Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menyelesaikan Tugas


__ADS_3

Semua hal persiapan yang dilakukan oleh Zen dan adik-adiknya sudah selesai sepenuhnya. Mereka sudah menanam aura mereka menuju seluruh gunung berapi aktif yang berada di seluruh dunia ini untuk menjadi penanda jika sesuatu terjadi seperti apa yang terdapat dalam penglihatan dari Mikhael.


Hari ini juga merupakan hari kepulangan seluruh saudara-saudaranya termasuk Zen dan seluruh keluarganya yang akan kembali menuju kediaman mereka masing-masing, setelah semua urusan mereka ditempat ini sudah selesai sepenuhnya dan mereka harus menyelesaikan berbagai hal.


Memang sudah beberapa hari Zen menghabiskan waktu bersama Istri-istrinya, apalagi dirinya melakukan bulan madu bersama mereka satu persatu. Walaupun memang hubungan suami istri dirinya dan beberapa Istrinya belum berkembang lebih lanjut karena kondisi tubuh mereka yang belum menyesuaikan sepenuhnya kondisi mereka.


Tetapi tetap saja Zen mulai menghabiskan waktu mereka untuk berbulan madu dengan berjalan-jalan mengunjungi beberapa tempat yang memang merupakan wilayah Kerjaannya sendiri. Dan begitulah hari-hari mereka dilewati selamat hampir sebulan lamanya mereka berada di wilayah kerajaan Zen ini.


Hingga hari ini diputuskan bahwa mereka akan kembali dengan kondisi yang berbeda-beda saat ini, yang dimana Ha Rin tentu saja memiliki sesuatu yang harus dirinya lakukan karena dirinya merupakan artis yang membutuhkan banyak sekali eksposure untuk dirinya agar dapat melambungkan namanya.


Maka dari itu, Ha Rin akan pulang terlebih dahulu karena selain dirinya akan kembali menuju Korea Selatan untuk melakukan berbagai hal, dirinya juga harus menjadi wajah bagi para wartawan yang saat ini memang menjadikan dirinya sebagai sosok yang harus mereka dapatkan kabarnya setelah pertunangannya.


"Jika butuh sesuatu dan ingin mengunjungi kami, perintahkan saja malaikat maut yang bersamamu untuk membukakan kabut teleportasi untuk dirimu" ucap Vero yang saat ini melepaskan sosok Ha Rin yang akan beranjak dari sana terlebih dahulu.


Memang seluruh Istri dari Zen akan mendapatkan seorang pendamping seorang malaikat maut untuk menjaga mereka. Maka dari itu, di setiap keberadaan Istri-istrinya akan terdapat beberapa malaikat maut yang akan menjaga mereka, seperti halnya Loa yang sudah mendampingi dan setia menemani sosok Vero.


"Baiklah, kalau begitu aku sampai jumpa lagi" ucap Ha Rin yang akhirnya menaiki kendaraan Limosin yang menjemputnya dan akan membawa dirinya menuju bandara.


Zen dan Istri-istrinya yang lain juga mulai melambaikan tangan mereka kepada sosok dari Ha Rin yang sudah beranjak. Setelah itu dirinya mulai memerintahkan helikopter yang berada di istananya untuk terbang menuju bandara, seolah-olah seluruh helikopter itu sedang membawa dirinya dan para Istrinya.

__ADS_1


Tentu Zen akan menggunakan kabut teleportasi untuk pulang, karena memang dirinya hanya menunjukan pergerakan para Istrinya yang seakan mulai berpergian. Jadi, dengan mengecoh seluruh pihak yang sangat penasaran dengan seluruh keluarganya, Zen melakukan semua itu untuk mengelabuhi seluruh sosok yang penasaran dengan keberadaan dirinya dan keluarganya.


"Baiklah, kita tinggal tunggu waktu saja untuk kepulangan kita kalau begitu" ucap Zen kembali yang saat ini sudah memasuki Istananya kembali bersama seluruh Istrinya.


Saudara-saudara Zen tentu sudah beranjak terlebih dahulu sehingga tinggal Zen saja yang akan pulang sebentar lagi setelah semua siasat yang dirinya lakukan selesai. Hingga beberapa saat kemudian mereka semua mulai bersiap memasuki kabut hitam yang akan mengantarkan mereka menuju kediaman mereka.


Dengan berpamitan dengan seluruh bawahan Zen yang mengantarkan kepergian dirinya, saat ini Zen sudah bersama dengan para istrinya dan asisten pribadi mereka masing-masing, sudah berada tepat pada sebuah kediaman yang sangat amat besar dan sangat mewah yang saat ini sudah memasuki pandangan mereka.


