
Zen hanya menunjukan ekspresi ketidak percayaannya setelah melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Dirinya tidak menyangka bahwa wanita yang mengancam dirinya tadi, dan berkata bahwa wanita itu ingin bunuh diri, benar-benar melakukannya.
“Cih... kalau begitu sampai jumpa saat di Neraka nanti” ucap Zen yang sangat menyayangkan wanita seperti Vero nekat bunuh diri, hanya karena dirinya tidak mau dinikahi oleh Zen.
Tentu Zen akan beranjak dari sana, karena memang dirinya tidak bisa melakukan apapun terhadap Vero yang saat ini dirinya sudah terjatuh kebawah jembatan dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
“Tunggu, mengapa tadi dia minta tolong kalau benar-benar ingin bunuh diri” gumam Zen yang sempat menghentikan langkahnya sejenak, sebelum melanjutkan perjalanannya kembali.
Namun sebuah suasana gelap yang aneh mulai dirasakan oleh Zen. Dirinya tidak tahu itu apa, tetapi perasaannya mengatakan bahwa suasana yang sangat amat gelap dan mencekam itu bukanlah hal yang baik.
Auranya keluar dari bawah jembatan tempatnya berada dan Zen langsung membulatkan matanya karena dirinya akhirnya menyadari suasana apa itu. Dengan sekejap Zen membuka segel pertama yang menyegel kekuatannya dan menghilang dari tempatnya berada.
Disisi lain, Vero masih melayang di atas angin dan dengan kecepatan yang sangat cepat mulai jatuh kebawah. Sebenarnya ini bukan niatnya untuk terjatuh kebawah jembatan saat hendak mengancam Zen tadi.
Namun naasnya saat ini dirinya sudah merasa bahwa akhir hidupnya mulai terlihat, setelah dirinya merasa sudah cukup lama dirinya terjatuh dan siap menabrak sebuah permukaan yang akan mengambil nyawanya.
“Berhasil”
Namun sebelum tubuhnya menyentuh permukaan dasar dari jurang dibawah jembatan yang berada diatasnya, seorang pria yang dipenuhi aura hitam saat ini menangkapnya dan dengan cepat membawa dirinya pergi dari sana.
“Tidurlah...” gumam pria yang menyelamatkannya yang ternyata adalah Zen, dan langsung membuat mata Vero mulai berat dan sudah tertidur didalam gendongan darinya.
“Untung aku tepat waktu, kalau tidak wanita ini akan membawa bencana kepada dunia ini” gumam Zen yang saat ini mulai menyegel kekuatannya kembali, setelah berhasil menyelematkan wanita yang hendak bunuh diri tersebut.
.
.
__ADS_1
Seorang wanita yang masih terlelap dengan nyaman, saat ini sudah tertidur dengan pulas di atas sebuah tempat tidur pada sebuah kamar hotel. Namun di setiap sisi dari tempat tidur yang dimana wanita itu sedang terlelap, empat orang saat ini sedang menatapnya dan salah satu dari mereka sedang memeriksa kondisinya.
“Benar Kak. Dirinya membawa kekacauan didalam tubuhnya” ucap Uriel yang selesai memeriksa keadaan Vero yang terbaring di atas tempat tidur.
Zen memang langsung menghubungi salah satu adiknya setelah dirinya menyelamatkan Vero tadi. Dirinya saat ini ingin memastikan apa yang dirinya perkirakan itu benar atau tidak, dan bisa terlihat saat ini pemikirannya adalah benar saat Uriel mengkonfirmasinya.
“Hahh... aku tidak menyangka bahwa aku baru saja menggagalkan sebuah kekacauan” ucap Zen yang merasa sedikit merinding, karena baru saja menggagalkan salah satu hukum absolut yang sebenarnya tidak bisa dicegah oleh siapapun.
“Benar Kak. Untung saja Kakak menyelamatkannya. Kalau tidak, tubuhnya yang tewas itu akan menyebarkan kekacauan pada air sungai ditempatnya terjatuh dan menjadi wabah penyakit yang sangat menular dan mematikan” ucap Uriel.
Memang tipe kekacauan yang ada ditubuh Vero merupakan tipe kekacauan berjenis penyakit. Jadi jika dirinya mati, kekacauan yang berada didalam tubuhnya akan berubah menjadi sebuah penyakit dan menjangkit seluruh orang yang berada di dunia ini.
“Tetapi, kita tidak bisa bernafas lega dulu Kak. Kak Pride dulu berhasil menggagalkan berbagai percobaan pembunuhan yang ditujukan kepada pemilik kekacauan. Namun dirinya tetap kecolongan dan pria itu mati, lalu menyebarkan kekacauan saat itu” balas Uriel kemudian.
