
Amaterasu saat ini mulai bangkit dari serangan yang sedang dirinya terima. Sebuah serangan besar memang baru saja mengenai dirinya yang berusaha dengan keras untuk membuat sebuah pelindung untuk mengisolasi tempat ini. Hingga akhirnya sebuah penglihatannya akhirnya menunjukkan sebuah peperangan sudah terjadi di hadapannya.
Jumlah Vampire dan dibantu oleh Dewa Loki yang mengomandoi mereka saat ini mulai menyerbu pihak Dewa yang berusaha dengan keras membuat sebuah pelindung. Maka dari itu mereka mati-matian untuk melawan balik pihak yang sedang menyerang mereka saat ini.
Dan begitulah keadaan di sana yang semakin kacau karena peperangan yang mulai terjadi diantara Para Dewa dan Para Vampire yang dipimpin oleh Loki. Apalagi mereka tidak akan mungkin ikut campur dalam peperangan antara Zen dan Para Ras Giant, karena bisa dipastikan mereka akan langsung musnah jika mereka ikut serta dalam peperangan tersebut.
Maka dari itu, mereka saat ini mulai menghalangi Para Dewa yang sudah muncul ditempat ini, sambil menunggu para Raksasa yang sedang bertarung dengan Zen akan menyelesaikan pertarungan mereka dan mulai membantai semua pihak yang saat ini berada ditempat ini.
"Amaterasu, kamu fokus saja dalam membuat pelindung" teriak Tsukoyomi yang saat ini bersiap untuk menahan serangan yang akan menghampiri dirinya dan Amaterasu, karena bisa dikatakan sebuah Pelindung saat ini merupakan hal yang paling mereka butuhkan ditempat ini.
Memang niat Tsukoyomi melakukan hal itu bisa dikatakan hanya agar pujaan hatinya tersebut tidak akan langsung ikut dalam pertarungan yang sedang terjadi saat ini. Tentu dirinya ingin Amaterasu tetap aman maka dari itu dirinya menyarankan agar wanita itu fokus kedalam membuat pelindung.
Tentu saja Amaterasu mengetahui niat pria itu. Namun menurutnya dirinya akan mengikuti saja perkataannya karena memang harus ada sebuah pihak yang harus membuat pelindung, agar dampak dari peperangan yang terjadi saat ini tidak menyebar dengan luas dan menghancurkan wilayah lainnya.
Apalagi pertarungan Zen yang terus berlanjut dengan Para Ras Giant bisa dikatakan semakin membuat hancur wilayah tempat mereka berada saat ini. Maka dari itu, Amaterasu dengan beberapa Dewa lainnya yang memang tidak bertarung, saat ini berusaha dengan keras untuk kembali menciptakan sebuah pelindung.
"Baiklah, aku akan fokus dalam membuat pelindung" balas Amaterasu yang sudah berdiri dengan beberapa pihak secara berdampingan, dan saat ini mulai menggunakan kekuatannya untuk menciptakan sebuah pelindung ditempat tersebut.
Tsukoyomi cukup senang bahwa akhirnya wanita pujaan hatinya itu mendengarkan perkataannya, hingga akhirnya dirinya terus bersiap untuk menghalau serangan dan para musuh yang datang menghampiri dirinya. Tetapi seperti yang diketahui, bisa dikatakan apa yang dilakukan oleh Amaterasu bukanlah mengikuti perkataannya saja.
Karena memang Amaterasu melakukan ini semua untuk sosok yang saat ini sedang bertarung mati-matian melawan Ras Giant yang baru saja bangkit. Tentu dirinya mengetahui dengan pasti Zen saat ini masih bersikap pasif untuk melawan mereka agar keadaan tempat ini dan diluar wilayah ini tidak terlalu berdampak atas kejadian yang sedang terjadi.
Karena jika dirinya menggunakan kekuatannya yang sepenuhnya untuk melawan makhluk-makhluk tersebut bisa dikatakan tempat ini akan hancur dan mungkin kehancurannya akan meluas dengan cepat jika tidak ada pelindung yang mengisolasi tempat ini dari pertarungan yang sedang terjadi saat ini.
Jadi, dirinya juga harus menciptakan perlindungan ditempat ini dengan cepat, agar kondisi Zen yang berusaha keras untuk menghalau semua hal yang sedang dirinya atasi itu agar cepat terselesaikan, dan dirinya mampu untuk menyerang balik pihak yang memang sedang dilawannya saat ini.
"Baiklah... sedikit lagi" gumam Amaterasu yang saat ini memfokuskan kekuatannya untuk membuat pelindung sambil tatapannya mulai fokus kearah sosok Zen, yang memang baru saja keluar dari aliran Lava yang mengenai dirinya.
