Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Datang Sendiri


__ADS_3

Kedatangan pihak yang sangat berkuasa di dunia ini tentu membuat beberapa pihak heboh dibuatnya. Apalagi tidak ada yang menyangka, acara yang awalnya hanya dihadiri oleh para pebisnis dari negara ini, bisa dikatakan saat ini akan didatangi oleh pihak yang sangat amat terkenal tersebut.


Bahkan beberapa pihak pebisnis yang terkenal sangat amat kaya di negara ini, sampai mulai berbaris dan bersiap dalam menyambut kedatangannya. Tentu yang mereka harapkan adalah, mereka bisa sekedar berbincang dengan pihak yang sangat terkenal itu sejenak.


Apalagi, pihak yang menyelenggarakan acara ini, bisa dikatakan sebagai pihak yang paling bahagia. Bisa dikatakan, nama dan reputasinya saat ini akan semakin meningkat dengan pesat karena berhasil mengundang pihak yang sangat amat terkenal itu.


“Akhirnya dirinya sudah tiba” ucap seorang pria, yang saat ini sudah berdiri berjejeran dengan beberapa pihak penting di Negeri ini, yang akan menyambut pihak yang sangat penting tersebut.


Sebuah mobil limusin berwana hitam saat ini berhenti tepat didepan pintu masuk dari gedung yang sedang menyelenggarakan sebuah acara besar. Dengan beberapa orang pengawal yang mulai turun dari dalamnya, saat ini sosok yang ditunggu kedatangannya akhirnya keluar dari dalamnya.


Seorang pria yang terlihat cukup berumur, saat ini mulai mengambil sebuah langkahnya untuk turun dari mobilnya. Sambil menghirup udara disekitar tempatnya berada, barulah pria itu saat ini mulai memasuki sebuah gedung yang menyelenggarakan sebuah acara yang ingin dirinya datangi tersebut.


Nyala lampu kamera juga mulai terus terlihat saat pria itu mulai memasuki acara yang besar pada negara ini. Apalagi, kedatangannya tentu saja akan membuat beberapa media berbondong-bondong menyorot sosoknya, karena kedatangannya tentu saja membuat heboh pada tempat tersebut.


Suara kakinya dan tongkat yang selalu dirinya bawa, saat ini menjadi suara yang dominan dari langkahnya yang mulai menapaki satu persatu tangga yang membawanya akan naik, menuju tempat masuk dari sebuah acara yang ingin dirinya hadiri.


Bahkan beberapa pihak cukup senang melihat kedatangannya dan bersiap menyambutnya dengan ramah. Apalagi Presiden dari negara ini juga sudah berada dibarisan paling depan, untuk menyambut pertama kali pihak yang sangat penting tersebut bersama penyelenggara acara ditempat ini, karena memang sosoknya sepenting itu dimata mereka.


“Selamat datang di Indonesia, Tuan Alfred. Dan terima kasih sudah menghadiri undangan saya” Ucap seseorang pria yang mulai membanggakan dirinya, karena berhasil mengundang pihak paling berpengaruh di dunia ini.


Alfred dengan ramah membalas sapaan dari pria yang saat ini menyapanya. Tentu, dirinya sudah sering mengalami situasi seperti ini. Maka dari itu, dirinya masih bersikap seperti biasanya, dan akan membalas satu persatu pihak yang saat ini menyapa dan mungkin sedang mencari muka dihadapannya.


“Selamat datang di Indonesia, Tuan Alfred” dan begitulah sambutan dari orang nomor satu di negara ini, yang saat ini juga sedang menyambut Alfred, setelah dirinya sudah menyalami pihak yang menyelenggarakan acara ini.


Tentu Alfred juga menyambut sosok yang menyapanya itu dengan hangat. Karena bisa dikatakan, pihak tersebut merupakan Presiden di negara ini. Jadi, Alfred akan menyempatkan waktunya sejenak untuk berbincang sejenak dengan dirinya.


