
Zen saat ini mulai dicecar pertanyaan oleh Vero dan Kelly, atas apa yang dirinya katakan tadi. Dirinya sempat menyesal bahwa dirinya membicarakan tentang keadaan Ibu dari Kelly kepada Vero, karena wanita itu saat ini sudah memberitahukan apa yang dirinya katakan itu kepada sahabatnya Kelly.
Bagi Kelly, mendengar tentang seseorang mungkin mengetahui penyakit yang dialami oleh Ibunya, tentu membuatnya ingin mencari tahu hal tersebut kepada Zen saat itu juga. Karena memang jika Zen mengetahui penyakit yang dialami oleh Ibunya, dipastikan pasti ada orang yang bisa menyembuhkannya.
Apalagi kabar tersebut merupakan kabar yang sudah dirinya nantikan sejak lama, yang dimana dirinya bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya dialami oleh Ibunya. Tentu Vero juga sangat ingin tahu tentang penyakit yang dialami oleh Ibu dari sahabatnya itu, maka dari itu dirinya langsung memberitahukan apa yang dikatakan oleh Zen tadi kepada sahabatnya.
“Benarkah Zen, kamu mengetahui penyakit yang dialami oleh Ibuku?” ucap Kelly yang saat ini entah mengapa langsung mendekat kearah Zen untuk mengkonfirmasi pernyataan sahabatnya tadi.
“Aku bilang mungkin, karena beberapa kenalanku juga mengalami penyakit yang sama yang dialami oleh Ibumu” ucap Zen.
Sebenarnya Zen tidak ingin ikut campur dengan permasalahan yang dialami oleh Ibu dari Kelly. Namun karena dirinya mengetahui bahwa penyakit itu bukanlah sesuatu yang disebabkan oleh kejadian yang normal, mau tidak mau dirinya memutuskan untuk membantu wanita itu.
Apalagi sebenarnya cukup mudah menyelesaikannya, dan dirinya merasa tidak terlalu merepotkan untuk menyembuhkan dirinya. Jadi, Zen memutuskan bahwa dirinya akan mencoba merawat penyakit yang dialami oleh Ibu kandung dari Kelly.
“B-Benarkah?” tanya Kelly yang penuh harap kepada suami sahabatnya itu.
Tentu kalau ada pihak yang mengetahui penyakit yang dialami oleh Ibunya, bukankah akan ada cara untuk menyembuhkannya. Apalagi jika apa yang dikatakan oleh Zen itu benar, maka dipastikan ada beberapa pihak yang bisa menyembuhkan penyakit Ibunya.
Jadi kabar yang baru saja didengar oleh Kelly itu, cukup membuatnya sedikit bahagia. Apalagi saat ini sepertinya kondisi Ibunya mungkin akan terselesaikan, jika memang apa yang dikatakan oleh Zen itu benar adanya.
“Tenanglah Kelly. Jangan terlalu berekspektasi terlalu tinggi dengan perkataan Suamiku. Apalagi dirinya tadi belum sepenuhnya yakin dengan perkataannya” ucap Vero.
Bukannya Vero tidak ingin melihat kesembuhan Ibu dari temannya itu. Namun jika apa yang dikatakan oleh suami bayarannya itu salah, maka harapan yang sudah dibangun sangat tinggi oleh Kelly, akan langsung runtuh seketika dan membuatnya akan depresi nanti.
“Kalau begitu, biarkan aku menelfon kenalanku itu oke” ucap Zen yang mengeluarkan ponselnya, yang akan berpura-pura menghubungi seseorang yang seakan pernah mengalami penyakit yang sama dengan Ibu dari Kelly.
Tentu Zen langsung menjauh dari hadapan kedua wanita itu untuk menghubungi seseorang. Karena memang Zen tidak ingin apa yang dirinya bicarakan dengan seseorang pada sambungan telfonnya nanti, akan didengar oleh mereka.
Tentu tindakannya itu, membuat Kedua wanita yang dirinya tinggalkan pada tempat mereka, sempat bingung mengapa pria itu harus menjauh dari mereka. Namun karena Kelly mempunyai harapan yang tinggi kepada Zen, akhirnya dirinya membiarkannya saja tindakan dari Zen dan mulai menunggu dirinya untuk menyelesaikan panggilannya dengan sabar.
“Selamat pagi Tuan Zen” ucap seseorang yang menyahuti panggilan yang dilakukan oleh Zen, melalui sambungan ponselnya.
“Yo... Alfred. Aku membutuhkan bantuan darimu saat ini” ucap Zen kemudian kepada bawahannya itu.
__ADS_1
“Silahkan Tuan, saya akan mendengarkan permintaan anda” balas bawahannya itu kembali.
