
Vero yang melihat sebuah data dari sutradara yang ingin direkrutnya, saat ini mulai kembali menimang keputusannya itu dengan serius. Tentu ada satu pihak yang membuatnya dirinya sangat tertarik, karena rekam jejaknya cukup mengesankan untuk dapat bekerja dengan dirinya.
Tetapi merekrutnya merupakan sebuah perjudian bagi Vero saat ini, karena orang yang akan direkrutnya belum pernah mengambil sebuah projek yang sangat besar. Namun entah mengapa Vero sangat mempercayai pihak tersebut dan akhirnya memutuskan menyuruh bawahannya untuk menghubunginya.
Dan disinilah dirinya berada, yang saat ini sudah duduk saling bersebrangan dengan Vero dan saat ini mereka sedang memulai pertemuan untuk mendiskusikan berbagai hal. Apalagi Vero saat ini ingin menanyakan beberapa hal, sebelum dirinya merekrut orang tersebut untuk mengerjakan projek yang akan diproduksi olehnya.
“Tapi Nona Veronica, apakah anda belum melihat berita tentang saya, yang saat ini terus muncul pada setiap media di negeri ini?” tanya wanita tersebut, yang saat ini mulai membuka percakapan antara mereka.
Dirinya sebenarnya sangat senang diundang oleh sebuah rumah produksi besar. Apalagi hal tersebut bisa membuat karirnya bisa kembali seperti semula. Tetapi ada sesuatu yang sangat menganggu dirinya dalam mengambil keputusan tersebut.
Dirinya tentu tidak mau, membuat reputasi sebuah rumah produksi yang sudah baik dan mencoba merekrutnya, akan menjadi hancur hanya karena memperkerjakan dirinya. Apalagi skandal yang sedang dirinya alami saat ini, masih menjadi sesuatu yang sangat dibenci oleh banyak pihak hingga saat ini.
“Tentu aku sudah melihatnya. Tetapi, bukankah semua itu belum terbukti?” ucap Vero kemudian.
“Memang Nona Veronica. Tetapi tetap saja kita tidak bisa membendung pendapat dari semua pihak saat ini” balasnya.
“Tenanglah. Untuk urusan itu, biar aku membantumu menyelesaikannya. Yang aku ingin tahu, apakah kamu sanggup mengambil penawaran yang aku berikan itu” tanya Vero kemudian.
Tentu mendapatkan seseorang yang mempercayai dirinya, membuat wanita yang sedang berbincang dengan Vero itu, merasa sedikit terharu. Apalagi hingga saat ini, skandal yang terus diberitakan tentang dirinya, terus menyeret namanya dan menjadikan namanya sangat buruk.
Walaupun sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya merupakan rekayasa dari seseorang yang cukup berpengaruh di negara ini, tetapi tetap saja dirinya merasa senang jika ada orang yang masih mempercayai dirinya secara tulus.
“Lalu, bagaimana jawabanmu Nona Anabelle?” tanya Vero kemudian.
Tentu jawaban yang diberikan oleh wanita bernama Anabelle itu, saat ini sudah terjawab dengan keberadaannya yang saat ini sedang mengikuti konferensi pers, yang sedang dilakukan oleh perusahaan yang akan memperkerjakan dirinya.
Dengan menahan rasa takut dan mencoba untuk memberanikan dirinya, Anabelle saat ini menjawab semua pertanyaan yang diberikan olehnya. Walaupun sebenarnya dirinya tidak bisa menjelaskan secara langsung, atas kejadian yang sebenarnya terjadi tentang kasus yang dialami olehnya.
Tentu dirinya tidak bisa asal langsung menyangkal skandal yang dialaminya, karena memang hal itu merupakan hal yang sangat sensitif. Dirinya harus mempunyai bukti untuk menyangkalnya, karena dirinya tidak mau bahwa dirinya akan terkena permasalahan lagi.
