik, karena saat ini mereka didalam kendaraan kepolisian yang membawa sosok Zen.
"Tenanglah. Nanti juga mereka tidak akan mempunyai alasan untuk menahan keberadaan diriku" balas Zen yang membuat Santi hanya menghela nafasnya saja.
Santi tentu sangat tahu tentang apa yang akan dilakukan oleh Zen agar dirinya bisa terbebas dari permasalahan yang dirinya alami. Maka dari itu dirinya juga merasa santai, karena Zen bisa dengan mudah terbebas dari permasalahan yang dirinya alami saat ini.
"Ya... semoga apa yang nanti kamu lakukan akan cepat selesai. Karena aku tidak akan menunggumu untuk menikahi diriku jika dirimu malah menghabiskan waktumu dipenjara" hingga Santi saat ini dengan terang-terangan menunjukkan perasaannya kepada Zen dengan membalas perkataannya seperti itu.
Bisa dikatakan Santi adalah orang yang akan mengatakan apa yang dirinya pikirkan, termasuk perasaannya. Bahkan tindakannya disaat mendapatkan lampu hijau dari Vero untuk berhubungan dengan Zen, langsung dirinya lakukan dengan cara agresif dan sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Kelly.
Jika Kelly terlihat gugup saat menunjukkan perasaannya kepada Zen, Santi terlihat langsung bergegas menyatakan perasaannya, bahkan selama ini mereka mulai saling berhubungan seperti sepasang kekasih pada umumnya, bahkan Santi sendiri sudah menganggap bahwa Zen sendiri merupakan kekasihnya.
__ADS_1
Walaupun memang Zen belum melanjutkan tahap berkah ikatan mereka ketahap lebih lanjut. Tetapi tetap saja, mereka menjalani hubungan mereka saat ini, seakan merupakan seorang pasangan kekasih yang sebenarnya, dan terlihat sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka untuk menunjukkan perasaan mereka masing-masing.
"Cih... tenanglah. Aku juga tidak akan menghabiskan waktuku dipenjara. Apalagi calon Istri-istriku sudah menungguku untuk menikahi mereka" dan begitulah jawaban Zen yang menjawab perkataan dari Santi.
Zen akhirnya sudah tiba disebuah kantor kepolisan yang merupakan tujuannya saat ini. Namun barulah mereka memasuki area depan dari kantor kepolisian itu, bisa dilihat bahwa banyak sekali wartawan yang berada di sana yang sepertinya sedang menunggu keberadaannya tiba di sana.
Memang kasus yang menjerat Zen itu, bisa dikatakan sangat menghebohkan karena dirinya terjerat dengan kasus terduga penyebab kematian dari seorang konglomerat ternama di Negara ini. Jadi wajar sosok Zen yang dikira sebagai tersangka dalam kasus ini, membuat keberadaannya sangat dinantikan di sana.
"Hahh... sangat merepotkan" ucap Zen yang menjentikkan jarinya dan membuat aliran listrik pada semua barang elektronik yang berada di sana mulai terganggu.
Santi yang sudah turun terlebih dahulu, dan pihak kepolisian yang mengemudikan kendaraan yang ditumpanginya juga sudah tidak berada ditempatnya, memang tidak membuat mereka melihat apapun yang dilakukan oleh Zen tadi.
Hingga akhirnya Zen mulai keluar dari kendaraan yang ditumpanginya, namun semua wartawan yang berada di sana sangat bingung, karena kamera yang mereka gunakan untuk memotret maupun merekam seakan tidak berfungsi, dan tidak dapat menangkap sosok Zen yang mulai memasuki wilayah kantor kepolisian.
Bahkan tidak seperti biasanya kejadian seperti itu terjadi, karena seharusnya jika ada beberapa wartawan yang berada di sana untuk meliput sesuatu, saat ini langkah Zen yang notabennya adalah pihak yang harus mereka liput terlihat melewati kerumunan mereka sangat amat mudah.
Bahkan Santi dan beberapa petugas kepolisian yang berada disana juga cukup kebingungan dengan keadaan itu, karena saat ini mereka tidak perlu melakukan pengamanan ekstra dalam membantu terduga pelaku yang mereka amankan saat ini untuk memasuki gedung instansi mereka.
Hingga karena Zen sudah mulai mengambil langkahnya memasuki wilayah kantor kepolisian, mau tidak mau mereka mulai menggiring dirinya memasuki tempat itu dan menghiraukan semua wartawan yang sepertinya sangat disibukkan dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" begitulah gumaman Santi yang saat ini mulai membawa Zen memasuki kantor kepolisian dan membawanya menuju ruang interogasi.
