
Kabar yang sangat membahagiakan bagi Kelly, yang sudah dirinya tunggu selama bertahun-tahun akhirnya tiba juga. Bahkan dirinya tidak tahu harus mengekspresikan dirinya seperti apa saat ini, saat mendapati kabar bahagia tersebut.
Jadi saat ini dirinya mulai meraih ponsel pintar yang berada dikantong celananya, untuk membagi kebahagiaan ini kepada seseorang. Tentu dirinya tidak sabar melakukannya, apalagi dirinya sudah keluar dari ruangan dokter yang memberitahu kondisi Ibunya tadi.
Kelly tentu langsung menghubungi sahabatnya, untuk memberitahukan kabar yang sangat membahagiakan, yang baru saja dirinya dengar. Bahkan sahabatnya itu juga ikut senang dengan kabar yang baru saja dirinya terima dari Kelly saat ini.
“Lalu, kapan operasi untuk Ibumu akan dilakukan??” tanya Vero dari balik panggilan telfon yang dirinya lakukan dengan Kelly.
“Kata dokter yang akan mengoperasinya, dirinya akan melakukannya besok” Balas Kelly kemudian.
Kelly tentu sangat senang saat mengetahui bahwa penyakit dari Ibunya bisa disembuhkan. Bahkan saat penjelasan yang dilakukan oleh Dokter bernama Bara tadi, dokter tersebut meyakinkan bahwa Ibunya bisa sembuh dari penyakit yang dialaminya selama ini.
Tentu mendengar penjelasan dari dokter tersebut, harapannya yang sudah dirinya impikan sedari kecil tentang kesembuhan Ibunya akhirnya akan bisa terwujud, setelah dokter yang akan merawat Ibunya akan memulai operasi untuk menyembuhkan dirinya keesokan harinya.
“Baiklah, kalau begitu aku akan mengambil cuti besok, untuk menemanimu” ucap Vero kemudian.
“Terima kasih Vero” balas Kelly kemudian, yang merasa senang dengan perkataan sahabatnya itu.
Memang Vero ingin selalu berada disisi sahabatnya, untuk melihat akhir perjuangannya dalam menyelesaikan permasalahan yang selama ini dirinya alami. Apalagi dirinya ingin melihat akhir penderitaan sahabatnya itu dengan mata kepalanya sendiri.
Karena memang selama ini, dirinya cukup merasa kasihan dengan keadaan Kelly, yang selalu saja menyembunyikan kesedihannya tentang keadaan Ibunya. Jadi saat dirinya bisa melihat senyum sahabatnya tanpa embel-embel kepalsuan, dirinya juga akan ikut bahagia dengan hal tersebut.
“Lalu, apakah ada kendala dalam pengurusan administrasi untuk Ibumu? Jika kamu membutuhkan biaya aku bisa meminjamkan uang untukmu.” tanya Vero untuk memastikan bahwa semua urusan tentang perihal operasi Ibunya sudah terselesaikan.
Apalagi dirinya tahu sahabatnya itu tidak akan ingin dikasihani dengan diberikan beberapa uang untuk membantunya. Jadi Vero saat ini menawarkan untuk meminjamkan uang untuknya, agar operasi yang dilakukan oleh Ibunya besok akan berjalan lancar.
"Tenanglah, Ver. Akhirnya uang yang selama ini aku kumpulkan untuk dijadikan biaya kesembuhan untuk Ibuku, akhirnya bisa aku gunakan" Balas Kelly dengan nada yang terdengar jelas dirinya sedang bahagia, agar membuat sahabatnya itu tidak perlu mengkhawatirkan tentang kondisi dirinya saat ini.
"Syukurlah kalau begitu. Aku turut senang mendengarnya, Kel" balas Vero dengan nada yang ikut bahagia, mendengar jawaban sahabatnya itu.
Akhirnya mereka mulai mengobrol berbagai hal, yang dimana Kelly saat ini menghiraukan keberadaan pria yang sedang duduk di kejauhan pada tempatnya dengan nyaman. Apalagi pria itu sedari tadi menemaninya untuk mengetahui kondisi dari keadaan Ibunya.
Tentu Zen tidak masalah diperlakukan seperti itu, karena dirinya tahu bahwa wanita itu sedang senang. Apalagi dirinya cukup senang jika wanita itu saat ini sedang bahagia, karena akhirnya Zen bisa merasakan lagi aura yang sudah cukup lama dirinya tidak rasakan.
“Tunggu, ternyata ada masih ada kecoa yang saat ini ingin mencari masalah rupanya” ucap Zen yang merasakan ada sebuah kekuatan yang mencoba menyelidiki tentang dirinya, yang berasal dari kejauhan.
