
Zen saat ini sudah masuk menuju ruang operasi, yang dimana Bari baru saja membukakan portal kabutnya untuk Zen. Agar dirinya bisa masuk kedalam ruangan itu secara tersembunyi, tentu dirinya menyuruh Bari untuk membantunya.
Dan disinilah dirinya berada, disebuah ruangan yang dipenuhi peralatan medis dan keberadaan wanita yang terbaring lemas, pada sebuah tempat tidur pasien yang berada di ruangan tersebut. Bari juga sudah berada di sana, dimana saat ini dirinya berpenampilan seperti seorang dokter yang akan melakukan tugasnya.
Tentu alasan yang dirinya buat kepada Vero dan Kelly tentang membeli cemilan merupakan alasan yang Zen berikan, agar dirinya bisa pergi menuju ruang operasi, yang dimana seorang wanita sudah terbaring dengan lemah di atas sebuah tempat tidur ditempat dirinya berada, sudah menunggunya.
“Baiklah, akan aku lakukan dengan cepat” ucap Zen yang sudah menyiapkan diri untuk menghilangkan hukum dunia yang menjerat Ibu dari Kelly.
Tentu perbuatan wanita yang sedang berbaring itu, yang mengandung seseorang yang statusnya di atas dirinya, menyebabkan dirinya mendapatkan hukum dari dunia ini. Tetapi untung saja dirinya bisa bertemu dengan Zen, karena Zen dengan mudah menghapuskan hukum tersebut dari dalam dirinya.
“Penghakiman dimulai” ucap Zen yang memulai ritual untuk melepaskan hukum yang menjerat Ibu dari Kelly.
Apa yang dilakukan oleh Zen saat ini, adalah memulai sidang untuk jiwa dari wanita yang saat ini sangat bersalah dimata hukum di dunia ini. Karena Zen yang merupakan seorang pemilik kuasa, jadi dirinya bisa memimpin sidang itu dan akan membatalkan hukuman yang sedang diterima oleh Ibu dari Kelly.
Semua saudara ipar dari Zen, hingga beberapa manusia yang mengandung anak dari pemilik kekuatan, seharusnya menjalani apa yang sedang dilakukan oleh Zen saat ini, agar mereka bisa terlepas dari hukum tersebut. Maka dari itu, para saudara iparnya bisa hidup berdampingan dengan semua saudaranya hingga saat ini
“Dengan nama kematian sendiri, aku membebaskan dirimu dari semua hukuman yang sedang dirimu terima saat ini” ucap Zen yang mulai menarik keluar secercah cahaya dari dalam tubuh wanita yang lemah itu, agar keluar dari dalam tubuhnya.
Cahaya kecil itu saat ini mulai melayang keluar dan saat ini langsung menuju tepat didepan wajah Zen. Zen hanya tersenyum saja setelah melihat kedatangan cahaya itu, karena memang dirinya saat ini sedang berkomunikasi dengan cahaya kecil itu.
"Kembalilah pada tempatmu oke, dan hakimi kembali orang-orang yang bersalah di dunia ini" ucap Zen kepada cahaya yang baru saja keluar itu, dan membuatnya langsung melesat dengan cepat dari sana setelah Zen memberikan perintah kepadanya.
“Oke... selesai” ucap Zen kemudian, setelah memastikan bahwa apa yang dirinya lakukan itu sudah selesai sepenuhnya.
Cukup mudah memang melepaskan sesuatu yang menjerat Ibu dari Kelly. Jadi, Zen tidak terlalu mempermasalahkan merawat wanita tersebut karena sangat mudah melakukannya. Apalagi hal itu jugalah yang membuat dirinya memutuskan untuk mau menyelesaikan kondisi yang dialami olehnya.
“Lalu, apa yang harus aku lakukan selanjutnya Tuan?” tanya Bari kemudian yang melihat Tuannya sudah menyelesaikan tugasnya.
“Hm... mari kita buat dirinya sadar seminggu kemudian. Lalu jangan lupa untuk meninggalkan bekas operasi pada tubuhnya, dan yang terpenting kembalikan beberapa masa hidupnya” ucap Zen dan mendapatkan anggukan dari Bari setelah dirinya menerima perintahnya.
Zen lalu mengangguk setelah bawahannya itu paham, dan memintanya untuk mengeluarkan dirinya dari tempat ini. Setelah Zen mulai melewati portal yang dibuatkan untuk Bari tadi, akhirnya Bari memulai aksinya dalam mengerjakan semua perintah tuannya saat ini.
