
Setelah meninggalkan Zen pada sebuah ruangan khusus yang disediakan oleh pihak Darkness Company cabang Jakarta, Vero dan Kelly mulai memasuki sebuah ruang pertemuan yang saat ini sudah dihadiri beberapa pihak yang sudah berkumpul didalam ruangan tersebut.
Ditengah mereka, duduk seorang wanita yang memimpin perusahaan cabang pusat Darkness Company pada negara ini, yaitu Amelia Darkin. Bukan hanya itu saja, Mira yang memimpin cabang Bali juga sudah terhubung di ruangan itu melalui sebuah aplikasi meeting, untuk menghadiri pertemuan tersebut.
“Baiklah, pertemuan kita kali ini akan membahas pelepasan saham milik Nona Veronica Safira, yang akan menjual seluruh saham dari salah satu unit perusahaannya kepada kita” ucap salah satu pihak yang mulai membacakan agenda pertemuan ini, kepada seluruh pihak yang hadir didalam pertemuan tersebut.
Mendengar itu, tentu Vero langsung merasa sedih, karena salah satu perusahaan miliknya harus dilepaskan olehnya saat ini, untuk menyelamatkan dua perusahaan miliknya yang lain. Apalagi akibat perbuatan ayah angkatnya tempo hari, dirinya terpaksa harus melakukan hal yang sangat tidak disenanginya tersebut.
“Baiklah, mari kita mulai pertemuannya” ucap Amelia kemudian, yang memulai pertemuan antara pihak Vero dengan pihak Darkness Company.
Dua buah stasiun televisi dan satu rumah produksi yang dimiliki oleh Vero, merupakan salah satu unit dari sebuah perusahaan yang menaungi mereka yang dinamai Grand Media. Dari ketiga unit tersebut, memang Vero hanya mempunyai sebuah saham dominan pada satu perusahaan saja, yaitu hanya rumah produksinya saja.
Yang akan dirinya jual saat ini, adalah seluruh saham yang dimilikinya pada sebuah stasiun televisi, yang dimana saham dominan yang dimiliki oleh stasiun televisi tersebut dimiliki oleh Ayah angkatnya.
Ayah angkatnya berhasil memiliki dua buah saham dominan para kedua stasiun televisi yang dipimpin oleh Vero, dan hal itulah yang menjadi penyebab kehancuran seluruh perusahaannya, karena entah mengapa saat ini perusahannya sedang berada diujung tanduk atas perbuatannya.
“Tetapi bukankah semua saham yang dimiliki oleh Ayah anda sudah berpindah tangan sebelumnya Nona Vero?” tanya Amelia yang memulai menanyakan berbagai hal kepada Vero, termasuk tentang saham milik Thomas yang sudah dijual kepada sebuah pihak.
“Benar Nona Amelia. Seluruh saham milik Ayah angkat saya sudah berpindah tangan pada seseorang yang membeli seluruh saham yang dimiliki oleh dirinya” balas Vero.
Memang hingga saat ini, Vero masih belum mengetahui siapa yang membeli seluruh saham yang dimiliki oleh Ayah angkatnya itu. Walaupun begitu, pihak yang membeli saham ayah angkatnya selalu mendukung keputusan yang diambil oleh Vero hingga saat ini.
“Jadi anda ingin menjual seluruh saham yang anda miliki pada PT Oblion Network anda bukan?” tanya Amelia memastikan kembali.
Memang salah satu perusahaan yang disebutkan oleh Amelia merupakan sebuah perusahaan yang menaungi salah satu stasiun televisi milik Vero, yang dimana dirinya akan menjual semua sahamnya pada perusahaan itu kepada pihak Darkness Company.
“Benar Nona Amel. Saham yang saya miliki pada perusahaan itu sebanyak 30% akan saya jual semua kepada anda” balas Vero yang mengatakan perkataan seperti itu dengan perasaan yang sangat campur aduk.
__ADS_1
Tentu sebenarnya Vero tidak ingin melakukan hal tersebut. Walaupun dirinya mempunyai opsi tidak melakukannya, dirinya tidak ingin semua perusahaan yang dimilikinya akan berimbas, jika dirinya tidak mengambil tindakan dengan cepat.
Vero membutuhkan uang yang sangat banyak saat ini. Selain untuk kelangsungan kedua perusahaan yang lain miliknya, dirinya juga membutuhkan dana karena dirinya sudah menandatangani kontrak dengan pihak D Star Company sebelumnya.
Jadi, satu-satunya cara agar dirinya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, adalah menjual semua sahamnya yang terdapat pada salah satu perusahaan miliknya saat ini. Berat memang dirinya melakukan hal itu, tetapi dirinya terpaksa harus melakukannya.
“Tetapi, anda menuliskan sebuah persyaratan pada orang yang membeli semua saham anda, yaitu anda harus tetap menjadi CEO dari perusahaan tersebut. Mengapa anda memberikan sebuah syarat kepada beberapa pihak yang ingin membeli saham anda seperti itu Nona Vero?” tanya Amelia kemudian.
“Pertama, perusahaan itu merupakan peninggalan dari Nenek dan kedua orang tua kandung saya. Jadi sebisa mungkin saya ingin bisa terus ikut andil dengan perusahaan yang ditinggalkan oleh seluruh keluarga saya” balas Vero.
Inilah salah satu alasan Vero sangat berat melepaskan salah satu perusahaannya. Yaitu perusahaan itu adalah satu-satunya peninggalan dari orang-orang yang paling dirinya cintai dimuka Bumi ini. Jadi saat dirinya mengambil keputusan itu, Vero merasa sangat amat sedih karena harus melepaskan sesuatu yang berasal dari orang-orang yang sangat dicintainya.
