
Memang bisa dikatakan pernikahan dari Zen dan Vero hanya segelintir pihak saja yang mengetahui. Walaupun banyak pihak mengetahui bahwa Vero menikahi Bodyguardnya sendiri, tetapi sosok Zen yang menjadi suaminya bisa dikatakan hanya segelintir pihak yang tahu.
Namun Angel bisa dikatakan mengetahui dengan pasti permasalahan pernikahan tersebut. Apalagi dirinya memang mengetahui bahwa Zen sudah pindah bekerja menjadi seorang Bodyguard dari Vero, jadi dipastikan suami dari Vero yang sosoknya masih misterius itu dipastikan adalah Zen.
Sakit, tentu saja. Itulah yang dirasakan oleh Angel saat mengetahui kenyataan itu. Apalagi, Zen sama sekali tidak pernah memberitahukan dirinya secara langsung atas permasalahan tersebut. Dan hal itulah yang membuat Angel memutus kontaknya dengan sosok Zen yang menurutnya harus dirinya lupakan.
Namun naas, berbagai cara yang dirinya gunakan untuk melupakan Zen bisa dikatakan tidak pernah berhasil. Karena sampai detik ini, hatinya bisa dikatakan masih milik Zen sepenuhnya, sehingga rasa yang dirinya miliki ini sangatlah menyiksa bagi dirinya, Apalagi Angel seakan tidak mampu untuk melupakan cintanya terhadap Zen hingga saat ini.
Dan begitulah awal dirinya mengalami siksaan batin yang semakin parah mulai terjadi. Perasaannya sakit yang dirinya rasakan ternyata mulai memperburuk keadaan mentalnya, setelah beberapa kejadian mengenaskan mulai dialami oleh dirinya, disaat masih mencoba menyembuhkan luka dihatinya yang disebabkan oleh perasaannya terhadap Zen.
Hingga berbagai masalah yang semakin menghancurkan dirinya mulai muncul satu persatu dan menyerang dirinya. Dan hak itulah yang membuat dirinya merasa tidak sanggup lagi menjalani kehidupannya dan dirinya hanya bisa pasrah dengan keadaannya yang bisa dikatakan sudah tidak berdaya untuk menghadapi semua hal yang dialami olehnya.
Memang jika dirinya membuka akses lagi terhadap sosok Zen, bisa dikatakan dirinya mampu kembali dan bahkan membalas semua perbuatan yang dirinya terima selama ini. Namun dirinya bisa dikatakan cukup ragu untuk melakukannya, karena dirinya tidak tahu Zen akan membantunya atau tidak karena dirinya sudah mempunyai sosok Vero yang menurutnya lebih pantas untuk dilindungi olehnya.
"Pacar anda sangat cantik, Nak Brian" dan begitulah pujian yang terus dilontarkan beberapa pihak kepada Angel, yang memang notabennya terlihat sangatlah sempurna di samping kekasihnya.
Masalahnya bukan hal inilah yang ingin dirinya dengar dari beberapa pihak. Apalagi yang menunjang kecantikannya saat ini merupakan perbuatan dari pihak-pihak yang sangat dirinya benci. Dan disaat berada pada situasi seperti ini, membuat rasa bencinya seakan meningkat dengan sangat amat tajam kepada mereka.
Dirinya yang bisa dianggap boneka dan bisa dipermainkan oleh seorang pihak membuat Angel semakin terpuruk. Bahkan bisa dilihat dengan jelas pihak yang notabennya seharusnya menyayanginya karena sudah mengaku kekasihnya malah menyiksanya tepat didepan seorang pihak.
Tentu dengan menyembunyikan rasa sakit yang dirinya rasakan, membuat Angel sangat tidak berdaya. Bahkan dirinya yang sudah kebingungan dengan tindakan apa yang harus dirinya ambil, membuat dirinya merasa semakin tak berdaya dan dengan terpaksa hanya menunjukan bahwa dirinya harus tetap kuat menghadapi ini semua.