Disisi lain, Zen saat ini sudah berada ditempat yang sangat sepi, yang dimana tempat ini dirinya gunakan untuk berpindah tempat tadi. Dengan meregangkan tubuhnya sejenak, Zen akhirnya memutuskan untuk menuju supermarket dan ingin membeli beberapa cemilan saat ini.
__ADS_1
“Wah... ternyata bau yang aneh itu berasal dari dirimu, Paman” ucap suara dari seorang gadis kecil yang saat ini tiba-tiba muncul dibelakang Zen.
Mendengar sebuah suara, tentu Zen langsung menengok kearah asal suara tersebut dan dirinya menemukan seekor serigala yang saat ini sedang menatapnya penuh selidik. Zen mulai membalikan tubuhnya dan saat ini menghadap sepenuhnya kearah serigala tersebut.
“Ho... kamu antek Dewa dari Faksi yang mana?” tanya Zen kemudian, yang menyadari aura yang dikeluarkan oleh serigala tersebut, terdapat berkah dewa dari dalam tubuhnya.
“Aku dari Faksi Nordik, Paman. Dan perkenalkan namaku Fenrir, anak angkat dari Dewa Loki” balas serigala tersebut dengan bangga.
Mendengar itu Zen hanya mengangguk saja mendengar perkataan yang dilontarkan oleh serigala itu. Wajar memang jika dirinya mencium sesuatu yang aneh dari diri Zen, karena memang penciuman antek dewa berbentuk serigala itu sangatlah tajam.
Apalagi serigala itu sangat tertarik dengan bau yang dikeluarkan oleh Zen, karena memang hal tersebutlah yang membuatnya saat ini langsung mencari tahu keberadaan bau yang dirinya cium tersebut. Dan disinilah dirinya berada, tepat dihadapan salah satu orang pemilik kuasa di dunia ini
“Hm... lalu apa yang kamu lakukan disini?” tanya Zen kemudian.
Zen memang masih bersikap baik dengan serigala tersebut, karena memang dirinya tidak mengeluarkan aura negatif yang ditujukan untuk Zen. Jadi Zen membiarkan saja serigala itu melakukan yang dirinya mau ditempat ini, dan mungkin bisa mendapatkan informasi yang berguna dari dirinya.
“Aku sedang mendapatkan tugas dari Ayah angkatku, Paman” balasnya lagi.
Tentu mendengar hal tersebut, membuat Zen langsung menyipitkan matanya sejenak dan mulai mendekat kearah serigala tersebut. Tentu wujudnya saat ini bisa dikatakan tidak terlalu besar, jadi Zen saat ini mulai berjongkok dihadapannya, untuk menyesuaikan tinggi tubuh mereka.
“Hm... maaf Paman. Tetapi Ayahku melarang diriku membocorkan informasi apapun tentang misi yang sedang aku jalani saat ini” balasnya, yang saat ini mulai mendaratkan bokongnya ditempat dirinya berdiri saat ini.
Tentu bukan tanpa alasan Zen menanyakan misi yang diterima oleh serigala tersebut. Karena memang setelah dirinya mendapatkan informasi dari Putri, sekertaris dari salah satu malaikat maut bawahannya tentang Loki yang sedang mencari seorang mahluk mistik pemilik darah Phoenix murni, membuatnya sangat penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Dewa tersebut.
“Ayolah, beritahu diriku” ucap Zen yang mencoba memaksa.
“Tapi... aku benar-benar tidak bisa melakukannya Paman” balas serigala tersebut, yang masih memegang teguh pendiriannya dalam menjaga rahasia misi yang dikerjakan olehnya.
Mendengar penolakan lagi, tidak membuat Zen habis akal untuk mengorek informasi dari serigala tersebut. Dirinya saat ini mulai mengeluarkan aura negatifnya sedikit, dan langsung membuat serigala itu terkejut merasakan auranya. Tentu serigala yang ditemui Zen itu, tidak pernah merasakan aura negatif sepadat itu dari siapapun.
Bahkan Ayah angkatnya saja tidak akan bisa mengeluarkan aura sebanyak dan sangat pekat seperti itu. Dan tentu saja hal tersebut membuat serigala bernama Fenrir itu, langsung menggoyangkan ekornya dengan bersemangat karena dirinya merasa senang merasakan aura tersebut.
