Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tak Kunjung Selesai


__ADS_3

Beberapa hari akhirnya berlalu. Proses syuting yang sedang dilakukan oleh Anabelle, sepertinya sudah tidak ada gangguan apapun lagi yang menghalangi seluruh proses yang sedang dilakukan oleh Anabelle hingga saat ini. Bahkan bisa dikatakan proses syuting yang sedang berlangsung itu sedang berjalan dengan lancar.


Memang setelah Zen menemukan beberapa pihak yang berniat jahat dan mencoba menyabotase apa yang dikerjakan oleh Anabelle, belum ada lagi pihak yang mencoba untuk berbuat sesuatu yang janggal pada apa yang sedang dilakukan oleh Anabelle sampai saat ini.


Namun berbeda dengan status Anabelle yang terkesan masih aman, saat ini kedua orang pria sudah memutuskan untuk bertemu dan akan mendiskusikan sesuatu, terkait sebuah hal yang baru-baru ini merisaukan salah satu dari mereka.


“Kamu sudah memastikan informasi yang aku berikan?” tanya Zen, kepada pria yang saat ini sedang duduk disebelahnya.


“Sudah Tuan. Maka dari itu, saat ini diriku berinisiatif untuk langsung menemui anda” balas Bari kemudian, yang mulai duduk dengan tenang ditempatnya.


Kedua orang pria yang merupakan atasan bawahan itu memang memutuskan untuk bertemu pada sebuah taman, yang dipenuhi dengan beberapa pihak. Bukan tanpa alasan tertentu mereka bertemu ditempat itu, karena memang tempat itu bisa dikatakan cukup dekat dari perusahaan milik Vero.


Memang kedua orang pria itu, sudah berjanji satu sama lainnya untuk bertemu ditempat ini. Karena memang, Zen beberapa hari yang lalu mendapatkan sebuah informasi dan dirinya langsung menugaskan bawahannya untuk memeriksa informasi itu lebih lanjut.


Dan disinilah mereka berdua berada, yang dimana Bari sudah menghubungi Tuannya dan meminta bertemu ditempat mereka berada. Apalagi pemilihan tempat ini dikarenakan Zen cukup malas berpergian ketempat yang jauh, apalagi dirinya hanya meminta izin keluar sebentar saja kepada Vero tadi.


“Lalu?” tanya Zen yang menanyakan kelanjutan dari informasi yang dirinya berikan itu.


“Hahh... bisa dibilang, informasi itu akurat Tuan. Namun sayangnya, Informasi tersebut merupakan sebuah cangkang dari sebuah hal besar yang sedang mengejar anda” balas Bari yang mulai menjelaskan hasil investigasinya.


Beberapa hari yang lalu, memang Zen membuat kesepakatan dengan Bram perihal berbagi informasi diantara mereka. Dan informasi yang diberikan Bram olehnya tempo hari, merupakan sebuah informasi tentang beberapa pihak yang sedang menyelidiki keberadaan Zen.


Mendengar hal itu, tentu Zen langsung menugaskan Bari untuk menelusuri informasi itu lebih lanjut. Karena firasat dari Zen berkata, bahwa apa yang mengejarnya saat ini bukanlah sesuatu yang biasa. Apalagi, dirinya tidak ingin membuat sebuah masalah akan merepotkan dirinya, dan membuat dirinya langsung menugaskan Bari untuk menyelidiki hal tersebut lebih lanjut.


“Hm... hal besar seperti apa?” tanya Zen kembali.


“Kultivator” balas Bari yang langsung membuat Zen mulai menghela nafasnya, setelah dirinya baru saja memahami apa yang sedang terjadi.


“Hmmm... jadi mereka mulai bergerak ya...” gumam Zen menanggapi perkataan dari Bari itu.


Zen sudah memprediksi bahwa pihak itu cepat atau lambat akan mengincar keberadaan dirinya. Hal itu dirinya ketahui, saat berbincang dengan seorang pihak yang berasal dari pihak Kultivator, saat pihak itu sedang mencari keberadaan dirinya dulu.

__ADS_1


Memang Zen baru menyadari, bahwa dirinya membunuh salah satu pihak yang merupakan keponakan dari pemimpin perguruan Kultivator yang dahulu dirinya bunuh, karena memang mereka berniat mencari masalah dengannya.