__ADS_1
Entah mengapa Amaterasu merasakan sesuatu yang berbeda dari sosok Zen saat ini. Walaupun dirinya tahu Zen sering membantu beberapa pihak, tetapi tindakannya kali ini sangatlah berbeda menurutnya. Apalagi disaat dirinya rela menjadi umpan untuk mengalihkan perhatian pihak yang sedang dirinya lawan tersebut.
Dari apa yang dirinya lakukan itu, membuat Amaterasu merasa sosoknya itu cukup berbeda dari sebelumnya, karena dirinya tidak mengetahui bahwa sosok Zen akan berperilaku seperti itu, yang dimana dirinya seakan rela mengorbankan dirinya untuk melindungi semua pihak.
Memang pemikirannya itu tidak salah sepenuhnya. Namun masalahnya, Zen sebenarnya tidak akan ikut campur atas permasalahan ini, jika bukan seluruh Saudaranya bahkan Istrinya sendiri yang memintanya melakukannya. Jadi, bisa dikatakan apa yang menjadi bayangan Amaterasu itu bisa dikatakan salah.
Namun tetap saja, perilakunya tersebut sudah mengubah cara pandang Amaterasu kepada dirinya, yang bisa dikatakan dirinya sangat amat mengenal sikapnya yang selama ini tidak peduli akan sesuatu dan bergerak hanya karena dirinya menginginkannya.
Hingga akhirnya entah mengapa Amaterasu saat ini merasa sesuatu yang seakan tumbuh didalam dirinya, dan bisa dikatakan dirinya mengira ha itu hanya sebatas rasa kagum saja kepada pihak yang saat ini sedang bertarung dengan sekuat tenaga untuk menahan berbagai serangan yang sedang dirinya terima dan halangi.
"Awas!" namun disaat Amaterasu masih asik memandang sosok Zen yang berada di kejauhan, dirinya dikejutkan dengan suara teriakan yang memperingatkan dirinya bahwa sebuah serangan akan datang kearahnya.
Sebuah bongkahan es dari pertarungan yang dilakukan oleh Zen, bisa dikatakan saat ini salah satu serangannya mengarah kearah dari tempat Amaterasu berada saat ini. Tentu Tsukoyomi terlebih dahulu mencoba menghalau bongkahan es tersebut, namun naas dirinya hanya berhasil menghalau satu saja bongkahan es yang mengarah kearah Amaterasu.
Bisa dikatakan ada empat bongkahan Es yang memang dikeluarkan oleh salah satu Ras Giant yang saat ini mencoba mengalahkan sosok Zen. Serangan nyasar tersebut bisa dikatakan langsung bergerak kearah beberapa tempat dan salah satunya mengarah kearah Amaterasu saat ini.
Tentu Tsukoyomi sudah berusaha dengan keras menghalaunya. Namun Es yang dibuat oleh kekuatan yang sangat besar itu memang sangat susah untuk dihancurkan sehingga baru satu saja bongkahan es yang mengarah menuju Amaterasu yang dirinya hancurkan.
Apalagi apa yang dirinya perbuat itu sedikit lagi selesai sepenuhnya, dan jika dirinya menghalau serangan yang datang kearahnya, bisa dipastikan perbuatannya itu akan kembali membatalkan kegiatannya yang saat ini sedang membuat pelindung para area tersebut.
"Sial... apa yang harus aku lakukan, karena jika aku melindungi diri, pelindung yang aku buat tidak akan selesai" ucap Amaterasu yang saat ini bimbang dengan keadaannya.
Bisa dikatakan Pelindung super duper besar itu sebentar lagi sudah selesai. Namun jika Amaterasu menghentikan pembuatannya maka beberapa bagian pelindung itu akan kembali hancur dan mungkin tidak akan pernah selesai pembuatannya.
Hingga saat ini rasa bimbang yang dirinya rasakan mulai menghilang disaat kilatan petir saat ini mulai menghancurkan bongkahan-bongkahan itu menjadi abu. Tentu melihatnya langsung membuat Amaterasu merasa lega, dan mulai menatap pihak yang tadi membantunya itu.
"Cepat selesaikan semua ini" Hingga saat ini bisa dikatakan bala bantuan dari salah satu Faksi Dewa yang baru saja tiba ditempat ini akhirnya tiba, dan menjadi bala bantuan mereka dalam peperangan yang akan berlangsung tersebut.
__ADS_1
"Baiklah Dewa Zeus" dan begitulah ucapan dari Amaterasu yang melihat sosok Dewa yang dikenalnya membantu keberadaannya yang sudah terhimpit tadi.
