
Suara teriakan saat ini tentu membuat beberapa pihak terkejut, apalagi suara teriakan dari seorang wanita itu terdengar berasal dari sebuah toilet khusus wanita. Tentu mendengar teriakan tersebut membuat beberapa pihak langsung mengalihkan perhatian mereka menuju asal teriakan yang mereka dengar itu.
Namun nyatanya, saat ini seorang wanita terlihat lebih cepat menanggapinya yang dimana saat ini dirinya langsung menerobos masuk kearah toilet tersebut, karena memang saat ini yang berada di dalamnya merupakan orang yang harus dirinya lindungi. Maka dari itu, dengan langkah yang cepat dirinya langsung memasuki tempat tersebut.
Situasi itu semakin membuat orang memperhatikannya karena mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Hingga mereka dikejutkan dengan seorang Pria saat ini keluar dari dalam toilet wanita dan dirinya langsung menjadi pusat perhatian saat ini, karena setelah dirinya keluar dari sana, sosok Vero, Loa dan Angel juga mulai keluar dari dalamnya.
Tentu semua pihak sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hingga mereka sedikit paham dengan situasinya, karena bisa dilihat Vero sedang menunjukkan raut wajahnya yang terlihat murka kepada pria yang saat ini tampangnya masih terlihat merasa tidak bersalah dengan apa yang baru saja dirinya perbuat.
"Dasar pria tak beradab. Kamu masuk menuju toilet wanita dan berteriak-teriak tidak jelas dan menolak untuk keluar? Apakah kamu berniat melecehkan kami? Atau kamu ingin mengintip kami?!" teriak Vero dengan nada marahnya, yang akhirnya mulai meledak tepat dihadapan seluruh pandangan yang saat ini mengarah kearahnya.
Sebenarnya Vero tidak perlu membawa masalah yang dirinya alami menjadi seperti ini. Tetapi memang dirinya sengaja mencoba menarik perhatian seluruh pihak untuk menjelekkan pria yang saat Ini sangat kurang ajar kepada dirinya, termasuk kepada Angel yang niat awalnya ingin dirinya selamatkan dari permalasahan yang dirinya alami.
Tentu dengan sudah menyaksikan secara langsung tentang apa yang terjadi kepada wanita yang saat ini dilindungi olehnya, membuat Vero berinisiatif akan langsung menyelamatkan dirinya yang terlihat sudah sangat tidak berdaya dengan keadaannya sendiri.
Apalagi bisa didengar oleh Vero sendiri, bahwa sepertinya wanita itu akan menyerah akan kehidupannya dengan semua tekanan yang dialami oleh dirinya. Maka dari itu, Vero mulai mengambil langkah saat ini, untuk langsung mencoba menyelamatkannya dari semua hal yang sudah dirinya alami.
Dan hal itulah yang membuat Vero menggunakan berbagai cara saat ini, untuk mencoba melepaskan cengkraman orang-orang yang sudah jahat kepada Angel dan mungkin akan langsung memberikan mereka pelajaran yang serius, karena berani-beraninya mencari masalah dengan dirinya.
"Bukan seperti itu, Nyonya Vero. Anda hanya sal-"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" dan begitulah perkataan Brian yang perkataannya terpotong, setelah Ayahnya saat ini mulai mendatangi tempat kejadian.
Melihat siapa yang datang tentu membuat Brian langsung merasa sedikit lega, karena situasinya saat ini dipastikan pria yang menghampiri dirinya itu akan membelanya, dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Karena dirinya tahu bahwa mungkin sosok Vero yang terlihat murka akan melunak setelah melihat sosok tersebut.
Dan benar saja, kedatangan salah satu pria yang saat ini dihormati oleh Vero, saat ini mampu membuat dirinya tenang. Tentu karena dirinya menghormati sosoknya, Vero akan memberikan dirinya wajah, walaupun nanti dirinya akan terus mengejar permasalahan ini kepada Putranya dan kepada pria yang baru saja memunculkan sosoknya itu.
Apalagi selain Putranya yang mencari masalah dengannya, ternyata dalang sebenarnya dari apa yang dialami oleh Angel sebenarnya dilakukan oleh pria yang baru saja datang itu. Tentu pada awalnya Vero tidak percaya karena dirinya sangat mengenal baik sosok pria tersebut.
Tetapi ternyata apa yang ditunjukan selama ini merupakan sebuah topeng yang dirinya kenakan, karena Vero sudah menerima sebuah fakta bahwa sifat dari pria yang dirinya hormati itu ternyata sangatlah menyimpang dari sosok yang dirinya kenal selama ini.
