Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Dampak Yang Terjadi


__ADS_3

Memang jika seseorang dikejar oleh waktu, mereka akan melakukan apa saja untuk mencoba memperlambat waktu tersebut. Dan hal itulah yang dilakukan oleh pria bernama Jim, yang merupakan seorang pria yang menjadi pemimpin organisasi bawah tanah terbesar di Negara ini.


Dirinya akhirnya mampu memimpin sendiri organisasi yang sudah susah payah dirinya bangun untuk menjadi yang paling besar di negara ini, dengan mengalahkan dan bahkan menjatuhkan seluruh musuh-musuhnya hingga membuatnya menjadi pihak tunggal dalam segala bisnis bawah tanah yang dirinya lakukan di negara ini.


Tidak sampai di sana saja perbuatannya untuk terus membesarkan organisasinya di negara ini. Karena bisa dikatakan beberapa organisasi kriminal yang berada di dunia ini akhirnya mulai mengakui organisasinya. Tentu mendapatkan pengakuan dan kepercayaan dari mereka membuat pria bernama Jim itu semakin bangga dengan hasil pencapaiannya.


Bisnis baru yang sangat amat menguntungkan bagi dirinya saat ini sudah berada ditangannya. Dengan bekerja sama dengan pihak yang mengakui organisasinya tersebut, keuntungan yang dirinya dapatkan bisa dikatakan semakin banyak jumlahnya dan membuatnya menjadi pihak pemenang dari semua hal yang sudah dirinya lakukan hingga saat ini.


Namun hal itu bisa dikatakan tidak bertahan cukup lama. Pengakuan yang dirinya terima atas pencapaiannya, membuat dirinya mendapatkan sebuah tanggung jawab yang besar. Apalagi keserakahannya yang terus tumbuh, membuat Jim terus saja memanfaatkan pengakuan itu untuk memperkaya dirinya, hingga semua itu bisa dikatakan mulai menjadi bumerang bagi dirinya.


"Mohon maaf, tetapi untuk saat ini kami belum membutuhkan pasokan untuk produk anda, Tuan" ucap Jim pada saluran telepon miliknya.


"Sangat tumben kamu menolak pasokan kami, Jim. Apakah ada masalah?" dan begitulah tanggapan yang dirinya terima, disaat seseorang dari seberang panggilan yang sedang dirinya lakukan malah balik bertanya kepada dirinya.


"Ya.. ada sedikit masalah. Tetapi anda bisa tenang Tuan, karena saya akan membereskannya dan anda bisa memasok lagi seluruh barang anda kepada kami" balas Jim yang mencoba mencari beberapa alasan kepada pihak tersebut, agar tidak mencurigai apa yang sebenarnya sudah terjadi.


Tentu kerugian yang alami oleh Jim saat ini, masih belum dirinya temui solusinya dalam mencoba menyelesaikannya. Jadi, jika dirinya terus memaksa untuk memasok barang-barang yang harus dirinya jual, membuat dirinya dipastikan akan berada diujung tanduk atau diambang jurang yang sangat membahayakan saat ini.


Apalagi seperti yang diketahui, semua hal yang belakangan terjadi membuat dirinya kebingungan untuk menyelesaikannya. Karena bisa dikatakan, permalasahan yang dirinya alami saat ini sangatlah rumit untuk diselesaikan dan membuatnya cukup bingung untuk keluar dari kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut.


Untungnya dirinya masih mempunyai rencana cadangan untuk bisa setidaknya meringankan apa yang sedang dirinya alami saat ini. Jadi dirinya cukup percaya diri saja dan menantikan rencananya itu akan sukses dan dirinya bisa kembali berbisnis seperti semula tanpa ada hambatan apapun lagi.


"Baiklah. Dan jangan lupa tentang persoalan pembayaran barang yang kami pasok sebelumnya agar segera dikirimkan kepada kami" balas pria itu yang membuat Jim langsung merasa pusing mendengar perkataannya.


"M-Maafkan saya, Tuan Green. Tetapi bisakah saya meminta penundaan P-pembayaran dari waktu yang sudah ditentukan, atas produk yang anda kirimkan sebelumnya?" ucap Jim yang saat ini berusaha memberanikan diri untuk meminta sesuatu kepada pihak tersebut.


Sambil menelan ludahnya sendiri, saat ini Jim berharap bahwa apa yang dirinya katakan itu memang tidak menyinggung pihak yang dirinya sedang ajak berbincang tersebut. Karena dirinya tidak membayangkan apa yang akan terjadi, jika mereka akan tersinggung dengan perkataannya.


Namun setelah dirinya berkata seperti itu, mulai terjadi sebuah keheningan diantara mereka yang saat ini masih berhubungan secara langsung menggunakan saluran ponsel mereka masing-masing. Jim juga tidak berani untuk mengucapkan satu katapun dalam keheningan itu, hingga akhirnya semua helaan nafas mulai terdengar dari sambungan telfon yang sedang dirinya lakukan.


