Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Keluarga Kecil


__ADS_3

Zen memang pada awalnya sedang menemani sosok Kileni yang sedang bersemangat memainkan banyak sekali hal ditempat mereka berada saat ini. Apalagi keberadaan Zen ditempat ini bersama Kelly menemaninya, bisa dikatakan terlihat seperti sepasang suami istri muda yang menemani putri mereka bermain ditempat ini.


Namun dirinya sempat meminta izin kepada mereka berdua untuk mengurus sesuatu dalam kedok izin ke toilet tadi. Hingga akhirnya mereka mulai menghabiskan waktu bersama kembali, yang dimana Kileni mulai bersenang-senang dengan Zen dan Kelly bermain pada sebuah Timezone yang berada disebuah pusat perbelanjaan terbesar kota ini.


Tentu banyak yang memuji mereka sebagai pasangan yang sangat sempurna. Seorang suami yang sangat tampan, lalu dengan Istri yang juga terlihat sangat cantik dan Putri mereka yang terlihat imut dan menggemaskan membuat keberadaan mereka menjadi bahan perhatian di sana.


Tetapi berbeda dengan persepsi beberapa orang yang menganggap mereka seperti itu, sebenarnya hubungan mereka tidaklah seperti apa yang mereka bayangkan. Apalagi bisa dilihat hanya Zen dan Kileni saja yang bersemangat berada ditempat itu, sedangkan Kelly masih sibuk dengan kegugupan yang dialami oleh dirinya.


"Lalu, bukankah kamu sudah meminta izin kepada Istriku untuk memulai hubungan denganku? Namun kenapa kamu hanya diam saja sedari tadi?" Dan begitulah ucapan Zen kepada Kelly yang bisa dikatakan sangat irit dalam berbicara sedari tadi, setelah mereka akhirnya mendapatkan waktu untuk berdua setelah Kileni memasuki sebuah wahana permainan sendirian.


Mendengar perkataan Zen tentu Kelly langsung terkejut dibuatnya, atas lamunan yang dirinya lakukan sedari tadi. Memang dirinya sudah melakukan apa yang dikatakan Zen itu, namun setelah dirinya menerima persetujuan dari Vero, dirinya mulai bingung harus melakukan apa untuk melanjutkan hubungannya dengan Zen saat ini.


Kelly sama sekali tidak pernah berpacaran. Dirinya juga tidak pernah berinisiatif untuk mendekati seorang pria. Walaupun memang laki-laki yang mendekatinya cukup banyak, tetapi bisa dikatakan dirinya tidak pernah memberikan kesempatan apapun kepada mereka untuk sekedar bisa dekat dengan dirinya.


Jadi dirinya tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam berpacaran, kecuali mengalami sebuah kejadian tragis karena pria yang terobsesi kepada dirinya. Maka dari itu, dirinya harus bingung menghadapi situasi yang membuat dirinya canggung, dan cukup kebingungan tentang apa yang harus dirinya perbuat saat ini.


Apalagi pengalaman romantisnya pertama kali pada saat ini bisa dikatakan langsung berhubungan dengan seseorang yang sudah mempunyai seorang Istri. Tentu Istri dari pria yang disukainya bersedia untuk mereka memulai sebuah hubungan, tetapi dirinya masih kebingungan untuk menanggapi kehidupan percintaannya yang aneh ini.


"Lalu, Bagaimana tanggapan Ibumu?" hingga akhirnya Zen mulai kembali angkat bicara, setelah melihat Kelly tidak menjawab perkataannya.


Sekali lagi dirinya cukup terkejut dengan perkataan Zen. Hingga akhirnya, pria yang sedang mengawasi Kileni yang sedang bermain mandi bola mulai menggenggam tangannya, untuk mencoba membuat tenang wanita yang terlihat sedikit gugup dengan keadaannya saat ini.


Memang Kelly sedari tadi tidak tahu harus berbuat apa. Rasa gugupnya entah mengapa mulai mengambil alih dirinya dan membuatnya terdiam kebingungan. Hingga saat ini Zen mulai menguatkan dirinya dengan menggenggam tangannya dan berusaha memberitahu bahwa dirinya bisa tenang.


Perasaan hangat saat ini bisa dirinya rasakan. Apalagi tidak seperti tadi yang dimana Zen menggenggam tangannya untuk menyeretnya ikut dengannya. Saat ini Zen menggenggam tangannya untuk menguatkan dirinya, dan hal tersebutlah yang bisa membuat Kelly bisa sedikit tentang dengan keadaannya.


"I-ibuku berkata jika kamu menerimaku, m-maka Ibuku akan merestui h-hubungan kita." Hingga akhirnya Kelly mulai memberanikan diri untuk berbincang dengan Zen, tentang masalah hubungan mereka berdua saat ini.


