Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Rencana Dari Sisi Lain


__ADS_3

Apa yang diperkirakan oleh Zen bisa dikatakan benar. Dirinya sangat mencurigai sesuatu terjadi dengan salah satu temannya dan kecurigaannya itu bisa dikatakan sudah terbukti dengan Istrinya yang buru-buru memberikan Zen sebuah surat yang dititipkan kepada dirinya.


Dengan Vero yang baru saja kembali dari kantor kepolisan, saat itu juga Istrinya langsung memberikan sebuah surat yang dititipkan oleh Santi melalui dirinya untuk Zen. Tentu mereka berdua mulai membaca isinya, dan bisa dikatakan apa yang tertulis di sana merupakan apa yang sudah Zen perkirakan.


Tentu Vero masih tidak menyangka bahwa pihak yang benar-benar mencari masalah dengannya, menggunakan kekuasaan mereka dengan cara yang sepeti ini. Apalagi sampai mereka berani membuat ancaman yang mengerikan kepada seseorang untuk mengikuti perkataan mereka.


Maka dari itu Vero sangat amat bersyukur bahwa saat ini dirinya mencintai dan menikahi pihak yang sangat amat tepat, karena pria itu mampu untuk melindungi dirinya dari situasi yang saat ini sedang dirinya alami dan dilakukan oleh pihak-pihak yang sangat amat menyeramkan tindakannya menurut Vero.


"Lalu, Apa yang harus kita lakukan dengan isi surat ini, Zen?" tanya Vero sambil menatap sosok suaminya setelah dirinya telah membaca tentang apa yang terjadi kepada Santi.


Isi dari surat itu sangat menjelaskan kondisi dari Santi secara detail. Bahkan bisa dikatakan dirinya sangat tidak berdaya saat ini, dengan dirinya yang harus melindungi Ibu kandungnya dari marah bahaya yang mengancam keberadaan mereka berdua.


Maka dari itu, Santi sampai saat ini tidak melakukan sesuatu yang membuat pihak yang mengancamnya akan curiga dengan pergerakannya. Karena bisa dibilang, hal itu akan menyebabkan Ibunya akan mengalami situasi yang tragis dan dirinya sama sekali tidak menginginkan hal tersebut akan terjadi.


"Tenanglah. Aku sudah menyuruh Bari untuk menyelidiki tentang apa yang terjadi dengan Santi. Jadi, aku tinggal menghubunginya saja dan dirinya akan membereskan semua itu nantinya" balas Zen dan membuat Vero mulai merasa lega dengan perkataannya.


Vero memang saat ini masih membatasi kegiatan Zen dengan para wanita yang mungkin akan mendekatinya. Namun dirinya juga tidak bisa menghiraukan pihak yang sangat membutuhkan bantuan saat ini, khususnya Santi yang memang pernah membantu dirinya.


Jadi, Vero merasa perlu untuk membantu sosoknya yang saat ini bisa dikatakan mengalami situasi yang tragis, dan dirinya harus dibantu secepat mungkin sebelum apa yang  dirinya alami itu benar-benar terlambat dan membuat dirinya malah harus mengalami sesuatu yang ang tragis itu.


"Lalu, apakah kalian sudah mempersiapkan rencana kalian selanjutnya untuk membereskan semua kejadian ini?" tanya Zen yang saat ini bertanya tentang situasi yang dialami Istrinya.


Tentu apa yang mereka lakukan tadi masihlah tahap awal dari sebuah rencana untuk menyelesaikan permalasahan yang dialami Vero, atas tuntutan yang dilakukan beberapa pihak yang menyerang dirinya untuk mencari keuntungan.


Karena bisa dikatakan, jika apa yang sudah mereka lakukan hanya berhenti sampai disini saja, kemungkinan besar permasalahan seperti ini akan kembali muncul dan akan terus menghantui sosok Vero yang memang permasalahan yang dihadapinya hingga saat ini seakan tidak pernah terselesaikan

__ADS_1


Maka dari itu, Zen langsung bertanya apakah mereka sudah mempunyai sebuah rencana lebih lanjut untuk menyempurnakan rencana yang sudah mereka lakukan itu. Apalagi menurut Zen tidak mungkin bukan rencana tersebut hanya sampai disini saja.