__ADS_1
Zen tentunya cukup kesal bahwa saat ini kegiatannya sedang terganggu. Namun dirinya memutuskan untuk hanya tenang ditempatnya, dan terus menikmati apa yang sedang dirinya lakukan saat ini. Apalagi dirinya memutuskan untuk menunggu Kelly benar-benar sudah menyelesaikan semua urusan yang dirinya lakukan ditempat ini.
Tidak berselang lama kemudian, akhirnya Kelly saat ini sudah menyelesaikan percakapannya dengan Vero. Tentu setelah menyelesaikan kegiatannya itu, dirinya langsung menghampiri tempat dimana Zen berada saat ini dan ingin berterima kasih juga kepada pria tersebut.
Namun belum sempat dirinya melakukannya, saat ini Zen yang semula duduk mulai bangkit berdiri dari tempatnya. Bahkan awalnya Kelly ingin mengucapkan terima kasih kepada Zen, harus dirinya urungkan karena ternyata Zen lebih dahulu mengatakan sesuatu kepadanya.
“Karena urusanku ditempat ini sudah selesai, sepertinya aku lebih baik kembali” ucap Zen kepada Kelly, yang melihat wanita itu sedang menghampiri dirinya.
Tentu perkataan Zen itu membuat Kelly terkejut, karena saat ini sepertinya pria itu akan beranjak dari tempatnya untuk kembali menuju perusahaan milik sahabatnya. Tentu Kelly hendak menghalangi kepergian pria tersebut, karena memang dirinya belum sempat mengucapkan terima kasih kepada suami sahabatnya itu.
Apalagi karena berkat Zen jugalah, Ibunya mungkin akan sembuh sepenuhnya dari penyakit yang dideritanya selama ini. Karena memang dirinya yang berhasil mengenali penyakit yang dialami oleh Ibunya, sehingga akhirnya permasalahan tentang penyakit Ibunya akan segera terselesaikan.
“Biarkan aku mentraktir dirimu makan siang sebelum kamu kembali, Zen” ucap Kelly kemudian, yang memutuskan mengajak Zen makan siang, untuk setidaknya menunjukan rasa terima kasihnya kepada pria tersebut.
Sebenarnya Zen dengan senang hati akan menerima ajakan dari Kelly. Namun sayangnya, seorang kecoa yang saat ini muncul dan ingin mencari masalah dengannya, membuat Zen dengan terpaksa menolak ajakan dari Kelly tersebut.
“Lain kali saja oke, lagipula aku takut jika nanti Vero akan marah kepadaku” ucap Zen beralasan.
“Aku akan menelfon dirinya dan meminta izin, jadi mari kita makan siang bersama” ajak Kelly yang memaksa agar Zen mengiyakan ajakannya.
Tetapi yang membuat Zen terkejut saat berhasil menolak ajakan dari Kelly, yaitu dirinya saat ini mulai dipeluk oleh wanita yang memaksa mentraktirnya tadi. Tentu Kelly melakukan hal itu untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepadanya.
Namun apa yang dirinya lakukan itu sebenarnya mempunyai makna yang lain. Dan tentu saja Zen bisa merasakan hal itu karena dirinya bisa merasakannya sedari tadi. Apalagi aura yang dikeluarkannya saat ini, sama seperti aura dari dua orang wanita yang dikenalnya.
“Terima kasih Zen” ucap Kelly yang saat ini berada didalam pelukan Zen.
Zen cukup terkejut memang, karena Kelly bisa mengeluarkan aura yang sama seperti Angel dan Kana. Bahkan dirinya tidak menyangka bahwa wanita itu bisa mempunyai sebuah perasaan untuknya saat ini. Tentu hal itu membuat Zen merasa senang, tetapi Zen memutuskan untuk bersikap seperti biasa.
“Ya... sama-sama” balas Zen yang saat ini tidak tahu harus berbuat apa, untuk menanggapi perbuatan wanita tersebut.
Hingga akhirnya Kelly mulai melepaskan pelukannya dari Zen, untuk meluapkan perasan yang selama ini berada didalam dirinya. Tentu dirinya juga cukup terkejut dengan perbuatan dirinya itu, yang langsung memeluk suami sahabatnya itu.
Namun apa yang dirinya pikirkan itu, terpaksa harus dirinya akhiri. Karena saat ini Zen sudah beranjak dari tempatnya dan melambaikan tangannya kepada Kelly. Tentu Kelly membalas lambaian tangan pria tersebut, hingga akhirnya pria itu sudah menghilang dari pandangannya saat ini.