Zen sudah tahu dengan pasti, bahwa Kelly pasti mendiskusikan permasalahan ini dengan Ibunya secara langsung. Maka dari itu dirinya ingin menanyakan tanggapan apa yang Ibunya berikan, kepada sosok Kelly yang notabennya memiliki rasa cinta terhadap Zen.

__ADS_1


Kelly tentu sudah mendiskusikan permalasahan hubungannya dengan Zen kepada Ibunya. Apalagi bisa terlihat Ibunya sepertinya sudah mengetahui tentang perasaan Putrinya tersebut, di saat Kelly menceritakan tentang meminta pendapat Ibunya tentang hubungannya dengan sosok Zen.


Sebagai seorang Ibu dan mantan pelayan adik dari Zen, tentu dirinya akan dengan senang hati merestui hubungan mereka. Apalagi dirinya malah merasa senang bahwa hubungan mereka akan berhasil, terutama bagi Putrinya dan juga bagi Zen yang notabennya pria yang harus dirinya layani.


Menurutnya, Putrinya akan mendapatkan pendamping yang sangat baik dan sempurna bagi dirinya. Dan Zen akan mendapatkan kembali seorang wanita yang sangat tulus mencintainya. Jadi, Lenneth sangat bahagia jika hal itu benar-benar terjadi dan mereka bisa bersatu untuk menjalin sebuah hubungan.


Selama ini memang yang diharapkan oleh semua pihak termasuk adik-adik Zen adalah bahwa Kakak mereka bisa hidup dengan bahagia, dan mampu mewujudkan keinginannya yang membentuk sebuah keluarga. Jadi, dengan bersatunya mereka berdua akan mewujudkan kebahagiaan bagi Zen, dan juga kebahagiaan bagi Kelly.


Apalagi jika benar-benar hubungan Zen dan Putrinya berhasil, dirinya tidak perlu menyembunyikan lagi semua hal tentang status dari Kelly, yang memang sudah ingin dirinya ungkapkan kepada dirinya sedari dulu. Karena bisa dikatakan, Kelly sepertinya sudah sangat penasaran dengan asal-usul dirinya yang sebenarnya.


Maka dari itu, disaat Zen sudah berada disampingnya nanti, bisa dikatakan dirinya akan mampu melindungi keberadaan Kelly dari keberadaan Ayahnya yang mungkin mencari masalah dengan dirinya, jika memang status yang ada pada dirinya itu akan dipermasalahkan di kemudian hari.


"Benarkah? Dirinya tidak mengatakan sesuatu yang lain?" tanya Zen yang penasaran, apakah Lenneth sudah memberitahukan Putrinya itu akan sesuatu tentang dirinya, karena mungkin Lenneth menjelaskan siapa sebenarnya sosok Zen yang sebenarnya.


Kelly mulai menggelengkan kepalanya menandakan bahwa memang Ibunya hanya berkata bahwa dirinya akan merestui hubungannya saja jika Zen memang menerima dirinya. Jadi Zen hanya mengangguk saja mendengar perkataannya dan saat ini semakin mengeratkan genggamannya pada tangannya.


"Hmmm... jadi dirinya hanya berkata seperti itu. Lalu, apa yang kamu harapkan dari hubungan kita saat ini?" hingga akhirnya Zen mulai bertanya dengan serius kepada wanita itu tentang apa yang dirinya inginkan dalam menjalani hubungan mereka saat ini.


Zen tentu mengetahui bahwa wanita itu sangat mencintainya. Namun agar hubungan mereka mulai terbentuk, Zen harus yakin bahwa wanita itu sangat bersungguh- sungguh dengan perasannya, agar Zen bisa mengeluarkan aura kebahagiaan miliknya juga kepada Kelly untuk melanjutkan tahap selanjutnya dari berkah sebuah ikatan.


Berkah sebuah ikatan memang membutuhkan sebuah bukti agar tahap selanjutnya dari berkah tersebut bisa terbentuk. Maka dari itu, Kelly harus jujur dengan perasaannya dan harus mengungkapkannya secara langsung kepada Zen, agar dirinya bisa membalas rasa tulus yang dirinya berikan kepadanya itu.


Hingga tanpa disadari, Kelly yang awalnya hanya berdiam sambil membungkukkan kepalanya karena mungkin merasa malu, tiba-tiba saja dengan ekspresinya yang bertekad saat ini mulai menatap Zen. Dari raut wajahnya Zen bisa melihat bahwa dirinya ingin mengungkapkan sesuatu, jadi saat ini dirinya mulai menantikan perkataannya itu.


"A-Aku mencintaimu, Zen. Jadi, A-aku ingin menjadi I-Istrimu" hingga pernyataan tulusnya saat ini akhirnya membuat Zen tersenyum, karena hal tersebut bisa dikatakan mulai membuat tahap kedua dari berkah sebuah ikatan mulai terbentuk pada tubuh Zen.


