
Masih dengan jelas teringat dibenak Zen, yang dimana dirinya melepaskan seorang Kultivator yang memang mengawasi keberadaanya. Pada saat itu, memang Zen baru saja membantai beberapa Kultivator yang mencari masalah dengan dirinya.
Hingga seorang Kultivator akhirnya mencari keberadaan Zen dan dirinya berhasil menemukannya. Pada saat itu, Zen masih mengingat dengan jelas waktu kejadiannya, karena saat itu Zen akan menyembuhkan Ibu dari Kelly dari hukum dunia yang menjeratnya.
Tentu Zen sempat ingin melawan dirinya, namun Zen memutuskan untuk melepaskan saja keberadaannya pada saat itu. Bukan tanpa alsan Zen melakukan hal tersebut, karena bisa dikatakan Zen tidak merasakan niat yang cukup buruk dari pihak yang mengawasinya itu dan langsung melepaskannya keberadaannya saja.
Tentu dengan catatan pria itu tidak mencari masalah kembali kepadanya sehingga pihak itu bisa terlepas sepenuhnya dari genggaman kemarahan Zen pada saat itu. Dan begitulah bagaimana ceritanya Zen mulai mengingat sosok yang sedari tadi mereka perbincangkan keberadaanya.
Memang bisa dikatakan Zen menyesal tidak membunuhnya pada saat itu. Apalagi ternyata pria yang dirinya lepaskan itu malah menawarkan dirinya menjadi seorang pengawal dari wanita yang berada didepannya. Maka dari itu, Zen sedikit kesal dengan semua hal yang sudah terjadi itu.
"Lalu, apakah ada yang perlu aku jelaskan lagi?" tanya wanita itu setelah selesai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Zen.
Masalahnya sampai saat ini Zen masih belum mengerti dengan situasi yang sedang terjadi. Memang dirinya sudah mendapatkan benang merah dari hubungan dirinya dengan wanita tersebut dan mengapa dirinya mengundang Zen ketempat ini.
Namun masalahnya, benang merah dari sebuah kekacauan sama sekali belum Zen temukan hingga saat ini. Karena memang kedatangan Zen ketempat ini adalah menyelidiki sebuah kekacauan, apalagi sosok wanita yang berada dihadapannya ada didalam penglihatan dari adiknya.
Hal ini sangatlah aneh menurut Zen. Karena dirinya datang ketempat ini atas penglihatan yang dilihat oleh Mikhael tentang adanya kekacauan, namun hingga saat ini percakapan mereka sedari tadi tidak memicu apapun yang membawa Zen untuk mendapatkan sebuah informasi sebuah kekacauan yang akan terjadi.
"Hmm.... apakah kamu tahu identitas sebenarnya dari Pamanmu itu?" ucap Zen yang saat ini ingin mengorek berbagai hal untuk dapat mencerna semua hal yang saat ini sedang terjadi, karena seperti yang diketahui dirinya belum mendapatkan apa yang dirinya inginkan pada pertemuan ini.
"Tentu saja. Dirinya merupakan seorang Kultivator" hingga sebuah jawaban yang membuat Zen mulai menyipitkan matanya, saat ini membuatnya mulai mendapatkan sesuatu dari percakapan mereka saat ini.
Sangat aneh memang seorang wanita biasa yang Zen tidak rasakan apapun didalam dirinya selain sebuah aura aneh pada salah satu bagian tubuhnya, mempunyai kenalan seorang Kultivator. Karena bisa dikatakan pihak Kultivator tidak akan sembarangan mendekati sebuah pihak biasa, jika dirinya tidak memiliki keuntungan untuk mereka.
Karena menurutnya tidak ada hal spesial yang Zen bisa rasakan dari wanita tersebut yang akan menyangkut dengan para pemilik kekuatan itu menurut Zen saat ini. Namun setelah diperhatikan, sesuatu yang spesial dari tubuh wanita itu, semakin membuat Zen merasa masuk akal dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Namun ada satu hal lagi yang harus Zen pastikan. Yaitu hubungan apa yang dimiliki oleh para Kultivator dengan sesuatu yang terdapat didalam tubuh wanita tersebut. Karena walaupun dirinya tahu kedua hal tersebut berhubungan, tetapi tetap saja Zen tidak tahu maksud dari semua itu.
"Kenapa kamu bisa berhubungan dengan seorang Kultivator?" Hingga akhirnya, Zen mulai memberikan sebuah pertanyaan kembali kepada wanita yang bisa dikatakan sudah terlihat muak dengan semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Zen kepada dirinya.
