Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Perasaan Yang Kembali Timbul


__ADS_3

Beberapa pihak yang kondisinya mengenaskan, saat ini mulai dipindahkan menuju mobil ambulan yang sudah menjemput mereka ditempat dimana mereka berada. Dengan bantuan beberapa pihak kepolisian yang juga berada di sana, satu persatu korban mulai dipindahkan.


Bisa dikatakan, korban yang ditemukan ditempat ini merupakan korban-korban yang masih dicari keberadaan mereka dan akhirnya sudah ditemukan. Jadi, bisa dipastikan seluruh kasus penculikan yang terjadi di Negara ini sudah terselesaikan sepenuhnya.


Dengan ditemukannya seluruh korban yang saat ini sudah diselamatkan, maka dari itu sudah tidak ada lagi pihak yang menghilang dan menjadi bahan eksperimen yang selama ini belum ditemukan kejelasannya tentang maksud ekperimen tersebut pada negara ini.


Dan juga seluruh pihak yang menjadi dalang dalam kasus tersebut sudah dipastikan tidak akan melakukan hal keji pada beberapa penduduk pada negara ini lagi, karena sudah dipastikan mereka semua sudah lenyap akibat perbuatan dari seseorang yang sudah melenyapkan pihak tersebut seluruhnya pada negara ini.


“Kalau begitu, aku akan membawa Vampire ini menuju Kerajaan Jepang, Zen” ucap Amaterasu yang dimana bawahannya sudah bersiap membawa seorang Vampire yang sudah mereka amankan dan bersiap beranjak dari sana.


“Ya... semoga dirimu bisa segera menemukan titik terang dari permasalahan ras rendahan yang mengganggu itu” ucap Zen yang masih menggendong Kileni yang dengan nyaman sedang terlelap pada gendongannya.


Semuanya sudah selesai. Penyerangan yang mereka lakukan tadi bisa dikatakan sangat sukes karena tidak ada lagi pihak Vampire yang masih hidup ditempat ini. Dengan menyelamatkan seluruh pihak yang menjadi korban dari perilaku kejam mereka, akhirnya apa yang mereka lakukan ditempat itu sudah berakhir.


Zen juga sudah berhasil menyelamatkan Kelani dengan selamat dari jeratan pihak-pihak keji yang menculik dirinya. Bahkan Zen sudah memberi beberapa pelajaran kepada pihak yang memang menyiksa gadis kecil yang tak berdaya itu, dan menyebabkan dirinya harus merasakan sesuatu yang sepatutnya tidak akan pernah dirinya rasakan.


“Baiklah, kalau begitu kami pergi” ucap Amaterasu yang mulai berpamitan kepada Zen dan mulai memasuki sebuah portal ruang yang sudah dibuatkan oleh bawahannya dan mulai beranjak dari sana.


Zen hanya mengangguk menjawab perkataan dari Amaterasu dan mulai melihat kepergian mereka yang sudah menghilang dari pandangannya. Apalagi, sebuah pemandangan beberapa pihak yang mencoba mengevakuasi beberapa korban dari tempat pertarungannya, juga sepertinya akan menyelesaikan urusannya ditempat tersebut.


Apalagi, setelah apa yang dirinya lakukan ditempat ini sepenuhnya berakhir, Zen langsung menghubungi Santi untuk memberitahukan keberadaan tempat ini kepadanya. Walaupun bisa dikatakan, lokasi ini bukanlah wilayah yuridiksi dari dirinya, tetapi Santi bisa menghubungi pihak kepolisian yang terkait dan datang ketempat ini.


Maka dari itu, setelah memastikan semua hal sudah terselesaikan dengan baik, Zen memutuskan untuk beranjak juga dari sana karena memang dirinya tidak mempunyai sebuah urusan lagi pada tempat ini, dan hanya tinggal mengembalikan gadis kecil yang ada di pelukannya kepada Ibu kandungnya.


“A-Ayah... aku takut” namun apa yang Zen lakukan ditempat ini, akhirnya mulai terhalangi dengan Kileni yang mulai mengigau didalam tidurnya.


Zen hanya mulai menghela nafasnya melihat apa yang terjadi dengan gadi kecil itu. Karena sepertinya, sudah dipastikan dirinya akan mengalami trauma dari apa yang sedang dirinya alami saat dirinya diculik dan disiksa oleh beberapa pihak tadi.


