
Ketegangan kembali terjadi pada dunia ini, karena beberapa kejadian yang beberapa hari terjadi. Khususnya kekacauan yang terjadi antara pihak Dewa, yang memang menjadi target dari pihak yang tidak dikenal dan memakan korban seorang Dewa yang saat ini keberadaanya tidak diketahui hingga saat ini.
Bahkan ketegangan yang yang terjadi itu, bisa Zen rasakan dengan kemunculan beberapa pihak yang saat ini seakan sedang mengintai wilayah tempat dimana dirinya tinggal. Tentu Zen mengetahui dengan pasti apa yang sedang mereka selidiki di wilayah ini dan membuat beberapa pihak mulai waspada dengan keberadaan mereka.
Karena memang, selain ada dua pihak yang memang sangat dibutuhkan keberadaan mereka berada ditempat ini, pihak-pihak tersebut juga seakan sedang menyelidiki kematian rekan-rekan mereka yang bisa dikatakan mati secara misterius, disaat mereka sedang menjalankan tugas mereka pada wilayah ini.
Hingga mereka semua paham apa yang terjadi kepada rekan-rekan mereka itu, karena saat ini mereka juga mengalami hal yang sama dengan rekan-rekan mereka yang sedang mereka selidiki keberadaannya itu, karena satu persatu dari mereka juga sudah mulai mengalami sebuah nasib yang sama dengan mereka.
"Hmm... kenapa keberadaan mereka semakin banyak?" ucap Zen yang baru saja memenggal seorang pihak, yang memang sedang memasuki wilayah tempat dimana dirinya tinggal dan memiliki niat jahat kepada wilayah ini.
"Namun apapun rencana mereka, sepertinya akan mereka laksanakan Suamiku" hingga begitulah ucapan Kana yang saat ini bersama dengan Zen membantai beberapa pihak yang menyusup ke wilayah ini.
Zen tentu saja mengangguk setuju dengan pernyataan Kana, karena bisa dikatakan apa yang dirinya pikirkan itu benar adanya. Zen tentu mengetahui bahwa saat ini pihak yang memang harus dirinya musnahkan akhirnya bergerak karena saat ini Zen sudah berhasil menjalankan rencananya.
Tentu menghidupkan keberadaan adik-adiknya yang membuat akhirnya sosok yang menjadi sisi gelap dari ketakutan Ayahnya mulai bergerak, karena dunia ini bisa dikatakan kembali seimbang dengan keberadaan dirinya dan entitas adik-adiknya yang sudah berhasil dirinya bangkitkan keberadaan mereka.
"Sudahlah, mari kembali. Aku juga cukup malas menyelidiki hal ini lebih lanjut" ucap Zen yang dimana dirinya sudah menyelesaikan tugasnya dalam membasmi beberapa pihak.
Tentu Zen akan membasmi kelompok yang saat ini mengincar keberadaan Istrinya. Namun dirinya masih berusaha menahan perilakunya, karena memang saat ini sebuah kekacauan besar yang dinantikan oleh dirinya dan adik-adiknya yang menjadi fokus utama dari apa yang akan dirinya lakukan saat ini.
__ADS_1
Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk membiarkan terlebih dahulu kelompok itu bergerak dengan bebas, karena pada saatnya tiba, bisa dikatakan dirinya akan memusnahkan mereka sampai akar-akarnya, bahkan Zen akan membuat mereka menyesal sudah membentuk kelompok seperti itu di dunia ini.
"Tapi Suamiku, bisakah kita kembali dengan berjalan kaki saja. Aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan dirimu saat ini?" tanya Kana yang memang ingin melepaskan kerinduannya dengan sosok suaminya itu.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan memberitahu Bari untuk kembali terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu untuk membukakan sebuah kabut teleportasi untuk kita" balas Zen yang akhirnya menyetujui perkataan Istrinya itu.
Kana tentu sangat senang, karena saat ini dirinya memang ingin menikmati pemandangan dunia baru yang memang sudah lama dirinya tinggali, tetapi hingga saat ini dirinya belum sempat memperhatikannya secara menyeluruh, karena dirinya tiba di dunia ini dengan kondisi tubuhnya terkurung pada sebuah segel lukisan.
Maka dari itu, pemandangan yang selama ini dirinya lihat hanya sebatas pemandangan luar lukisan itu saja, yang dimana dirinya hanya bisa lihat beberapa area saja, termasuk dirinya pernah hanya menatap satu ruangan saja selama ratusan tahun lamanya, karena dirinya ditempatkan pada sebuah ruang tamu pada sebuah istana kerajaan.
