
Kerumunan semakin padat pada sebuah tempat yang saat ini akan dijadikan lokasi sebuah prosesi yang sangat amat penting. Bahkan seluruh pihak yang menghadirinya saat ini memang sangat tidak sabar dalam menantikan acara yang akan berlangsung tidak lama lagi.
Suasana semakin meriah disaat beberapa pihak penting juga akhirnya menaiki sebuah panggung besar yang akan menjadi jalannya prosesi yang akan dilakukan ditempat ini. Karena bisa dibilang, kedatangan mereka menandakan bahwa acara itu akan segera dimulai.
Apalagi, masuknya beberapa pihak penting pada sebuah panggung yang berada di sana, semakin membuat para kerumunan yang saat ini datang ketempat itu mulai heboh. Hingga akhirnya Pihak-pihak yang penting itu juga sudah berdiri dengan rapi pada tempat yang sudah disediakan untuk menyaksikan prosesi yang akan berlangsung ditempat tersebut.
"Dan mari kita sambut, Raja Mikhael Gwillyn yang akan memimpin prosesi pengesahan hubungan Raja Gizeweith II dan Permaisurinya" ucap sang pemandu prosesi yang akan berlangsung itu, dalam memanggil pihak yang berwenang dalam memimpin jalannya prosesi tersebut.
Kemunculan Mikhael tentu saja langsung membuat heboh seluruh pihak. Apalagi kedatangan dirinya menandakan bahwa acara yang akan berlangsung sebentar lagi itu, akhirnya resmi dimulai. Semua pihak mulai menyambut kedatangannya, hingga akhirnya acara yang ditunggu akhirnya tiba.
Seluruh keluarga dari Zen juga sangat menantikan keberlangsungan acara tersebut. Apalagi mereka saat ini sudah berada di panggung yang sama, yang akan dijadikan tempat dari prosesi yang akan berlangsung dan sangat dinantikan oleh semua pihak ditempat itu.
Dan beberapa dari mereka mulai mengenang prosesi yang pernah mereka lakukan ditempat itu. Apalagi hampir semua keluarga dari Zen pernah menjalani prosesi yang saat ini sudah dianggap sakral bagi seluruh pihak yang saat ini sedang menyaksikannya.
"Dan sambutlah, Raja Gizeweith II, Yang Mulia Raja Zen Gwillyn dan Permaisurinya, Permaisuri Veronica Gwillyn." ucap sang pemandu yang perkataannya langsung membuat tempat tersebut semakin heboh dibuatnya.
Ribuan orang tentu langsung merasa bersemangat disaat Zen dan Vero sambil bergandengan tangan menaiki panggung yang sudah disediakan untuk prosesi yang akan mereka hadiri itu. Dengan kemunculan mereka yang saat ini menjadi pihak yang utama dari acara ini, tentu beberapa pihak mulai menyambut kedatangan mereka.
Zen dan Vero yang memang sudah berganti pakaian mereka, saat ini mulai melambaikan tangan mereka kearah kerumunan yang saat ini meneriaki nama mereka di sana. Hingga akhirnya, Mikhael sang pemimpin acara ini mulai mendekat kearah kedua pasangan itu.
"Baiklah, mari kita mulai" ucap Mikhael yang sudah bersiap untuk melanjutkan acara yang sedang berlangsung itu.
Bisa dikatakan acara pengenalan dan pengangkatan Vero sebagai Permaisuri hanya sebagai kedok untuk prosesi penghentian roda kehidupan miliknya. Apalagi, prosesi itu akhirnya menjadi prosesi yang sakral, karena bisa dikatakan prosesi itu hanya dilakukan kepada seluruh Istri pemilik Kuasa yang berada di dunia ini.
Acara itu seakan menjadi sebuah acara wajib yang dilakukan oleh pihak Kerajaan Vatikan, dan dijadikan sebagai budaya penting disaat mereka menikah. Jadi, bisa dikatakan prosesi itu merupakan sebuah kebiasaan dan terus berlanjut hingga saat ini dan sangat amat terkenal prosesinya dimata Dunia.
__ADS_1
Maka dari itu, para Heavenly Sins akhirnya memutuskan untuk membuat prosesi itu menjadi sangat penting, karena hal itu juga menyangkut tentang kehidupan para Istri mereka yang akan diubah menjadi abadi mengikuti kehidupan mereka yang bisa dikatakan hidup dengan abadi di dunia ini.