"Untuk itu, Tuan Lucifer Darkness yang akan membantu kami untuk melanjutkan langkah selanjutnya, Tuan." ucap Loa yang menjawab perkataan dari Zen, yang membuat Zen cukup terkejut mendengar perkataannya tersebut.


"Luci?" Hingga Zen langsung bertanya kembali kepada Loa tentang nama yang dirinya dengar itu, untuk mengkonfirmasi perkataannya dan akhirnya perkataannya itu langsung dibalas anggukan oleh Loa.


Seperti yang diketahui, Lucifer merupakan pengacara khusus yang dimiliki oleh Darkness Company. Dirinya bisa dikatakan sosok yang akan menyelesaikan semua permasalahan dari Darkness Company yang menyangkut tentang permasalahan hukum di dunia ini.


Maka dari itu, rencana selanjutnya Vero dalam menyerang pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengan dirinya, adalah menggunakan salah satu kartu as dari pihak Darkness Company yang paling ampuh hingga saat ini, yaitu Lucifer.


Bisa dikatakan, sosok Lucifer akan membuat beberapa pihak langsung ketakutan untuk berhadapan dengan dirinya secara langsung jika menyangkut tentang sengketa hukum. Apalagi semua kasus yang dirinya pegang bisa dikatakan akan diselesaikan oleh dirinya dengan kemenangan yang mutlak.


Jadi, jika dirinya nanti datang dan mengurus permasalahan ini sendiri, Permasalahan hukum apapun yang saat ini menjerat Vero akan dipastikan langsung diselesaikan oleh dirinya, karena selain dirinya merupakan pihak yang berasal dari Darkness Company, reputasinya juga bisa dikatakan sangatlah bagus dalam menangani sebuah kasus.


"Hmmm... waktu yang tepat kalau begitu jika Luci datang ketempat ini. Jadi, aku mempunyai partner dalam melakukan sesuatu yang sudah lama tidak kami lakukan bersama-sama" ucap Zen yang cukup merasa senang dengan kedatangan dari bawahannya itu.


"Bisa dikatakan, kami adalah partner paling terkenal di Neraka pada saat itu, Vero. Jadi, kami ingin mengulangi kegiatan yang membuat nama kami terkenal di neraka pada dunia ini." balas Zen yang menjawab pertanyaan dari Istrinya itu.


Zen dan Lucifer bisa dikatakan kedua sosok yang tidak bisa dipisahkan di Neraka disaat mereka terjun langsung menjadi juru hukum ditempat tersebut. Karena bisa dikatakan hobi mereka sama, yaitu senang menyiksa beberapa pihak dengan sangat amat kejam dan sangat brutal.


Hal itulah yang membuat Lucifer menjadi salah satu bawahan dari Zen yang paling dekat dengannya. Karena bisa dikatakan Zen sangat menyukai bawahannya itu, dikarena dirinya sangat pandai dalam membuat berbagai metode penyiksaan yang sangat amat mengenaskan.


Di neraka, tentu mereka berdua adalah sosok yang paling tidak ingin ditemui oleh jiwa yang terhukum. Karena dipastikan, apa yang mereka alami akan sangat mengenaskan jika mereka menerima penyiksaan dari mereka berdua.


Maka dari itu, Zen sangat senang jika bawahannya itu akan datang ke negara ini, karena bisa dipastikan mereka akan mengulangi masa-masa indah mereka dalam menyiksa beberapa pihak ditempat ini kembali, karena saat ini para pasien yang akan mereka rawat bisa dikatakan sudah tersedia keberadaannya.

__ADS_1


"Memangnya, kalian Partner dalam hal apa, Zen?" tanya Vero yang sangat penasaran, karena hal ini menyangkut tentang masa lalu suaminya.