“Hahh... ini tidak boleh terjadi” ucap Kelly kemudian, setelah melihat kepergian Zen dari hadapannya.
__ADS_1
Tentu dirinya ingin mengusir perasan yang sedang dirinya rasakan saat ini, karena memang perasaan itu merupakan perasaan yang tiba-tiba muncul didalam dirinya. Tentu dirinya tidak ingin perasaan itu akan berdiam didalam dirinya dengan lama, sehingga Kelly ingin segera mengusirnya.
Kelly tidak tahu sejak kapan perasan itu hadir didalam dirinya. Apalagi dirinya sangat tahu arti perasan yang sedang bertamu didalam dirinya saat ini. Mungkin karena dirinya melihat sosok yang akhirnya bisa membantunya keluar dari permasalahan yang dirinya alami, membuat perasaan itu datang.
Namun Kelly memutuskan menghiraukan perasaan yang dirinya rasakan saat ini. Karena dirinya tahu perasaannya itu merupakan perasaan yang salah. Apalagi perasan itu ditujukan kepada seseorang pria yang merupakan suami dari sahabat baiknya sendiri.
“Hahh... lebih baik aku melihat keadaan Ibuku” ucap Kelly yang memutuskan untuk beranjak dari sana, menuju tempat dimana Ibunya sedang dirawat.
Disisi lain, Zen saat ini sudah menggunakan kekuatannya untuk mendekati pria yang saat ini sedang mengawasinya. Bahkan bisa terlihat ekspresi pria itu sangat terkejut, saat Zen berhasil berada tepat dibelakang pria yang sedang mengawasi keberadaannya itu
“Mengapa kamu mencoba menyelidiki diriku?” tanya Zen yang saat ini mulai mengeluarkan auranya, untuk menekan pria tersebut.
Tentu pria itu langsung waspada dengan keberadaan Zen saat ini. Karena memang dirinya tidak bisa merasakan kedatangannya ditempat ini. Apalagi dirinya bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa pergerakan pria itu sangat amat cepat dan auranya sangat amat menyeramkan.
“M-Maafkan aku Tuan, tetapi aku datang ketempat ini untuk menyelidiki tentang hilangnya beberapa murid dari perguruanku” ucapnya.
Pria dengan wajah khas dari sebuah negara yang merupakan sebuah kerajaan itu, memang saat ini merasakan bahwa orang yang mendatangi dirinya itu sangatlah kuat. Jadi dirinya sebisa mungkin untuk tidak mencari masalah dengan orang tersebut, dan ingin menyelesaikan permasalahan mereka dengan cara baik-baik.
“Hm... ternyata masih ada yang berfikiran panjang diantara mereka...” gumam Zen kemudian, yang bisa merasakan aura dari pria yang berada dihadapannya.
Zen bisa merasakan aura seseorang yang berniat jahat kepadanya. Tentu orang didepannya memilikinya, tetapi aura tersebut tidak seperti aura dari orang-orang yang benar-benar ingin melakukan hal jahat kepadanya.
Aura negatifnya itu hanya menggambarkan bahwa dirinya sedang merasa emosi dengan hilangnya beberapa anggota perguruan nya. Tetapi Zen tidak merasakan apa yang namanya dendam dari aura pria tersebut dan pria itu sepertinya tidak berfikiran pendek.
“Ya.. aku yang membunuh mereka” ucap Zen kepada pria yang berada didepannya.
Tentu pria itu sudah bisa menebak bahwa pria yang berada dihadapannya saat ini memang membunuh para anggota sektenya. Namun dirinya tentu tidak langsung mengadili kelakukan Zen, sebelum dirinya mendengar alasan pria itu melakukan tindakannya itu.
“Hm... dirimu memang cukup berbeda dengan kecoa-kecoa itu” ucap Zen kemudian, karena dirinya bisa merasakan pria yang mengawasinya itu sangat berbeda dari beberapa orang pemilik kekuatan yang pernah dirinya temui.
Dirinya tidak arogan ataupun sombong. Dan bisa terlihat, dirinya cukup menyesal dengan tindakan para anggota sektenya itu atas perbuatan mereka selama ini, karena memang Zen bisa merasakan jejak ketidak berdayaan dari pria yang berada dihadapannya.
Apalagi saat Zen menjelaskan mengapa dirinya membunuh mereka, pria itu hanya menghela nafasnya saja. Bisa terlihat bahwa dirinya juga tidak berdaya mengatur anggota-anggota dari perguruan yang ditinggalinya, hingga akhirnya kejadian seperti ini terus terjadi kepada mereka.
“Kalau begitu, bisakah Tuan mengembalikan mayat mereka kepadaku?”
__ADS_1