Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menggunakan Boneka


__ADS_3

Nama baik Zen yang dituduh menjadi pihak yang menyebabkan kebakaran kediaman dari seorang konglomerat akhirnya sudah dibersihkan. Konferensi pers yang dilakukan oleh kepolisian akhirnya mulai membeberkan ketidakbenaran sosoknya yang dituduh untuk melakukan itu semua.


Memang pihak polisi ingin memastikan kembali bukti yang digunakan pengacara Zen untuk membela dirinya, hingga akhirnya alibi yang dinyatakan olehnya sudah terbukti benar dan saat ini pihak kepolisian mulai membeberkan apa yang mereka temukan itu kepada khalayak umum.


Sosok Santi juga saat ini menjadi bahan perhatian. Karena sosok yang selama ini menjadi wajah kepolisian sudah berpindah pihak dengan mulai membela seseorang saat ini. Bahkan bisa dikatakan kasus pertamanya sebagai pengacara bisa dikatakan sukses, karena berhasil membebaskan seseorang dari tuduhan palsu yang dirinya terima.


"Dan sekian keterangan pers yang kami lakukan. Jadi jika ada yang ingin bertanya, waktu dan tempat kami persilahkan" dan begitulah kepala kepolisan baru dari kota ini, saat ini mulai mengakhiri proses konferensi pers tersebut.


Santi bisa dikatakan juga berada di sana untuk melakukan konferensi pers bersama dengan pihak kepolisan, karena bisa dikatakan klien yang dirinya bela merupakan sosok yang dituduhkan menjadi pelaku pembakaran dari sebuah keindahan konglomerat yang memakan banyak sekali korban.


Dan begitulah semua permasalahan yang menjerat Zen akhirnya sudah terselesaikan sepenuhnya. Maka dari itu, Zen saat ini bisa kembali bergerak dengan bebas, untuk membalaskan perbuatan seorang pihak yang sepertinya sedang mencari masalah dengan dirinya, dengan menyebarkan gambar tentang Zen yang menjadi pelaku dari pembakaran tersebut.


Memang Zen tidak mengerti mengapa pihak tersebut bisa menemukan gambarnya dari sebuah kamera pengawas yang luput dari pengawasan Zen dan Bari saat melakukan aksinya. Namun yang Zen ketahui dengan pasti, pria itu sebagai ingin membuatnya menderita akan hal tersebut.


Maka dari itu, Zen saat ini ingin langsung menyelesaikan permasalahannya dengan pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengannya, karena dirinya tidak ingin membiarkannya lebih lama lagi pihak tersebut untuk menghirup udara kebebasan, karena nantinya dirinya akan menimbulkan kembali masalah untuknya.


"Hmm.... sepertinya sang suami sudah memakan umpannya" balas Zen yang saat ini melihat seorang pria dengan tubuh yang kekar dengan terburu-buru kembali pada sebuah kediamannya yang merupakan sebuah apartemen yang megah.


Zen hanya menatap pria yang masih berpakaian kantor itu bergerak dengan cepat menuju unit apartemen mewahnya, hingga setelah dirinya sampai didepan pintu kediamannya dengan segera pria itu mulai membuka pintu kediamannya.

__ADS_1


Tentu Pria yang baru saja masuk kediamannya itu dengan segera memasuki kediamannya semakin dalam, untuk memastikan kembali sebuah informasi yang dirinya dapatkan dari seseorang, dan mencoba untuk mengkonfirmasinya dengan mata kepalanya sendiri atas permasalahan tersebut.


Hingga tibalah dirinya didepan kamar pribadi dirinya bersama Istrinya pada apartemen ini, dan pria itu mulai membuka pintunya. Dan bertapa terkejutnya dirinya melihat pemandangan yang terjadi didepannya, yang dimana saat ini istrinya yang paling dirinya sayangi sedang melakukan hubungan badan dengan orang asing di atas tempat tidur mereka.


Dua orang yang awalnya mengerang nafsu itu, tentu saja mulai terkejut melihat keberadaan pria yang terlihat sangat murka itu. Hingga pria bertubuh kekar yang saat ini sepertinya sudah hilang kendali dirinya itu, mulai menerjang masuk kamar pribadinya dan langsung memberikan hadiah bogem mentah kearah pria yang masih telanjang bulat tersebut.


"Hehehe... baiklah, tambahkan sedikit bumbu negatif dari kejadian ini" ucap Zen yang saat ini meningkatkan itensitas aura negatif dari kamar tersebut untuk membuat keadaan yang berada di sana semakin kacau.


Pria kekar yang mendapati istrinya selingkuh itu seakan semakin tersulut emosinya. Dengan kemarahannya yang sudah memuncak, pria itu mulai membabi buta memukul wajah dari pria yang berani-beraninya menyentuh Istrinya. Tentu perbedaan kekuatan dari mereka berdua mulai terlihat jelas pada penganiayaan tersebut.


