Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Masa Sekarang


__ADS_3

Zen dengan tenang hanya mendengarkan semua perkataan yang dilontarkan oleh Lenneth sedari tadi. Bahkan dirinya tidak memotong apa yang sedang dirinya ceritakan, tentang kisah dirinya sebelum dirinya berada dihadapan Zen saat ini.


Bahkan Zen semakin mengetahui kisah dari orang yang dicintai oleh adiknya, tentang kehidupannya yang bisa dikatakan tidak terlalu baik. Tentu Zen masih mencerna semua informasi yang dirinya terima itu, karena mungkin ada sesuatu yang berharga yang bisa dirinya dapatkan dari informasi yang dirinya terima itu.


“Hm... jadi, kamu memilih untuk tinggal di Negara ini, setelah kalian berpisah?” ucap Zen kemudian, setelah Lenneth menyelesaikan apa yang baru saja dirinya ceritakan tadi kepada dirinya.


“Benar Tuan Sloth. Setelah saya memutuskan untuk berpisah dengan Nona Axillia, beliau mengirimkan saya ketempat ini, dengan beberapa harta dan kalung artefak kepada diri saya untuk Kelly kelak” ucap Lenneth kemudian.


Memang Lenneth sudah sangat paham dengan apa yang akan menghantui dirinya saat mengandung Kelly. Maka dari itu, hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan dari Axillia untuk membawanya serta atau tidak bersama dengannya dahulu.


Namun karena Lenneth bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Axillia akan sangat berat membawa dirinya yang mungkin akan menjadi beban. Akhirnya Lenneth memutuskan untuk memisahkan diri dengan Axillia, walaupun dirinya tahu bahwa mungkin keputusannya itu merupakan sebuah keputusan yang sangat beresiko.


"Hm... ternyata sosok Elf masih sangat mengerikan" gumam Zen didalam hatinya, setelah mendengar perkataan dari Lenneth tadi.


Bisa dikatakan, seorang Elf tidak akan mengambil sebuah keputusan yang asal dalam melakukan sesuatu. Tentu Axillia yang mengirimkan Lenneth untuk tinggal di negara ini apalagi kota ini, bukan semata hanya sebuah keputusan asal yang dirinya lakukan.


Karena mungkin, wanita itu sudah memprediksi bahwa suatu saat Zen akan menyelamatkan seseorang yang sangat berharga bagi dirinya ditempat ini. Maka dari itu, jauh-jauh hari Axillia sudah menyuruh Lenneth untuk tinggal di wilayah ini untuk menunggu sosok Zen yang akan menyelamatkannya.


"Dan bisa dipastikan, kehidupan kami sempat baik pada awalnya, saat kami tiba ditempat ini" lanjut Lenneth kemudian, yang saat ini langsung menyadarkan Zen dari lamunan yang dirinya pikirkan tentang sosok Axillia tadi.


Memang kehidupan Lenneth di kota ini awalnya bisa dikatakan tentram. Karena memang, atas beberapa harta yang diberikan oleh Axillia kepada dirinya saat mereka berpisah dahulu, dirinya sempat mendirikan bisnis kecil dan mampu untuk menghidupi dirinya sejenak bersama Kelly.


Bahkan saat Kelly lahir, bisa dikatakan bisnisnya sudah mulai maju sebelum akhirnya hukum dunia mulai menjerat dirinya. Awalnya memang hasil kerja kerasnya akan dirinya dedikasikan kepada putri semata wayangnya, disaat dirinya mungkin tidak mampu melakukan apapun lagi.


Namun naas, Kelly yang saat itu masih kecil dan tidak tahu apa-apa, belum mampu mengelola harta yang ditinggalkan oleh Ibunya kepadanya, dan harta itu akhirnya malah dipergunakan untuk biaya pengobatan dari Ibu kandungnya.


“Lalu, siapa sebenarnya wanita bernama Ottavia yang bersama Axiliia, yang baru saja kamu ceritakan itu” tanya Zen, karena dirinya mendapati sebuah fakta baru bahwa ada satu sosok yang tidak dirinya ketahui, terucap dari cerita yang dilontarkan oleh Lenneth.