Apalagi, bekas luka-luka yang dirinya terima dan sudah disembuhkan oleh Amaterasu tadi, bisa memastikan bahwa gadis kecil itu akan mengalami sebuah keadaan mental yang menjerumus kearah trauma yang cukup parah. Maka dari itu, Zen sedikit prihatin dengan melihat keadaannya yang harus menanggung semuanya itu.


Namun satu hal yang membuat Zen menghela nafasnya sedari tadi saat mendengar gumaman dirinya. Entah mengapa gadis kecil itu mulai memanggil dirinya dengan sebutan Ayah. Karena bisa dikatakan, Zen bukanlah Ayahnya dan hal tersebutlah yang membuat Zen mulai sakit kepala untuk menanggapi dirinya yang mulai tergantung kepada dirinya.


Entah sejak kapan gadis itu mulai menganggap dirinya sebagai Ayahnya didalam tidurnya yang pulas itu. Karena semenjak dirinya dibuat pingsan dan dirinya berada di gendongan Zen sedari tadi hingga semua hal yang terjadi ditempat ini sudah terselesaikan, gadis kecil itu terus saja menggumamkan dirinya sebagai Ayahnya.


“Lalu, kenapa kamu juga tidak pergi mengikuti Amaterasu yang sudah beranjak dari tempat ini” ucap Zen yang saat ini menatap kearah langit tempat dimana dirinya berada, yang mencoba mengalihkan perhatiannya sejenak dari dari permasalahan gadis kecil yang berada di gendongannya.


Tentu bukan hanya dirinya saja dan Kileni yang masih berada ditempat ini, karena seorang yang sudah menggunakan kekuatan kamuflasenya juga sedang memperhatikan dirinya dari jauh. Maka dari itu, Zen ingin menanyakan secara langsung, mengapa pihak itu masihlah berada ditempat ini.

__ADS_1


Hingga dari arah dirinya menatap, sebuah siluet akhirnya mulai terbentuk dan memunculkan sosok yang sangat amat cantik mulai nampak dihadapan dari Zen. Dengan mulai mendarat pada tempat dimana Zen berada, wanita itu akhirnya mulai berdiri dihadapan Zen sambil membungkuk kepada dirinya.


“Percuma saja aku mengikutinya. Karena memang, keberadaan diriku tidak akan berguna jika bukan menyangkut sebuah pertempuran” ucap Freya yang saat ini menjawab perkataan dari Zen.


“Hm.. begitu ya. Kalau begitu sampai jumpa lagi, karena aku juga akan beranjak dari tempat ini. Apalagi, aku harus mengembalikan gadis kecil ini kepada Ibunya.” ucap Zen yang saat ini mulai membalikan tubuhnya dan akan beranjak dari sana.


Freya yang mendengarnya perkataannya tentu saja langsung terkejut mendengarnya. Karena dirinya mengira saat Zen memanggil keberadaannya tadi, ada sesuatu hal yang ingin disampaikan oleh Zen kepadanya. Namun, ternyata dirinya malah dihadapkan dengan kalimat berpamitan dari pria itu kepada dirinya.


Bahkan tanpa mendengar jawaban yang akan dirinya berikan atas kalimat perpisahannya itu dari Freya, Zen akhirnya mulai beranjak dari tempatnya dan akan langsung kembali menuju tempat tujuannya yang dimana dirinya akan mengembalikan Kileni kepada Ibunya terlebih dahulu.


Namun saat baru Zen mengambil beberapa langkah dari perjalanannya untuk kembali, Zen mulai mengehentikan langkahnya kembali dan mulai menghadap kearah belakangnya. Tentu dirinya melakukan hal tersebut, karena dirinya merasakan sesuatu disaat dirinya akan beranjak dari tempatnya itu.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Zen yang merasakan tindakan aneh dari seorang wanita yang sudah dirinya tinggalkan keberadaannya tadi.


“Tentu saja aku akan mengikuti dirimu” balasnya dan membuat Zen mulai menghela nafasnya kembali dengan tingkah dari Dewa tersebut.