Memang tidak ada yang spesial dari pembicaraan tersebut, selain pihak pemerintah negara ini meminta waktu untuk pertemuan dengan pihak Alfred. Namun seperti yang diketahui, sayangnya Alfred tidak datang ke negara ini untuk melakukan sebuah pertemuan.


Jadi dirinya langsung menolak undangan tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan langkahnya untuk memasuki tempat itu lebih dalam. Tentu, tidak akan ada yang tersinggung dengan penolakan yang diberikan oleh Alfred kepada beberapa pihak yang mengajaknya melakukan sebuah pertemuan.


Karena bisa dikatakan, mereka tentu saja tidak ingin memaksakan kehendak mereka dengan pihak yang bisa menghancurkan mereka kapan saja, termasuk bisa menghancurkan negara ini jika dirinya inginkan, hanya karena mereka menyinggung sosoknya yang terlihat sangat dominan di mata mereka.


“Kami sangat terhormat atas kedatangan anda ketempat ini Tuan Alfred” Dan begitulah beberapa perkataan yang didengar oleh Alfred disaat dirinya menyalami satu persatu beberapa pihak yang menyambutnya.


Alfred bisa dikatakan tidak banyak mengeluarkan sebuah kata. Dirinya hanya menyapa balik mereka dengan hanya menyalami mereka satu persatu dan memberikan mereka sebuah senyuman saja. Apalagi, sebenarnya dirinya tidak memperdulikan semua pihak yang berada ditempat ini, kecuali pihak yang akan dirinya temui nanti.

__ADS_1


Dan juga, kedatangannya ditempat ini ingin membuat sosok yang akan dirinya hampiri nanti tidak akan dipandang sebelah mata lagi oleh beberapa pihak. Karena dirinya tahu, walaupun sosok itu cukup besar namanya di negara ini, tetapi dirinya sering sekali disepelekan oleh beberapa pihak.


Maka dari itu, Alfred saat ini dengan ramah menyambut beberapa pihak yang menyapa kedatangannya ketempat ini, saat dirinya akan sekalian menghampiri sosok yang akan dirinya temui dan akan membantu menguatkan statusnya karena dirinya memiliki hubungan dengan pihak yang berada di atas Alfred.


"Kyaaa...." namun, acara penyambutan yang sedang berlangsung dengan sangat baik itu, sepertinya harus terhenti karena sebuah keributan mulai terdengar pada acara yang bisa dikatakan sangat bergengsi itu.


Pada awalnya, berbagai kata sambutan mulai didengar oleh Alfred saat ini. Apalagi pihak yang merasa mengundangnya ditempat ini terus saja menempel kepada dirinya. Tentu Alfred tidak mempermasalahkan tentang hal itu, dan saat ini mulai menyambut mereka satu persatu.


Tetapi, kegiatan penyambutan itu mulai terganggu setelah sebuah suara keributan mulai terdengar ditempat tersebut. Hingga akhirnya, semua perhatian yang awalnya sepenuhnya terarah kearah Alfred, mulai berubah sepenuhnya kearah seorang pria yang terlihat sedang murka ditempatnya.


Bisa terlihat, seorang pria sudah tersungkur dilantai dengan kondisi wajahnya terlihat sudah terluka dengan sangat parah. Apalagi, saat ini sosok pria yang menyebabkan pria itu tersungkur, tidak melanjutkan aksinya lagi dan lebih memilih mengamankan Istrinya yang terlihat juga cukup terkejut dengan apa yang dirinya alami tadi.


Semua pihak yang berada di sana tentu juga sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Namun tidak dengan Alfred, yang bisa dikatakan sangat amat senang melihat apa yang terjadi ditempat tersebut. Karena akhirnya, dirinya bisa melihat sebuah pemandangan yang sudah dirinya nantikan selama jutaan tahun lamanya, dan akhirnya bisa terwujud.


"Akhirnya, anda menemukan sosok yang layak anda lindungi, Tuan" ucap Alfred disela-sela dirinya sedang memperhatikan kejadian tersebut.