“Tetapi, karena saham Ayah angkat anda sudah dijual pada pihak lain, apakah dirinya masih setuju dengan anda yang memimpin perusahaan yang akan anda jual sahamnya kepada kami saat ini? Apalagi pihak tersebut memiliki saham dominan pada perusahaan yang akan anda jual” balas Amelia kembali.
“Pihak yang membeli saham Ayah Angkat saya, menyetujui seluruh keputusan yang diambil oleh saya. Jadi saya pastikan dirinya akan menyetujui bahwa saya bisa memimpin perusahaan itu kelak” balas Vero yang mencoba meyakinkan seluruh orang yang berada diruang pertemuan tersebut.
Akhirnya pertemuan itu terus berlanjut, yang dimana pihak Darkness ingin memastikan berbagai hal sebelum mereka membeli seluruh saham yang dimiliki oleh Vero saat ini. Namun disisi lain, seorang pria saat ini sedang memakan berbagai hal yang disediakan kepadanya saat ini dengan sangat lahap.
“Sudah ada yang membantunya saat ini Tuan. Apalagi keberadaan anda sebenarnya lebih penting dari pertemuan tersebut” balas wanita yang merupakan Putri, yang menyambut kedatangan dirinya bersama Vero dan Kelly tadi.
“Hm... benarkah. Lalu bagaimana bisa seorang Hydra seperti kalian bisa menjadi pelayan dari bawahanku?” tanya Zen kemudian.
Putri merupakan mahluk mistik. Wujudnya sebenarnya merupakan seekor Hydra atau mahluk berbentuk ular berkepala tujuh. Memang saat ini dirinya masih berada pada wujud manusianya, dan berbaur dengan para manusia seperti pada umumnya.
“Dulu, Nona Amelia menyelamatkan kami dalam peperangan saat terbukanya bencana ruang Tuan. Jadi hingga saat ini kami memutuskan untuk selalu melayani dirinya” balas Putri.
“Hm... Begitu ya...” Balas Zen yang sudah memasukan sesuap spaghetti kedalam mulutnya, setelah mendengar jawaban yang diterimanya itu.
__ADS_1
Memang berbagai hidangan sudah disediakan oleh Putri atas perintah atasannya. Apalagi Zen terkenal sangat menyukai dengan namanya makanan, jadi saat ini dirinya sudah dihidangkan berbagai hidangan untuk disantap oleh Zen.
“Hei Putri, bisakah aku berbicara dengan Tuan Zen” ucap Putri didepannya.
“Tentu saja, Hel” balas kembali wanita didepannya, seakan sedang melakukan sebuah sketsa percakapan seorang diri.
Karena memang wujud asli wanita dipanggil Putri itu merupakan Hydra berkepala tujuh, sosok putri didepannya seakan menjadi seorang manusia yang memiliki banyak kepribadian didalam dirinya.
Seperti saat ini, yang dimana salah satu kepala dari Hydra yang sudah berubah menjadi manusia itu, meminta izin kepada kepribadian bernama Putri untuk berbicara kepada Zen yang saat ini sedang menyantap makannya dengan lahap.
“Emm... Tuan, apakah aku boleh mengatakan sesuatu?” tanya Putri yang sudah berubah menjadi pribadi yang lain yang bernama Helmi.
Zen yang masih dengan lahap memakan makanannya memberikan tanggapan positif. Yang dimana saat ini dirinya mengangguk, menandakan bahwa dirinya memperbolehkan Putri yang sudah merubah kepribadiannya itu untuk menanyakan sesuatu kepadanya.
“B-Begini Tuan, aku dengar anda mempunyai istri seorang keturunan murni dari rubah berekor sembilan dan anda selamatkan tempo hari. Aku mempunyai teman yang berasal dari kaum rubah berekor sembilan dan aku mendengar beberapa pihak mencari keberadaan istri anda” Ucap Helmi yang memberanikan diri untuk bercakap panjang lebar kepada Zen.
Tentu mendengar hal itu, Zen menghentikan tindakannya yang sedang menyantap makanannya dan langsung menatap Helmi. Karena memang dirinya hingga saat ini belum menemukan benang merah dari permasalahan tentang Istri rubahnya, yang dirinya selamatkan tempo hari.
Memang dirinya berhasil menggali beberapa informasi yang dirinya dapatkan dari orang yang melepaskan segel kehidupan dari Kana. Namun menurutnya informasi tersebut belumlah cukup untuk mengetahui permasalahan yang dialami Istrinya itu.
Tentu dirinya sudah mengetahui bahwa pemimpin dari orang-orang tersebut adalah salah satu Dewa Olimpus, Hades. Namun Zen tentu belum bergerak saat ini, karena dirinya masih ingin mengetahui apa yang sebenarnya yang direncanakan oleh Dewa tersebut, dan tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.
“Hmm... benarkah? Lalu apakah kamu tahu mengapa mereka mengincar istriku?” tanya Zen kemudian.
“Aku tidak tahu Tuan. Tetapi yang aku dengar, salah satu Dewa Nordik juga menanyakan beberapa pihak tentang keberadaan mahluk mistik pemilik darah murni dari Phoenix” balas Helmi.
Tentu perkataan Putri yang berubah menjadi Helmi barusan membuat Zen memahami sesuatu, yaitu beberapa pihak sedang merencanakan sesuatu saat ini. Tentu bukan sebuah kebetulan bukan, beberapa pihak mencari mahluk mistik yang memiliki darah murni pada diri mereka.
__ADS_1
“Siapa Dewa Nordik tersebut?” tanya Zen kemudian, yang sangat penasaran siapa pihak lain yang sedang dibicarakan oleh wanita yang berada dihadapannya itu.
“Loki”