
Seorang pria yang usianya cukup berumur, saat ini sedang menangis tersedu-sedu didepan layar per televisian. Tentu apa yang dirinya lakukan saat ini menjadi perhatian beberapa pihak, karena bisa dikatakan mereka terbawa dengan apa yang sedang dialami oleh pria tersebut.
Dengan raut wajahnya yang menunjukkan kepedihan saat ini, dirinya berusaha untuk terus menarik simpati kepada dirinya. Hingga saat ini apa yang dirinya inginkan tersebut bisa dikatakan mulau terwujud dengan hebohnya pemberitaan tentang dirinya dan dukungan yang dirinya dapatkan dari apa yang sudah dirinya lakukan tersebut.
"Yang terpenting saya hanya mengingatkan bahwa saya sangat mencintai Putri tiri saya, walaupun dirinya sudah melakukan semua hal yang membuat saya seperti ini" dan begitulah akhir pernyataan yang dirinya lontarkan, dan membuat semua pihak saat ini mulai semakin bersimpati kepadanya.
Sebuah permasalahan saat ini kembali muncul dan membuat beberapa pihak cukup pusing dibuatnya. Apalagi saat ini bisa dilihat dengan jelas bahwa pribadi dari Vero yang seakan diserang secara langsung oleh sebuah pihak yang merasa dirugikan oleh dirinya.
Tentu jika pihak biasa yang menjadi objek pemberitaan tersebut, tentu pemberitaan itu tidak akan seheboh itu. Apalagi belum tentu apa yang sedang terjadi dan sedang dibeberkan oleh pihak yang sangat asing, akan menjadi heboh seperti ini pemberitaannya.
Tetapi pemberitaan tersebut menjadi heboh karena bisa dibilang yang mencari masalah langsung dengan Vero merupakan Ayah tirinya sendiri. Yang dimana pria itu saat ini mulai menghubungi berbagai media dan mulai mengaku bahwa putrinya seakan melakukan hal keji kepadanya.
Maka dari itu pemberitaan itu semakin besar, karena selain Ayah tiri Vero yang seakan merasa tertindas dengan membeberkan kabar palsu yang dirinya lontarkan, bukti yang dirinya miliki tentu saja membuat berbagai pemberitaan semakin heboh dan membuat isu itu semakin besar pemberitaannya.
"Mencintai? Kamu hanya mencintai hartaku saja, Dasar Sampah!" dan begitulah tanggapan Vero setelah melihat sosok orang yang pernah dirinya anggap sebagai sosok Ayahnya saat ini muncul pada sebuah layar televisi yang sedang dirinya saksikan.
Bahkan Vero mulai bingung saat ini dengan kepribadiannya. Karena bisa dikatakan dulu dirinya sempat sangat menyayangi sosok tersebut yang bisa dikatakan hanya memanfaatkan dirinya saja dan keluarganya, untuk memperkaya dirinya sendiri. Jadi, dirinya sempat merasa jijik sejenak dengan sikapnya dahulu.
“Permasalahan ini bisa kita selesaikan dengan mudah, Nyonya Vero. Anda tidak perlu khawatir. Karena bisa dikatakan, Anda mempunyai bukti untuk membalas semua fitnah yang diarahkan kepada anda” ucap Loa yang saat ini memberikan Vero sebuah kabar yang bagus.
“Baguslah kalau begitu. Karena selama ini memang aku sudah muak dengan dirinya” ucap Vero yang merasa sedikit lega dan tidak terlalu terbawa dengan kabar pemberitaan tersebut, karena dirinya mempunyai cara untuk mengakhirinya.
Tentu berkat pihak Darkness Company milik suaminya, tentu menyelesaikan permasalahan itu sangat mudah bagi mereka. Maka dari itu, Vero bisa bernafas dengan lega saat ini bahwa semua itu bisa dengan mudah diselesaikan oleh pihak yang bersamanya.
“Namun Nyonya Vero, hukuman apa yang anda rekomendasikan untuk Ayah tiri anda?” tanya Loa kepada atasannya tersebut, karena bisa dikatakan mereka bisa melakukan apapun untuk menghukum dirinya.
Bingung itulah yang dirasakan oleh Vero saat mendengar perkataan asistennya itu. Bohong jika dirinya tidak kesal dan marah dengan perilaku dari sosok yang mencoreng namanya itu dan sering kali mencari masalah dengan Vero dalam mencoba menghancurkan atau mengambil alih perusahaan miliknya.
