
Sebuah gedung yang sudah didekorasi sangat mewah saat ini sudah mulai ramai dipenuhi oleh beberapa tamu yang sudah datang ketempat itu.
Memang sebuah event besar akan diselenggarakan ditempat ini, yang dimana membuat seluruh orang yang menghadiri event yang besar itu sangat bersemangat mendatanginya.
“Untung saja kabar tentang hilangnya salah satu barang lelang tidak tersebar dengan luas” ucap salah satu penanggung jawab acara tersebut, melihat kedatangan beberapa tamu memasuki rumah lelang yang dikelolanya.
Memang sebuah kejadian tadi pagi membuat gempar seluruh jajaran penjaga dan penyelengara acara ini, karena hilangnya salah satu barang yang akan menjadi bahan lelang yang akan ditunjukan pada sebuah lelang yang akan berlangsung pada malam ini.
Tentu mereka langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan apapun dari kasus pencurian sebuah lukisan langkah yang menghilang secara misterius tadi malam.
“Iya Tuan, kalau tidak reputasi kita akan hancur” balas bawahannya.
“Ya. Dan bersiaplah menyambut beberapa tamu penting. Terlebih lagi seorang bangsawan dari kerajaan Vatikan akan datang untuk menghadiri acara ini” ucap atasannya itu kembali dan membuat semua staf yang mendengarnya segera menyiapkan semua persiapan mereka.
Hari sudah semakin malam dan waktu acara yang cukup megah itu akan dimulai. Setelah beberapa tamu sudah memasuki tempat tersebut, beberapa orang penting seperti Presiden, pemimpin sebuah perusahaan, menteri, para konglomerat ternama dan sebagainya mulai datang satu persatu.
Memang tidak ada barang yang istimewa yang akan dilelang ditempat ini. Namun karena orang-orang yang mendatangi acara ini merupakan orang-orang yang mempunyai nama yang besar, jadi hal ini menjadi ajang bersosialisasi dan mengenal antar mereka, termasuk salah satu tamu yang mempunyai tujuan untuk bertemu dengan seseorang yang dapat meringankan permasalahan perusahaan miliknya yang sudah berada diujung tanduk.
“Selamat datang pada rumah lelang kami Nona Veronica Safira, bisakah anda menunjukan kartu undangan anda” balas seorang staf saat menyambut seorang wanita cantik yang berjalan bersama asistennya yang juga terlihat sangat cantik itu.
Memang walaupun ada beberapa orang yang sangat terkenal, mereka tidak bisa sembarangan memasuki acara ini, karena memang hanya orang-orang yang diundang saja yang bisa memasukinya. Jadi walaupun Vero bisa dibilang sangat terkenal dikalangan para pebisnis, namun dirinya juga harus masuk menggunakan undangan yang dimilikinya.
“Ini undangan kami” ucap Kelly yang memberikan undangan milik Vero kepada staf yang berada di sana.
Setelah memeriksa isinya, dengan ramah staf itu mulai mempersilahkan kedua wanita yang sudah berdandan sangat cantik itu untuk memasuki gedung yang sudah didekorasi sangat mewah itu.
__ADS_1
Tentu Vero dan Kelly akhirnya mulai berjalan berdampingan memasuki gedung yang dimana banyak sekali beberapa orang yang terkenal dari berbagai kalangan sedang bercengkrama bersama. Namun bukan mereka yang dicari oleh Vero, tetapi seorang yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan pada perusahaannya.
“Tenanglah Vero, tamu yang paling penting tidak akan datang secepat ini” ucap Kelly yang menenangkan sahabatnya yang sakan sedang melihat seluruh area gedung ini secara intens.
“Aku tahu. Tetapi aku hanya mencoba memastikannya saja” balas Vero.
Memang pelelangan yang akan dilakukan ditempat ini akan dimulai sekitar satu jam lagi. Jadi saat ini para tamu sedang menikmati suguhan berbagai makanan, minuman bahkan musik yang sedang dimainkan oleh sebuah orkestra yang diundang untuk memeriahkan acara ini.
“Minumannya Nona” ucap seorang pelayan yang menawarkan minuman kepada Vero dan Kelly.
Tentu mereka mulai mengambil minuman yang disediakan tersebut dan mulai menikmatinya sambil menunggu orang yang mereka tunggu untuk tiba ditempat itu. Namun sedang asik menikmati apa yang mereka lakukan, seorang pria mulai menghampiri mereka.
“Selamat malam Vero, Kelly” kata pria itu menyapa kedua gadis cantik tersebut.
Tentu Vero tidak menjawab sapaan dari pria itu, karena memang dirinya merasa jijik berada didekatnya. Apalagi Kelly yang saat ini sudah menatap tajam pria tersebut agar membuat pria itu tidak nyaman dan pergi dari sana.