"A-Aku tidak apa-apa, Tuan Bram. Aku hanya ingin menuju ke Toilet saja saat ini." dan begitulah ucapan dari Angel yang menjawab perkataan seorang pria sukses yang mengkhawatirkan keadaan dirinya.
Tanpa menunggu jawaban dari kekasihnya, Angel yang sedari tangannya digenggam olehnya dan sempat digenggam dengan sangat kuat sampai menyakiti dirinya, mulai dilepaskan oleh Angel dan ingin dengan segera langsung meninggalkan sosok kekasihnya tersebut di sana untuk menenangkan dirinya.
Tentu ada perasaan kesal dari pria yang menjadi kekasihnya itu, namun dirinya berusaha menahannya karena saat ini sepertinya Bram yang sedari tadi mengkhawatirkan kondisi Angel, mulai menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat dan berusaha menahannya untuk tetap berada ditempatnya.
Disisi lain, dengan raut wajah tak berdaya saat ini Angel mulai memasuki sebuah toilet dan mencoba menyembunyikan dirinya sejenak didalamnya. Apalagi dirinya sudah mulai muak dengan apa yang sedari tadi dirinya alami dan membuat dirinya ingin melarikan diri.
Angel tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini, bahkan pemikirannya yang sangat kacau itu mulai memunculkan ide untuk mengakhiri hidupnya ditempat ini. Beban yang dirinya bawa semakin berat menurutnya untuk dirinya tanggung.
__ADS_1
Bahkan dirinya merasa sudah tidak sanggup lagi dan akan menyerah, sehingga pemikiran tentang mengakhiri hidupnya sudah muncul didalam benaknya, saking dirinya merasa sangat terpuruk dengan keadaan yang dialami olehnya saat ini.
"Zen...." dan begitulah gumaman kecil yang keluar dari mulutnya, disaat dirinya menatap rupa wajahnya yang mulai meneteskan air mata saat ini, karena dirinya merasa seakan tidak sanggup lagi menjalani kehidupannya.
Sedih memang, karena pria yang dirinya harapkan berada disisinya, bisa dipastikan tidak akan mampu lagi menyelamatkan dirinya saat ini. Apalagi sosoknya sudah mempunyai pihak yang dirinya prioritaskan untuk dilindungi. Maka dari itu, hal tersebutlah yang semakin membuat Angel sangat bersedih dan merasa kehilangan.
Hatinya hancur saat ini, karena semua permalasahan yang sudah terjadi kepadanya belakangan ini. Bahkan tangisnya seakan tidak bisa dirinya halangi, hingga suara tangisannya itu mulai terdengar memenuhi ruangan toilet yang terlihat sangat sepi dan tidak ada orang di dalamnya.
Sudah tidak ada lagi pihak berada disisinya untuk sekedar menguatkan dirinya saat ini. Bahkan permasalahan yang dirinya alami beberapa hari ini semakin memperburuk keadaan dirinya, dan membuat Angel tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk menghadapi itu semua.
Hingga yang bisa dirinya lakukan saat ini adalah menangisi keadaannya, yang bisa dikatakan sudah ditinggalkan oleh seluruh pihak yang sangat dicintainya satu-persatu. Bahkan dirinya sudah menganggap bahwa sosoknya sudah sangat tidak penting lagi untuk hidup di dunia ini, karena dirinya tidak mempunyai apapun lagi untuk diperjuangkan.
"A-Aku menyerah, K-Kak Zen. Aku menyer-" tetapi belumlah dirinya menyelesaikan kalimatnya, sesuatu mulai mengejutkan dirinya saat ini.
Sebuah suara toilet yang sedang di flush saat ini suaranya mulai terdengar memenuhi tempat tersebut. Tentu mendengarnya, Angel langsung terkejut dan dengan segera merapikan lagi dirinya yang terlihat kacau tersebut. Dengan mulai menghapus jejak air matanya, Angel berusaha untuk tetap tenang saat ini.
Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa saat ini ada salah satu pihak yang berada di toilet tempat dimana dirinya berada. Bahkan dirinya baru menyadari, jika sedari tadi ada pihak yang memang menggunakan salah satu bilik toilet yang dirinya masuki.
Hingga pintu dari bilik toilet yang terdengar berisik tadi mulai terbuka dan memunculkan sosok yang tidak dibayangkan oleh Angel akan bertemu di tempat ini. Tentu melihat keberadaannya membuat Angel langsung berdiri kaku, hingga wanita itu sudah berada pada wastafel yang berada disebelahnya untuk mencuci tangannya.
Vero memang memasuki area toilet yang dimasuki oleh Angel terlebih dahulu. Niatnya memang bukan untuk bertemu dengan Angel ditempat ini, karena Vero memang berniat menggunakan toilet. Sehingga pertemuan yang mereka saat ini bisa dikatakan benar-benar kebetulan.
Vero bisa dikatakan bisa mendengarkan suara tangisan dari Angel tadi. Bahkan dirinya juga mendengar wanita itu memanggil nama suaminya, disela-sela tangisan yang dirinya lakukan itu. Maka dari itu, apa yang dilakukan Angel sedari tadi ditempat ini, tentu semuanya langsung diketahui oleh Vero secara langsung karena dirinya mendengarkannya.
Walaupun memang Angel menyebutkan nama Zen dengan sangat pelan, tetapi tempat yang sangat sepi ini langsung menggemakan suaranya yang pelan itu hingga didengar oleh Vero. Maka dari itu, Vero bisa merasakan apa yang sedang dialami oleh dirinya, yang saat ini sudah berada didalam masa yang terpuruk baginya.
"Zen berkata bahwa kamu adalah orang yang tak pantang menyerah. Tetapi sepertinya, kamu tidak terlihat seperti itu saat ini. Apalagi aku bisa mendengar dengan jelas, kamu seakan sudah menyerah dengan keadaanmu" ucap Vero yang mulai mengeringkan tangannya sambil menatap Angel yang masih diam terpaku ditempatnya.
Mendengar perkataannya membuat Angel semakin membeku sikapnya. Apalagi dirinya tidak tahu harus melakukan apa, karena saat ini dirinya benar-benar rapuh. Pertemuannya dengan Vero juga salah satu yang membuatnya terpuruk, karena saat ini dirinya berhadapan dengan sosok Istri dari pria yang sangat dirinya cintai.
Angel tidak tahu harus melakukan apa dihadapan Vero saat ini. Ada rasa benci, cemburu dan sebagainya saat ini memenuhi dirinya di saat melihat keberadaan Vero ditempat ini. Namun, entah mengapa dari tatapan matanya yang diberikan terhadapnya, ada rasa hangat yang bisa dirasakan oleh Angel saat ini.
__ADS_1
Rasa yang sangat dirinya butuhkan sebenarnya, karena tatapan itu seakan menjadi sebuah harapan bagi dirinya. Sesuatu yang membuat dirinya untuk bangkit bisa dirinya lihat dari tatapan yang saat ini seakan menguatkan dirinya, sehingga Angel masih terbawa dengan tatapan yang diberikan kepadanya.
Namun sepertinya kesunyian yang terjadi diantara mereka saat ini mulai terhalangi akan sesuatu. Sebuah suara dobrakan pintu yang sangat keras bisa mereka dengar, karena sesosok pihak saat ini secara paksa memasuki tempat ini.
Tentu Vero dan Angel yang berada di sana cukup terkejut dengan suara tersebut, karena mereka sama sekali tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti itu ditempat ini. Apalagi setelah suara itu mulai terdengar, seorang pria saat ini terlihat mulai memasuki pandangan mereka.