Semua orang yang berada di sana masih tercengang dengan apa yang sedang terjadi ditempat tersebut. Karena bisa terlihat, seorang pria saat ini sudah tersungkur dengan kondisi mengenaskan pada tempatnya, akibat sebuah serangan yang dirinya terima tadi.


Melihatnya, tentu membuat beberapa pihak merasa murka termasuk sang penyelengara acara ini. Karena bisa dibilang, kejadian itu akan mencoreng namanya dihadapan sosok Alfred yang susah payah dirinya undang, dan mau menyanggupi undangannya untuk datang ke acara ini.


Tentu siapa yang menyangka, acara penyambutan yang dilakukan beberapa pihak dengan seorang paling berkuasa di dunia ini dalam hal bisnis, saat ini terganggu dengan sebuah keributan. Tentu hal itu akan langsung mencoreng nama baik dari pihak yang menyelenggarakan acara ini.


Bisa dikatakan, selain akan mencoreng namanya pada orang yang diundang olehnya, tetapi juga akan mencoreng namanya pada berbagai pihak yang mengetahui, bahwa acara ini terganggu karena sebuah kekacauan yang tidak bisa dikendalikan oleh pihak yang menyelenggarakan acara ini.


Maka dari itu, Hendra selaku pihak yang menyelenggarakan acara yang bergengsi ini, langsung mengambil sebuah tindakan. Bahkan, dirinya belum sama sekali mendengar jawaban dari Alfred atas perkataannya, namun dirinya langsung bergerak dengan cepat dan ingin membereskan masalah tersebut.


"Sial... akan aku hancurkan pihak yang berani-beraninya membuat kekacauan pada acara ini" ucapnya yang marah, dan ingin menindak dengan tegas pihak yang membuatnya kesal tersebut.


Apalagi yang membuatnya semakin emosi, disaat dirinya melihat pria yang baru saja memukul dan membuat tidak berdaya pihak yang dirinya serang, sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun dengan apa yang dirinya lakukan.


Maka dari itu, Hendra dengan perasaan yang sangat kesal dan langkahnya yang terlihat tergesa-gesa, saat ini mulai menghampiri pihak tersebut bersama beberapa pihak yang bersamanya, dan akan memberikan dirinya sebuah pelajaran karena berani-beraninya membuat kekacauan di acara yang sangat penting ini.


“Apa yang kalian lakukan!” teriak Hendra yang mulai meluapkan emosinya kepada pihak yang mencari masalah pada sebuah acara yang dirinya selenggarakan.


Disisi lain, Tristan dan Richard yang menyaksikan itu semua, mulai merasa sangat senang. Karena sepertinya, pembalasan yang mereka terima akibat hinaan yang dilontarkan kepada mereka, sepertinya akan dibalas kan dengan cara yang tidak terbayangkan oleh mereka.

__ADS_1


Tentu mereka tidak membayangkan, bahwa pihak yang menghina mereka tadi malah memakan umpan yang mereka berikan, sehingga mereka mulai membuat kekacauan ditempat ini dan membuat beberapa pihak akan murka dengan diri mereka.


"Ya... setidaknya, wanita pujaan hatimu akan berhasil kamu dapatkan, sahabatku" ucap Tristan kepada Richard, yang hanya mengangguk menyetujui perkataan sahabatnya tersebut.


Ditempat semula, ketegangan akhirnya mulai terjadi. Yang dimana, penyelengara acara ini dan beberapa pihak yang bersamanya, mulai dengan terang-terangan mencemooh perbuatan pria yang membuat kekacauan ditempat ini. Maka dari itu, acara itu semakin kacau dibuatnya, atas kejadian yang baru saja terjadi itu.


“Apa yang kami lakukan? Tentu kami bertanya kepada anda, Tuan Hendra. Mengapa anda menyuruh beberapa pihak untuk mencoba mengusir keberadaan kami dari tempat ini?” ucap Bram yang menyahuti perkataan pria yang berteriak itu.