__ADS_1
"Cih... bisakah kamu tidak usah banyak bertanya lagi. Sebentar lagi konserku akan dimulai, dan saat ini mari kita bahas pembayaran yang akan kita sepakati dalam melindungi diriku" Hingga, bukanlah sebuah jawaban yang Zen terima dari wanita tersebut dari pertanyaan yang dirinya terima saat ini.
Tentu wanita tersebut tidaklah mengenal Zen secara langsung. Jadi dirinya masih menganggap bahwa pria itu akan bekerja untuk dirinya nanti. Sehingga dirinya masih menanggap sosoknya berada di atas sosok Zen dalam hal status menurutnya.
Dengan tatapan yang terlihat sedikit merendahkan sosok Zen, wanita itu bahkan sudah sangat marah dengan semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Zen yang tak kunjung-kunjung habis, dan membuat wanita itu sangat kesal dibuatnya.
Memang sedari tadi, Zen bisa merasakan sikap yang sedikit angkuh dari sosok yang sedang berbicara dengannya itu. Namun karena dirinya ingin mengetahui banyak informasi membuat Zen membiarkan saja dan tidak mempermasalahkan sikapnya itu.
Tetapi saat ini bisa dilihat bahwa wanita itu juga sudah kesal dengan sosok Zen yang sepertinya terus bertanya kepada dirinya. Maka dari itu dirinya langsung menghentikan perbuatannya itu dan mulai mendiskusikan hal penting kepada dirinya tentang hal kontrak yang akan mereka lakukan nanti.
Apalagi sepertinya sosok Jane terlihat cukup tertarik dengan kepribadian dari Zen, yang menurutnya sangat berbeda dengan pihak-pihak yang pernah bekerja dengannya. Jadi dirinya memutuskan untuk langsung mengikat sosok Zen dengan sebuah kontrak, agar pria itu bisa langsung bekerja untuk dirinya.
"Lalu, kamu ingin dibayar berapa untuk menjadi pengawal diriku" ucapnya yang saat ini sudah mempersiapkan berbagai hal untuk permasalahan kontrak yang akan dirinya lakukan dengan Zen yang akan bekerja sebagai pengawalnya.
Namun saat dirinya mempersiapkan itu semua, tiba-tiba saja Zen saat ini mulai bangkit dari tempat duduknya. Tentu dengan menghela nafas frustasinya, saat ini pria itu seakan bersiap untuk beranjak dari tempatnya berada dan akan keluar dari sana.
"Tunggu... mau kemana dirimu? Bukankah ada hal penting yang harus kita diskusikan terlebih dahulu?" ucap wanita itu yang berusaha untuk menghentikan tindakan dari Zen yang akan beranjak dari ruangan ini.
Zen tentu saja tidak menjawab perkataannya dan lebih memilih untuk langsung keluar dari sana. Tentu dirinya melakukan semua itu karena menurutnya apa yang sudah dirinya lakukan sedari tadi sangat membuang waktunya, apalagi sedari tadi tidak ada satupun hal yang dirinya dapatkan dari pertemuan mereka.
Maka dari itu, tanpa menghiraukan teriakan dari wanita yang terlihat kesal dengan sikapnya, Zen saat ini mulai berjalan menuju pintu keluar dari ruangan tersebut. Bahkan dirinya tidak peduli lagi dengan sosok wanita yang seharusnya dirinya selidiki keberadaannya.
"Sudah kubilang tunggu... kenapa kamu malah tidak mendengarkan diriku" ucap wanita yang mempunyai nama panggung Jane itu lagi, yang saat ini semakin kesal dengan sikap Zen yang bertindak semena-mena dan akan beranjak dari ruangannya.
"Maaf, tetapi sepetinya kamu salah orang. Aku bukan datang ketempat ini untuk menjadi seorang pengawal. Jadi sampai jumpa lagi" ucap Zen yang hendak membuka pintu ruangan tempat dimana dirinya berada dan akan beranjak dari sana.
Namun barulah dirinya mulai memegang gagang pintu untuk membukanya, saat ini tangannya yang akan membuka pintu itu mulai diraih oleh wanita yang saat ini menghalangi tindakannya tersebut. Apalagi sebelum Zen benar-benar keluar dari sana, bisa terlihat wanita itu memang langsung berlari kearah Zen disaat pria itu akan beranjak.
Zen tidak tahu mengapa wanita itu melakukan hal tersebut, karena memang dirinya tahu sosoknya dan sifat yang dirinya tunjukkan kepadanya tadi, tidak akan membuat wanita itu akan berbuat seperti ini kepada Zen. Apalagi bisa dilihat dirinya saat ini sedang menghalangi kepergian Zen dari dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Masalahnya, bukan hanya Zen saja yang kebingungan dengan sikapnya, melainkan wanita bernama Jane itu juga cukup kebingungan dengan apa yang sudah dirinya lakukan saat ini. Namun nasi sudah menjadi bubur, jadi dirinya mulai bersikeras untuk menghalangi sosok Zen yang akan beranjak dari tempatnya. Namun disaat dirinya sudah berhasil menghalangi langkah Zen, dirinya mulai menyadari sesuatu.
