Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Akhir


__ADS_3

Sepasang manusia berbeda kelamin saat ini sudah berada disebuah kedai makanan cepat saji kembali. Setelah mereka berkeliling sejenak, mereka memutuskan untuk makan malam ditempat ini sebelum mereka kembali menuju kediaman mereka masing-masing.


Namun anehnya, kegiatan mereka saat ini memang menjadi bahan obrolan beberapa orang. Karena saat kedua orang tersebut memasuki kedai ini, beberapa orang yang berada di kedai makanan cepat saji itu baru melihat seorang pria yang tidak menghiraukan wanita yang sedang berjalan bersamanya yang membawa banyak bungkusan barang branded dan tidak dibantu oleh pria tersebut dan hanya memegang sebuah boneka pada tangannya.


Tetapi kedua orang yang sedang menjadi bahan perbincangan itu tidak menghiraukan orang-orang yang membicarakan mereka, dan lebih memilih untuk menyantap makanan mereka yang tadi mereka pesan pada meja tempat mereka sedang menyantap makanan mereka saat ini.


“Mengapa dirinya tidak senang?” gumam Zen yang bingung, karena dia tidak merasakan aura kesenangan dari Angel sedari tadi.


Angel sendiri saat ini sedang bingung harus berkata apa, karena dirinya banyak sekali dibelikan barang oleh Zen tadi. Menurutnya, apa yang dilakukan Zen sebenarnya sangat berlebihan, dan tentu saja dirinya tidak ingin menerimanya karena barang-barang itu terlalu mahal untuknya.


“Kak... apa ini semua tidak berlebihan” kata Angel yang membuka percakapan diantara mereka.


“Berlebihan? Apa maksudmu?” tanya Zen kemudian sambil memakan makannya dengan lahap.


“Tentu saja barang yang Kakak belikan kepadaku” Balas Angel kemudian.


“Cih... aku tidak membelikanmu seluruh barang yang dijual pada Pusat Perbelanjaan ini Angel, aku hanya memberikanmu beberapa barang saja” balas Zen yang mulai menyuapkan sepotong daging Ayam kedalam mulutnya.


“Tapi...” gumam Angel yang masih ragu untuk menerima semua barang pemberian dari Zen.


Zen hanya mulai bingung melihat reaksi Angel yang seperti itu. Bahkan dulu istri-istrinya saja sangat berharap dirinya akan seperhatian ini kepada mereka, namun Angel bahkan menolak sebuah hadiah yang diberikan kepadanya.


“Begini saja. Minggu depan kita akan kencan lagi bukan, jadi kuharap kamu menggunakan barang yang aku berikan kepadamu, kalau tidak aku tidak akan pergi bersamamu lagi” ancam Zen yang sudah menelan habis makannya.


“K-Kencan?” tanya Angel yang sangat terkejut mendengar perkataan Zen tersebut.


“Ya... Kencan, seperti yang kita lakukan hari ini” balas Zen santai.


Angel yang matanya mulai membulat dengan sempurna karena terkejut, saat ini mulai bingung dengan arah pembicaraan dari Zen. Memang Angel tidak menganggap kegiatan mereka hari ini sebagai kencan, melainkan hanya kegiatan jalan-jalan bersama teman saja.


“A-Apa maksudmu Kak?” balas Angel kemudian yang saat ini wajahnya tentu saja mulai merona.


“Ah... Jadi kamu juga tidak paham ya. Begini, Sepasang pria dan wanita yang mempunyai janji bertemu di suatu tempat pada waktu yang telah ditentukan bersama itu namanya Kencan” Jawab Zen menjelaskan.


Angel hanya bingung harus bereaksi sepeti apa saat ini. Memang benar dirinya menyukai Zen, tetapi dirinya tidak menduga bahwa kegiatan mereka hari ini akan dianggap kencan oleh Zen, karena niat awal Angel hanya mengajak Zen untuk menemaninya hari ini.

__ADS_1


“Kamu juga baru tahu kata kencan bukan... tenanglah, aku awalnya juga tidak mengetahuinya.” Lanjut Zen yang kembali menyantap makanannya yang mengira Angel tidak mengetahui sama sekali arti kata Kencan seperti dirinya kemarin.


“B-Begitu ya Kak” balas Angel yang akhirnya hanya mengiyakan saja perkataan Zen, karena dirinya saat ini sudah sangat malu karena dirinya sebenarnya tidak sengaja melakukan kencan bersama Zen.


Angel mulai berfikir bahwa apa yang dikatakan Zen ada benarnya. Dirinya mempunyai janji temu dengan seorang pria, bahkan mereka sudah berjanji bertemu disebuah tempat pada waktu yang sudah ditentukan. Berarti apa yang mereka lakukan saat ini merupakan kencan bukan.


“Yap... Yap... jadi kamu tidak perlu untuk malu karena baru mengetahui kata Kencan” balas Zen yang saat ini menganggap Angel sangat malu karena dirinya tidak mengerti kata Kencan.


Zen akhirnya kembali menyantap makanannya kembali dan mengingatkan Angel untuk memakan makanannya juga, yang sedari tadi hanya dia tatap dan tidak dia makan. Angel yang saat ini masih merona, akhirnya mulai mengikuti perkataan Zen dan perlahan mulai memakan makanannya.


Suasana yang awalnya canggung untuk Angel, akhirnya mulai mencair setelah Zen terus mengajaknya mengobrol. Bahkan Angel saat ini sangat bingung mengapa Zen menjadi sangat berbeda seperti biasanya hari ini.


