
Zen masih berdiri dengan tenang ditempatnya dengan melihat hilangnya seorang pihak yang diincarnya. Tentu ada perasaan sedikit kesal saat mereka berhasil melarikan diri, apalagi pelacak yang dirinya tanamkan kepada pihak yang melarikan diri itu, bisa dikatakan sudah dihapuskan.
Melihat hal itu, mau tidak mau Zen harus menerima keadaanya yang saat ini gagal dalam menyelesaikan sebuah permasalahan besar yang akan dirinya hadapi. Hingga saat ini dirinya mulai menatap kearah lokasi kediaman besar yang saat ini hancur karena pertempuran yang terjadi ditempat ini.
"Hahh... sepertinya aku benar-benar tidak bisa mencegah semua hal" balas Zen yang saat ini berjalan mendekat kearah kedua pihak yang saat ini masih menatapnya.
Ha Rin dan Scarlett memang hanya menjadi penonton saja dalam pertarungan yang terjadi. Apalagi Scarlett yang memang tidak bisa melakukan apapun dan hanya menatap dengan pasrah kediamannya hancur atas pertarungan yang terjadi tadi, sehingga kediamannya terlihat porak-poranda saat ini.
"Kamu tidak apa-apa, Zen" dan tentu saja Ha Rin langsung mendekat kearah Zen dan ingin memastikan keadaannya.
Namun masalahnya, cukup wajar jika Ha Rin saat ini mendatangi sosok Zen dan mengkhawatirkan keadaannya. Namun bisa dikatakan sosok bernama Scarlett itu juga terlihat sangat khawatir dengan keadaan Zen yang memang tadi sempat terkena sebuah serangan yang membuat dirinya terpental.
"Tenanglah kalian berdua. Aku baik-baik saja" balas Zen yang menunjukan bahwa keadaannya memang baik-baik saja.
Tetapi tentu perasaan khawatir dari mereka berdua terutama bagi Ha Rin, tentu tidak langsung mempercayai perkataan dari Zen sebelum mereka memastikan secara langsung bahwa keadaan dirinya memang baik-baik saja dengan memeriksa tubuhnya secara langsung untuk melihat keadaannya.
Tentu Zen tidak mempermasalahkan tindakan mereka itu. Namun tindakan mereka yang terlalu khawatir itu, membuat tindakan mereka itu mulai semakin menjadi, dan saat ini Ha Rin langsung menyingkap pakaian yang dikenakan oleh Zen untuk melihat secara langsung kondisi tubuhnya.
Tubuh ideal seorang pria yang berotot mulai terpampang pada pandangan kedua orang tersebut. Namun karena memang mereka berniat hanya untuk melihat keadaannya, membuat mereka tidak menghiraukan pemandangan tubuh dari Zen yang bisa dikatakan sangat menggoda bagi para wanita itu.
__ADS_1
"Cih... apakah kalian berdua sudah lupa dengan identitas dariku?" ucap Zen yang kesal, karena saat ini mereka berdua terlalu overprotektif kepada keadaannya.
"Tapi, Zen aku han-" namun belumlah Ha Rin menyelesaikan perkataannya, dirinya baru menyadari sesuatu.
Tentu dengan segera, wanita itu mulai menutup pakaian Zen dan langsung menyembunyikan kembali tubuhnya. Apalagi Ha Rin baru menyadari bahwa, dirinya baru saja menunjukkan tubuh Suaminya didepan wanita yang terlihat sedang menikmati pemandangan yang dirinya tunjukan tadi kepadanya.
Memang Scarlett pada awalnya hanya ikut memeriksa tubuh dari Zen untuk memeriksa keadaannya. Namun beberapa saat dirinya memeriksa tubuh Zen, dirinya malah mulai menikmati pemandangan tubuh ideal itu, karena memang disaat dirinya mencari luka dari pertempuran yang dilakukan Zen, pemandangan tubuh Zen langsung mengalihkan penglihatannya.
"Lalu, apakah bawahan milikmu bisa membereskan permalasahan ini" hingga Scarlett yang masih membayangkan tubuh Zen tadi, mulai terkejut dengan sosok Zen yang menanyakan sesuatu kepadanya.
Scarlett yang terkejut tentu mulai menatap sosok Zen dan saat ini dengan ekspresinya yang canggung hanya mengangguk menjawab perkataannya. Tentu Scarlett menyadari jika keadaan kediamannya tidak dengan segera dibereskan, hal ini akan menjadi perhatian beberapa pihak yang melihatnya.
