Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tidak Bernafsu


__ADS_3

Sebuah tempat yang dimana Zen berada saat ini, bisa dikatakan sudah hancur atas pertempuran yang terjadi di sana. Walaupun baru seperempat wilayah yang dirinya hancurkan, tetapi apa yang dirinya lakukan dengan bawahannya itu sudah terlihat hasilnya.


Runtuh, terbakar, terbongkar dan sebagainya, bisa terlihat pada seluruh bagian area tempat dimana dirinya berada. Namun, ada sesuatu yang aneh dari tempat tersebut, disaat seorang wanita mulai muncul dan langsung menyerang Zen secara tiba-tiba.


Mengapa aneh, karena bisa dibilang seluruh musuh dan bahkan bawahan dari Zen seakan mulai terbuai kecantikan dari wanita yang menyerang Zen tadi. Bahkan dengan terang-terangan, Zen merasakan aura negatif berbentuk nafsu yang keluar dari mereka.


Tentu nafsu itu memang diarahkan kearah wanita yang saat ini menatap Zen dengan tatapan yang sangat terkejut, karena bisa dibilang hanya Zen sendirilah yang tidak terpengaruh oleh dirinya yang dapat mengeluarkan sebuah aura yang membuat pihak yang berada di sana mulai bersikap aneh.


“Siapa sebenarnya dirimu?” dan begitulah wanita itu mulai berteriak, disaat Zen masih berdiam diri ditempatnya.


Tetapi sebelum dirinya menjawab, Zen langsung membuat pingsan kedua bawahannya yang terbuai dengan aura yang dikeluarkan oleh wanita tersebut. Karena bisa dibilang, jika Zen tidak melakukannya mereka akan semakin terbawa oleh aura penuh nafsu tersebut.


Apalagi, bisa dikatakan hal itu akan membuat mereka akan bertarung secara tidak efektif, dikarenakan mereka sudah dikuasai suasana penuh nafsu disaat mereka melihat sosok wanita yang bisa dikatakan membuat birahi mereka langsung meningkat, hanya karena melihat sosoknya saja saat ini.


“Cih... datang lagi wanita yang merepotkan” gumam Zen kemudian, setelah dirinya selesai membereskan bawahannya agar bisa terbaring dengan tenang ditempatnya.


“Hei... jawab aku. Mengapa kamu tidak terpengaruh dengan keberadaan diriku!” teriak wanita itu kembali, yang saat ini mulai mendekat kearah Zen yang memang menghiraukannya.


Memang wanita itu sangat penasaran, dengan mengapa sosok pria itu tidak terpengaruh dengan keberadaannya ditempat ini. Apalagi sudah dipastikan, pria itu sudah menatapnya sedari tadi tetapi dirinya tetap saja tidak terpengaruh dengan keberadaannya ditempat ini.


“Cih... Bisakah kamu tidak berteriak.” Ucap Zen yang kesal, karena wanita itu sepertinya memang sangat menantikan jawaban yang diberikan oleh Zen atas pertanyaannya.


Wanita yang mulai mendekat kearah Zen itu, akhirnya bisa melihat dengan sempurna rupa dari Zen dari balik kegelapan pada tempat mereka berada saat ini. Karena bisa dikatakan, karena tempat yang dirinya masuki cukup gelap, sehingga dirinya tidak bisa melihat sepenuhnya rupanya.


Maka dari itu, dirinya baru menyadari bahwa dirinya sedang menyerang orang yang salah. Namun, dirinya tidak memperdulikan semua itu. Yang ingin dirinya tahu, mengapa Zen sama sekali tidak terpengaruh dengan keberadaanya saat ini.


Bahkan bisa dilihat sendiri, saat ini para Vampire yang belum dibunuh sepenuhnya oleh Zen, mereka semua sudah memancarkan perasaan nafsu mereka kepada dirinya. Maka dari itu, dirinya sangat penasaran dengan sosok sebenarnya dari Zen yang tidak terpengaruh dengan keberadaannya.


“T-Tuan Zen?” ucapnya yang memang mengenali sosok Zen, setelah dirinya sudah bisa melihat sepenuhnya rupanya.

__ADS_1


“Oh... kamu mengenaliku? Lalu mengapa kamu menyerang diriku, dasar Dewa Idiot!” ucap Zen yang kesal, karena wanita itu bertindak sangat bar-bar dan tidak memperhatikan mana kawan mana musuh.


