Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dimulai Juga


__ADS_3

Peperangan yang sesungguhnya bisa dikatakan akan dimulai sebentar lagi. Dengan bisa dipastikan bahwa saat ini seluruh pihak akan menggunakan kekuatan penuh mereka dalam peperangan ini, maka peperangan yang cukup besar itu akhirnya sudah resmi akan terlaksana pada wilayah yang sudah terisolasi tersebut.


Hampir semua Dewa yang berada di dunia ini juga sudah berkumpul bersama untuk menghalangi sesuatu yang merupakan sebuah ancaman dari kehancuran dunia ini. Namun saat ini ada satu pihak juga yang mulai mencuri perhatian dari peperangan tersebut.


Karena disaat dirinya baru saja membuka segel kekuatannya, bisa dikatakan aura penindasan saat ini mulai dirasakan oleh semua pihak yang berada di sana. Tentu mereka tidak menyangka aura yang dirinya keluarkan akan seperti itu, bahkan saat ini beberapa dari mereka seakan sangat sedikit takut dengan keberadaannya ditempat ini.


Butuh proses memang untuk membuka sebuah segel yang menyegel kekuatan yang cukup besar. Maka dari itu, belumlah segel itu terbuka sepenuhnya, saat ini aura yang sangat amat menindas mulai dirasakan oleh beberapa pihak, walaupun kekuatan itu belum terlepas sepenuhnya.


"Sial... apakah Deadly Sins memang sekuat ini?" gumam salah satu Dewa yang memang tidak menyangka bahwa saat ini kekuatan Zen akan sebesar itu.


Tentu hampir semua Dewa yang berada ditempat ini pernah setidaknya melawan seseorang dari pihak Deadly Sins. Namun masalahnya pada saat itu memang mereka seakan sangat mudah mengalahkan mereka, dan bisa dikatakan mereka sampai mampu membunuh mereka dengan sangat cepat dalam pertarungan yang terjadi tersebut.


Memang disaat mereka melawan pihak Deadly Sins bisa sangat diakui bahwa Para Deadly Sins sangatlah kuat. Namun hal itu bukanlah tandingan dari mereka yang bersatu melawan pihak tersebut bersama-sama. Tetapi tetap saja saat ini situasinya sangat berbeda dengan apa yang sedang mereka rasakan ditempat ini.


Sebuah aura penindas yang bahkan lebih kuat dari kelima Ras Giant yang baru saja dibangkitkan tersebut. Bahkan aura penindas mereka berlima saja, bisa dikatakan tidak mampu melawan aura penindas yang dikeluarkan oleh sosok Deadly Sins terakhir yang masih hidup itu, yang saat ini sudah bersiap untuk memulai peperangan mereka.


Maka dari itu mereka semua heran, mengapa Zen sangatlah berbeda dengan para adik-adiknya yang pernah mereka lawan. Jadi, mereka hanya berharap bahwa sosok Zen saat ini benar-benar berada di pihak mereka. Karena jika tidak, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi kepada mereka semua yang berada ditempat ini.


"Amaterasu, kamu tetaplah menjaga pelindung yang kamu ciptakan agar tidak hancur. Karena para bawahan milikku mungkin tidak akan cukup kekuatan mereka untuk memperbaikinya disaat aku akan menggunakan kekuatanku secara serius" ucap Zen kepada wanita yang saat ini masih berdiri disampingnya.


"Tapi Zen, aku ingin bertempur bersamam-"


"Benar kata Deadly Sins itu Amaterasu. Sebaiknya kamu tetap berada dibelakang dan awasi keamanan pelindung yang kamu buat itu" namun perkataan Amaterasu yang akan menolak perkataan Zen, langsung dipotong oleh Tsukoyomi yang menyetujui perkataan Zen.


Pada awalnya memang Amaterasu ingin berusaha dengan keras agar dirinya bisa bertarung bersama Zen dan menolak perkataan yang baru saja dirinya lontarkan tersebut. Namun setelah dirinya mendengar perkataan Tsukoyomi entah mengapa sebuah perasaan kesal saat ini mulai menghampiri dirinya.


Tentu perasaan kesalnya itu dikarenakan pria itu kembali membuatnya muak karena selalu saja memperlakukan dirinya seakan pria itu sedang mengkhawatirkan dirinya. Namun hal itulah yang membuat Amaterasu kesal dan berinisiatif untuk bersikeras mengikuti peperangan yang akan terjadi saat ini.