Memang pria itu tidak berani berbuat sesuatu jika ada Kelly berada didekat Vero, karena entah mengapa kekuatan gadis itu sangatlah kuat. Bahkan saat pria itu dulu menjebak Vero, seluruh anak buahnya hampir tewas dibuat oleh Kelly karena mereka menghalangi langkah dirinya untuk pergi menyelamatkan Vero.
“Lalu Vero, bagaimana proposal yang aku ajukan kepadamu?” tanya pria yang merupakan Richard, kepada Vero yang jelas-jelas menghiraukannya.
Memang dahulu pria itu pernah hampir melakukan pelecehan kepadanya. Namun Vero tidak melaporkan tindakannya dan tidak melanjutkan permasalahan tersebut lebih jauh, karena Richard mengancam akan memenjarakan Kelly setelah dirinya membuat cacat beberapa pengawal milik Richard saat menyelamatkan dirinya dahulu.
“Cih... menurutmu aku akan menerima proposal busuk milikmu itu?” balas Vero kemudian yang menatap pria itu dengan tatapan yang sangat merendahkan.
“Bukankan isi proposal dariku sangat menguntungkan bagimu. Kamu hanya harus menikah denganku dan perusahaan milikmu itu akan terselamatkan” balas Richard kemudian.
__ADS_1
“Maaf, tetapi walaupun perusahaan milikku hancur sekalipun, aku tidak sudi menikah dengan orang sepertimu” balas Vero yang mulai beranjak dan menjauh dari pria yang membuatnya muak tersebut.
Richard tentu ingin mengikutinya, namun tatapan Kelly yang menyeramkan sudah menghalangi langkahnya, dan pria itu memutuskan untuk tidak melanjutkan tindakannya karena memang dirinya juga sedikit takut dengan asisten dari orang yang sangat dia cintai itu.
“Hahh... padahal aku sudah melupakan sejenak keberadaan pria brengsek itu” ucap Vero.
“Tenanglah. Aku akan selalu berada disisimu” ucap Kelly yang sudah menyusul sahabatnya yang terlihat sedikit kesal itu.
Akhirnya Vero kembali mulai menikmati lantunan orkestra yang sedang didengarnya dan menyantap beberapa cemilan dan minuman yang disediakan. Namun keributan pada tempat itu mulai meriuh saat tiga orang sosok wanita cantik mulai memasuki gedung acara tersebut.
Dengan penampilan yang sangat menawan, terutama dua orang yang sedang berjalan berdampingan. Saat ini ketiga orang itu menjadi pusat perhatian setelah mereka berjalan memasuki tempat ini.
“Jadi Istri Raja Mikhael sendiri yang datang menghadiri lelang ini” ucap Vero yang cukup terkejut dengan kedatangan mereka ketempat ini.
Biasanya hanya Uriel dan Azrael yang sering datang menghadiri acara seperti ini. Namun seluruh tamu undangan dikejutkan dengan kedatangan dua orang permaisuri dari penguasa sebuah kerajaan terbesar di dunia ini.
Bahkan tidak ada satu kabar pun yang terdengar saat kedua wanita cantik itu datang menuju Indonesia, sehingga membuat keterkejutan dari seluruh tamu yang hadir ditempat lelang ini cukup membuat heboh karena kedatangan mereka.
“Cepat Kelly, kita harus bisa berbicara dengan mereka” ucap Vero yang langsung mengajak sahabatnya itu untuk mendekat kearah tiga orang yang baru saja datang tersebut.
Memang saat ini Valana dan Aghata sudah tiba ditempat ini. Dengan dandanan elegan khas seorang ratu kerajaan dan didampingi oleh seorang malaikat maut yang bertugas menjaga mereka, karena malaikat yang seharusnya menjaga kedua orang tersebut sedang menjalani misi bersama tuannya tadi.
“Selamat datang kepada Kedua Permaisuri kerajaan Vatikan yang sudah menyempatkan hadir pada acara kami” sambut seorang pemilik dari rumah lelang ini dengan ramah.
“Terima kasih atas sambutannya” balas Mira mewakili Valana dan Aghata dalam menjawab sambutan yang diberikan kepada mereka.
__ADS_1
Namun saat Aghata yang masih tersenyum karena mendapatkan berbagai sapaan yang diterimanya, dirinya merasakan sesuatu dan melihat asal dari apa yang dia rasakan itu. Cukup aneh memang dirinya bisa merasakannya ditempat ini, namun dirinya mencoba mengkonsultasikan apa yang dia rasakan itu kepada Kakaknya.
“Hm... benar katamu. Aku juga bisa merasakannya”