
Beberapa hari akhirnya mulai berganti dengan sangat cepat. Saat ini bisa dikatakan kondisi dunia ini seakan tenang dan tidak terjadi sesuatu yang buruk kembali terjadi. Namun masih ada sesuatu yang mengganjal bagi beberapa pihak karena memang mereka mengetahui sesuatu yang akan terjadi di dunia ini.
Seluruh anak-anak Sang Pencipta saat ini berada pada situasi yang siaga. Apalagi penglihatan dari Mikhael tentu tidak bisa untuk dihindarkan. Jadi, mereka semua menganggap hal ini sebagai sebuah situasi tenang sebelum badai, karena memang dipastikan dalang dari hal yang mereka khawatirkan itu akan bergerak.
Namun walaupun begitu, salah satu putra Sang Pencipta yang memang memiliki sebuah sifat negatif pada dirinya, bisa dikatakan tidak terlalu tegang menghadapi semua itu. Karena memang, mereka sudah memasang berbagai aura pencegah, untuk bersiap menghadapi permalasahan tersebut.
Maka dari itu, dirinya menyempatkan diri untuk melakukan bulan madu dengan salah satu Istrinya dan berusaha menikmati waktu mereka yang mereka habiskan bersama pada sebuah Kerajaan. Bahkan bisa dikatakan hampir dua Minggu mereka berada ditempat ini, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali.
"Betapa nyamannya berpergian menggunakan kabut teleportasi, Zen" Dan begitulah ucapan dari Kelly yang saat ini keluar dari kabur hitam yang baru saja dirinya lewati, dan saat ini mereka sudah berada didepan kediaman mereka.
"Tentu saja. Aku juga merasa nyaman menghabiskan waktu dengan kalian" balas Zen yang memang masih setia menemani Kelly hingga saat ini.
Memang seluruh keluarga Zen memberikan waktu kepada kedua pasangan itu untuk menghabiskan waktu mereka berdua. Apalagi, setiap Istri Zen memang memiliki jadwal untuk menghabiskan waktu bersama suami mereka secara Ekslusif. Dan begitulah bagaimana Kelly menghabiskan waktunya berdua dengan Zen.
Bahkan Ibunya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu setelah menemani Kelly melihat sosok yang merupakan Ayahnya. Walaupun Kelly sudah memaksanya untuk tetap bersamanya berlibur pada Kerajaan Jepang, tetapi tetap saja Ibunya memutuskan pulang karena sedikit tidak nyaman berada didekat sosok Ayah kandungnya.
Kelly juga bisa dikatakan sudah bisa sedikit menerima sosok yang merupakan Ayah biologisnya itu. Namun tetap saja, perasannya seakan tidak berubah dan dirinya hanya menganggap sosok Ayahnya itu sebatas pria yang dirinya kenal dan harus dirinya hormati saja karena memang dirinya lebih Tua dari sosok Kelly.
Namun bisa dikatakan hubungannya dengan keluarga Ayahnya itu cukup baik, karena Amaterasu sendiri merupakan calon saudarinya kelak, sehingga hubungan mereka bisa dikatakan dekat, walaupun Kelly tidak akan menganggap wanita itu sebagai sepupunya namun hanya menganggap dirinya sebagai saudarinya.
__ADS_1
"Akhirnya kalian pulang" ucap Axillia yang memang menyambut kedatangan kedua orang itu yang sudah di depan kediaman yang mereka tinggali.
Semua Istri Zen bisa dikatakan memiliki kesibukan masing-masing. Vero bisa dikatakan sibuk dengan perusahan milik Zen. Santi saat ini sedang sibuk membela seseorang pihak yang terkena tuduhan palsu. Lalu Ha Rin sibuk syuting di Amerika. Dan Angel sendiri sibuk dengan kuliahnya di Ibukota dari negara ini.
Sebenarnya Axillia juga memiliki sebuah kesibukan. Karena Zen melalui perusahan miliknya sendiri membelikan dirinya sebuah lahan berhektar-hektar untuk dirinya mendirikan sebuah perkebunan yang besar, dan mendirikan sebuah perusahan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan peternakan.
Bisa dikatakan apa yang dirinya cukup sukses, karena Axillia mengembangkan sebuah kebun dari sayur dan buah-buahan berkualitas premium dan organik, lalu menyuplai bahan-bahan ternak yang kualitasnya sangat amat bagus dan paling dicari di seluruh dunia atas kualitasnya yang sangat amat premium.