Memang sebenarnya pihak yang datang ketempat dimana Zen berada bersama beberapa pihak yang lain, bukanlah orang suruhan dari Hendra yang ingin mengusir mereka. Karena memang niat awalnya, Hendra ingin berurusan dengan mereka setelah acara ini berakhir.


Namun karena putranya merasa bahwa Ayahnya disibukan dengan menyambut sosok yang penting, jadi dirinya mulai mengambil langkah sendiri yang menyuruh anak buahnya, memaksa pihak Zen untuk keluar dari acara ini secara paksa.


Hendra tentu mengetahui kejadian itu adalah ulah dari Putranya. Tetapi, dirinya juga tidak bisa membenarkan apa yang dilakukan Zen kepada bawahannya, yang saat ini bisa dikatakan sudah tak berdaya dan tergeletak di lantai tempat dimana dirinya berada saat ini.


“Tapi, mengapa kalian berbuat keributan ditempat ini?” ucap Hendra yang cukup marah, karena bisa dikatakan dirinya juga emosi bahwa pihak yang sangat penting yang diundangnya saat ini harus menyaksikan kejadian tersebut.


“Tentu karena dirinya mencoba memaksa mengusir kami, dengan cara menarik paksa Nona Vero untuk menyeretnya keluar” balas Bram kembali, yang seakan sangat berani menghadapi sosok orang terkaya di negara ini.


Memang Zen tidak akan berbuat sesuatu tanpa alasan yang jelas. Karena saat mereka akan diusir tadi, memang Vero bersikeras melawan pihak yang mengusirnya dari tempat ini. Jadi karena merasa emosi, orang yang sudah dipukul Zen tadi malah ingin menarik tangan Vero dan akan menyeretnya keluar.


Tentu Zen langsung murka dengan apa yang pria itu lakukan kepada Istrinya. Maka dari itu, sebuah pukulan yang dirinya berikan beberapa kekuatan miliknya, mulai membuat kultivator yang memaksanya tadi sudah terkapar tak berdaya dilantai.


Memang hampir seluruh penjaga keluarga dari Hendra, bisa dikatakan seorang Kultivator. Jadi pada awalnya Hendra bingung, mengapa anak buahnya sudah tergeletak tak berdaya saat ini. Namun dirinya harus menjaga wajahnya dan mulai menyalahkan tentang apa yang terjadi dengan pihak yang melukai bawahannya itu.


“Lalu, apa yang kalian tunggu. Cepat keluar dari tempat ini, karena kalian baru saja membuat keributan” ucap Hendra yang saat ini memutuskan untuk mengusir pihak-pihak yang membuat keributan tersebut.


Beberapa orang juga mulai mendukung keputusan Hendra saat ini. Apalagi beberapa diantara mereka yang memang berniat mencari muka dengan sosok orang terkaya di negara ini, tentu langsung ikut menyalahkan pihak dari Zen.


Bahkan beberapa dari mereka saat ini mulai menghampiri pihak Zen untuk menyuruh mereka keluar dari sana secara paksa. Dengan maksud mengusir, saat ini beberapa pihak dengan segera menyuruh mereka pergi, agar acara ini akan kembali berlangsung.


Beberapa penjaga juga sudah mulai berdatangan dan bersiap menyeret paksa mereka keluar. Namun, sepertinya tindakan itu harus terhalangi disaat sebuah suara langkah kaki yang diikuti sebuah suara tongkat, mulai menggelegar di semua sisi dari gedung tersebut.


Mendengarnya, beberapa pihak tentu mulai menghentikan tindakan mereka, dan mulai menengok asal suara tersebut berasal, yang merupakan Alfred yang mendekat kearah tempat kejadian yang sedang terjadi itu.


Namun anehnya, semua pihak yang menjadi undangan dari acara tersebut, bisa melihat sosok Alfred yang sudah menghentikan langkahnya, terlihat cukup tidak senang dengan keputusan yang diambil oleh pihak penyelengara acara ini.

__ADS_1


“Mengapa anda ingin mengusir seseorang yang saya ingin temui ditempat ini, Tuan Hendra?”


__ADS_2