Beberapa Dewa Olimpus akhirnya juga tiba ditempat pertarungan. Dipimpin oleh pemimpin mereka Dewa Zeus, saat ini seluruh pihak Olimpus sudah bergabung dengan pihak dari faksi Dewa Shinto dan Nordik yang memang masih berusaha melawan para Vampire yang jumlahnya sangat banyak dan menghalau semua serangan dari Ras Giant yang menyebar kemana-mana.
Tentu Zen sudah berusaha dengan keras agar serangan nyasar dari pertarungan dirinya tidak akan menyebar kemana-mana. Namun naas, dirinya juga sangat disibukkan untuk terus mengalihkan perhatian para Mahluk yang berusaha dengan keras membunuhnya saat ini.
Maka dari itu, dirinya berharap bahwa pihak Dewa yang menjadi sasaran serangan yang nyasar mampu melindungi diri mereka sendiri, karena Zen saat ini juga terlihat sangat sibuk menghalau semua serangan yang terus memborbardir dirinya yang tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya.
"Adikku Poseidon, bawalah beberapa kaum kita untuk membant-" namun belumlah Zeus menyelesaikan perintahnya, sosok ular yang besar saat ini mulai muncul pada pertempuran tersebut.
Ular yang merupakan sala satu anak angkat dari Loki yaitu Jormungandr, saat ini mulai keluar dari tempatnya dan mulai membantu Ayahnya dalam menyerang pihak yang mencoba menghalangi rencananya. Dengan bentuk tubuhnya yang saat ini sudah membesar, dirinya akhirnya mulai menunjukkan taringnya untuk melawan para pengganggu yang datang ketempat ini.
Tentu melihat itu semua pihak mulai waspada dengan wujud raksasa dari seorang anak angkat Dewa yang juga mulai ikut masuk dalam peperangan yang sedang terjadi. Dan hal tersebutlah yang kembali membuat Zen emosi, karena sepertinya dirinya harus bertahan lebih lama dalam situasinya saat ini.
"Sial, kalau begitu mari kita bereskan ular besar ini sekalian" teriak Zeus yang memimpin pihaknya untuk menyerang Monster besar tersebut.
Kekacauan bisa dikatakan semakin menjadi ditempat itu. Karena saat ini berbagai pihak bisa dikatakan sudah memulai perang mereka satu sama lainnya. Kemunculan Jormungandr juga semakin membuat perang itu semakin intens bahkan saat ini beberapa Dewa mulai berperilaku sangat aneh pada peperangan yang sedang terjadi saat ini.
Mereka seakan mulai menyerang rekan-rekan mereka sendiri, yang dimana bisa dilihat dengan pasti bahwa ada sebuah sosok yang memang sengaja melakukan semua itu. Hingga saat ini beberapa Dewa yang sedang membuat pelindung bisa dikatakan mulai terpengaruh dengan apa yang sedang terjadi itu.
Bahkan Amaterasu saat ini mulai dikejutkan dengan beberapa Dewa dengan niat yang membunuh, saat ini dengan terang-terangan akan menyerangnya. Namun untung saja, masih ada beberapa pihak yang saat ini melindunginya dan menghalau serangan yang akan dirinya terima tersebut.
"Perkuat kekuatan pikiran kalian. Sepertinya anak angkat Loki yang satu lagi juga mulai masuk kedalam Medan perang ini." ucap seorang Dewa yang memang dapat mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini.
Loki memiliki tiga orang anak angkat. Sang Serigala yang saat ini sudah menjadi peliharaan Zen, Fenrir. Lalu si ular Iblis Jurmungandr dan satu lagi Iblis ilusi kegelapan Hel. Tentu perubahan sikap Para Dewa saat ini bisa dikatakan disebabkan oleh anak angkatnya yang terakhir yang bisa dikatakan salah satu pengguna ilusi yang kuat.
Maka dari itu Para Dewa yang masih fokus dalam melakukan pertarungan, saat ini berusaha dengan keras menguatkan kekuatan pikiran mereka agar tidak terpengaruh dengan berbagai ilusi yang saat ini muncul di kepala mereka dan mencoba untuk memecah belah seluruh pihak yang sedang bertarung bersama-sama saat ini.
__ADS_1
Amaterasu sendiri saat ini juga dengan sangat susah payah terus melakukan tugasnya. Apalagi dengan situasi yang bisa dikatakan sangat memberatkan keadaannya, membuatnya berusaha dengan keras untuk menuntaskan semua hal yang seharusnya dirinya kerjakan dengan sangat amat baik.
"Baiklah, ayo fokus... sedikit lagi akan selesai."