__ADS_1


Dengan perasaan yang emosi, bisa terlihat wanita itu seakan menerkam Tsukoyomi yang memang kali ini sudah dianggap keterlaluan sikapnya terhadap Amaterasu, karena dirinya berani-beraninya menghalangi lagi tindakan yang akan dirinya lakukan.


"Sudah ikuti saja perkataan Tuan Sloth, Amaterasu. Karena kita membutuhkan beberapa pihak juga yang harus menjaga pelindung yang mengisolasi tempat ini." hingga akhirnya tindakan Amaterasu mulai dihentikan sepenuhnya, setelah Ibunya Izanami juga menyetujui perkataan dari Zen.


Mendengar perkataan Ibu kandungnya, mau tidak mau Amaterasu hanya menghela nafasnya saja, karena dirinya tidak mungkin akan menyangkal perkataan Ibunya. Jadi dengan berat hati, Amaterasu mulai menerima tugasnya yang saat ini akan memfokuskan dirinya dalam menjaga pelindung yang sudah sangat susah payah dirinya ciptakan itu.


Walaupun sebenarnya dirinya juga ingin kembali membantah perkataan Ibunya dan ingin ikut bertarung, akhirnya Amaterasu memilih menyerah dan saat ini akan mendengarkan perkataan mereka, khususnya Zen yang terlihat meyakinkan dirinya untuk menjaga pelindung yang akan mengisolasi tempat ini sepenuhnya.


"Baiklah. Kalau begitu Berhati-hatilah, Zen" ucap Amaterasu yang mulai mengambil langkah mundurnya, setelah menerima keputusan agar dirinya menjaga pelindung tersebut.


Zen hanya tersenyum sambil mengangguk saja mendengar perkataannya itu. Namun disisi lain, Tsukoyomi yang mendengar perkataan pujaan hatinya yang hanya memberikan perhatian kepada Zen dan tidak kepadanya juga membuat dirinya sedikit cemburu dengan keadaan tersebut.


Bisa dikatakan dirinya dengan jelas-jelas berusaha meyakinkan pujaan hatinya itu agar berada ditempat yang aman. Namun saat ini sepertinya wanita itu tidak memperdulikan dirinya, karena terlihat wanita itu hanya mengkhawatirkan sosok Zen yang akan bertarung sebentar lagi.


Tentu dirinya merasa kesal, karena seharusnya perhatian itu diarahkan kepada dirinya. Apalagi bisa terlihat sedari tadi, Tsukoyomi selalu menempatkan Amaterasu pada posisi yang aman pada peperangan yang sudah berlangsung sedari tadi.


"Ya... aku melihatnya" balas Istrinya, Izanami. Yang juga bisa melihat jelas tentang apa yang terjadi kepada Amaterasu.


Izanami saat ini masih memperhatikan tingkah putrinya itu. Apalagi dirinya sangat tahu dengan apa yang terjadi dengannya, yang bisa dikatakan sudah menemukan sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya. Jadi dirinya hanya tersenyum saja dan saat ini mulai fokus kembali dalam peperangan yang akan terjadi sebentar lagi.


Dan begitulah akhirnya persiapan semua hal yang akan terjadi didalam peperangan ini akhirnya selesai sepenuhnya, setelah beberapa pihak juga sudah mendiskusikan tugas mereka masing-masing dalam peperangan yang akan terjadi sebentar lagi itu.


"Baiklah, karena semua pihak yang aku khawatirkan sudah berada ditempat yang aman, mari kita lanjutkan pertarungan ini." gumam Zen yang akhirnya mulai bersiap untuk menuntaskan pertarungannya tadi, apalagi segel yang menyegel tahap pertama kekuatannya sudah mulai terlepas sepenuhnya.


Memang ada alasan khusus disaat Zen menyuruh Amaterasu untuk langsung mundur dan ikut bertarung. Karena Zen bahkan tidak menyangka, wanita itu saat ini mengeluarkan sesuatu terhadap dirinya. Zen tentu tidak tahu apa pemicunya, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menempatkan dirinya ditempat yang aman.


Tentu dengan dalih untuk memperbaiki pelindung yang sewaktu-waktu rusak, membuat Zen menempatkan Amaterasu di sana. Apalagi perkataannya yang sebelumnya bisa dikatakan bohong, karena sebenarnya bawahannya sudah lebih dari cukup untuk menjaga pelindung tersebut.

__ADS_1


Namun karena Zen memang tidak ingin Vero terluka akibat peperangan yang sedang terjadi, membuatnya memutuskan untuk menaruh posisi Amaterasu bersama bawahannya dan mereka akan menjaga keamanan dari pelindung yang mengisolasi tempat tersebut.