Tentu perasaan ketakutan langsung dirasakan oleh Jim, karena dirinya takut bahwa perkiraannya yang mengira dirinya akan menyinggung pihak yang saat ini dirinya hubungi itu benar terjadi. Apalagi, pria yang dirinya hubungi secara langsung itu merupakan salah satu petinggi organisasi kriminal yang hampir menguasai seluruh dunia ini.

__ADS_1


Jadi saat ini dengan harap-harap cemas Jim berharap bahwa saat ini kondisinya akan aman dan tidak akan dianggap melakukan hal yang salah oleh mereka, karena jika hal itu terjadi Jim tidak tahu harus melakukan apa untuk membereskan permasalahan yang sudah dirinya perbuat itu.


"Baiklah. Kami hanya akan memberikan dirimu waktu seminggu untuk penundaan pembayaran dari hasil penjualan barang-barang yang kami titipkan pada organisasi milikmu. Tapi ingat, ini pertama dan terakhir kalinya kamu meminta hal seperti itu kepada kami" ucap pria bernama Green itu yang menjawab perkataan dari Jim tadi.


"Terima Kasih Tuan. Saya berjanji, bahwa saya akan membayar semuanya" balas Jim yang mulai bisa bernafas dengan lega, hingga akhirnya panggilan tersebut sudah diputus oleh pihak yang dihubungi olehnya tadi.


Setelah berhasil bernegosiasi akhirnya Jim mulai merasa tenang saat ini. Yang harus dirinya lakukan hanya memastikan bahwa rencana yang dirinya buat untuk mendapatkan sesuatu dari perusahaan milik Vero haruslah berhasil dirinya lakukan.


Apalagi dirinya sudah berjanji untuk menuntaskan semua permasalahan tersebut sebelum semua hal yang terjadi saat ini mulai berbalik kepada dirinya. Maka dari itu, dirinya berusaha dengan keras bahwa apa yang sudah dirinya rencanakan itu akan berhasil apapun yang terjadi.


Jadi, bisa dipastikan bahwa semua permasalahan yang sedang dirinya alami saat ini akan terselesaikan sepenuhnya, jika dirinya berhasil menuntaskan rencananya yang berusaha untuk mengambil alih seluruh aset Vero yang merupakan pemegang beberapa perusahaan terbesar di negara ini.


"Maaf mengganggu waktu anda Tuan. Tuan Deni dari pihak kepolisian saat ini ingin berbicara dengan Anda." Namun sedang asik merilekskan diri, Jim dikejutkan dengan kemunculan asisten pribadinya yang saat ini memasuki ruangannya.


"Kenapa dirinya ingin berbicara denganku?" ucap Jim yang mengambil ponsel bawahannya itu dan mulai menjawab panggilan dari pihak yang ingin berbicara dengan dirinya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku?" hingga akhirnya Jim mulai menjawab panggilan dari ponsel bawahannya itu yang memang ditujukan kepada dirinya.


"Apa maksudmu, mengapa bisa gagal?" tanya Jim yang cukup kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Prediksi anda terkait pembeli perusahaan Nyonya Vero ternyata salah, Tuan. Karena yang membeli semua perusahan itu adalah Darkness Company. Apalagi, mereka akan membawa kasus ini dengan cara mereka sendiri mulai saat ini" balas pria bernama Deni itu yang sedang melaporkan kondisi terkini tentang apa yang sedang terjadi.


Mendengarnya tentu saja membuat Jim langsung terkejut mendengar pernyataan pria yang sedang menghubunginya tersebut. Karena bisa dikatakan, sesuatu yang dapat membantunya keluar dari semua permasalahan yang terjadi harus gagal, karena sesuatu yang dirinya tidak sangka akan muncul malah ikut campur dalam permasalahan tersebut.


Apalagi saat ini bisa dikatakan dirinya membuat sebuah masalah baru, karena salah satu pihak yang memang tidak seharusnya dirinya ganggu, juga berkata akan bergerak menuntaskan semua hal yang sudah terjadi menurut penuturan yang dirinya dengan dari panggilan yang sedang dirinya lakukan saat ini.


"Dan parahnya lagi, sepertinya kita harus mengorbankan beberapa pihak untuk terlepas dari permasalahan ini, Tuan. Karena seperti yang anda sudah diketahui, Darkness Company dipastikan akan terus mengejar kasus ini sampai benar-benar tuntas" lanjutnya yang membuat mereka mulai sakit kepala dengan keadaan yang sedang terjadi.


Siapa yang menyangka bahwa pihak yang tidak bisa disinggung oleh siapapun akan menjadi variabel pengganggu yang menjadi mimpi buruk bagi mereka dalam menjalankan rencana yang sudah mereka buat sedemikian rupa dan sangat rapi tersebut.