Memang dalam cerita dari Lenneth, Axillia seakan mencoba melindungi wanita yang bersamanya itu. Bahkan Axillia memutuskan untuk selalu bersama wanita itu, dan memutuskan meninggalkan Lenneth dan tidak membawa dirinya bersama.


Jadi, hal tersebut sangatlah aneh menurut Zen. Karena bisa dikatakan sosok itu lebih penting dari apapun termasuk Lenneth, bagi Axillia dari cerita yang Lenneth lontarkan tadi. karena wanita itu seakan melindungi sosok yang bersamanya itu sebaik mungkin, bahkan sampai mengorbankan Lenneth untuk ditinggalkan.


“Ah... Nona Ottavia merupakan anak angkat dari Nona Axillia, Tuan. Bahkan Nona Axillia memang sering sekali mengangkat anak angkat” ucap Lenneth.


"Hm... anak angkat?" gumam Zen yang saat ini semakin tidak paham dengan sosok wanita tersebut.


"Benar Tuan. Sejak lama, Nona Axillia memang sudah beberapa kali mengangkat anak angkat. Namun entah mengapa sosok anak angkatnya akan selalu saja wanita, dan Nona Axillia akan mengangkat anak kembali saat anak angkatnya sudah meninggal dunia" balas Lenneth.


Jujur, saat ini Zen sama sekali tidak paham dengan apa yang terjadi. Karena memang, biasanya setelah dirinya mendengarkan beberapa informasi, Zen sudah akan tahu alur dari sebuah permasalahan yang dirinya dengarkan itu. Namun hingga saat ini, dirinya seakan mulai masuk ke sebuah jalan buntu, saat hendak menebak apa yang sebenarnya terjadi kepada sosok yang dicintai oleh adiknya tersebut.

__ADS_1


"Apakah anak angkatnya merupakan seorang manusia?" tanya Zen kembali, yang masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


"Nona Ottavia, dan anak angkatnya yang lain, merupakan seorang manusia, Tuan" balas Lenneth yang mengkonfirmasi perkataan Zen.


"Lalu, mengapa harus menunggu mereka meninggal, baru dirinya mengangkat anak kembali. Apakah anak angkatnya itu selalu tinggal bersamanya, dan tidak menikah?" tanya Zen kembali, yang saat ini masih bingung dengan sosok tersebut.


"Saya juga tidak tahu Tuan. Tetapi saya bisa memastikan, seluruh anak angkat dari Nona Axillia tidak ada yang menikah sampai mereka meninggal dunia" balas Lenneth.


Akhirnya Zen sedikit mulai paham dengan semua cerita masa lalu dari Lenneth, yang sudah mulai menceritakan kisahnya sedari tadi. Namun Zen saat ini mulai merasakan sesuatu yang janggal dengan cerita yang baru saja dirinya lontarkan itu.


Salah satunya adalah, mengapa orang yang dicintai oleh adiknya itu melarikan diri. Terlebih lagi, dari cerita yang didengar oleh Zen, dirinya bisa menangkap bahwa Axillia sangat melindungi sosok gadis yang dianggap seorang anak angkat oleh dirinya, yang identitasnya sangatlah aneh bagi Zen.


“Lalu, apakah kamu mengetahui keberadaan mereka?” tanya Zen kembali, karena memang Zen mulai mendapatkan sesuatu setelah mendengarkan semua kisah dari Axillia.


“Maafkan saya, Tuan Sloth. Tetapi, saya tidak mengetahui kemana mereka pergi. Bahkan Nona Axillia tidak memberitahukan tujuannya pergi saat dirinya bertemu dengan saya dahulu” ucap Lenneth.


Zen memang mulai membuat kesimpulan saat ini. Apalagi sosoknya yang dikejar beberapa pihak membuat kesimpulannya itu semakin masuk akal. Jadi, Zen ingin menemukan sosok Axillia itu dan memastikannya sendiri apakah wanita itu memang benar memiliki sesuatu yang dirinya butuhkan.