Disaat Zen mulai beranjak setelah dirinya berpamitan dengan Freya tadi, dirinya mulai merasakan wanita itu mulai mengikuti langkahnya. Maka dari itu, Zen mulai menghentikan langkahnya dan menanyakan apa yang ingin dilakukan oleh wanita tersebut.


Tetapi, dirinya malah dikejutkan dengan keputusan wanita itu yang saat ini malah mengikuti langkahnya. Apalagi, dirinya sama sekali tidak mengetahui mengapa wanita itu ingin sekali ikut dengan dirinya, yang notabennya ingin pulang dengan tenang menuju kediamannya.


“Iya. Aku akan mengikuti dirimu mulai sekarang. Karena aku hanya ingin berdekatan dengan pihak yang tidak terpengaruh dengan keberadaanku” ucap Freya yang kembali menjawab perkataan Zen kepadanya.


Memang, ini pertama kalinya Freya menemukan pihak yang sama sekali tidak terpengaruh dengan keberadaannya. Maka dari itu, dirinya berusaha untuk bercengkrama dengan dirinya, karena Freya tidak pernah sama sekali melakukannya.


Hari-harinya yang selama ini hanya tinggal pada sebuah gubuk ditengah sebuah taman yang besar dan sendirian, membuatnya ingin sekali bercengkrama dengan pihak yang memang tidak mendekati dirinya karena terbawa dengan sebuah perasaan penuh nafsu yang selalu ditujukan kepada dirinya.


Maka disaat dirinya sudah menemukan sosok tersebut, Freya memutuskan untuk mengikuti dirinya agar dirinya tidak sendirian menjalani kehidupannya yang bisa dikatakan sangat amat kesepian dan tidak ditemani oleh siapapun sedari dirinya lahir di dunia ini.


“Cih... apakah kamu tahu, bahwa keberadaan dirimu akan membuat beberapa orang yang tinggal bersama denganku akan terpengaruh dengan dirimu?” tanya Zen kembali, yang mencoba membuat wanita itu mengerti dengan keadaannya.


“Aku tahu... tetapi aku hanya tidak ingin hidup dalam sebuah kesepian yang selama ini aku jalani lagi” ucapnya yang langsung menunduk sedih atas apa yang selama ini dirinya lalui.


Sedih memang atas apa yang terjadi kepada Freya. Seorang Dewi yang sangat amat cantik itu, harus mengasingkan dirinya karena kekuatan yang dimilikinya merupakan kekuatan yang akan membuat kekacauan bagi semua pihak.


Jadi, disaat dirinya menemukan sosok yang tidak terpengaruh dengan keberadaannya, Freya ingin sekali menghilangkan rasa kesepiannya itu dengan memulai sebuah hubungan yang baru dengan sosok yang dipastikan tidak mendekati dirinya hanya karena sebuah rasa nafsu.


“Cihh... mengapa dirimu juga mengeluarkan aura tersebut. Membuatku mulai repot harus menjawab dirimu seperti apa” gumam Zen, yang mulai sakit kepala dengan aura yang dikeluarkan wanita itu kepadanya.

__ADS_1


Tentu Zen sebenarnya ingin menolak permintaan wanita itu, karena Zen tidak mau bahwa dirinya membawa sebuah bencana kepada kehidupannya yang bisa dikatakan sudah hidup dengan tentram. Namun, apa yang ingin dirinya lakukan itu ternyata harus terhalangi dengan sesuatu.


Zen tidak menyangka, bahwa seorang Dewa juga bisa mengeluarkan aura tersebut kepada dirinya. Zen bisa dikatakan cukup terkejut pada awalnya disaat dirinya merasakan aura tersebut pertama kali keluar oleh wanita yang merupakan seorang Dewa tersebut, karena dirinya tidak menyangka bahwa dirinya juga bisa mengeluarkannya.


Apalagi, bisa dimengerti wanita itu bisa mengeluarkan aura yang selama ini Zen rasakan hanya dari beberapa wanita yang dengan tulus mencintainya. Karena bisa dikatakan sosok Zen merupakan sosok yang selama ini dirinya cari bahkan dirinya sudah menunggu sosoknya sudah sangat lama.


Jadi, rasa penantian yang dirinya cari dan akhirnya berhasil dirinya temukan, membuat perasaan itu akhirnya sudah berubah sepenuhnya menjadi sebuah rasa, yang sebenarnya Zen coba hindari karena dirinya masih berusaha menyelesaikan permasalahan rasa tersebut dengan Istrinya terlebih dahulu.