Jadi, wanita yang memang tugasnya merawat kebun dan peternakannya itu memilik waktu yang sedikit senggang, karena dirinya hanya bertugas merawat seluruh perkebunannya dan seluruh peternakan miliknya. Dan untuk masalah penjualan dan perusahannya dirinya serahkan kepada malaikat maut yang menjadi asisten pribadinya. Sehingga dirinya bisa menyambut sosok Zen dan Kelly saat ini.
"Bagaimana kabarmu, Axillia?" dan begitulah sambutan hangat dari Zen, yang saat ini mengecup singkat bibir Istrinya itu sebelum mengelus sejenak perutnya yang mulai sedikit membesar.
"Aku baik, Zen. Dan juga aku juga sudah menyelesaikan apa yang kamu minta" balas wanita itu yang sangat senang bahwa sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh suaminya.
"Benarkah, kalau begitu apakah kamu bisa melakukannya sekarang?" tanya Zen dan membuat Axillia hanya mengangguk menjawab perkataannya.
"Kalau begitu, aku akan beristirahat dan kalian bisa menyelesaikan kegiatan kalian, oke" hingga karena Kelly memang merasa kelelahan, dirinya memutuskan untuk beristirahat dan membiarkan kedua orang yang sedang mengobrol itu menyelesaikan kegiatan mereka.
"Baiklah, selama istirahat Istriku" ucap Zen yang mengecup singkat bibir Istrinya itu dan membiarkan dirinya pergi menuju kamar pribadinya.
__ADS_1
Melihatnya kepergiannya, Zen kembali menatap Axillia untuk meminta jawaban dari apa yang dirinya tanyakan tadi. Hingga wanita itu memberikan anggukan dan membuat Zen mulai menggandeng tangan wanita itu dan memanggil bawahannya untuk membawa mereka menuju kesebuah tempat untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah mereka rencanakan.
Dan begitulah bagaimana mereka saat ini berada pada sebuah pulau terpencil yang sangat amat sepi, karena apa yang mereka lakukan nanti memang hanya boleh dilakukan oleh mereka berdua, karena saat ini mereka akan menyelesaikan sesuatu yang akan menyangkut tentang sebuah keadaan yang sangat mendesak untuk diselesaikan.
"Apakah kamu sudah siap? Biar aku langsung panggil wanita itu ketempat ini" balas Zen kepada Istrinya itu.
"Sabarlah, aku memasang artefak pencegahan terlebih dahulu kepada diriku" ucap Axillia yang mengeluarkan dua buah benda yang merupakan sebuah cincin dan sebuah benda pipih.
Tentu cincin yang dirinya keluarkan langsung dirinya pasangkan pada salah satu jarinya, yang memang saat ini banyak dipenuhi cincin artefak. Lalu lingkaran pipih yang kecil seukuran cincin yang dirinya kenakan, dirinya tempelkan pada bola matanya seakan memasang sebuah softlens, dan tiba-tiba lingkaran pipih itu mulai berubah transparan dan menyesuaikan dengan matanya.
"Baiklah aku siap" ucap Axillia kepada suaminya.
Mendengarkan bahwa Istrinya sudah siap, Zen saat ini mulai mengirimkan sebuah telepati kepada sosok wanita yang memang akan dirinya panggil ditempat ini. Hingga setelah dirinya melakukannya, Zen dan Axillia hanya tinggal menunggu saja kedatangan wanita itu ketempat ini.
Dan begitulah sebuah ledakan udara yang kencang mulai terlihat di atas langit, yang dimana pergerakan yang cepat seperti sebuah pesawat jet yang sedang melaju dan mulai bergerak dengan cepat mengarah kearah tempat Zen berada. Hingga sosok wanita yang terlihat sangat amat cantik mulai mendarat dengan mulus dihadapan mereka saat ini.
"Kamu sudah selesai Ze-" namun belumlah Freya menyelesaikan kalimatnya, Zen langsung menghentikan tingkahnya untuk melakukan sesuatu.
Saat ini Axillia mencoba untuk menyesuaikan artefaknya. Karena memang ini pertama kalinya dirinya bertemu dengan Dewi yang memiliki aura pemikat itu, dan saat ini mulai menyesuaikan artefak miliknya agar aura wanita itu tidak mempengaruhi sosok Axillia yang memang akan membantu dirinya dalam menyelesaikan permasalahannya.
__ADS_1
"Hahh... aura pemikat miliknya sangat amat menyeramkan"