
Zen sudah memanggil bawahannya untuk membereskan mayat dari beberapa pihak yang mengejar Catherine. Apalagi bisa dikatakan Zen sudah memeriksa dengan secara pasti beberapa pihak yang mengejar Catherine hingga saat ini dan sudah mengidentifikasi mereka.
Tentu sudah cukup lama Zen tidak bertemu dengan kelompok ini lagi, apalagi memang sebenarnya dirinya ingin berurusan dengan mereka, karena memang kelompok mereka mengincar salah satu Istrinya yang saat ini berada di neraka untuk memulihkan kekuatannya.
Hingga akhirnya setelah dirinya sudah membereskan semua hal yang terjadi ditempat tersebut, saat ini Zen mulai memerintahkan Bari untuk membukakan kabut hitam untuk kembali menuju kediamannya, karena memang seluruh Istrinya sudah beranjak terlebih dahulu dari sana.
"Bagaimana, kamu sudah berhasil menghilangkan aura pelacak pada dirinya?" tanya Zen yang muncul dari balik kabut hitam pada ruang keluarga pada kediamannya, dan saat ini mulai menghampiri Istrinya yang sedang merawat Catherine.
Memang Zen tadi harus membereskan berbagi hal tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Istrinya. Maka dari itu dirinya membiarkan seluruh Istrinya yang datang bersamanya untuk kembali terlebih dahulu, dan Zen bersama bawahannya tadi membereskan dan mengejar beberapa pihak yang sama, yang mungkin berada di kota ini.
Hasilnya Zen dan Bari berhasil membunuh beberapa pihak dari kelompok Anomanex yang memang antek-antek mereka berada di kota ini untuk mengejar Catherine. Maka dari itu, Zen dan Bari memutuskan untuk memusnahkan mereka terlebih dahulu, barulah Zen kembali dan memeriksa keadaan wanita yang menjadi wadah leluhur Phoenix pada tubuhnya.
"Aku sudah berhasil menghilangkan aura pelacak pada tubuhnya. Sekarang tinggal tugasmu untuk membuat kekuatannya bisa dikendalikan" ucap Axillia yang sudah selesai merawat kondisi dari Catherine.
Kekuatan Phoenix di dalam tubuh dari Catherine bisa dikatakan tidaklah stabil, karena dirinya sering lepas kendali. Apalagi memang didalam tubuhnya terdapat sebuah leluhur dari Ras yang langkah yaitu Phoenix, yang membuat dirinya cukup kesusahan dalam mengendalikan kekuatan yang dimiliki olehnya.
Tentu Catherine sangat ingin mengendalikan kemampuannya tersebut. Karena memang, disaat dirinya menggunakan kekuatan Phoenix di dalam dirinya, bisa dipastikan dirinya langsung hilang kendali dibuatnya dan sama sekali tidak sadar disaat dirinya sedang merubah wujudnya.
__ADS_1
Contohnya disaat dirinya diserang pada oleh kelompok Anomanex di Australia yang menewaskan seluruh rekan-rekan sesama arkeolog. Disaat itu dirinya sama sekali tidak mengingat kejadian yang dimana dirinya membantai balik pihak yang menyerangnya.
Karena memang dirinya langsung kehilangan kendali atas kondisinya jika menggunakan kekuatannya. Maka dari itu, tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada saat Catherine menyerang balik pihak-pihak tersebut, karena memang dirinya sama sekali tidak mengingatnya.
"Baiklah, kalau begitu kini giliran diriku" ucap Zen yang saat ini mendekati sosok Catherine yang memang masih berbaring ditempatnya saat ini.
Pihak Anomanex ternyata memasang sebuah aura pelacak didalam tubuh dari Catherine. Jadi wajar jika mereka bisa menemukan dirinya dengan mudah walaupun sudah melarikan diri. Apalagi Catherine juga bisa dikatakan sangat beruntung saat ini, karena memang keberadaannya baru dikejar oleh mereka.
Karena jika saja pihak Anomanex langsung mengirim beberapa pihak untuk mengejar dirinya disaat selesai membantai kelompok Anomanex yang pertama kali mengejarnya, sudah dipastikan wanita itu sudah tidak berada dihadapan Zen saat ini, dan bertemu dengan seseorang yang memang menjadi sosok yang sangat amat disukai oleh Ibunya.