Tentu Vero masih sangat bersemangat mengulik tentang masa lalu suaminya. Walaupun bisa dikatakan hampir semua hal tentang masa lalu Zen sudah diketahui oleh Vero, namun tetap saja masih ada cerita yang terlewat termasuk kedekatan suaminya itu dengan bawahannya yang bernama Lucifer tersebut.


"Penyiksaan" balas Zen singkat dan membuat Vero sedikit merasa merinding setelah mendengarkan perkataan suaminya tersebut.


Vero tentu sudah tahu tentang hobi dari suaminya yang suka bermain dokter-dokteran sadis tersebut. Bahkan Zen sudah menceritakan tentang penyiksaan apa yang sudah dirinya lakukan baik di Neraka dan di dunia ini kepada dirinya, karena memang Zen tidak ingin menyembunyikan apapun dari dirinya.


Jadi disaat dirinya mendengarkan perkataan Zen tersebut, membuat Vero langsung merasa sedikit merinding karena dirinya tidak ingin mendengar sama sekali hobi suaminya yang sangat aneh tersebut. Apalagi jika dirinya harus membayangkan setiap adegan yang sudah diceritakan oleh Zen kepada dirinya.


Karena bisa dikatakan, saat Vero mendengar ceritanya saja dirinya merasa langsung mual karena tidak tahan dengan kata-kata vulgar yang dikeluarkan dari mulut Zen, tentang tata cara dirinya merawat pasien yang sedang dirinya siksa atau bahasa halusnya sedang dirinya rawat dengan sangat baik.


"Tapi, kamu tidak akan menyiksa pihak yang tidak bersalah bukan?" tanya Vero yang memastikan kembali bahwa suaminya itu memang tidak melakukan hobinya itu ke sembarang pihak.


"Tentu saja. Aku menyiksa orang, jika memang pihak-pihak itu melakukan tindakan yang sangat keji dan tidak bisa dimaafkan perbuatannya" balas Zen atas perkataan Istrinya itu.


Zen tidak pernah sama sekali menyiksa pihak yang tidak bersalah. Bahkan dirinya tidak pernah menyiksa pihak yang masalahnya sangat sepele untuk dirinya. Maka dari itu, Vero masih memaklumi tindakannya itu dalam menekuni hobi anehnya tersebut.


Tentu Vero ingin menghalangi sepenuhnya tindakan dari Zen tersebut. Tetapi tentu dirinya tidak akan mampu melakukannya, karena sifat Zen yang merupakan pengawas kematian dan pihak yang betugas menghakimi kehidupan seseorang, pastilah membuat dirinya harus bersikap seperti itu.


Penyiksaan, kekejaman dan sebagainya tentu harus dilakukan oleh dirinya dalam menghukum berbagai pihak yang menurutnya bersalah dalam kehidupan yang dirinya hakimi. Jadi, Vero tidak akan bisa menghalangi sifat yang sudah menjadi watak suaminya selama ini.


"Hahh... yang terpenting kamu tidak melakukannya kepada sembarang pihak, Zen." ucap Vero kembali yang hanya bisa menasehati suaminya agar tidak bertindak sembarangan.


Akhirnya percakapan itu terus berlanjut dengan mulai berubahnya arah pembicaraan mereka yang membahas tentang berbagai rencana yang akan mereka lakukan kedepannya. Apalagi Zen sudah dihubungi oleh Santi yang sudah bergerak dengan bebas kembali, bahwa dirinya sudah bergerak membasmi para tikus-tikus yang menjebak dirinya.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut tentu membuat mereka sangat senang. Karena bisa dikatakan rencana mereka yang sedang mereka lakukan akan berjalan dengan sangat amat lancar, dan akan sangat mudah diselesaikan jika beberapa pihak sudah bergerak secara bersamaan dalam membantu mereka.


"Kalau begitu, lebih baik kita bersiap saja untuk menjalankan rencana kita selanjutnya."


__ADS_2