Jane sudah bertemu dengan banyak pihak, bahkan dari tatapan mereka bisa dikatakan mereka ingin mendekati sosoknya karena memang dirinya merupakan pihak yang terkenal. Namun berbeda dengan tatapan yang diberikan oleh Zen kepadanya saat ini.
Pria itu seakan tidak peduli dengan sosoknya, bahkan bisa dilihat dirinya sama sekali tidak terpikat atas sosoknya yang sangat terkenal itu. Baru kali ini memang dirinya diperlakukan seperti itu. Karena selama ini tatapan kekaguman, tatapan kecintaan, bahkan tatapan mesum bisa dikatakan adalah tatapan-tatapan yang dirinya terima selama ini.
"Apa yang kamu lakukan, bukankah kamu berkata bahwa kamu tidak mempunyai waktu lagi?" Hingga lamunannya yang sedang memperhatikan wajah Zen, akhirnya mulai dirinya sudahi setelah Zen saat ini semakin memaksa untuk keluar dari sana.
"A-Aku memang tidak memiliki waktu, tetapi bukankah kita harus menyetujui kontrak yang akan kita lakukan" ucapnya yang entah mengapa sikap yang dirinya tunjukan sedari tadi itu seakan mulai berubah saat ini.
"Bukankah sudah kubilang, aku datang kesini bukan untuk menjadi pengawal bagi dirimu." Dan begitulah balasan yang diterima olehnya, karena Zen memang datang ketempat ini bukanlah untuk melamar sebuah pekerjaan.
Namun wanita itu seakan bersikukuh menahan sosok Zen yang saat ini ingin beranjak dari tempatnya. Apalagi dirinya merasakan bahwa pria itu akan sangat cocok menjadi pengawalnya dan tidak seperti pihak-pihak yang memang sudah pernah dirinya sewa sebelumnya.
Jane atau si penyanyi paling terkenal didalam kelompok Girlband paling populer di dunia ini, akhirnya mulai menyadari sesuatu atas sosok Zen. Karena menurutnya sosok dari Zen sangatlah berbeda dan semakin membuatnya ingin menjadikannya pengawalnya.
Entah mengapa sikap pria itu yang membuat dirinya kesal dengan berbagai pertanyaan yang dirinya lontarkan, langsung menarik minat dari wanita itu. Apalagi sosok seperti Zen lah yang selama ini dicarinya, karena bisa terlihat pria itu tidak akan memanfaatkan sosoknya yang bisa dikatakan sangat terkenal.
Karena selama ini pihak-pihak yang sudah bekerja dengan dirinya, bisa dikatakan akan memanfaatkan kedekatan mereka untuk meminta sesuatu yang lebih kepada Jane. Jadi setelah dirinya menemukan pihak yang sepertinya tidak berperilaku seperti itu, membuat Jane ingin dengan segera memperkerjakan dirinya.
"Berapa yang kamu minta. Aku bisa membayar berapapun yang kamu mau, jadi ayo kita diskusikan tentang bayaran untukmu" hingga akhirnya Jane mulai terobsesi dengan menjadikan Zen sebagai pengawal atau bodyguard untuk dirinya, hingga terus menghasut sosoknya agar menyetujui perkataannya.
Memang dirinya tidak tahu pasti apakah pria itu benar-benar sangat kuat, tetapi tentu saja dirinya sangat mempercayai pihak yang selama ini melindungi dirinya dan memutuskan untuk menjadikan Zen sebagai pengawalnya. Namun sayangnya apa yang dirinya lakukan itu mulai terlihat sia-sia saat ini.
Tangannya yang menghalangi langkah Zen untuk keluar, perlahan mulai dilepaskan oleh Zen dan dirinya mulai membuka pintu ruangan tempat dimana dirinya berada dan ingin langsung beranjak dari sana dan tidak memperdulikan lagi dengan apa yang terjadi ditempat ini.
Dengan mulai membuka dengan lebar pintu ruangan dimana tempat mereka berada tadi, saat ini Zen mulai menatapnya sejenak sebelum dirinya benar-benar beranjak dari sana, dan akan meninggalkan sosok Jane yang saat ini terlihat sangat terkejut dengan tingkahnya itu.
"Maaf, tetapi kamu tidak akan sanggup membayar diriku"
__ADS_1