Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Berpesta


__ADS_3

Pesta yang meriah saat ini mulai terjadi pada area Istana Kerajaan dari sebuah Kerajaan, bahkan acaranya sampai menyebar kearah alun-alun area sekitar istana Kerajaan yang memang menggelar sebuah acara juga untuk merayakan sesuatu ditempat tersebut.


Tentu acara tersebut merupakan acara memperingati Perayaan Pernikahan Kerajaan yang baru saja dilaksanakan, terhadap Raja Kerajaan Gizeweith yaitu Zen dengan seluruh Istrinya yang baru dirinya resmikan status mereka pada Kerjaan ini.


Tentu bukan hanya kemeriahan acara pernikahan yang sedang diselenggarakan ditempat itu, karena tentu semua pihak juga merayakan hari jadi pernikahan Raja mereka, dengan Permaisuri pertamanya yang juga diselenggarakan hari ini.


Seperti biasa seluruh masyarakat dan para wisatawan yang ingin melihat prosesi pernikahan kerajaan tersebut, walaupun mereka tidak bisa menyaksikannya secara langsung. Tetapi saat ini mereka semua mulai merasakan sendiri kemeriahan acara yang sudah berlangsung hingga saat ini.


Apalagi pihak Kerajaan Gizeweith secara langsung sudah menyiapkan berbagai acara diluar istana untuk merayakan pernikahan Raja mereka, dan membagikan rasa kebahagiaan Raja mereka ke seluruh pihak dengan berbagai hal yang sudah disuguhkan kepada mereka.


Kemeriahan tentu saja tidak juga terjadi diluar Istana. Karena saat ini, seluruh pihak yang berada didalam Istana Kerajaan Gizeweith, yaitu King Palace, saat ini juga sedang merayakan pernikahan Zen dengan sangat amat meriah disana, yang dimana mereka juga menikmati semua suguhan yang terjadi ditempat ini.


"Aku tidak menyangka, bahwa Kakak melakukannya" Ucap Azrael yang saat ini melihat seluruh pihak yang menjadi wanita Kakaknya, yang saat ini duduk berjejer dengan Zen.


"Ho... apakah kamu menginginkannya juga suamiku?" tanya Ottavia yang saat ini duduk disebelah suaminya itu, saat mendengar tanggapan suaminya atas pernikahan Zen saat ini.


Bagi Ottavia tentu dirinya mempersilahkan suaminya itu untuk menikah lagi. Apalagi dengan kekurangan yang dimiliki olehnya atas semua yang sudah dirinya lakukan kepada suaminya, tentu Ottavia tidak merasa keberatan dengan suaminya menikah lagi dengan seseorang di masa depan.


"Kalau untuk menginginkannya, jujur aku tidak tahu Istriku. Namun satu hal yang pasti, kamu harus menebus terlebih dahulu masa kepergian dirimu dengan menghabiskan waktu denganku" balas Azrael kemudian membalas perkataan Ottavia.

__ADS_1


"Tentu saja Suamiku. Aku akan selalu berada di sisimu apapun yang terjadi mulai saat ini" balas Ottavia yang sebenarnya merasa bodoh dengan keputusan yang dirinya ambil dahulu.


Acara itu semakin meriah saja penyelenggaraannya, karena saat ini semua pihak mulai menikmati semua hal yang terjadi di pesta yang meriah ini. Zen dan seluruh Istrinya juga menikmati acara tersebut, apalagi mereka merasa sangat bahagia dengan semua hal yang sudah terjadi di sana.


"Lalu, bukankah Kakak berkata kekuatan Sang Pencipta Kakak sudah bisa disesuaikan sepenuhnya?" Hingga disela-sela acara itu, Mikhael saat ini menanyakan sesuatu yang memang ditunggu kabarnya olehnya.


Cukup lama memang Zen menyesuaikan tubuhnya dengan semua hal mengakut entitas barunya di muka semesta ini. Bahkan sudah setahun berlalu, tetapi tubuh Zen belum bisa menyesuaikannya sepenuhnya, sehingga saat ini keinginan semua pihak yang menyaksikan dirinya menjadi sosok yang baru belum bisa terwujud.


Zen tentu sudah memperkirakan hal ini akan berlangsung lama. Hingga beberapa hari yang lalu, Zen merasa penantiannya untuk bisa sepenuhnya mengendalikan status barunya akan usai, dengan tubuhnya yang sepertinya sudah siap melakukan berbagai hal untuk menjadi sebuah sosok yang baru kedepannya.