“Jadi begini....”
Terjerat Hukum dunia, itulah penyakit yang dialami oleh Ibu dari Kelly. Manusia adalah mahluk yang dilindungi oleh hukum dari dunia ini. Selain para pemegang kuasa yang akan mengawasi mereka dalam menjalani kehidupan mereka pada dunia ini, para manusia juga akan diawasi oleh hukum dunia yang menjadi dasar agar kehidupan mereka akan berjalan dengan baik.
Termasuk ada salah satu hukum yang sebenarnya tidak boleh mereka langgar. Yaitu memiliki sebuah hubungan khusus dengan seorang mahluk yang statusnya lebih tinggi di atas mereka, bahkan memiliki seorang anak dengan mereka. Tentu ada penyelesaian dari permasalahan tersebut, dengan mendapatkan izin dari pemegang kuasa agar mereka mendapatkan pengampunan dari hukuman yang mereka lakukan itu.
Termasuk apa yang terjadi dengan Ibu dari Kelly. Tentu Kelly merupakan seorang Demi-God yang dimana salah satu orang tuanya dipastikan adalah seorang Dewa. Namun seseorang manusia biasa tidak memiliki kapasitas untuk mengandung seorang anak dari pemilik kekuatan.
Selain dunia akan langsung menghukum manusia yang melakukan semua itu, para manusia seharusnya tidak diperbolehkan mengandung anak dari orang dengan status lebih tinggi dari mereka karena membahayakan. Berbeda dengan manusia jika mengandung anak manusia, jika manusia mengandung anak pemilik kekuatan, janin yang mereka kandung itu membutuhkan lebih banyak kebutuhan dari janin manusia pada umumnya.
Termasuk mereka bisa saja menyerap masa hidup Ibunya saat mereka masih menjadi seorang janin. Dan begitulah mengapa Ibu dari Kelly kondisinya sangat amat buruk, karena masa hidupnya saat ini sudah tersisa sangat sedikit. Maka dari itu, hukum dunia mencegah hal itu terjadi, untuk menjaga manusia agar tidak mengalami sesuatu yang membuat buruk kehidupannya.
“Hah... jadi begitu ya...” balas Alfred yang mendengarkan cerita tuannya itu.
Untung saja, buka salah satu saudara dari Zen yang menghamili Ibu dari Kelly. Karena jika salah satu saudaranya melakukan itu, dipastikan Ibunya akan langsung meninggal saat dirinya melahirkan anaknya, karena janin yang mereka kandung akan menyerap lebih banyak masa hidup yang dimiliki olehnya.
Bahkan salah satu adik iparnya dahulu terpaksa untuk tidak ikut liburan di Bali, karena memang kehamilan dari orang yang mengandung pemilik kekuatan sangat amat rentan. Tentu hal itu juga yang membuat Zen terkejut bahwa Ibu dari Kelly masih bisa untuk hidup hingga saat ini.
“Lalu, kamu punya solusi bagaimana aku menyembuhkannya? Aku tidak boleh asal menunjukan bahwa aku bisa menyembuhkan dirinya bukan?” tanya Zen kemudian.
Zen merupakan seorang pemegang kuasa. Bahkan dirinya bisa menyembuhkan Ibu dari Kelly dengan mudah. Karena memang, seharusnya orang-orang yang ingin mengandung anak pemilik kekuatan, harus meminta izin kepada para pemilik kuasa, agar hukum dunia ini tidak menjerat mereka.
Walaupun begitu, tentu dirinya tidak asal langsung menyembuhkan kondisi Ibu dari Kelly bukan. Apalagi hal itu bisa membuat kebenaran tentang dirinya akan tersebar dengan luas. Dan juga, memang Alfred menyuruhnya menyembunyikan statusnya saat ini, jadi dirinya saat ini langsung meminta saran kepada bawahannya itu untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Lalu, mengapa anda tidak menyembuhkan dirinya secara diam-diam Tuan?” tanya Alfred kemudian.
“Aku berkata bahwa aku mempunyai kenalan seseorang yang pernah mengalami penyakit serupa. Lalu jika Ibunya tiba-tiba sembuh, bukankah mereka akan langsung mencurigai diriku?” Balas Zen kemudian.
Tentu Zen harus memperhatikan semua aspek perilakunya yang dapat membongkar identitasnya, jadi dirinya saat ini mulai memikirkan matang-matang perbuatan yang akan dirinya ambil. Inilah yang membuat Alfred sedikit bingung dengan perilaku Zen. Kalau dahulu, Zen melakukan apapun yang ingin dirinya lakukan tanpa memikirkan apapun konsekuensi dari apa yang dirinya perbuat.