Apalagi pihak tersebut tidak akan bisa dikalahkan jika memang mereka sudah bergerak untuk menyelesaikan permasalahan yang mulai terjadi, dan menyeret nama mereka. Maka dari itu, Jim saat ini harus memikirkan berbagai cara, agar sesuatu yang dirinya anggap sebagai ombak yang besar itu, tidak akan menyapu seluruh hal yang akan dilewati oleh dirinya.

__ADS_1


"Hahh... sudah aku bilang, Tuan. Kita tidak bisa mempercayai pria bernama Thomas itu dengan mudah" dan begitulah ucapan asisten pribadinya yang memang sudah mengingatkan atasannya itu dalam menjalankan rencana yang sudah mereka buat.


Satu-satunya pihak yang bisa dikatakan tidak setuju dengan rencana Jim bisa dikatakan merupakan asisten pribadinya sendiri. Apalagi rencana yang mereka gunakan itu hanya memanfaatkan sebuah informasi yang sangat tidak jelas kebenarannya.


Namun karena Jim terus dikejar oleh waktu atas permasalahan kerugian yang dirinya alami, membuatnya seakan tidak berfikir jernih dalam mengambil sebuah keputusan. Apalagi dirinya sampai harus mempercayai pihak yang sudah pernah gagal dalam menjalankan instruksi dari dirinya dan terbukti tidak mampu untuk melakukannya.


Memang Thomas membeberkan bahwa ada pihak yang memaksa dirinya untuk menjual asetnya. Begitu juga dengan beberapa pihak yang memang menjadi komplotan bersama dirinya yang juga mengatakan hal yang sama. Namun masalahnya, dirinya tidak tahu siapa pihak yang melakukan semua itu.


Tentu sebagai organisasi kriminal terbesar di negara ini, membuat Jim sangat percaya diri dapat melawan berbagai pihak, termasuk pihak yang dirinya anggap sudah berani-beraninya berbuat rencana jahat untuk mengambil alih beberapa perusahaan yang dirinya incar untuk dijadikan uang.


Namun semua itu berubah saat sebuah perusahan yang tidak bisa disentuh oleh siapapun mulai masuk dalam rencana tersebut. Karena bisa dikatakan organisasi kriminal terbesar di dunia ini saja tidak akan mampu melawannya, apalagi organisasi dari Jim yang notabennya hanya sebuah semut dimata mereka.


"Benar, Tuan Jim. Seharusnya anda tidak mempercayai pria tersebut. Apalagi dari keterangan yang aku terima dari Darkness Company, mereka membeli semua perusahan itu dengan cara yang sah dan tidak seperti keterangan yang diberikan pria bernama Thomas itu kepada kita" ucap Deni sekali lagi yang membuat Jim langsung mengebrak mejanya.


Siapa yang tidak tahu akal busuk dari Thomas. Tentu apa yang dirinya katakan selama ini adalah kebohongan. Dan beberapa pihak saat ini malah terjebak didalam kebohongannya yang memang membuat kebohongan itu untuk mengambil alih perusahaan putrinya kembali.


Namun bodohnya seorang pria berani mempertaruhkan sepenuhnya apa yang dirinya rencanakan kepada pihak yang bergerak dengan sebuah kepercayaan diri saja. Jadi, orang bodoh itu dipastikan akan mendapatkan sebuah kerugian yang sangat amat besar dari permasalahan tersebut.


"Sialan!" dan begitulah teriakan dari Jim yang sangat emosi dengan kenyataan itu.


Dengan kemarahannya, akhirnya suasana tempat dan panggilan yang dirinya lakukan mulai sunyi. Hingga akhirnya dari latar belakang panggilan yang dirinya lakukan, mulai terdengar sebuah keributan yang mulai mengganggu kesunyian yang sedang terjadi itu.


"Apa katamu, Santi mulai bergerak dan menangkap anggota kita?" ucap Deni yang menerima laporan dari bawahannya.


"Santi? Maksudmu kepala kepolisan Kota Marlet? Memangnya apa yang dirinya lakukan? Bukankah kita sudah memegang kartunya sehingga dirinya tidak bisa bergerak seenaknya?" sahut Jim yang juga mendengar perkataan dari Deni karena dirinya masih saling berhubungan melalui saluran telepon saat ini.


"Itulah yang kami tidak ketahui, Tuan Jim. Karena dari laporan yang kami terima, wanita itu malah mulai menangkap beberapa pihak kita saat ini" ucap Deni yang terdengar cukup panik setelah mendapatkan laporan tersebut dari bawahannya.


Seperti yang diketahui, Jim berhasil menggunakan beberapa cara agar Santi mau mengikuti perkataannya. Hal itu cukup berhasil, karena beberapa hari ini wanita yang membuatnya rugi itu tidak melakukan apapun dalam menggagalkan rencananya, termasuk perihal tentang rencana mereka membebaskan sosok Daniel dan kasus yang sedang dialami oleh Vero.


"Sial... ini gawat Tuan. Orang-orang yang kita suruh untuk mengawasi Ibunya, sudah tewas seluruhnya."

__ADS_1


__ADS_2