Ruangan dengan aura yang intens itu, saat ini memang sudah menjadi tempat bagi Zen untuk menunggu beberapa anggota kepolisian. Tentu karena memang dirinya merupakan seorang yang sudah terbiasa dengan sebuah tekanan, Zen bisa dikatakan menyikapi situasi tersebut dengan santai.
Dengan sikapnya yang tenang, saat ini dirinya masih bersikap biasa saja menantikan jalannya kasus yang dialami olehnya, apalagi dirinya juga harus membereskan semua permasalahan ini dengan cara para manusia pada umumnya karena bisa dikatakan dirinya saat ini sedang berurusan dengan mereka.
__ADS_1
Hingga dua orang petugas kepolisan saat ini mulai memasuki ruang interogasi itu. Tentu mereka adalah penyelidik yang akan menginterogasi sosok Zen di sana. Namun sepertinya kedatangan mereka sama sekali tidak diharapkan oleh Zen saat ini.
Karena memang Zen berharap bahwa Santi sendirilah yang melakukan pemeriksaan kepadanya. Namun sepertinya saat ini pihak lainlah yang akan mencoba untuk membuktikan bahwa Zen merupakan seorang tersangka, dan Zen memutuskan untuk menerimanya saja.
"Apakah anda merupakan pihak dalam foto ini?" hingga proses tersebut langsung dimulai, dengan Zen yang ditunjukkan sebuah foto kepadanya.
Ya, foto itulah yang membuat sosok Zen terkenal. Apalagi ada video singkat beberapa detik dari lanjutan gambar tersebut, dan membuat semua orang sangat yakin bahwa Zen sendirilah yang merupakan pihak yang menjadi tersangka dalam kasus yang sedang terjadi dan sangat menghebohkan itu.
"Pihak ini memang terlihat seperti diriku. Tetapi bisa aku pastikan orang didalam foto tersebut bukan merupakan diriku" balas Zen yang langsung menyangkal perkataan mereka.
"Tapi didalam foto ini, bisa terlihat sangat jelas bahwa orang yang terdapat dalam foto dan sebuah video singkat yang kami dapatkan adalah sosok anda" ucap salah satu penyelidik lagi yang seakan menekan sosok Zen.
"Tentu saja foto itu jelas-jelas bukan aku. Memangnya, kapan foto ini diambil? Hari apa dan jam berapa? karena aku akan membuktikan bahwa pihak ini bukanlah diriku" balas Zen yang bersikeras menyangkal atas tuduhan yang dirinya terima.
Memang pihak yang berada di foto tersebut merupakan Zen. Tapi masalahnya, tentu saja Zen tidak akan mengaku bahwa foto itu merupakan dirinya, bukan. Jadi saat ini dirinya terus menyangkal dan mulai kembali membantah bahwa pihak yang berada difoto tersebut merupakan dirinya.
"Foto ini diambil hari Senin jam setengah dua siang" ucap sang penyidik yang menawan perkataan dari Zen.
"Hari Senin? Kebetulan aku sedang ada kencan pada saat itu." Balas Zen dengan enteng.
"Apakah anda sedang membuat alasan? Memangnya anda berkencan dengan siapa, bukankan Istri anda sedang berada di Jakarta pada hari itu? Apakah anda sedang mengaku melakukan perselingkuhan saat ini?" tanya sang penyidik kembali.
Bisa dikatakan pihak kepolisian tidak mengetahui Istri dari Zen secara pasti. Apalagi identitas Vero sudah sepenuhnya diubah bahkan namanya, yang sudah berubah menjadi Veronica Gwillyn. Dan hal tersebut yang membuat saat ini alibi Zen langsung ditolak dengan tegas oleh mereka.
Tentu sebelum memeriksa sosok Zen, mereka terlebih dahulu memeriksa lebih dalam tentang identitasnya. Memang dalam identitas tersebut Zen dinyatakan sudah menikah, namun pihak kepolisian belum memeriksa lebih detail tentang identitas Istrinya.
__ADS_1
Jadi mereka belum tahu, bahwa Veronica Gwillyn yang sudah dibuah namanya itu, merupakan Vero yang notabennya merupakan seorang konglomerat ternama di negara ini. Apalagi yang hanya mereka ketahui dari Istri Zen adalah bahwa wanita itu sedang berada di luar kota saja.
"Maafkan aku, tetapi aku tidak akan mengkhianati Istriku. Apalagi aku berkencan dengan calon Istriku yang baru"