“Hahh... Aku tahu seorang pihak yang bisa membantumu menyelesaikan permasalahan dirimu” ucap Zen yang memutuskan memberikan solusi kepada wanita itu dan tentu saja langsung membuat Freya menatap dirinya dengan lekat atas perkataanya tersebut.


“Benarkah?” tanya Freya bersemangat dan membuat Zen memberikannya sebuah anggukan.


“Elf. Seorang Elf bisa membantumu. Mereka dipastikan bisa membuat sebuah artefak yang dapat menyembunyikan aura pemikat milikmu itu.” Ucap Zen yang membuat wanita yang pada awalnya bersemangat itu mulai kembali merasa sedih saat mendengarkan perkataannya.


“Tetapi, Bukankah mereka semua sudah punah?” ucap Freya yang saat ini harapannya seakan pupus, untuk bisa hidup dengan normal pada umumnya.


Memang, beberapa pihak akan menganggap bahwa di dunia ini Elf sudah hampir punah sepenuhnya. Hal tersebut dikarenakan, kemampuan mereka yang sangat amat mengganggu membuat beberapa pihak tidak nyaman untuk membiarkan mereka untuk terus hidup di dunia ini.


Apalagi, kelompok jahat yang berada di dunia ini sering sekali memburu mereka karena kekuatan mereka yang sangat unik tersebut. Jadi, bisa dikatakan beberapa pihak akan menganggap ras tersebut sudahlah punah sepenuhnya, walaupun hingga saat ini Zen cukup kebingungan mengapa mereka bisa dikalahkan dengan mudah.


Zen tentu sudah mendengarkan penjelasan tentang berbagai ras yang mendiami dunia ini. Termasuk kabar tentang punahnya Ras Elf yang langsung membingungkan dirinya. Karena bisa dikatakan, Ras Elf adalah ras yang sangat kuat dan sangat susah untuk diburu oleh beberapa pihak yang memang ingin berbuat jahat kepada mereka.


“Tenanglah. Masih terisa beberapa orang dari ras mereka. Bahkan aku mengenal salah satunya” ucap Zen yang membuat Freya mulai kembali bersemangat mendengar perkataanya itu.


“Benarkah? Lalu, dimanakah dirinya berada?” tanya Freya dan membuat Zen langsung mencoba menenangkan wanita yang sangat bersemangat tersebut.


“Aku tidak tahu. Kamu tahu sendiri bukan, seorang Elf akan menunjukan keberadaannya jika memang dirinya mau” ucap Zen yang membuat perasaan semangat dari Freya mulai menurun.


Tetapi wanita itu tetap bertekad, bahwa dirinya akan menemukan ras tersebut. Apalagi, dirinya masih belum mengetahui bahwa ras tersebut ternyata masih ada di dunia ini, dan dirinya akan mencarinya agar dirinya bisa hidup berdampingan dengan beberapa orang tanpa kekhawatiran lagi.


“K-Kalau begitu, jika aku berhasil menemukannya dan dirinya membuat artefak untukku, aku bisa selalu mengikuti dirimu bukan?” ucap Freya sekali lagi kepada sosok Zen yang masih berdiri tenang ditempatnya.


Elf memang dikenal sebagai pembuat artefak terbaik, dan mereka bisa membuat jenis artefak apapun yang mereka mau. Maka dari itu, dipastikan kondisi Freya akan bisa diselesaikan oleh pihak Elf yang mau membuatkan dirinya sebuah artefak untuknya.


Apalagi, Zen sebenarnya juga sedang mencari sosok Elf. Maka dari itu, disaat dirinya mendapatkan sebuah bantuan dari pihak yang menurutnya akan cukup membantu untuk mencari keberadaan Elf yang sedang dirinya cari tersebut, membuat Zen memutuskan untuk memanfaatkan sosok Freya yang juga membutuhkan sosok tersebut untuk kepentingan dirinya.


“Ya... jika dirinya mau membuatkan dirimu artefak dan auramu sudah bisa dikendalikan. Aku akan mempertimbangkan permintaanmu itu”

__ADS_1


__ADS_2