“Perang dunia pertama bukan. Yang dimana kekacauan tersebut berasal dari seorang pangeran?” ucap Zen dan dibalas anggukan oleh Uriel.
“Lalu, apa yang membuatnya ingin bunuh diri Tuan Zen?” tanya seorang malaikat asisten dari Uriel yang juga berada didalam ruangan yang sama dengan Zen dan bertanya kepadanya.
“Hahh... karena aku menolak menikahinya” balas Zen sambil menghela nafasnya.
Karena Zen dulu mempunyai banyak istri, jadi perkataannya itu tidak membuat beberapa orang yang berada di sana terkejut. Karena memang istri-istri Zen dulu juga menggunakan berbagai cara agar Zen mau menikahi mereka.
Namun yang mereka tidak habis pikir, bahkan di dunia tempat mereka tinggal sekarang, masih ada wanita yang berperilaku sangat ekstrim hanya untuk ingin menikahi Zen, yang sebenarnya identitasnya saat ini benar-benar disembunyikan secara ketat.
“Lalu, apakah Kakak bersedia menikahinya? Karena jika dirinya mengulang kembali kelakuannya itu, maka dunia akan kacau” ucap Uriel.
“Hm... mungkin. Karena sebenarnya permintaan awalnya hanya sebatas memintaku bekerja menjadi bodyguard untuknya saja. Jadi saat dirinya siuman nanti, aku akan menerima tawarannya menjadi seorang bodyguard saja” balas Zen.
__ADS_1
Tentu Zen saat ini tidak akan mengulang kehidupannya yang ada di Neraka, yaitu akan menikahi setiap wanita yang meminta dinikahi olehnya. Karena memang sifat aslinya sudah menghilang sedikit dari dalam dirinya, dan membuat dirinya bisa memikirkan terlebih dahulu keputusan apa yang ingin dirinya ambil.
Kalau dulu, Zen mengambil keputusan karena malas memikirkan sesuatu, yang akhirnya membuat dirinya mengambil keputusan yang paling tidak membuatnya kerepotan. Namun saat ini, dirinya harus memikirkan matang-matang keputusan yang akan diambilnya itu.
“Baiklah, kalau begitu aku harap Kakak selalu menjaga wanita ini apapun yang terjadi agar dirinya tidak mengulang tindakannya tadi” ucap Uriel.
“Baiklah” balas Zen sambil menghela nafasnya, karena dirinya saat ini mendapatkan tugas yang sangat merepotkan.
Uriel akhirnya berpamitan kepada Zen karena dirinya harus kembali menuju Vatikan, dan masih ada urusan. Bersama malaikat yang menjadi asistennya, akhirnya dirinya sudah menghilang dari sana.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang Mira?” tanya Zen kepada malaikat maut yang sedari tadi hanya menyimak saja percakapan dirinya dengan adiknya tadi.
“Aku sudah memberitahukan permasalahan ini kepada Tuan Alfred dan kedua orang tuaku Tuan. Menurut mereka, Tuan sebaiknya benar-benar harus menyembunyikan status Tuan, karena mereka tidak ingin kejadian di Neraka terulang kembali” balas Mira.
“Maksudmu, karena istri-istriku menikah denganku karena statusku?” tanya Zen memastikan dan mendapat anggukan dari Mira.
Menurut Alfred setelah mendengar penjelasan dari Mira, jika nanti Vero benar-benar meminta Zen menikahinya, Alfred ingin bahwa wanita itu hanya menikahi Zen karena memang dirinya membutuhkan keberadaannya.
Bukan karena status yang dimiliki oleh tuannya itu. Karena memang seluruh istri dari Zen dahulu, hanya memanfaatkan status tuannya dan membuat banyak sekali kekacauan menggunakan status tersebut.
“Jujur saja Tuan, kami sangat ingin anda menikah dengan orang-orang yang benar mencintai anda dengan tulus tanpa memandang status anda. Terlebih lagi, jika anda menikah dan sangat bahagia dengan pernikahan anda.” Kata Mira.
Perkataan Mira itu memang merupakan harapan dari semua bawahan dari Zen, bahkan adik-adiknya dulu. Bahkan beberapa adik dari Zen dengan terang-terangan membunuh beberapa istri dari Zen dulu, karena merasa kesal mereka memanfaatkan status kakaknya.
Jadi, tentu saja semua berharap pada kehidupan Zen yang dijalani di dunia ini, Zen akan mendapatkan seorang pendamping yang sangat tulus, dan akan sangat bahagia setelah mereka melihat tuannya berbahagia dengan keluarganya kelak.
“Hahh.. Baiklah, aku akan mengikuti saja rencana kalian”
__ADS_1