__ADS_1
Namun tetap saja, didalam dirinya masih merasa kasihan dengan sosok pria itu. Karena bisa dibilang, dalam kehidupan yang dirinya lalui dengan sosok Ayah tirinya tersebut, bisa dikatakan ada kenangan yang manis yang mereka ciptakan saat hidup berdua bersama Ibunya.
Apalagi disaat Ibunya menikah dengan pria itu, perilakunya cukuplah bisa sedikit menghibur sosok Vero yang memang saat itu membutuhkan sosok pengganti Ayah kandungnya. Maka dari itu, walaupun dirinya kesal tetap saja dirinya masih merasa kasihan dengan dirinya.
“Selesaikan saja dengan jalur hukum. Dan untukmu Zen, jangan melakukan apapun tanpa sepengetahuanku tentang menyikapi permasalahan ini” dan begitulah tanggapan yang diberikan Vero kepada asisten pribadinya dan terutama kepada suaminya yang juga berada di ruangan yang sama dengan mereka.
Tentu setelah dirinya memberikan perintahnya itu, Vero langsung menatap sosok suaminya yang saat ini berada ditempat dimana dirinya sering berada. Sambil berbaring di sana, Vero bisa melihat suaminya itu seakan tidak peduli dengan apa yang baru saja terjadi dan diskusikan oleh Vero bersama Loa ditempat ini.
Melihatnya tentu Vero merasa lega, karena bisa dikatakan dirinya sangat mengetahui watak Zen yang mungkin akan bertindak sendiri dan bahkan mungkin menyebabkan Ayah tirinya itu akan merasakan sebuah neraka akibat ulahnya.
Maka dari itu dirinya merasa lega, karena sepertinya suaminya itu tidak akan turun tangan secara langsung dalam mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Karena seperti yang dirinya lihat, Zen saat ini masih berdiam dengan tenang ditempatnya seakan paham dengan perkataannya tadi.
“Baiklah, kami akan melakukan apa yang anda perintahkan, Nyonya Vero” balas Loa yang akhirnya mulai meninggalkan ruangan Vero dan langsung mengerjakan perintah yang diberikan kepada dirinya.
Melihat kepergian asistennya tentu Vero mulai menyandarkan tubuhnya pada kursi yang diduduki oleh dirinya. Vero tentu saja sudah merasa cukup lelah untuk harus berurusan dengan sosok yang bisa dikatakan mengkhianati kepercayaan yang sudah dirinya berikan kepadanya.
Jadi, sikapnya yang masih murah hati tersebut, dirinya harapkan menjadi tindakan terakhirnya dalam membuat pria itu tidak akan lagi mencari sebuah masalah dengan dirinya. Karena jika hal itu terus berlanjut, bisa dipastikan ada seorang yang berada didekatnya yang mungkin akan mengambil sikap yang tegas atas perbuatannya itu.
“Hahh... mengapa dirimu bisa muncul lagi” ucap Vero yang saat ini mulai mencoba melupakan permasalahan tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.
Disisi lain, Zen saat ini masih menikmati tontonan yang sedang ditayangkan ditempat dimana dirinya sedang bersantai. Apalagi pria yang dianggap sebagai Ayah tiri dari Istrinya itu sedang menangis didepan para wartawan yang meliputnya dan terus mengutarakan omong kosongnya kepada para wartawan yang berada di sana.
Tentu beberapa pihak yang menontonnya akan menganggap bahwa liputan itu hanya sebatas perebutan harta antara ayah tiri yang tidak mendapatkan harta warisan dari Istrinya karena saat ini dikusai oleh Putri tirinya. Namun berbeda dengan Zen yang bisa melihat sesuatu yang janggal dari pemberitaan tersebut.
Entah mengapa dirinya sedang merasakan sebuah plot yang sedang dimainkan oleh beberapa pihak saat ini. Tentu sampai saat ini Zen belum tahu tentang alur dari plot tersebut, tetapi dirinya bisa melihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang mendasari Ayah tiri Vero melakukan semua itu.
Maka dari itu disaat Istrinya tadi mengajaknya berbicara dan memperingatkan dirinya, Zen tidak menjawab perkataannya karena dirinya masih memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan saat ini sedang dirinya coba cari alur dari permalasahan yang mulai terjadi itu.