Apalagi, sebenarnya ada satu dan lain hal yang sebenarnya masih disembunyikan oleh Zen dari beberapa pihak. Karena memang, Zen mengingat bahwa ada sebuah hal yang seharusnya dimiliki oleh Pride dan harus diwariskan kepadanya. Namun hingga saat ini, Zen tidak menemukan hal itu dan mulai menerka siapa yang membawanya saat ini.


“Hm... jangan-jangan mereka yang membawanya” gumam Zen kemudian.


Karena memang, hanya harta milik Pride saja yang diwariskan kepada Zen, dan dititipkan kepada bawahannya. Jadi, Zen cukup bingung kemana perginya hal yang harus dirinya lindungi itu pergi. Apalagi, Zen cukup bingung, mengapa sesuatu itu seakan menghilang entah kemana setelah kematian Pride.


“Baiklah, aku paham sekarang” ucap Zen, yang saat ini sudah merasa puas mendengar cerita dari wanita yang berada dihadapannya.


“Lalu, Tuan. Bisakah saya bertanya sesuatu kepada anda?” tanya Lenneth kemudian, setelah mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada Zen, setelah merasa pria itu sudah merasa puas dengan semua perkataannya.


“Silahkan. Memangnya apa yang ingin kamu tanyakan?” ucap Zen yang mulai mempersilahkan wanita yang sedang berbaring itu menanyakan sesuatu kepadanya.


“Begini Tuan, apakah anda yang menyembuhkan saya?” itulah pertanyaan pertama Lenneth saat dirinya dipersilahkan untuk menanyakan sesuatu kepada Zen.


Tentu Lenneth pasti sudah mengetahui dengan pasti jawabannya. Namun memang dirinya harus mengkonfirmasi secara langsung tentang pihak yang menyembuhkan dirinya. Apalagi, dirinya tidak bisa langsung secara langsung mengutarakan pemikirannya. Jadi, dirinya mulai berbasa-basi terlebih dahulu dengan menanyakan pertanyaan seperti itu.


“Tentu saja aku yang melakukannya” balas Zen.


“Kalau begitu, apakah saya bisa melayani diri anda mulai sekarang?” kata Lenneth, yang memutuskan untuk mengutarakan maksud perkataannya yang sebenarnya.


Memang Keluarga Lenneth sudah melayani Pride sejak jaman dahulu kala. Apalagi Pride memang sengaja mencari seorang pelayan manusia untuk membantu dirinya dalam menjalani kehidupannya di dunia baru

__ADS_1


Dan seperti yang diketahui, keluarga dari Lenneth yang melayani Pride bisa dikatakan sudah terjadi turun temurun, hingga akhirnya Kakek dari Lenneth merupakan pelayan terakhirnya. Karena memang, Pride mati pada jaman mereka masih melayani dirinya.


Jadi, Lenneth memutuskan untuk meneruskan warisan keluarganya, yang merupakan pelayan dari seorang yang sangat agung. Apalagi, sosok Zen bisa dikatakan merupakan Kakak kandung dari Pride, hingga akhirnya Lenneth mengambil kesempatan itu untuk melanjutkan tugas dari keluarganya untuk melayani dirinya.


“Hahh... Bari, apakah sudah mendengar semua ini?” namun bukannya menjawab, Zen saat ini malah memanggil bawahannya.


“Tentu aku mendengarkannya dari awal Tuan. Bahkan aku baru mengetahui bahwa Tuan Pride menyembunyikan beberapa pihak selama ini” ucap Bari yang saat ini mulai keluar dari mode kamuflasenya, dan menunjukan rupanya kepada Lenneth.


Memang Zen sengaja memanggil Bari, untuk mendengarkan cerita dari Lenneth tadi. Karena memang dirinya ingin mengkonfirmasi sendiri, bahwa benar bawahannya itu tidak tahu menahu sama sekali, tentang keberadaan Lenneth yang merupakan pelayan dari Pride.