Karena sang pria yang saat ini sudah tersungkur itu, mulai tidak berdaya oleh serangan yang dilakukan oleh pria kekar yang menyerangnya dan tidak memberikan dirinya kesempatan untuk sekedar menangkis bahkan membalas serangan yang dirinya terima dari pria berotot tersebut.


"Ahhhh.... a-ampuni aku. Ampuni aku" teriak yang mulai teriak kesakitan karena barang berharganya terus mendapatkan serangan beruntun.


Cairan yang keluar sebelumnya dan berwarna sedikit kekuningan, mulai berubah menjadi berwarna merah. Hingga akhirnya beberapa pihak kepolisian yang entah bagaimana bisa berada di sana, mulai memasuki kediaman itu dan menghentikan tindakan bengis yang dilakukan oleh pria kekar itu yang seakan tidak puas melakukan aksinya.


"Dasar brengsek kalian berdua!" hingga pria kekar yang sudah dilerai oleh pihak kepolisian mulai menarik keluar dan menyeret pihak kekar itu untuk menahannya.


Para petugas ambulan juga saat ini mulai datang dan membantu pria yang terlihat sepertinya sedang sekarat itu. Hingga tubuhnya yang masih telanjang bulat itu, saat ini mulai dipindahkan menuju sebuah tandu dan saat ini mulai dibawa menuju kesebuah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif atas kondisinya.

__ADS_1


"Ya... saat sadar nanti, barulah dirimu akan merasakan apa yang namanya sebuah kehidupan yang sangat tersiksa" ucap Zen yang saat ini merasa sudah puas melaksanakan aksinya kepada pihak yang mencari masalah dengan dirinya.


Zen memang mendapatkan kabar dari pihak yang menyelidiki sosok dari penyebar informasi Zen yang membuatnya dituduh menjadi pelaku pembakaran dari kediaman konglomerat. Tentu Zen tidak menyangka bahwa Istrinya berinisiatif untuk melakukannya dan saat ini dirinya hanya tinggal menyelesaikannya saja.


Hingga nama Ciko yang merupakan mantan pacar dari Istrinya mulai dikantongi namanya oleh Zen, sebagai pihak yang menyebarkan foto yang dirinya dapatkan dan membuat Zen dituduh sebagai dalang kasus tersebut dan cukup membuat dirinya cukup kesal saat menjalaninya.


Memang masih misteri bagaimana dirinya bisa mendapatkan rekaman tersebut, namun Zen akhirnya sudah membereskan semuanya dengan cara menjebak dirinya, karena memang pria bernama Ciko itu akhirnya memutuskan untuk melanggar idealismenya yang tidak ingin menyentuh Istri orang.


Tentu karena perekonomiannya yang mulai menipis, dengan terpaksa pria itu mulai menjajahkan dirinya kepada wanita kesepian yang membutuhkan sebuah belaian. Melihat kesempatan bagus, Zen juga akhirnya menggunakan hal itu untuk menjatuhkannya dan bisa dilihat sendiri apa yang dilakukan oleh Zen sangat amat berhasil.


"Baiklah, waktunya untuk menjalankan tahap terakhir dari berkah ikatan kepada wanita-wanitaku" ucap Zen yang saat ini mulai beranjak dari sana, karena sebentar lagi hari yang spesial baginya akan dimulai.


Hari ini merupakan hari dimana Zen akan menyempurnakan berkah ikatan dirinya dengan ketiga wanita yang akan menjadi Istrinya nanti. Dengan akan mengesahkan hubungan mereka di mata hukum dunia nanti, membuat Zen akhirnya sudah mulai bersiap untuk melakukannya pada sebuah tempat yang sudah dirinya persiapkan.


Maka dari itu, tidak heran Zen tidak melakukan penyiksaan secara langsung kepada pihak yang mencari masalah dengannya, karena hari ini merupakan hari yang spesial, dan Zen memutuskan untuk menyelesaikan urusannya menggunakan sosok pihak yang menurutnya mampu melakukan apapun keinginannya tadi.


"Cih... siapa lagi yang menghubungiku saat ini" hingga akhirnya suara ponselnya mulai berbunyi dan saat ini membatalkan niat Zen untuk beranjak dari tempatnya.


Tentu Zen saat ini langsung mengangkat panggilan yang dirinya terima itu karena bisa dilihat Istrinya sendiri yang menghubungi dirinya. Maka dari itu Zen langsung mengangkat panggilan tersebut dan menanyakan maksud Istrinya itu menghubungi dirinya saat ini.

__ADS_1


"Dimana dirimu, Zen? Bukankah kamu akan meresmikan hubunganmu saat ini?"


__ADS_2