__ADS_1
“Hmm... Dirinya pernah mencoba. Namun dirinya gagal. Mengapa dirinya sangat percaya diri untuk melakukannya kembali” gumam Zen yang saat ini masih menyaksikan tayangan tersebut, sambil mencari sesuatu yang janggal dari kejadian tersebut.
Aneh memang tingkah laku pria itu. Karena Bisa dikatakan apa yang pernah dirinya lakukan sudah gagal sepenuhnya dalam mencoba menyelesaikan urusannya dengan Putrinya. Bahkan bukti yang dirinya gunakan untuk menjatuhkan putrinya saat itu bisa dikatakan sama dengan apa yang dirinya tunjukan sekarang dimuka umum.
Namun mengapa pria itu seakan sangat percaya diri dengan apa yang dirinya lakukan saat ini, dan menggunakan bukti palsu itu untuk kembali menyerang sosok putrinya. Maka dari itu, Zen bisa memastikan ada sebuah plot yang tersembunyi yang sedang dijalankan atas kejadian tersebut.
“Hahh... sudahlah. Biarkan rencana mereka berjalan, dan aku ingin tahu sampai dimana rencana mereka itu akan berjalan” ucap Zen yang sudah mulai malas memikirkan apa yang akan pria itu lakukan, karena bisa dikatakan dirinya bisa menyelesaikannya dengan mudah.
Zen memutuskan untuk membiarkan saja rencana mereka untuk berjalan. Apalagi setelah mereka merasakan bahwa rencana mereka itu sangatlah sukses, barulah Zen akan mengakhirinya dengan sesuatu yang membuat mereka menyesal bahwa mereka sudah mengganggu Istrinya.
Apalagi, Zen lebih memilih untuk memikirkan cara penyiksaan apa yang akan dirinya gunakan kepada pihak-pihak tersebut nantinya. Karena jika mereka nanti akan ditangkap oleh Zen karena ulah mereka tersebut, mereka harus merasakan apa yang namanya neraka dari dirinya.
“Baiklah pemirsa, saat ini kita akan beralih menuju sidang perceraian yang akan dilakukan oleh pasangan artis terheboh beberapa waktu belakangan ini” dan begitulah akhir dari pemberitaan Ayah tiri dari Vero yang saat ini mulai berubah menjadi berita perceraian artis.
Awalnya Zen memang ingin kembali bersantai setelah puas mendengarkan pemberitaan tentang Ayah tiri Vero. Bahkan dirinya berniat mengganti saluran televisi yang sedang dirinya tonton dan ingin menonton pertunjukkan yang lainnya pada saluran televisi yang lain.
Namun ternyata pemberitaan yang baru saja muncul itu malah membuat Zen tidak sabar mendengarkan kabar yang akan segera diberitakan tersebut, karena bisa dibilang berita itu merupakan berita yang dirinya nanti-nantikan, apalagi dalang dari penyebab pasangan artis itu bercerai bisa dikatakan karena ulahnya.
Maka dari itu, dirinya ingin mendengar secara langsung sudah sejauh mana kedua pasangan itu tersiksa dengan semua ulahnya, yang bisa dikatakan membuat kehidupan kedua pasangan itu hancur setelah menjalani kehidupan mereka beberapa waktu belakangan ini dibawah kendali dari Zen.
“Tetapi sepertinya pasangan itu tidak akan bisa menghadiri sidang perceraian mereka, Pemirsa. Apalagi seperti yang diketahui, Tuan Daniel akan menjalani lanjutan persidangannya yang akan mendengar keputusan pengadilan atas kasus hukumnya. Sedangkan Nona Tina dipastikan akan menjalani pemeriksaannya atas kasus pornografi yang menyeret namanya” ucap sang pewara itu yang melanjutkan liputannya.
Mendengarkan semua kabar itu, tentu Zen hanya mengangguk senang melihat pemberitaan itu karena dipastikan apa yang dirinya rencanakan semakin sukses. Tentu dirinya masih mempunyai sebuah tahap rencana lagi kepada kedua pasangan itu.
Apalagi Zen belum puas menyiksa kedua orang itu, karena berani-beraninya mereka mencari masalah dengan sosok Istrinya. Maka dari itu, Zen semakin tidak sabar menantikan semua itu akan terjadi, dan akan mempersiapkan semua hal yang akan membuat mereka semakin tersiksa.
“Ya... sepertinya beberapa hari ke depan akan menjadi hari-hari yang membahagiakan bagiku”
__ADS_1