Hingga akhirnya seluruh keluarga Zen menetapkannya sebagai sebuah acara khusus yang wajib dilakukan oleh pihak keluarga kerajaan baik Kerajaan Vatikan maupun Kerajaan Gizeweith disaat salah satu anggota keluarga mereka ada yang menikah.
Dan hal tersebut jugalah yang membuat prosesi itu akhirnya dibuat seperti ini, yang dimana saat ini Vero akan menjalani prosesinya didepan seluruh rakyat kerajaan ini, seolah menjadi sebuah prosesi sakral dari pengangkatan dirinya sebagai seorang Permaisuri.
"Kamu sudah siap Kakak Ipar?" tanya Mikhael yang sudah bersiap melanjutkan acara itu lebih lanjut.
Dengan ingin mengambil genggaman tangan Kakak iparnya dari genggaman Kakaknya, saat ini Mikhael mulai menyodorkan tangannya untuk meraih tangan Vero untuk membimbing dirinya dalam menjalani prosesi selanjutnya. Apalagi proses itu akan dibuat sebagai tanda, apakah Vero sudah siap melanjutkan prosesi itu atau tidak.
"Ya... Aku sudah siap." Balas Vero yang saat ini genggaman tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan dari Zen, sudah dirinya pindahkan ke tangan adik iparnya yang sudah menerima uluran tangannya itu.
Setelah menerima tangan Kakak Iparnya, Mikhael mulai membimbing Vero menuju sebuah altar khusus yang berada di atas panggung tersebut. Dengan membantunya naik keatas altar itu dan langsung membantunya berlutut, akhirnya prosesi yang akan mereka lakukan siap untuk dimulai oleh dirinya.
Semua pihak mulai tenang disaat Vero akhirnya sudah berlutut pada tempatnya. Karena bisa dikatakan prosesi yang sakral yang menjadi prosesi turun-temurun dari keluarga kerajaan dari Zen akhirnya akan dimulai. Dengan Mikhael yang sudah mengambil sebuah mahkota khusus untuk disematkan kepadanya, akhirnya dirinya sudah siap untuk melanjutkan prosesi tersebut.
Mikhael lalu mulai menyentuh kepala Kakak Iparnya yang sudah berlutut dengan nyaman ditempatnya. Dengan memastikan bahwa hukum dunia juga sudah menyaksikannya, Mikhael akhirnya mulai bersiap untuk menghentikan sepenuhnya roda kehidupan dari Vero.
“Aku, Mikhael Gwillyn, sang penguasa Surga dan pihak tertua dari Heavenly Sins. Dengan ini menyatakan bahwa aku mengehentikan roda kehidupan dari Veronica Gwillyn. Dengan izin dari hukum dunia, aku akan membatalkan semua hukum dunia yang berlaku kepadanya, dan akan membuatnya menjadi hidup abadi dan dapat menemani suaminya dalam menjalani kehidupan mereka pada dunia ini”
Dan begitulah sebuah kata pengesahan kepada Vero untuk menghentikan hukum dunia kepadanya oleh Mikhael, yang bisa dikatakan berhasil melakukannya. Karena bisa dilihat, sebuah nasib yang dirinya lihat kepada Vero akhirnya mulai berubah sepenuhnya.
“Hm... aku sepertinya merasakan sesuatu yang akrab” gumam Vero setelah sesuatu seakan mulai meninggalkan tubuhnya saat ini, disaat Mikhael sudah menyelesaikan ritualnya.
Ada sesuatu yang terjadi didalam tubuh Vero disaat Mikhael sudah berhasil menghentikan roda kehidupannya. Bisa dikatakan ada yang berubah atas dirinya, namun Vero masih belum mengerti apa itu. Apalagi dirinya belum bisa memastikannya karena dirinya masih ditengah-tengah prosesi sakral yang sedang berlangsung.
__ADS_1
Mikhael juga yang sudah selesai mengehentikan ritualnya tadi, saat ini langsung melanjutkan prosesi selanjutnya dari prosesi kerajaan yang sedang berlangsung tersebut. Dengan membawa mahkota yang dipegangnya menuju kearah kepala dari Vero akhirnya bersiap untuk melanjutkan prosesi tersebut.