Perasaan tulus dari seorang wanita yang mengungkapkan perasaannya, saat ini mulai memicu sesuatu didalam tubuh Zen dan saat ini mulai memasuki tubuh Kelly. Hingga akhirnya Zen mulai merangkul bahu wanita itu dan saat ini mendekap dirinya pada tubuh Zen, dan membuat Kelly saat ini merasa sebuah kehangatan bagi dirinya.


"Aku juga mencintaimu, Kelly" Dan begitulah balasan Zen yang mulai menjawab perkataannya, dan membuat mereka akhirnya secara resmi sudah menumbuhkan tahap kedua dari berkah ikatan yang akan mengikat mereka berdua.

__ADS_1


Mendengarkan perkataan Zen, Tentu Kelly merasa sangat bahagia saat ini. Bahkan jantungnya yang berdebar dengan kencang sedari tadi, seakan semakin kencang saat ini. Bahkan kehangatan yang dirinya rasakan saat ini seakan mulai berubah menjadi rasa yang membuatnya kepanasan.


Karena selain dekapan dari Zen yang menghangatkan, perasaannya Cinta yang dirinya rasakan saat ini seakan mulai meluap dan membuat emosi yang tidak bisa terbayangkan oleh dirinya, seakan meledak keluar dari dalam dirinya dan menyebabkan dirinya merasa sangat amat bahagia dibuatnya.


"Terima kasih Zen... Terima kasih telah membalas cintaku" hingga begitulah gumaman pelan dari Kelly yang saat ini memeluk Zen dengan sangat erat.


Zen hanya tersenyum saja mendengar gumaman dirinya tersebut. Apalagi langkah selanjutnya dari hubungan mereka hanya harus meresmikan hubungan tersebut dihadapan hukum dunia, agar hubungan mereka bisa sempurna dan sah dimatanya.


Zen bisa saja melakukannya secara langsung ditempat ini dan akan meresmikan hubungannya didepan hukum dunia sekarang. Tetapi, tentu saja Zen tidak akan langsung melakukannya ditempat ini, walaupun dirinya sangat ingin langsung melakukannya.


Menurutnya tahap terakhir itu harus dirinya laksanakan secara sakral seperti apa yang dilakukan oleh dirinya terhadap Vero. Jadi, dirinya ingin melakukan tahap terakhir pada sebuah tempat istimewa dan membuat Kelly kelak bisa mengingat kenangan indah tersebut selamanya.


Apalagi Vero yang merupakan wanita yang pertama kali mengembangkan berkah ikatan dengan sempurna bersama Zen, sangat amat bahagia pada saat Zen menyempurnakan berkah mereka tepat pada tempat yang spesial dan sudah dipersiapkan dengan sangat amat sempurna oleh Zen.


Jadi, Zen memutuskan untuk membuat sebuah acara yang sangat amat berkesan nantinya, jika dirinya akan meresmikan hubungannya dengan Kelly dimata hukum dunia, agar wanita itu bisa merasakan perasaan yang sama seperti apa yang dirasakan Vero pada malam itu.


"Tapi, kita harus menunggu Vero kembali dulu, untuk mendiskusikan kelanjutan hubungan kita. Apalagi seperti yang diketahui aku bersama Vero baru saja meresmikan pernikahan kami" ucap Zen yang langsung membuat Kelly terkejut mendengarnya.


Tentu dirinya bingung dengan perkataan Zen yang berkata bahwa dirinya baru meresmikan hubungannya dengan Vero. Karena seperti yang diketahui, Zen dan Vero sudah menikah cukup lama sehingga dirinya cukup kebingungan dengan perkataannya itu.


Namun karena dirinya masih menikmati pelukan dari calon suaminya itu, Kelly hanya diam dan tidak langsung menjawab perkataannya dan lebih memilih menerima perkataannya saja sambil menikmati perasaan bahagia yang sedang dirinya rasakan saat ini.


"Baiklah. Aku akan menunggu" dan begitulah jawaban yang Zen terima dari sosok Kelly yang berada di dekapannya.


Banyak yang harus diketahui oleh Kelly nanti. Apalagi Zen tidak mungkin akan membuat perayaan yang besar kembali di Kerjaannya atas pernikahannya dengan Kelly bahkan dengan Santi nanti, karena dirinya baru saja melakukannya. Jadi dirinya memutuskan untuk berbincang dengan Vero tentang permasalahan ini kedepannya.


Apalagi dirinya harus memberitahu semua keluarganya bahwa dirinya akan mempunyai seorang Istri lagi. Jadi, cukup banyak yang harus dirinya lakukan, sebelum hubungannya dengan Kelly benar-benar diresmikan sepenuhnya. Maka dari itu, dirinya memutuskan menunda sementara melanjutkan tahap selanjutnya dari berkah ikatan yang akan dimiliki oleh mereka berdua.


"Hmm... kenapa Ayah sangat suka sekali memeluk wanita?"

__ADS_1


__ADS_2