Jadi, ini kali pertamanya bisa menikmati pemandangan luar dari dunia yang ditinggali olehnya sehingga membuat dirinya merasa senang, apalagi saat ini dirinya akan melihatnya bersama orang yang paling dirinya cintai di dunia ini yang sudah bersama dengannya untuk menemani dirinya.
Dan begitulah jalan-jalan yang diinginkan oleh Kana dimulai. Yang dimana dirinya sangat amat bahagia bisa menyaksikan seluruh tempat yang selama ini tidak pernah dirinya lihat, karena sudah terkurung selama berjuta-juta tahun lamanya. Maka dari itu dirinya merasa bersemangat untuk melihat itu semua.
Kana memang tidak mengajak Zen untuk mengunjungi beberapa tempat yang spesifik. Tetapi dirinya hanya senang berjalan mengitari beberapa tempat untuk melihat semua hal yang sama sekali tidak pernah dirinya lihat. Bahkan Zen dengan setia menemani sosoknya yang terus bersamanya dan tidak pernah mengeluh tingkah gadis itu yang terus mengajak mengunjungi berbagai tempat.
"Ah... aku selama ini hanya melihat beberapa orang memakannya, tetapi saat ini aku akhirnya bisa merasakannya juga" ucap Kana yang saat ini sudah dibelikan es krim oleh Zen saat mereka melewati pedagang Es krim disaat perjalanan mereka.
"Ada banyak lagi yang bisa kamu nikmati. Nanti aku akan mengajak dirimu menikmati semuanya" balas Zen yang mengelus lembut kepala dari Kana.
__ADS_1
Kana merasa sangat bahagia saat ini. Apalagi sikap Zen yang dirinya kenal mulai berubah sepenuhnya. Tentu di neraka walaupun Zen sangat baik dengannya, tetapi pria itu sangatlah cuek. Berbeda dengan saat ini yang dimana Kana seperti dimanjakan oleh dirinya dan membuat gadis rubah itu sangatlah senang dengan perilaku yang diterimanya itu.
"Apalagi kamu bisa pergi bersama-sama saudarimu yang lain, karena mereka pasti akan senang menunjukan berbagai hal kepadamu" dan begitulah Zen melanjutkan perkataannya kepada Istrinya tersebut.
"Ya... nanti aku akan mengajak mereka, dan juga aku juga akan meminta maaf kembali atas sikapku kepada mereka" balas Kana yang merasa bersalah dengan sikapnya beberapa hari belakangan ini.
Kana memang berhasil dijelaskan dengan jelas oleh Zen tentang ketakutan yang selama ini dirinya takutkan. Yaitu dirinya tidak ingin kejadian yang dimana Istri-istri Zen hanya akan memanfaatkan sosok suaminya, sehingga terjadi sebuah kekacauan. Jadi Zen mulai menjelaskan semua hal yang sudah terjadi kepadanya.
Istri-istri Zen yang lainnya juga maklum dengan sikap Kana yang seperti itu, jadi mereka juga berusaha untuk menenangkan dirinya sehingga Kana akhirnya sudah paham sepenuhnya. Apalagi, Zen juga sudah mengesahkan kembali hubungan mereka di mata hukum dunia, karena di dunia ini hubungan mereka belumlah sah.
Hingga setelah akhirnya dirinya merasakan berkah ikatan sendiri yang tersambung bukan hanya kepada Zen tetapi juga dengan Istri-istri dari suaminya yang lain, barulah dirinya paham dengan situasi yang terjadi dan akhirnya merasa bersalah dengan sikap yang dirinya tunjukan kepada mereka setelah dirinya berhasil dibangkitkan kembali.
"Mereka adalah Saudarimu, jadi kamu tidak perlu khawatir dengan rasa bersalahku itu" Balas Zen yang saat ini kembali menggandeng tangan dari Kana dan mulai melanjutkan langkah mereka.
Kedua pasangan itu sangat menikmati jalan-jalan mereka saat ini. Apalagi diperjalanan Zen selalu memanjakan Kana dengan membelikan dirinya berbagai hal. Hingga akhirnya mereka sudah berada didekat area perumahan yang ditinggali oleh mereka, karena memang mereka melakukan perjalanan untuk kembali ke rumah.
Namun sedang asik menghabiskan waktu bersama, Zen dikejutkan dengan seorang gadis kecil yang saat ini tiba-tiba saja langsung memeluk kakinya dengan erat, hingga saat ini dirinya mulai melihat siapa sebenarnya yang saat ini sedang menghalangi langkahnya itu dengan memeluk kakinya tersebut.
"Ayah...."
__ADS_1