"Mengapa kamu sangat lama berada di toilet, Ang-" hingga sebuah suara teriakan saat ini mulai terdengar, yang dimana seorang pria yang masuk secara paksa ketempat ini, mulai menghentikan perkataannya setelah melihat sosok Vero yang ternyata juga berada ditempat yang dirinya masuki.
Angel yang melihat pria itu tentu saja sangat terkejut, bahkan dirinya dengan buru-buru menghapuskan air matanya. Namun bukan Angel saya yang terkejut melihat sosoknya, tetapi pria yang memasuki tempat itu dengan tingkah yang kurang ajar saat ini juga terkejut melihat ada pihak lain yang berada didalam tempat ini.
Apalagi niat awalnya memang ingin menjemput kekasihnya yang tak kunjung keluar dari dalam toilet tempatnya berada, dan membuatnya memberanikan diri untuk memasuki wilayah yang dikhususkan untuk wanita, karena memang dirinya menganggap bahwa hanya kekasihnya saja yang berada ditempat ini.
"Lancang sekali perbuatan anda, Tuan Brian. Anda memasuki toilet wanita dengan cara seperti itu. Apakah anda ingin melakukan sesuatu yang buruk kepada kami?!" teriak Vero dengan nada lantangnya yang memarahi pihak tersebut.
Brian atau kekasih dari Angel memang masih terkejut saat ini. Karena setahunya yang memasuki toilet ini hanya kekasihnya seorang. Namun dirinya dikejutkan dengan sosok seperti Vero yang berada didalamnya yang dirinya tidak sangka berada ditempat ini, dan membuat dirinya berada pada situasi seperti ini.
"M-Maafkan saya Nyonya Vero. Bukan maksud saya untuk mengejutkan anda. Saya hanya ingin menjemput pacar saya ditempat ini" ucap pria bernama Brian itu membela diri.
"Anda menjemput pacar anda, dengan cara mendobrak masuk ke tempat ini? Apakah otak anda masih berada di kepala anda saat ini?!" teriak Vero yang semakin mengeraskan suaranya.
Melihat apa yang terjadi disini semakin kacau, membuat Angel ingin dengan segera mendatangi kekasihnya itu dan membawanya keluar dari tempat ini. Apalagi Angel tahu, bahwa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi disini, membuat dirinya sendiri akan terkena masalah lebih parah nantinya.
Namun disaat dirinya akan beranjak dari sana, tangan Vero saat ini mulai meraih tangan Angel yang ingin beranjak dan menahannya untuk diam ditempatnya saat ini. Tentu Angel bingung dengan perlakuan dari wanita tersebut, hingga akhirnya tangan Vero yang menggenggam tangannya dengan erat tidak mampu membuat Angel beranjak dari sana.
"Lalu, mengapa kamu masih berdiri diam disitu? Cepat Keluar!" teriak Vero yang suaranya sengaja dirinya keraskan, agar semua pihak bisa mendengar teriakannya saat ini.
Memang Vero sengaja saat ini ingin membuat kegaduhan. Karena pria itu sedang berbuat masalah dengan wanita yang seharusnya tidak dirinya singgung, yang saat ini memang sudah diputuskan oleh Vero bahwa dirinya akan melindungi dirinya.
Menurut Vero, saat ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk dapat menyelamatkan sosok Angel. Apalagi kondisi mental dari Angel saat ini bisa dikatakan sudah tidak stabil dan tidak mampu untuk memikirkan sesuatu yang logis untuk menghadapi semua permasalahan yang sedang dirinya alami saat ini.
Maka dari itu, Vero saat ini langsung melindunginya dan membuat Angel saat ini akan berada dibawah perlindungannya. Dan juga, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membalas perbuatan dari pria yang saat ini berani-beraninya mencari masalah dengan calon saudarinya itu.
__ADS_1
"Tapi, saya ingin menj-"
"KELUAR!!!"