"Dengan ini, Saya sebagai Raja Vatikan I dan juga sebagai Saudara dari Raja Gizeweith II, Raja Mikhael Gwillyn. Mengesahkan dirimu, Veronica Gwillyn sebagai Permaisuri Pertama dari Raja Gizeweith II, Raja Zen Gwillyn. Dengan disaksikan oleh seluruh Rakyat Kerajaan Gizeweith, mulai saat ini anda sudah Sah menjadi Permaisuri dari Raja Zen Gwillyn yang memimpin Kerajaan ini."
Suara lantang dari Mikhael yang bisa didengar oleh beberapa pihak saat ini sudah dirinya ucapkan. Dengan perkataannya itu, Vero sudah resmi akan dianggap menjadi Permaisuri Kerajaan milik suaminya dengan disaksikan oleh seluruh penduduk Kerajaan Gizeweith yang menghadiri acara tersebut.
Kalimat pengesahan dan perkenalan dari Mikhael kepada seluruh penduduk kerajaan milik Kakaknya akhirnya mulai berakhir. Dengan selesainya semua itu, Mikhael mulai mendaratkan sebuah mahkota cantik yang sudah dirinya pegang dan menyematkannya tepat di atas kepada dari Kakak Iparnya.
Vero yang masih tenang ditempatnya dan mengikuti semua prosesi tersebut, akhirnya mulai merasakan sebuah mahkota yang cantik dan elegan sudah tersemat di atas rambutnya yang sudah ditata sedemikian rupa, agar mahkota yang dipasangkan kepadanya itu terlihat sangat indah disaat dikenakan oleh dirinya.
Vero juga mulai merasa terharu dengan prosesi tersebut. Karena bisa dikatakan, dengan semua hal yang sudah dirinya jalani hingga saat ini, bisa dipastikan tidak ada lagi yang bisa memisahkan kisah cinta dirinya dengan suaminya yang sangat dirinya cintai itu.
Bahkan pemandangan dirinya yang terlihat sudah resmi menjadi permaisuri kerajaan ini, langsung membuat heboh seluruh pihak yang menyaksikan prosesi tersebut. Karena akhirnya mereka resmi menyaksikan Raja mereka sudah resmi memiliki pendamping yang sudah diresmikan oleh pihak kerajaan sendiri.
"Dengan ini, kamu sudah resmi menjadi anggota Kerajaan atau bangsawan Kerajaan Gizeweith dan Vatikan, Kakak Ipar" ucap Mikhael di akhir prosesi yang sudah dirinya lakukan.
"Terima kasih, Adik Ipar" balas Vero yang dimana dirinya mulai dibantu berdiri oleh Mikhael.
Bisa dikatakan, karena Vero merupakan Istri dari Zen dirinya juga merupakan bangsawan Vatikan. Karena seluruh adik dari Zen dan para Istrinya juga bisa dianggap bangsawan dari Kerajaan Gizeweith karena bisa dikatakan mereka semua keluarga. Jadi bisa dikatakan pada kerajaan mereka masing-masing mereka merupakan bangsawan pada Kerajaan dari keluarga mereka masing-masing.
"Baiklah, kalian bisa menyapa Penduduk Kerajaan kalian" ucap Mikhael yang mulai menyerahkan tangan dari Vero kembali kepada genggaman Kakaknya, agar kedua orang itu bisa menyapa seluruh pihak yang menyaksikan prosesi tersebut.
Vero dan Zen akhirnya kembali saling bergenggaman tangan dan mulai maju ke depan altar tempat prosesi Vero tadi, dan mereka mulai melambaikan tangan mereka ke seluruh penduduk Kerajaan Gizeweith yang saat ini menyoraki keberadaan mereka yang sudah disahkan menjadi pasangan yang resmi dari Kerajaan milik Zen.
Dengan senyum yang terpampang pada wajah mereka, saat ini seluruh pihak mulai menyambut pasangan Kerajaan mereka yang sudah resmi disahkan kepada seluruh pihak. Bahkan sorak sorai semakin bisa terdengar dengan jelas atas acara yang sudah berlangsung itu.
__ADS_1
Bahkan seluruh keluarga dari Zen juga mulai ikut berada di samping pasangan tersebut untuk ikut menyapa semua pihak yang hadir di sana. Dengan saling melambaikan tangan mereka, saat ini sudah dipastikan kedua pasangan itu sudah sah dan resmi dimata siapapun bahwa mereka merupakan sepasang suami Istri mulai saat ini.
“Selamat atas pernikahan Kalian!!”