“Apa kamu yakin? Lalu bagaimana dengan Alfred, apakah dirinya mengetahuinya?” tanya Zen kemudian.


“Sepertinya, Tuan Alfred juga tidak mengetahuinya, Tuan. Karena memang, semenjak kematian Tuan Pride dahulu, Tuan Alfred memang ingin mencari sosok Nona Axillia untuk mewarisi sementara harta dari Tuan Pride sebelum diserahkan kepada anda.” Balas Bari.


Tentu pihak malaikat maut sangat mengetahui sosok Axillia. Karena memang cinta Pride kepada dirinya bukan merupakan sebuah rahasia yang ditutupi oleh Pride. Bahkan Alfred menyaksikan sendiri, Pride sangat patah hati saat dirinya memutuskan untuk tidak boleh jatuh cinta kepada Axillia dahulu.


"Hm... begitu ya..." gumam Zen, sambil mengangguk setelah mendengarkan perkataan bawahannya.


Disisi lain, Lenneth juga terkejut melihat sosok malaikat maut untuk pertama kalinya. Karena memang selama ini dirinya belum melihat sosok dari bawahan langsung dari orang yang harusnya dilayani oleh dirinya itu secara langsung.


Maka dari itu, inilah pertama kalinya dirinya melihat sosok malaikat maut yang merupakan bawahan dari para Deadly Sins. Bahkan sosoknya yang saat ini muncul secara tiba-tiba dihadapan dirinya, cukup membuatnya terkejut melihat kemunculannya.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan, Tuan? Apakah saya harus memberitahukan Tuan Alfred tentang permasalahan ini, dan kami akan mengutus beberapa pihak untuk mencari keberadaan Nona Axillia?” tanya Bari kemudian.


“Percuma saja kalian melakukan itu. Karena kalian tidak akan bisa menemukan dirinya. Bahkan aku sendiri, tidak akan mampu menemukan dirinya, jika memang dirinya sengaja tidak ingin menunjukan sosoknya kepada kita” Balas Zen atas usulan yang diberikan oleh Bari itu.


Sosok Elf memang bisa dikatakan sangat amat misterius. Bahkan bagi Zen sendiri. Karena mahluk seperti mereka seakan hidup dengan menyesuaikan kehidupan mereka dengan dunia dimana mereka tinggali.


Karena memang, pada dunia tempat mereka tinggal, seakan menjadikan mereka sebuah eksistensi sesuatu yang penting, dan keberadaan mereka akan dijaga sendiri oleh seluruh komponen dari dunia tempat mereka berada.


“Lalu untuk pertanyaan dirimu tadi, kamu dengar sendiri bukan, bahwa Aku sudah mempunyai seorang pelayan. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot untuk melayani diriku” ucap Zen kemudian, yang mulai menjawab pertanyaan dari Lenneth tadi.


“Tapi Tuan, saya hanya ingin melaksanakan tugas yang seharusnya dilakukan oleh keluarga saya” balas Lenneth yang bersikeras menolak perkataan dari Zen itu.


“Aku tahu. Tetapi saat ini aku tidak membutuhkan keberadaan mu untuk menjadi pelayan diriku. Lagipula, kamu merupakan pelayan adikku. Jadi, karena adikku sudah tidak ada, tugasmu sudah selesai sepenuhnya” Ucap Zen yang kembali menolak perkataan Lenneth.


Tentu Zen sebenarnya sangat senang hati menerima wanita itu menjadi pelayannya, agar dirinya tidak perlu repot-repot lagi mengurus beberapa hal. Namun, hal itu akan sangat aneh jika tiba-tiba saja Kelly menyaksikan Ibu kandungnya malah menjadi pelayan untuknya.


Apalagi Zen memang masih menyembunyikan identitasnya, sebelum bawahannya nanti akan memperbolehkan dirinya menggunakan statusnya yang sebenarnya, kepada beberapa orang-orang yang berada didekatnya.

__ADS_1


“Tapi Tuan....”


__ADS_2