__ADS_1
Bahkan hal itu bisa terlihat disaat kedatangan pria itu ketempat ini, Vero bisa merasakan tubuh Angel yang tangannya masih digenggam olehnya seakan menegang. Maka dari itu, Vero tidak akan melepaskan mereka berdua dan akan terus mengejar permasalahan ini dengan sangat tuntas nantinya.
Dan juga, dirinya masih berusaha memainkan perannya saat ini, karena dirinya juga tidak ingin dicap sebagai wanita yang terlalu berlebihan menanggapi sebuah situasi, sehingga saat ini dirinya berusaha untuk tetap tenang menjalankan rencana yang sudah dirinya rancang sedemikian rupa untuk menghancurkan mereka berdua.
"Yang terjadi? Apakah dirimu buta? Baru saja pria ini menerobos masuk toilet wanita dan tidak ingin keluar dari dalamnya. Pasti dirinya ingin melakukan sesuatu yang jahat, apalagi ada dua orang wanita sedang berada di dalam tadi." Hingga akhirnya, Loa yang saat ini sudah paham dengan permasalahan yang sedang terjadi, mulai ikut serta dalam rencana yang dibuat oleh Istri tuannya tersebut.
"Maafkan saya atas kegaduhan yang terjadi. Saya tentu sangat mengenal Putra saya, dan mungkin kejadian ini merupakan kesalahpahaman" ucap pria itu yang mencoba menenangkan kedua wanita yang terlihat emosi tersebut.
Mendengar hal itu, tentu semakin membuat Vero merasa senang karena rencananya sepertinya berhasil. Jadi, Vero hanya mulai mengungkapkan bahwa pria yang saat ini membela putranya itu memang tidak menyelesaikan permasalahan ini dengan keadaan yang netral, karena dirinya dengan terang-terangan membela putranya dimuka umum padahal dirinya salah.
Vero akan terus menggiring masalah ini seakan dirinya sedang dilecehkan. Maka dari itu, semua perhatian yang diarahkan kepadanya akan berubah menjadi simpati, karena jika permasalahan ini menyangkut tentang sebuah pelecehan, dipastikan permasalahan ini merupakan permasalahan yang sangat amat serius bagi beberapa pihak.
"Tunggu, saat ini anda membela Putra Anda, Pak Abra?" hingga mendengar perkataannya tadi membuat Vero yang terlihat sangat marah itu, saat ini mulai melanjutkan tindakannya.
Vero hanya tinggal menunjukan bahwa apa yang dilakukan oleh Putranya adalah sebuah kesalahan saat ini. Maka semua pihak akan langsung menghakimi Ayah dan anak itu atas permasalahan ini, karena terlihat mereka sedang bersekongkol dan mencoba keluar dari permasalahan ini padahal sang Putra dengan terang-terangan bersalah.
Dengan bumbu-bumbu yang ditambahkan Vero karena dirinya juga ingin melindungi Angel, membuat permalasahan itu terlihat semakin besar saat ini. Apalagi pihak yang menjadi korban dalam situasi seperti ini bisa dikatakan seorang dengan statusnya yang sangat tinggi dan tidak sepatutnya tidak di usik ketenangannya.
Bahkan Vero mulai dengan terang-terangan menuduh bahwa putra dari pria tersebut sudah melakukan tindakan pelecehan, dan tindakannya tadi sebenarnya mencoba untuk mengintip keberadaannya yang berada didalam toilet, sehingga saat ini perbuatannya itu semakin memberatkan pihak yang mencoba menyangkal perbuatannya ditempat ini.
"Bukan begitu, tapi saya yakin semua ini hanya kesalahpahaman saja, Veronica" ucap pria bernama Abra itu, yang tentu masih bersikeras membela Putranya, padahal pandangan semua pihak yang berada di sana mulai berada disisi Vero saat ini.
Melihat itu, tentu Vero yang memang berniat membuat masalah tetap tidak tinggal diam setelah mendengar perkataannya. Dengan menunjukkan ekspresi kesalnya yang dirinya buat-buat, Vero langsung melangkah dan menarik lengan dari Angel untuk pergi dari sana.
Tindakan yang dirinya ambil itu tentu dirinya tunjukan sebagai sikap protesnya, karena pria yang menyelenggarakan acara ini malah seakan tutup mata dengan kejadian yang dialami oleh tamunya, dan saat ini malah membela putranya yang jelas-jelas sudah berbuat salah.
Sikap Vero itu tentu langsung membuat beberapa pihak terkejut, termasuk Abra. Karena jika dahulu dirinya masih tidak akan takut jika Vero bertindak impulsif. Namun berbeda dengan sekarang, yang dimana sosoknya sudah sangat berubah, dan hal ini bisa membuat namanya jelek dimata beberapa pihak yang melihatnya.