“M-Maafkan saya, Tuan Zen. Karena saya merasakan fluktuasi sebuah aura yang saya rasakan sangat kental, makanya saya langsung datang ketempat ini dan menyerang membabi buta” ucapnya sambil meminta maaf kepada Zen.


Tentu Zen mengenal wanita yang tadi menyerang dirinya dan saat ini meminta maaf kepadanya. Wanita tersebut merupakan seorang Dewa yang beberapa hari ini memang sedang mengawasi beberapa wilayah, termasuk negara ini beberapa hari belakangan ini.


Jadi, Zen sudah sering kali merasakan auranya dan tidak terkejut melihat dirinya datang ketempat ini. Tetapi anehnya, Zen tidak tahu bahwa wanita itu juga mengenali dirinya, dan saat ini dirinya mulai menghentikan serangannya kepada Zen.


Apalagi dirinya langsung mengehentikan aura permusuhannya kepada Zen, disaat dirinya sudah melihat sosok dari Zen yang sebenarnya, yang saat ini terlihat kesal kepadanya karena langsung menyerang membabi buta tempat ini dan tidak memperhatikan keadaan sekitarnya.


“Cih... lalu cepat bereskan para orang-orang yang saat ini sedang bernafsu kepadamu saat ini” Ucap Zen kepada wanita itu, karena bisa dikatakan kedatangannya membuat tempat ini semakin kacau dibuatnya.


“B-Baiklah Tuan Zen” balasnya yang langsung menuruti perintah dari Zen untuk menyelesaikan semua kekacauan yang dirinya buat ditempat ini.


Aneh memang sikapnya, karena disaat dirinya datang ketempat ini tadi, bisa dikatakan sikapnya sangatlah berbeda dengan saat ini. Karena bisa dibilang, saat wanita itu datang dirinya terlihat menunjukan ekspresi yang dingin dan menindas, seakan ingin menghancurkan musuh-musuh yang menghalanginya.


Namun, disaat dirinya mengetahui keberadaan Zen, entah mengapa sikapnya cukup berubah menjadi wanita yang sangat penurut. Bahkan Zen merasa sangat aneh dengan perilaku wanita itu, hingga akhirnya seorang wanita yang menyebalkan kembali mendatangi tempat dimana dirinya berada saat ini.


“Maaf aku terlambat!” teriak seorang wanita, yang entah mengapa penglihatannya sudah ditutup dengan sebuah kain yang melilit matanya dan kain itu sudah dipasangi berbagai rune.


“Mengapa kamu menutup matamu?” tanya Zen kepada wanita yang baru saja tiba itu, saat melihat penampilannya disaat datang ketempat ini.


“Ah... karena aku bekerja bersama dengan Dewi Freya, maka dari itu aku memasangkan artefak untuk melindungi diriku agar tidak bernafsu saat melihat dirinya” ucap wanita tersebut yang merupakan Amaterasu.


"Oh... pantas saja" ucap Zen yang akhirnya mulai menghadap kembali kearah Dewi yang mulai membantai berbagai pihak ditempat tersebut.


Dewi Freya, merupakan Dewa yang berasal dari faksi Dewa Nordik. Dewi yang sangat terkenal dengan Dewi kesuburan itu memang memiliki sesuatu yang terdapat didalam dirinya yang dapat menimbulkan birahi bagi seluruh pihak jika melihat keberadaannya.


Hal itu bisa dikatakan karena memang sifat kedewaan yang utama miliknya adalah berupa kesuburan, cinta dan ****. Maka dari itu dirinya mempunyai sebuah kekuatan khusus yang dimiliki olehnya berupa aura pemikat yang sangat amat berbahaya.

__ADS_1


Tidak ada yang tidak terbuai dengan aura pemikat yang dimiliki oleh dirinya, maka dari itu selama ini Dewi tersebut selalu diasingkan oleh seluruh kaumnya bahkan seluruh pihak karena kekuatannya itu. bahkan saat dirinya keluar dari tempat pengasingannya saja, dipastikan seluruh pihak akan diberitahukan atas keberadaannya.


Maka dari itu, tidak heran jika beberapa pihak akan membuat beberapa batasan jika Dewi itu akan memulai sebuah tindakan, karena auranya itu sangatlah memikat baik kepada manusia bahkan hingga para Dewa yang melihat sosoknya itu.