__ADS_1
Apalagi jika dirinya menyangkal, pasti pihak yang membuat dirinya terkena skandal itu akan langsung melaporkannya pada pihak kepolisian, atas pencemaran nama baik. Apalagi pihak tersebut sangat amat berpengaruh di negeri ini, dan dirinya memutuskan untuk menunggu semuanya akan terbukti saja.
“Kalian akan mengetahui kebenarannya nanti” begitulah akhir perkataannya, dalam mencoba membela dirinya yang merasa dihakimi oleh sesuatu yang dirinya tidak perbuatan.
Konferensi pers itu berakhir dengan ekspetasi yang sudah diharapkan oleh Vero. Dirinya membuat skandal yang sedang dialami oleh dirinya dan Anabelle menjadi aset promosi yang sangat bagus, untuk memperkenalkan tentang projek yang akan dirinya kerjakan.
Dengan hal itu, dipastikan tidak akan ada yang tidak mengetahui, tentang apa yang dirinya rencanakan. Apalagi hal tersebut membuatnya cukup senang dengan tanggapan yang saat ini dirinya terima, atas apa yang dirinya lakukan saat melakukan konferensi pers tadi.
“Sialan!”
Namun ditempat lain, seorang pria yang sudah merasa menang, saat ini mulai melemparkan gelas yang dirinya pegang sedari tadi kelantai, setelah dirinya menyaksikan konferensi pers yang ditayangkan secara langsung, oleh stasiun televisi milik Vero.
Tentu dirinya merasa kesal saat ini, karena rencananya bisa dikatakan gagal. Awalnya dirinya ingin mengancam Vero menggunakan permasalahan yang sedang terjadi pada perusahaan miliknya, untuk dijadikan keuntungan bagi dirinya
Namun naasnya, saat dirinya mengancam untuk mundur dari kursi sutradara, setelah ingin menggunakan kesempatan keterpurukan perusahaan Vero untuk kepentingannya. Membuatnya saat ini mulai menyesali tindakannya, karena semua yang dirinya lakukan itu gagal total.
“Sial. Siapa yang menyangka akan menjadi seperti ini?!” Teriaknya kemudian.
Jadi, pemberitaan yang ramai tentang dirinya jatuh miskin dan perusahannya mulai bangkrut saat ini, membuat pemberitaan itu seakan tidak valid dan beberapa orang saat ini mulai kembali menyanjung wanita tersebut, karena dirinya terlihat berhasil dalam mengatasi permasalahan perusahaannya.
“Sial, ini tidak boleh terjadi. Aku tidak boleh membuang projek sebesar itu” ucapnya kembali, yang langsung menghubungi seseorang menggunakan ponselnya saat ini.
Memang pemikiran awalnya, dirinya cukup yakin bahwa Vero tidak memiliki alternatif lain untuk mengerjakan projek miliknya, atas berita tentang dirinya yang jatuh miskin mulai tersebar. Apalagi karena namanya yang besar, dirinya dipastikan skan bisa membantu Vero untuk keluar dari keterpurukan perusahaannya.
Hingga akhirnya dirinya mulai meminta berbagai hal, termasuk dapat menghabiskan waktu semalam dengan wanita cantik tersebut. Tetapi semua yang dirinya perkirakan saat ini langsung musnah, setelah wanita yang ingin dirinya jebak itu melakukan konferensi pers tadi.
“Sialan, apakah sekarang mereka langsung memblokir nomorku” ucap pria itu, yang saat ini tidak berhasil menghubungi siapapun, dan kembali mencari nomor kontak yang lainnya untuk dihubungi.
Ditempat yang jauh dari tempat sutradara itu berada, saat ini seorang pria juga merasa kesal dengan apa yang baru saja dirinya saksikan tadi. Tentu dirinya merasa kesal karena seseorang yang dirinya tidak sangka, saat ini muncul pada sebuah konferensi pers.