"Jadi ini kediaman baru kita, Zen?" tanya Kelly yang memperhatikan kediaman megah tersebut.


"Ya... karena jumlah keluarga kita bertambah, jadi kediaman kita juga harus bertambah besar saat ini" balas Zen yang saat ini juga merasa puas dengan kediamannya saat ini.


Namun ada satu wanita yang cukup bersedih melihat kediaman itu, karena memang Mansion yang megah yang sudah berdiri dihadapannya merupakan kediamannya yang sudah dirombak, menjadi sebuah keindahan yang sangat amat besar dan membuat dirinya sedikit sedih melihatnya.


Tentu karena kenangan dari kediaman yang dirinya tinggali dulu terpaksa harus menghilang karena kediamannya sudah dirombak menjadi kediaman untuk rumah tangganya yang baru bersama Suaminya, dan saudari-saudarinya yang lain yang akan tinggal bersamanya ditempat ini.


"Tenanglah, kenangan milikmu akan tetap ada karena aku pastikan ada beberapa tempat pada kediaman ini tidak berubah, dan kita juga bisa membangun sebuah kenangan baru yang membahagiakan" ucap Zen yang mengetahui bahwa Vero sedikit sedih melihat perubahan kediamannya.


Rumah Vero yang memang merupakan peninggalan neneknya dan orang tuannya memang dirinya korbankan untuk dibangun sebuah kediaman yang lebih besar untuk kehidupan rumah tangganya. Memang sebuah pilihan sulit harus dirinya ambil untuk keputusan keluarga barunya.

__ADS_1


Tentu kediamannya yang lama tidak akan sanggup menjadi kediaman bagi mereka sepenuhnya. Tentu mereka juga tidak akan tinggal terpisah-pisah nantinya walaupun beberapa dari mereka akan berpisah, karena memang mereka sudah menjadi sebuah keluarga yang utuh dan akan tinggal bersama.


Jadi Vero harus memilih meninggalkan kediamannya atau merenovasi dan memperbesar kediamannya itu. Dan pilihan jatuh dengan merenovasi kediamannya, karena memang dirinya tidak ingin meninggalkan semua kenangannya seluruh keluarganya pada kediamannya tersebut.


"Aku tahu. Aku hanya berusaha membiasakan diri dengan kediamanku ini" ucap Vero yang akhirnya bisa dengan bahagia menerima keputusannya tersebut.


Hingga akhirnya seluruh keluarga besar itu mulai memasuki kediaman yang akan menjadi kediaman mereka mulai saat ini. Bahkan Lenneth ibu dari Kelly dan Bibi Leni juga akan tinggal disana, terkecuali Ibu kandung dari Santi yang memutuskan untuk pulang menuju tempat asalnya.


Sama seperti Vero, Ibunda dari Santi tidak bisa melepaskan kediamannya yang lama karena banyak kenangan disana. Termasuk kebun yang dimiliki oleh dirinya yang harus dirinya urus. Jadi, nantinya Zen akan menugaskan malaikat maut yang bertugas di wilayah dari Ibu kandung Santi berada, untuk sering memeriksa keadaannya.


"Bagaimana, beberapa ruangan kediaman milikmu ada yang tidak berubah bukan?" ucap Zen yang menunjukan beberapa ruangan yang tetap terjaga kondisinya yang merupakan ruangan-ruangan pada kediaman Vero yang dulu.


"Benar katamu, Zen. Kalau begitu aku bisa merasa lega" ucap Vero yang bisa melihat bahwa ruangan yang memang berusaha dipertahankan kondisinya oleh Zen.


Memang ada beberapa ruangan pada kediamannya yang memiliki kenangan didalamnya. Ruangan pribadi orang tuanya dan neneknya salah satunya yang menjadi ruangan yang memberikan kenangan bagi dirinya. Sehingga dirinya berharap ruangan itu tetap ada dan tidak diubah kondisinya.


Dan bisa dilihat ternyata tidak ada perubahan berarti pada beberapa ruangan yang dipenuhi kenangan tersebut dan membuat Vero merasa senang karena berhasil mempertahankannya. Hingga akhirnya mereka semua merasa sangat bahagia dengan kediaman baru mereka yang saat ini akan mereka tinggali.


"Kalau begitu, mari kita bagi kamar pribadi milik kalian masing-masing"

__ADS_1


__ADS_2