Mereka terus mengobrol ringan, hingga tidak terasa makanan milik Angel sudah habis dan menyisakan Zen yang masih setia memakan makanannya yang kembali dia pesan, karena dia belum kenyang hingga saat ini.


“Kak, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Angel.


“Tentu saja” balas Zen sambil mengangguk, namun dirinya terus menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.


“Ehm... aku hanya penasaran, Kakak sebenarnya berasal dari mana, karena sepertinya Kakak bukan berasal dari kota ini” Ucap Angel yang memberanikan dirinya untuk menanyakan sebuah pertanyaan pribadi kepada Zen.


Zen memang sudah menyiapkan jawaban jika beberapa orang menanyakan beberapa pertanyaan untuknya, khususnya jika dirinya ditanya berasal dari mana. Karena dirinya pusing memikirkan nama tempat, akhirnya dirinya memutuskan menjadikan nama Ibukota Indonesia menjadi tempat asal palsunya.


“Benarkah? Berarti keluarga Kakak berada di sana bukan?” tanya Angel kemudian.


“Aku yatim piatu, orang tuaku sudah meninggal” balas Zen dengan santai.


Angel cukup terkejut mendengar perkataan Zen itu, dan mulai merasa bersalah untuk bertanya kepada Zen tentang keluarganya, karena menurutnya itu akan membuat Zen saat ini akan sedih. Namun kenyataannya, Zen seakan tidak peduli dan malah terus menyantap makanannya.


“Maafkan aku Kak” balas Angel yang merasa bersalah menanyakan pertanyaan seperti itu.


“Kenapa kamu minta maaf. Bahkan adik-adikku juga sudah mati semua” balas Zen enteng.


“A-Apa?” balas Angel yang saat ini kembali mendengar sebuah fakta baru dari kehidupan Zen dan tentu saja membuatnya terkejut.


“Ya... adikku sudah mati karena kecelakaan” lanjut Zen.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Angel saat ini tidak tahu harus berkata apa. Karena memang niat awal Angel hanya ingin mengetahui lebih detail tentang kehidupan Zen, dan malah berubah menjadi dirinya yang malah mendengar beberapa fakta menyedihkan.


“L-Lalu, apakah Kakak saat ini hidup sendirian?” tanya Angel kembali.


“Aku masih mempunyai beberapa sepupu” jawab Zen sambil tersenyum.


“Benarkah... lalu apakah mereka tinggal di kota ini juga?” Tanya Angel yang akhirnya bisa mengorek sebuah informasi dari Zen yang menurutnya tidak berhubungan dengan masa kelamnya.


“Hmmm... mereka sepertinya bekerja di luar negeri”  balas Zen sambil menunjukan gestur sedang berfikir saat menjawab pertanyaan dari Angel itu.


Angel akhirnya sudah menemukan sebuah momen yang tepat untuk bertanya lebih lanjut tentang kehidupan Zen dan membuat dirinya terus bertanya berbagai hal tentang dirinya. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang, karena hari memang sudah semakin larut.


Dan disinilah mereka, saat Angel sudah memesan sebuah transportasi online untuk mengantarkannya pulang. Zen masih setia bersamanya untuk menunggu pesanan Angel datang, dan barulah dirinya akan kembali menuju apartemennya.


“Ah... sepertinya itu taksi online pesananku Kak” balas Angel.


Angel saat ini memesan sebuah taksi online, karena memang barang bawaannya saat ini sangat banyak. Dan setelah taksi itu tiba, Zen yang masih membantu Angel membawa bonekanya akhirnya mulai mengembalikannya kepada Angel yang saat ini sudah masuk kedalam taksi tersebut.


"Kakak yakin tidak ingin pulang bersamaku?" tanya Angel sekali lagi.


Karena arah jalan mereka pulang searah, Angel sudah mengajak Zen untuk pulang bersamanya, namun entah mengapa Zen menolak ajakannya tersebut.


"Aku masih ada urusan disekitar sini, jadi pulanglah terlebih dahulu" ucap Zen yang kembali menolak ajakan dari Angel.


“Kalau begitu terima kasih atas hari ini dan semua hadiah yang Kakak berikan kepadaku” balas Angel sambil tersenyum dan mulai melambai kearah Zen karena dirinya mulai beranjak dari sana.


Ya, Angel akhirnya terpaksa menerima semua barang pemberian dari Zen, karena selain Zen memaksanya menerima hadiah tersebut, Zen juga memberikannya sebuah ancaman agar dirinya menerima semua barang yang sudah dibelikan oleh Zen.


“Baiklah...” balas Zen dan melihat kendaraan yang sedang ditumpangi oleh Angel sudah beranjak dari tempatnya.


Diperjalanan, Angel hanya tersenyum saja saat mobil yang ditumpanginya sedang berjalan menuju kediamannya, hingga akhirnya taksi online yang mengantarnya sudah tiba ditempat tujuannya. Setelah membayar, Angel yang sudah membawa semua barangnya mulai memasuki area kos-kosannya dan perlahan menuju kekamarnya.


“Kamu dari mana Angel? Apakah kamu keluar membeli beberapa barang untuk perlengkapanmu menuju Jakarta?” tanya seseorang yang tidak sengaja bertemu dengan Angel, yang ternyata merupakan penghuni kos-kosan disebelah kamarnya.


“Bukan, tetapi Aku habis pulang Kencan”

__ADS_1


__ADS_2