"Sedikit lagi, Mikhael. Sedikit lagi" hanya itu yang bisa Zen ucapkan, karena memang dirinya juga tidak tahu kapan tubuhnya siap.


"Lalu, kapan aku akan melihat Kakek dan Nenek, Paman?" ucap Amel yang bersemangat setelah mengetahui keberadaan Kakek dan Nenek mereka masih hidup.


Memang bukan hanya semua keponakan Zen saja yang merasa bersemangat mendengar kabar tersebut. Adik-adik Zen dan seluruh Istri mereka termasuk Istri Zen juga sama bersemangatnya seperti mereka atas kabar yang diberitahukan oleh Zen itu.


Namun masalahnya untuk bisa menemui mereka, semua pihak harus melakukan perjalanan antara dunia, dan hal itu hanya bisa dilakukan oleh Sang Pencipta atau bisa dikatakan hanya bisa dilakukan Oleh Zen yang sekarang memiliki kekuatan tersebut.


Memang jaman mereka masih tinggal dengan nyaman di Surga dan Neraka, Zen dan adik-adiknya sempat bisa menggunakan kekuatan untuk berpindah antara dunia satu dan dunia lainnya. Namun setelah mereka diasingkan di dunia ini, mereka sudah tidak bisa lagi melakukannya.

__ADS_1


Zen tentu saja bingung kenapa Ayahnya membuat peraturan seperti itu untuk mereka, namun dipastikan Zen mungkin akan memulihkan kekuatan mereka untuk bisa berpindah ke dunia lain, karena memang keberadaan dirinya dan adik-adiknya sangat dibutuhkan di semesta yang luas ini.


Maka dari itu, yang mereka bisa lakukan adalah menunggu saja Zen menyelesaikan siklus penyesuaian tubuhnya, agar mereka bisa melakukan perpindahan antara dunia atau mereka bisa menemui lagi Ayah dan Ibu mereka pada dunia yang berbeda dan saat ini dipastikan mereka sedang menunggu mereka di sana.


"Tunggulah sebentar lagi, oke. Paman Janji, setelah kekuatan Paman sudah bangkit, Paman akan langsung membawa kalian semua menemui Kakek dan Nenek kalian" balas Zen kepada para keponakannya yang berharap Zen membawa mereka menemui Kakek dan Nenek mereka.


Acara tersebut terus berlangsung hingga akhirnya berkahir juga dengan semua pihak mulai undur diri dari acara yang sangat meriah tersebut. Hari juga sudah hampir pagi, karena memang mereka semua berpesta hingga hari akan berganti. Maka dari itu, banyak pihak akhirnya membubarkan diri termasuk Zen dan seluruh Istrinya.


Kali ini tidak ada acara malam pertama bagi dirinya dan Istri-istrinya. Mereka hanya tidur berdampingan pada sebuah kasur yang sangat amat besar, karena saat ini mereka berada disebuah kamar yang sama untuk beristirahat.


Masalahnya mereka semua saat ini kelelahan. Acara yang mereka lalui sedari pagi hingga hampir pagi ini membuat tenaga mereka semua terkuras, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat. Dan begitulah bagaimana Zen saat ini sudah tidur bersama ke dua belas Istrinya pada sebuah ranjang yang sangat amat besar itu.


"Ya... sepertinya mereka semua kelelahan" ucap Zen yang menatap seluruh Istirnya sudah terlelap sepenuhnya.


Tidak ada yang bisa Zen lakukan, karena tubuhnya saat ini menjadi sebagai guling bagi wanita yang tidur disebelahnya. Hingga akhirnya Zen memilih untuk ikut terlelap dan mungkin barulah dirinya akan menghabiskan waktu bersama dengan mereka semua nantinya.


Namun barulah Zen menutup matanya, entah mengapa dari dalam tubuhnya dirinya merasakan sesuatu. Di saat dirinya merasakannya tentu Zen kembali membuka matanya yang sebelumnya hampir membawanya kedalam dunia mimpi.


Bahkan saat ini sebuah senyum mulai muncul pada wajahnya, di saat dirinya merasakan sesuatu yang saat ini bisa dirinya kendalikan sepenuhnya. Dan begitulah sebuah senyum kebahagiaan mulai muncul diwajahnya dan Zen bisa dikatakan sangat amat bahagia, karena akhirnya apa yang dirinya tunggu-tunggu akhirnya selesai juga.

__ADS_1


"Akhirnya, selesai juga"


__ADS_2