"Baiklah kalau begitu, jadi aku bisa kembali dengan tenang saat ini" balas Zen yang memang memutuskan untuk segera kembali, karena hari ini saja banyak sekali urusan yang harus dirinya selesaikan, bahkan ada beberapa yang belum dirinya selesaikan.
Tentu dirinya tidak tahu kelanjutan tengang permalasahan Alice, yang saat ini apakah dirinya langsung menghadap sosok Vero sesuai perintahnya. Lalu, dirinya meninggalkan lokasi Dewa-dewa Shinto yang dirinya tinggalkan begitu saja, yang dipastikan membuat pihak mereka cukup kebingungan dengan sikapnya.
Apalagi tadi percakapan mereka mulai menjerumus kearah bagaimana hubungan Zen dan Amaterasu akan berlanjut kedepannya. Maka dari itu, dirinya meninggalkan berbagai hal yang belum dirinya selesaikan tentang permalasahan yang hari ini dirinya alami diberbagai tempat.
"Tapi, Tuan Sloth. Bagaimana jika saya menjamu keberadaan anda untuk makan malah pada kediaman ini" ucap Scarlett yang tentu saja ingin menghalangi kepergian Zen yang terlihat akan beranjak dari kediamannya ini.
__ADS_1
Namun disaat dirinya berkata seperti itu, tatapan Zen dan Ha Rin yang mendengar perkataannya mulai mengarah kearah ruangan yang sebelumnya menjadi tempat ruang makan disaat Scarlett dan Ha Rin akan melakukan makan malam bersama disana, yang dimana saat ini seluruh makanan yang berada disana sudah dipenuhi dengan pecahan puing-puing dari kediaman ini.
"Hmm... apakah kamu harus menyantap bongkahan beton yang sudah dibumbui dengan saus?" ucap Zen yang melihat tempat Scarlett yang sudah menyiapkan berbagai makanan itu terlihat sudah kacau sepenuhnya.
Scarlett tentu baru menyadari bahwa kondisi kediamannya masihlah hancur. Jadi, karena dirinya hanya ingin menahan kepergian Zen, dirinya tidak menyadari bahwa kondisi kediamannya saat ini belumlah dikembalikan seperti semula, termasuk ruang makan yang saat ini terlihat kacau balau.
"Sudahlah lain kali saja. Lagipula aku memiliki banyak urusan. Jadi aku harus kembali saat ini" balas Zen yang dengan terpaksa menolak permintaan dari Scarlett.
Tentu Zen harus menyelesaikan semua permalasahan yang sedang dirinya lakukan. Karena dirinya ingin tahu bagaimana jalannya semua hal yang dirinya lakukan tadi sebelum datang ketempat ini, karena semua hal yang dirinya lakukan tadi belum selesai sepenuhnya.
"Tapi, Tuan. Ak-" namun Zen langsung menghalangi dirinya menyelesaikan kalimatnya, karena memang keputusan Zen sudah bulat untuk beranjak dari sana.
Tetapi sebelum dirinya beranjak, Zen mulai membisikan sesuatu kepada Ha Rin saat ini. Ha Rin tentu saja mulai mendengarkan dengan seksama apa yang sedang dikatakan oleh Zen kepadanya, hingga dari ekspresi yang terpampang pada wajahnya, bisa dilihat bahwa Ha Rin cukup terkejut mendengar apa yang sedang dikatakan Zen kepada dirinya.
"Benarkah?" ucap Ha Rin yang sudah selesai mendengarkan perkataannya.
"Ya. Kalau begitu, aku pergi dulu oke" ucap Zen yang mulai mengecup singkat bibir Ha Rin sebelum dirinya memerintahkan malaikat maut yang merupakan asisten dari Ha Rin membuatkan dirinya sebuah kabut hitam.
Dan begitulah sosok Zen saat ini mulai melewati kabut tersebut dan mulai menghilang dari pandangan mereka semua yang berada disana, hingga kabut yang dirinya lewati mulai menghilang sepenuhnya dan saat ini Ha Rin langsung menatap Scarlett yang terlihat sangat sedih melihat kepergian Zen dan tidak berhasil menghalangi kepergiannya.
__ADS_1
"Apakah kamu menyukai suamiku?"