“Hahh... memang jika dirasakan, aura yang dirinya keluarkan sangat merepotkan” ucap Zen kembali dan mendapatkan anggukan dari Amaterasu setelah dirinya mendengar perkataannya itu.


Memang aura pemikat yang dikeluarkan oleh wanita itu sangatlah kuat. Bahkan seorang wanita saja, bisa langsung terpikat disaat mereka merasakan aura tersebut. Bukan hanya itu saja, jika seorang pria yang memiliki kelainan **** yang menyimpang, dipastikan langsung sembuh melihat keberadaan dirinya.


Aura dan penampilannya yang sangat sensual itu, tentu saja langsung merangsang beberapa pihak hingga akhirnya bisa menyebabkan sebuah kekacauan. Dan hal itulah, yang membuat wanita yang merupakan seorang Dewi itu akan dijauhi oleh hampir semua pihak yang melihat keberadaannya.


“Benar. Namun, kamu sepertinya tidak terpengaruh dengan keberadaannya, Zen?” ucap Amaterasu yang merasa takjub dengan sosok Zen yang sama sekali tidak terpengaruh dengan sosok seperti Freya.


Bisa dikatakan, Freya adalah wanita tercantik yang pernah Zen lihat selama ini. Maka dari itu, kecantikan itulah yang saat ini banyak memikat beberapa pihak yang melihat rupanya yang sangat amat sempurna, dan membuat hal itu akan berujung pada terpikatnya mereka dengan aura miliknya.


Tetapi anehnya, aura pemikat miliknya itu sama sekali tidak terpengaruh terhadap Zen yang masih bersikap sangat biasa merasakan auranya. Karena bisa dikatakan, Zen sudah kebal dengan aura tersebut karena dirinya sering merasakannya saat masih berada di Neraka.


“Auranya tidak ada apa-apanya dengan aura yang dikeluarkan oleh adikku. Karena bisa dikatakan adikku mengeluarkan aura yang lebih parah dari dirinya” ucap Zen yang menjawab pertanyaan dari Amaterasu.


Adiknya Lust memiliki aura yang hampir sama dengan wanita yang saat ini sedang bertarung dengan serius saat ini. Namun bisa dikatakan, aura adiknya itu sangatlah amat lebih berbahaya dari aura pemikat yang lain dan pernah Zen rasakan.


Zen sudah bertemu berbagai pihak yang memiliki aura yang serupa, tetapi diantara mereka tidak akan ada yang mengalahkan aura adiknya. Bisa dikatakan, karena sifat dasarnya yang merupakan seorang yang mesum akut, membuat adiknya mendapatkan aura tersebut.


Maka bisa dibilang, Zen merupakan sosok yang menjadi penawar dari aura-aura seperti itu, karena memang dirinya sama sekali tidak akan terpengaruh dengan aura tersebut. Dan hal itu terlihat, yang dimana Zen tidak tertarik sedikitpun kepada wanita yang saat ini masih bertarung melawan pihak-pihak yang berhasil dirinya pikat.


“Benar juga. Tetapi, aku dulu pernah bertemu dengannya, tetapi pada awalnya aku tidak merasa terpikat oleh dirinya sebelum dirinya menggunakan kekuatannya untuk melakukannya. Jadi, mengapa Dewi Freya tidak bisa melakukannya?” tanya Amaterasu kembali.


Seperti yang diketahui, begitulah bagaimana Lust terbunuh. Karena dirinya memang sengaja datang kesemua wilayah Dewa dan memancarkan aura pemikat miliknya untuk mencoba memikat beberapa Dewi yang cantik, termasuk Amaterasu salah satunya.


Maka dari itu, dirinya diburu oleh banyak pihak karena ulahnya tersebut, karena memang perbuatannya itu tidak bisa dimaafkan. Bahkan Ibu dari Amaterasu dulu, hampir saja melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dirinya buat akibat ulahnya tersebut.

__ADS_1


Tetapi anehnya, tidak seperti Freya yang seakan tidak bisa mengehentikan memancarkan aura yang sangat memikat tersebut. Lust seakan bisa mengendalikannya dan menggunakannya kapanpun dirinya mau, sehingga jarang sekali dirinya membuat sebuah kekacauan akibat hal tersebut.


“Mana aku tahu. Aku bukan Kakaknya”


__ADS_2