Jadi, dipastikan pihak tersebut akan mengejar dirinya, dan saat ini dipastikan mereka akan datang setelah Bari memastikan pihak itu saat ini sudah bersiap untuk memusnahkan sosok Zen, yang berani-beraninya mencari masalah dengan keberadaan mereka.


Masalahnya, bukan itu saja yang menyebabkan hal itu semakin besar. Karena keponakan dari pemimpin perguruan itu mempunyai status yang lebih mengesalkan lagi bagi Zen. Maka dari itu, Zen saat ini merasa kesal karena sebuah permasalahan akhirnya mendatangi dirinya.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan, Tuan?” tanya Bari kembali, yang menanyakan langkah mereka dalam menghadapi situasi tersebut.


Zen masih mencoba untuk mencerna tentang apa yang akan terjadi kepadanya. Dari informasi yang dirinya dengar, perguruan dari pihak yang dirinya bunuh itu, sebenarnya bukanlah perguruan yang besar atau bisa dikatakan penting pada kerajaan Cina.


Masalahnya, pihak yang Zen bunuh merupakan seorang putra dari adik perempuan pemilik sekte kultivator terbaik dan terbesar di kerajaan Cina. Memang adik perempuan dari pemimpin sekte itu, menikah dengan adik dari pemilik perguruan dari murid-murid yang dibunuh oleh Zen dahulu.


Maka dari itu masalah yang dirinya hadapi menjadi semakin pelik, karena Zen tidak sengaja membunuh keponakan dari pemimpin sekte paling besar di kerajaan Cina. Karena memang, sang adik saat ini menuntut kepada Kakaknya untuk membalaskan dendam putranya yang meninggal itu.


Dan begitulah permasalahan ini berkembang, yang dimana Kakak dari wanita yang meminta pertolongan kepadanya itu, mulai mengerahkan beberapa anggota sekte miliknya untuk mengincar sosok Zen, dan menuntut balas tentang apa yang sedang terjadi.


“Hahh... mengapa apa yang akan terjadi kepadaku serasa familiar ya?” gumam Zen kembali, yang saat ini merasa bahwa tindakannya ini, sepertinya pernah dirinya alami.


“Ah... benar. Aku ingat sekarang. Saat mereka memintaku membuat Eternal Flame untuk membantu mereka menempa senjata, aku tidak sengaja membakar pangeran Cyclops menggunakan api yang aku ciptakan itu, bukan?” Balas Zen yang akhirnya mulai mengingat kejadian itu.


Sebagai penguasa neraka, memang Zen disibukan dengan beragam permintaan dari beberapa pihak, yang tinggal pada wilayah yang dipimpinnya. Walaupun dirinya sebenarnya malas mengabulkannya, dirinya terpaksa harus melakukan hal tersebut, karena dirinya merupakan seorang pemimpin.


Salah satu permintaan yang pernah dirinya terima, merupakan sebuah permintaan dari pihak Cyclops yang dahulu memintanya untuk dibuatkan sebuah bara api yang tidak bisa padam dan sangat panas, agar mereka bisa membuatkan berbagai senjata untuk Zen dan para prajuritnya.


Namun naas, karena Zen sangat mengantuk saat itu, dirinya salah mengira sosok pangeran dari pihak Cyclops merupakan sosok yang harus dikorbankan, yang akan digunakan sebagai media yang akan menjadi inang dari api yang tidak bisa padam yang akan dibuatnya.


Karena memang, membuat sebuah Eternal Flame dibutuhkan seseorang yang harus dikorbankan jiwanya, agar jiwanya menjadi wadah baru bagi api yang dikenal sebagai Eternal Flame, agar api itu bisa terus hidup abadi dan tidak akan pernah padam.


Tetapi saat Zen menjalankan ritualnya, dirinya malah menggunakan jiwa pangeran dari pihak Cyclops sebagai pengorbanan dan langsung membunuhnya seketika. Maka dari itu, permasalahan tersebut akhirnya besar dan membuat sebuah peperangan terjadi antara Zen dan pihak yang dirugikan tersebut.


“Benar, Tuan. Bahkan anda hampir saja memusnahkan pihak Cyclops saat itu, karena mereka menuntut pembalasan dendam” balas Bari yang masih mengingat kejadian itu dengan jelas.