"Baiklah sesuai dengan perintahku, Ayo Serang!" Dan begitulah ucapan dari pemimpin Faksi dari Dewa Nordik, Odin. Yang memang saat ini memimpin semua pihak yang saat ini berada di sana untuk memulai peperangan mereka.


Pihak Dewa saat ini sudah mulai mengambil langkah mereka untuk memasuki medan perang. Hingga akhirnya pihak musuh juga mulai menanggapi pembuatan dari para Dewa itu dengan langkah yang sama dan saat ini mulai saling bersiap untuk memulai pertempuran mereka.


Lima buah sosok Raksasa dari Ras Giant, Satu ekor sosok raksasa sebuah ular, satu Dewa sesat yang cukup kuat, satu anak angkatnya lagi yang sangat mahir dengan tehnik ilusi dan ribuan Vampire yang saat ini bersama pihak mereka mulai memasuki medan pertempuran yang akan terjadi tersebut.


Disisi lain Zen ditemani peliharaannya Fenrir yang sudah berubah bentuk menjadi sosok raksasa, lalu bersama Dewa dari Faksi Nordik, Olimpus dan Shinto saat ini juga mulai memasuki arena peperangan yang sama, hingga akhirnya langkah mereka mulai akan bertemu ditengah dari wilayah tempat mereka sedang bertempur saat ini.


Bentrokan awal dari peperangan itu akhirnya pecah. Para Dewa yang saat sudah bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya mulai mendominasi peperangan tersebut karena cukup mudah menaklukkan pihak Vampire yang memang menjadi pihak pertama yang menyambut serangan mereka.


Pihak Loki juga mau tidak mau juga langsung melaksanakan peperangan mereka, walaupun saat ini kondisi mereka cukup kesusahan. Namun, saat ini dirinya memiliki sebuah kartu As yang memang belum dikeluarkan sedari tadi dan akan dirinya gunakan pada pertempuran saat ini.


"Sial... ternyata mereka sudah meningkatkan kemampuan mereka." Para Dewa akhirnya menyadari sesuatu di saat pertarungan itu kembali terjadi. Karena memang ada sesuatu yang lain, yang membuat peperangan ini akan menjadi cukup sulit kedepannya.


Bisa dikatakan tehnik yang paling mematikan dari Vampire adalah meledakkan tubuh mereka dengan tehnik yang bernama Peledak darah, yang memang bisa sangat mematikan jika mengenai beberapa pihak. Tentu Zen dan Para Dewa sudah memprediksi tentang tehnik tersebut. Namun sayangnya, sekali lagi tehnik itu sepertinya mulai ditingkatkan.


Walaupun Zen dan Para Dewa sudah mematikan pemicu tehnik itu untuk meledak, entah mengapa saat ini satu-persatu tubuh dari para Vampir yang sudah terbunuh akhirnya mulai meledakkan dirinya. Maka dari itu, penyerangan dari para pihak Dewa menuju pihak Loki cukup terhambat atas keadaan tersebut.


Dan hal itulah yang menjadi kartu As dari Loki yang belum sempat dirinya keluarkan tadi. Apalagi dirinya mulai memutuskan untuk menurunkannya sekarang, dan membuat intensitas peperangan itu semakin intens atas jalannya pertempuran yang terjadi di sana.


"Tetapi, sepertinya hanya beberapa dari mereka saja yang bisa menggunakan kemampuan tersebut. Jadi wajar, jika yang mempunyai kemampuan ini tadi tidak langsung ikut menyerang kita disaat peperangan tadi" ucap seorang Dewa yang berhasil menganalisis apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Memang tehnik ini merupakan salah satu kartu As Loki yang dirinya pegang untuk memenangkan pertarungan ini. Apalagi ditambah dengan Para Giant, saat ini bisa dikatakan pertarungan ini bisa dikatakan semakin intens intensitasnya karena Loki juga sudah mempersiapkan berbagai hal untuk peperangan ini.


Namun masalahnya, pihak Vampire bisa dikatakan baru mempelajari tehnik tersebut, sehingga tidak semua Vampire yang berada ditempat ini bisa mengeluarkan tehnik baru tersebut. Masalahnya, walaupun tidak semua Vampire menggunakan tehnik tersebut, tetapi bisa dikatakan Vampire yang menguasai tehnik tersebut cukup banyak jumlahnya.

__ADS_1


"Hahh... sepertinya pertempuran ini tidak akan mudah"


__ADS_2