Dengan opini yang sudah digiring oleh Vero dengan sangat baik atas permasalahan yang dialami olehnya tadi, membuat tindakannya itu akan menarik perhatian dan juga keprihatinan dari semua pihak yang berada di sana, karena saat ini opini mereka sudah menganggap Vero sudah diperlakukan tidak adil dalam permasalahan yang dialami olehnya.
__ADS_1
Apalagi kepergian Vero dari sana, menunjukkan bahwa dirinya kecewa dengan keputusan yang dirinya terima atas permalasahan ini. Maka dari itu, hal tersebut akan membuat semua pihak akan terbawa dengan kejadian yang terjadi, apalagi hal ini menyangkut tentang sebuah kejadian yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pihak.
"M-Maafkan saya, Veronica. Mohon tunggu sebentar" dan begitulah ucapan Abra yang mulai menyadari apa yang terjadi, jika dirinya tidak mampu menghalangi tindakan Vero yang beranjak dari tempat ini.
Tentu dirinya baru menyadari apa yang baru saja terjadi atas tindakannya tadi. Apalagi tatapan dari semua pihak yang berada di sana bisa menjelaskan dengan baik apa yang sudah terjadi, dan kesalahan apa yang sudah dirinya lakukan dalam mencoba menyelesaikan permasalahan ini.
Memang niat awalnya ingin membela Putranya, malah membawanya menuju kedalam situasi ini. Tentu karena dirinya mengira Vero masih menghormatinya, dirinya masih percaya diri untuk menangani permalasahan Putranya yang menurutnya masih bisa dirinya selamatkan situasinya tadi.
Namun naasnya, tindakan Vero itu membuatnya terkejut. Karena bisa dilihat Vero tidak lagi menghiraukan perkataannya dan sudah mulai menyeret Angel bersamanya diikuti oleh asistennya Loa yang juga mulai beranjak dari sana.
Dan begitulah bagaimana seluruh pihak yang menyaksikan perseteruan yang terjadi itu, mulai kehilangan jejak tiga orang yang sudah menghilang dari pandangan mereka, dan saat ini dipastikan sudah meninggalkan tempat ini karena sudah merasa sangat kecewa.
Melihat kepergian ketiga orang yang memang sedari tadi menjadi bahan perhatian, saat ini perhatian yang sebelumnya memperhatikan kepergian Vero tadi, langsung berubah menuju kearah seorang pria yang mulai berdiri terpaku ditempatnya, karena terlihat tidak menyangka kejadian seperti ini akan terjadi disini.
Bisa dipastikan Vero tidak akan tinggal diam atas permalasahan ini. Apalagi sikapnya yang kesal dengan perlakuan yang dirinya terima ditempat ini, dipastikan akan membuat dirinya menindaklanjuti permalasahan ini lebih lanjut dan membuat pria bernama Abra itu cukup menyesal dengan tindakan yang dirinya ambil tadi.
"Ah... Maafkan atas ketidaknyamanan yang terjadi, para tamu yang terhormat. Anda sekalian bisa melanjutkan acara ini" dan begitulah ucapan dari Abra yang mencoba untuk mencoba mengendalikan situasi yang terjadi ditempat ini.
Namun sayangnya kejadian yang selanjutnya membuat dirinya terkejut. Salah satu konglomerat yang sangat terkenal dan dirinya undang, saat ini terlihat juga sudah mulai meninggalkan acara ini. Apalagi dirinya juga terlihat sangat menyayangkan kejadian yang terjadi ditempat ini.
Tentu kepergiannya akan menandakan bahwa pihak tersebut menganggap bahwa pihak penyelenggara tempat ini tidak becus dalam menangani permalasahan tadi. Apalagi bisa dilihat kepergian pihak tersebut menandakan bahwa dirinya juga tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh Abra saat menangani permalasahan yang terjadi.
"T-tuan Bram, apakah anda juga akan meninggalkan tempat ini?" dan begitulah ucapan dari Abra yang melihat kepergian sosok Bram, namun sepertinya perkataannya itu tidak dihiraukan oleh Bram dan dirinya juga sudah meninggalkan tempat ini.
Kepergian pria itu tentu mulai memancing beberapa pihak juga akan beranjak dari sana. Apalagi mereka mulai terlihat terbawa suasana yang terjadi di sana akibat kejadian tersebut, karena mereka menganggap seluruh penyelengara acara ini tidak becus dalam menyelesaikan permasalahan yang bisa dikatakan tidak termaafkan itu.
Apalagi rencana Vero yang memang merencanakan semua itu, bisa dikatakan sangat amat sukses. Karena saat ini dirinya sudah mampu untuk menindak perilaku kurang ajar dari seorang pria yang mengganggu dirinya, dan memberikan pelajaran serius kepada dirinya, terutama kepada Ayahnya.
"Sialan, mengapa menjadi seperti ini?"
__ADS_1