__ADS_1


Tentu siapa yang tidak marah melihat putra tersayang mereka tewas ditangan seseorang. Apalagi, saat itu Zen salah menggunakan pihak yang sudah disiapkan oleh pihak Cyclops dan malah mengorbankan pangeran mereka.


Jadi, pihak Cyclops saat itu langsung mendeklarasikan perang kepada Zen, dan terjadilah sebuah perang besar antara mereka dan Zen, saat dirinya masih berada di Neraka. Dan bisa dikatakan, peperangan itu langsung menurunkan populasi Cyclops di neraka pada saat itu.


“Hahh... masalahnya ini bukan di Neraka. Jadi, aku tidak bisa dengan leluasa menggunakan kekuatanku untuk memusnahkan mereka secara langsung” Ucap Zen, yang kembali menghela nafasnya karena memang jika dirinya berniat berperang, maka dipastikan sebuah wilayah akan hancur dibuatnya.


Mereka berdua akhirnya mulai bungkam karena memang Zen tidak menyangka bahwa sebuah pihak saat ini dengan terang-terangan akan mengincar dirinya. Sebenarnya Zen tidak takut kepada mereka sama sekali, karena bisa dikatakan dirinya mampu untuk melawan mereka.


Namun yang jadi permasalahan, dirinya takut apa yang akan dirinya hadapi nanti, akan menjalar kemana-mana termasuk kepada beberapa pihak yang saat ini berada disekitarnya. Salah satunya, Vero. Tentu, Zen tidak mau sesuatu terjadi dengan wanita itu, karena hal itu bisa langsung mengacaukan dunia ini.


Jadi, dirinya harus mencari solusi agar pihak itu setidaknya tidak mengincar sosok Vero, yang memiliki sebuah kekacauan didalam dirinya. Apalagi, Zen juga tidak ingin wanita itu untuk terluka atau mengalami sesuatu yang tragis, karena dirinya mengeluarkan sesuatu yang berharga bagi Zen.


“Untuk saat ini sepertinya kita bisa sedikit tenang. Karena memang, sepertinya ada seorang Dewa yang sangat kuat, saat ini sepertinya sedang mengawasi wilayah dari beberapa negara salah satunya negara ini” lanjut Zen, yang saat ini melanjutkan perkataannya.


“Ah... maksud anda Dewi Freya?” tanya Bari kembali.


“Oh... jadi namanya Freya. Dari Faksi Dewa mana dirinya? karena aura kedewaan yang aku rasakan pada dirinya bisa dikatakan sangat berbeda dengan milik Amaterasu” kata Zen balik.


“Dirinya berasal dari Faksi Dewa Nordik, Tuan” Jawab Bari, yang menjelaskan tentang status Dewi yang kekuatannya bisa dirasakan cukup kuat oleh Zen saat ini.


Memang beberapa hari yang lalu, Zen dikejutkan dengan sebuah aura yang kuat bisa dirasakan olehnya. Aura yang dikeluarkan oleh seorang sosok Dewa, tentu membuat Zen bingung, karena tidak seperti biasanya seorang Dewa akan menggunakan kekuatan mereka sebesar itu untuk melakukan sesuatu.


Maka dari itu, saat Dewa yang entah melakukan apa menggunakan kekuatannya saat itu, kekuatannya bisa dirasakan oleh Zen. Namun, Zen lebih memilih untuk menghiraukannya saja, karena memang Zen bisa merasakan aura tersebut tidak membahayakan bagi dirinya dan orang disekitarnya.


“Oh... lalu, apa yang dirinya lakukan?” tanya Zen kembali yang merasa penasaran, dengan apa yang dilakukan oleh Dewa yang mempunyai kekuatan sebesar itu pada wilayah dari beberapa negara saat ini.


“Kami juga tidak tahu, Tuan.” Balas Bari jujur, karena memang dirinya tidak mengetahui sama sekali apa yang dilakukan oleh Dewa tersebut.


“Lalu, mengapa kamu bisa mengetahui sosok itu, dan tidak mengetahui kegiatannya?” tanya Zen kembali, yang sangat kebingungan dengan jawaban yang diberikan oleh bawahannya itu.


“Karena memang, Pihak Nordik akan memberitahukan seluruh pihak, jika seorang Dewi Freya akan keluar dari wilayah mereka, Tuan”

__ADS_1


__ADS_2