“Bagaimana jika aku memberikan sedikit auraku, untuk pembayaran informasi yang akan kamu berikan kepadaku?” tanya Zen kemudian.
__ADS_1
Tentu Zen mengenali mahluk dihadapannya saat ini. Mahluk dari tempat yang sangat gelap dan penuh dengan aura kegelapan sebagai santapan mereka. Maka dari itu, saat ini Zen langsung menggunakan kekuatannya untuk mencoba bernegosiasi dengan serigala tersebut.
“T-Tapi... tapi....” ya, dan akhirnya serigala itu mulai bimbang saat ini, karena dirinya merasakan aura kegelapan yang sangat pekat yang keluar dari tubuh Zen, dan jumlahnya sangat banyak dan tidak pernah dirinya temukan di manapun.
“Kamu tidak mau?” tanya Zen kemudian, yang semakin mencoba menggodanya.
“B-Baiklah!” teriaknya, yang terpaksa menerima kesepakatan dari Zen, karena dirinya tidak bisa menolak aura yang dikeluarkan oleh Zen untuk dirinya itu.
Zen langsung tersenyum setelah apa yang dirinya lakukan itu berhasil. Dan saat ini, dirinya mulai meletakkan tangannya dan mengelus kepala serigala tersebut, dan membiarkannya untuk menghisap beberapa aura kegelapan milik Zen.
“Ah... sangat lezat” ucapnya senang, yang dimana ekornya mulai bergoyang semakin cepat, karena merasa senang dengan aura yang diterimanya.
“Baiklah, lalu cepat katakan apa misi yang sedang kamu kerjakan itu?” tanya Zen kemudian.
Tentu karena sudah membuat janji, serigala itu mulai memberitahukan apa tugas yang diberikan kepadanya. Tentu saja Zen cukup terkejut setelah mengetahui bahwa tugas sebenarnya yang dirinya lakukan ditempat ini, adalah untuk mencari keberadaan dirinya.
“Katamu, ayah angkatmu menyuruhmu untuk menyelidiki tentang tewasnya kelompok Vampire ditempat ini dan mencari keberadaan pedang Ame no Ohabari?” tanya Zen yang mencoba mengkonfirmasi perkataan yang dilontarkan oleh serigala tersebut.
“Benar Tuan” ucap Fenrir yang entah mengapa, langsung memanggil Zen dengan sebutan Tuan.
“Lalu, apakah kamu tidak mendapatkan misi untuk mencari mahluk mistik dengan darah murni?” tanya Zen kemudian.
“Hm... sebenarnya itu misi keduaku, Tuan. Tetapi aku harus memfokuskan diri untuk menyelesaikan misi mencari pria yang membantai kaum Vampire di negara ini terlebih dahulu” balasnya.
Zen hanya mengangguk saja dengan jawaban yang dirinya terima. Cukup puas memang dirinya mendapatkan beberapa informasi yang dapat membuatnya bisa mengetahui permasalahan yang akan dirinya hadapi kelak. Apalagi informasi tersebut berasal dari pihak yang mungkin menganggapnya sebagai seorang musuh.
“Ya... kalau begitu terima kasih atas informasinya.” Ucap Zen yang memutuskan untuk beranjak dari sana, karena memang sudah cukup lama dirinya berada ditempat ini.
Apalagi dirinya sudah cukup puas mendapatkan beberapa informasi dari serigala bernama Fenrir itu, dan dirinya memutuskan untuk beranjak dari sana. Apalagi dirinya sudah cukup lama meninggalkan Vero dan kelly tadi, sehingga dirinya memutuskan untuk kembali sekarang.
“Sama-sama Tuan” balas serigala itu, karena memang dirinya juga merasa diuntungkan, dengan negosiasi yang mereka lakukan tadi.
Zen akhirnya mulai beranjak dari tempatnya dan akan menuju supermarket didekat rumah sakit tempatnya berada, dan membeli beberapa cemilan untuk dibawa menuju tempat Vero dan Kelly berada. Apalagi mereka juga menitipkan beberapa cemilan yang harus dibeli Zen untuk mereka.
__ADS_1
Namun saat dirinya sudah beranjak beberapa langkah, Zen mulai mengehentikan langkahnya kembali karena memang serigala yang sedari tadi melakukan percakapan dengan dirinya, saat ini mulai mengikuti dirinya yang mulai beranjak dari tempat mereka berada sebelumnya.
“Apa yang kamu lakukan?”