Namun sekarang, perbuatannya seakan dipikirkan oleh dirinya secara matang-matang agar tidak membuatnya kerepotan dimasa depan. Tentu Alfred sangat senang dengan perubahan Tuannya itu, karena memang dirinya cukup kerepotan jika sifat Tuannya itu, masihkah sama dengan sifatnya saat masih berada di Neraka.
__ADS_1
Tetapi dirinya belum terbiasa sepenuhnya dengan sifat baru dari Tuannya itu, dan membuat Alfred sedikit sakit kepala jika memang Tuannya itu terus menanyakan berbagai hal kepada dirinya. Karena memang, dirinya juga dipaksa untuk memutar otak untuk menyelesaikan permasalahan dari Tuannya, jika dirinya membutuhkan penyelesaian.
“Kalau begitu, begini saja Tuan.....” ucap Alfred yang mulai menjelaskan rencana yang akan dilakukan oleh Tuannya itu.
Disisi lain, kedua wanita yang salah satunya menatap Zen dengan tatapan penuh harap, saat ini dengan sabar menantikan pria itu menyelesaikan panggilan telfonnya. Hingga akhirnya pria itu mulai menutup panggilannya dan mulai mendekati mereka.
Dengan penuh harap atas informasi yang dibawa oleh pria tersebut. Saat ini Kelly dan Vero langsung mendekat kearahnya, untuk menanyakan secara langsung tentang hasil dari panggilan yang pria itu lakukan, kepada kenalannya yang menurutnya mempunyai penyakit yang sama dengan Ibunya.
“Bagaimana Zen?” tanya Kelly yang sudah tidak sabar dengan jawaban yang akan dirinya terima dari Zen.
“Hm... jadi aku sudah berbicara dengan kenalanku yang mungkin mengalami sakit yang sama yang dialami oleh Ibumu.” Ucap Zen membuka percakapan mereka.
“Lalu?” tanya Vero kemudian, yang juga ikut penasaran dengan hasil perbincangan Zen dengan kenalannya itu.
“Jadi, seorang dokter yang pernah merawat dirinya, kebetulan sedang berada di Indonesia. Namun keberadaannya saat ini tidak berada di kota ini. Jadi dirinya memberikan diriku kontak dari dokter itu agar kita bisa menghubunginya” ucap Zen kepada kedua wanita didepannya.
Tentu mendengar hal itu, harapan yang sudah dibentuk oleh Kelly semakin tumbuh dengan subur. Karena akhirnya sebuah kabar baik akhirnya bisa dirinya dengar, setelah bertahun-tahun dirinya tidak mendapatkan sebuah kabar yang bisa menenangkan hatinya tentang keadaan Ibunya.
“Lalu, apa yang kamu tunggu. Cepat hubungi nomornya” ucap Vero kemudian.
“Baiklah-baiklah” ucap Zen yang mengeluarkan ponselnya kembali dan mulai menghubungi seseorang.
Suara dering yang dikeluarkan oleh ponsel milik Zen, seakan menjadi suara harapan yang sedang didengar oleh Kelly saat ini. Hingga akhirnya, suara dering yang menandakan bahwa panggilan yang dilakukan Zen sedang menyambungkan menuju orang yang sedang dihubunginya, mulai berhenti dan memunculkan suara seorang pria yang mengangkatnya.
“Halo selamat malam” ucap seseorang dari panggilan yang dilakukan oleh Zen.
Tentu Kelly dan Vero bisa mendengarkan panggilan yang dilakukan oleh Zen, karena dirinya menggunakan mode pengeras suara pada ponselnya. Jadi percakapan yang akan Zen lakukan nanti, bisa didengar oleh mereka secara langsung.
“Begini dokter, saya kenalan dari Alfred dan saya ing-”
“Oh... kenalan dari A-Alfred. Tentu tadi A-Alfred sudah menghubungi saya sebelumnya. Anda ingin menanyakan tentang penyakit yang pernah dialami oleh Tu- ah.. maksudku A-Alfred bukan” balas suara pria dari panggilan yang dilakukan oleh Zen itu.
“Tentu saja dokter” balas Zen santai.
__ADS_1
Tentu cukup aneh memang percakapan yang dilakukan oleh Zen saat ini. Karena memang percakapan yang mereka lakukan saat ini seakan kaku. Namun karena kedua wanita yang mendengar percakapan mereka memiliki harapan tinggi, mereka mulai menghiraukan apa yang mereka dengar itu.
“Kalau begitu, kalian bisa menemui diriku pada Rumah Sakit Light Hope di kota tempat dimana kalian berada, beberapa hari lagi”