__ADS_1
“Sialan, apakah wanita bernama Veronica itu akan sebodoh itu?” ucap pria itu, saat menyaksikan acara konferensi pers yang saat ini sedang ditayangkan.
Siapa yang tidak mengenal pria tersebut. Bahkan jika dirinya muncul dihadapan publik saja, dirinya akan langsung dikerumuni oleh banyak pihak yang ingin mengambil kesempatan untuk meminta foto, tanda tangan, bahkan untuk sekedar dekat dengan dirinya .
Seorang superstar yang saat ini namanya berada pada paling atas dari para superstar yang lainnya pada negara ini. Dan pria itulah yang membuat nama dari Anabelle sang sutradara yang sedang naik daun, langsung merosot tajam karir penyutradaraannya.
“Cih... kamu kira jika kamu diberi sebuah kesempatan untuk menaikan namamu lagi, dirimu akan merasa terbebas sepenuhnya dari apa yang sudah kamu lakukan?” gumam pria itu kemudian, yang saat ini langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tentu berbeda dengan sutradara tadi yang mencoba menghubungi beberapa pihak namun tidak ada yang menjawabnya. Sang superstar itu panggilannya saat ini langsung diterima, padahal dirinya baru saja menekan tombol panggilannya kepada pihak yang ingin dirinya hubungi.
Dengan senyum jahat yang terus terpampang diwajahnya, saat ini dirinya sudah mempunyai rencana untuk membuat nama wanita itu kembali hancur. Karena memang dirinya cukup kesal dengan perbuatannya, yang berani-beraninya menolak semua perkataan dan perbuatannya.
“Aku ingin kamu mewawancarai diriku, atas tanggapan tentang pencapaian yang saat ini dicapai oleh Anabelle” ucap pria itu pada sambungan telfonnya.
“Dengan senang hati kami akan melakukannya, Tuan Daniel” balas orang yang dihubunginya saat ini, yang dipastikan berasal dari salah satu pihak pemburu berita saat ini.
Tentu pria bernama Daniel itu akan kembali menggunakan namanya untuk menjatuhkan wanita yang berani-beraninya menolak semua permintaannya. Jadi, dirinya saat ini mulai tersenyum senang dengan rencana yang sudah dirinya persiapkan, untuk membuat wanita itu terpuruk semakin dalam.
“Tunggulah Anabelle. Akan aku pastikan dirimu tidak akan tenang, sebelum kamu memohon ampun kepadaku” balas pria itu, setelah memutuskan sambungan telfonnya.
Ditempat lain, seorang pria juga sedang kesal saat ini. Dirinya bukan kesal dengan konferensi pers yang sedang terjadi di perusahaan milik Vero saat ini, melainkan karena beberapa pihak saat ini sedang berbincang dengan durasi yang cukup lama.
Tentu dirinya merasa kesal, karena saat ini waktu sudah menunjukan waktu makan siang. Tetapi hingga saat ini, dirinya belum sama sekali menyantap satupun makanan, karena memang dirinya masih menunggu beberapa pihak sedang berbincang saat ini.
“Hahh... bisakah kalian dengan cepat menyelesaikan basa-basi kalian, karena saat ini aku sudah sangat lapar” ucap Zen kepada beberapa wanita yang sedang berbincang saat ini.
Ya, Zen saat ini sudah berada di ruangan tempat dimana Vero dan beberapa bawahannya berada. Mereka saat ini masih saling mengapresiasi pekerjaan mereka satu sama lainnya, tentang jalannya konferensi pers yang berhasil mereka lakukan tadi.
Zen memang ikut bahagia dengan keberhasilan mereka. Tetapi bukannya seharusnya mereka merayakan keberhasilan tersebut pada sebuah tempat seperti tempat makan atau sebagainya. Karena memang saat ini mereka seakan merayakan keberhasilan mereka, pada sebuah ruangan yang hanya berisi kursi dan meja saja yang berada di sana.
__ADS_1
“Bisakah kamu jangan merusak suasana Zen”