"Hmm... jadi kamu Putrinya Geisha Enex" ucap Zen yang memang mengenal Ibu dari wanita yang saat ini sudah siap diberi perawatan okeh Zen.
"Tentu saja. Apalagi aku juga yang dulu mengendalikan aura leluhur Phoenix pada tubuh Ibumu" Balas Zen yang saat ini sudah bersiap menekan kekuatan Phoenix dari tubuh wanita yang berada dihadapannya itu.
Dengan mengeluarkan aura negatifnya, Zen saat ini langsung menekan aura Phoenix yang berada didalam tubuh Catherine dengan cara menunjukan bahwa Entitas Zen saat ini adalah lebih tinggi dari dirinya, dan aura Phoenix itu harus patuh kepada Zen sehingga dirinya bisa menekan sosok dari aura yang saat ini berada di dalam tubuh dari Catherine.
"Benarkah, Ibu tidak pernah memberitahukannya kepadaku" balas Catherine yang entah kenapa dirinya sudah mulai merasa nyaman berbincang dengan Zen jadi dirinya mulai berbicara santai kepadanya.
__ADS_1
"Benarkah, padahal karena hal itu Ibumu ingin menikah denganku" balas Zen yang saat ini sudah menyelesaikan apa yang dirinya lakukan itu.
Cukup mudah memang untuk membuat Zen bisa menekan aura Phoenix yang ada didalam tubuh dari Catherine. Karena memang Zen hanya tinggal menunjukan bahwa dirinya merupakan sosok yang statusnya berada di atas sosok Phoenix, yang saat ini mendiami tubuh dari Catherine sehingga saat ini dirinya dengan mudah menekannya.
"Ah... iya aku mengingatnya sekarang. Memang Ibuku berkata sangat mencintai Anda, tetapi aku tidak mengerti mengapa anda tidak menikahi Ibuku, padahal anda terkenal memiliki banyak Istri dahulu?" tanya Catherine yang ingin tahu tentang masa lalu Ibunya, sampai dirinya tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Zen kepada dirinya sudah selesai.
"Ho... apakah Ibumu tidak menceritakan bahwa Kakekmu tidak merestui hubungan kami" dan begitulah jawaban dari Zen yang tidak hanya membuat Catherine terkejut, melainkan seluruh Istrinya juga yang ikut mendengarkan dirinya juga ikut terkejut.
Zen merupakan sosok yang besar. Sedari dulu disaat dirinya tinggal neraka hingga berada di dunia ini, bisa dikatakan sosoknya merupakan sosok yang besar. Jadi sangatlah tidak wajar jika beberapa pihak yang mengenal sosoknya akan menolak atau merestui sosoknya jika akan menikahi wanita yang diinginkannya.
Walaupun dulu memang Ibu dari Catherine yang memang sangat menginginkan menikahi Zen dan Zen hanya menerima permintaannya saja. Namun tetap saja ternyata ada sesuatu yang terjadi yang membuat pernikahan mereka Batal, padahal saat itu Ibunya merupakan salah satu sosok yang memang mencintai Zen dengan sangat amat tulus.
"Kenapa bisa seperti itu, Zen? Bukankah sosok dirimu dulu sangat terhormat? Jadi aku sangat bingung ternyata masih ada pihak yang memang tidak merelakan putrinya kepada dirimu" balas Vero yang seakan sedang menyindir sosok Zen yang sepertinya tidak terlalu populer saat itu.
"Karena aku membunuh Kakaknya, atau bisa dikatakan Paman dari wanita ini. Maka dari itu, Ayahnya tidak merestui hubunganku dengan Geisha pada saat itu" balas Zen yang mengingat dengan jelas dirinya menyiksa sosok yang memang menjadi Paman dari Catherine.
Zen telah membunuh bahkan menyiksa dengan sangat sadis Paman dari Catherine dulu, karena berani-beraninya dirinya mengkhianati Zen dengan melakukan sebuah kejahatan tercela dahulu. Maka dari itu tidak heran bahwa Kakek dari Catherine yang sangat mencintai anaknya malah marah dan tidak merestui hubungan Zen dan putrinya.
__ADS_1
"Begitulah bagaimana diriku dulu tidak direstui oleh Kakekm-"