Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Memulai Segalanya


__ADS_3

Dengan langkah yang bisa dikatakan sangat amat berhati-hati, saat ini Zen sudah berhenti tepat pada sebuah pelindung yang sedang mengurung sebuah tempat. Tentu Zen saat ini tidak langsung menghancurkan pelindung tersebut dan lebih memperhatikan keadaan sekitarnya terlebih dahulu.


Dengan memperhatikan keadaan sekitar dan memastikan bahwa tidak ada musuh disekitar area tempatnya berada, barulah Zen mulai memperhatikan pelindung yang saat ini memisahkan dirinya dengan lokasi yang dikurungnya. Karena bisa dikatakan dirinya cukup penasaran dengan pelindung yang saat ini sedang diperhatikan oleh dirinya.


Karena bisa dibilang, pelindung yang berbentuk barier yang berada dihadapan Zen saat ini, membuat sesuatu yang terjadi didalam tempat yang sedang dilindungi oleh pelindung tersebut, tidak bisa dirasakan oleh Zen. Jadi, dirinya saat ini berusaha untuk berhati-hati dalam bertindak untuk langsung menerobos tempat tersebut.


“Hm... terakhir kali aku melihat sesuatu seperti ini, disaat aku berada di wilayah Elf dahulu” ucap Zen, yang cukup merasa tertarik dengan pelindung yang saat ini dirinya temui.


“Benar kata anda Tuan. Pelindung ini sama seperti beberapa artefak milik Elf, yang bisa menyembunyikan aura apapun yang berasal dari dalamnya” ucap Bari yang saat ini sedang berdiri disampingnya.


Memang Zen tidak datang ketempat ini sendirian. Bersama dengan peliharaannya dan bawahannya, tentu dirinya bersama mereka akan memusnahkan sesuatu yang berhasil mereka temukan keberadaannya ditempat mereka berada saat ini.


Tentu berkat para Vampire yang menculik anak dari Alice, Zen mempunyai kesempatan untuk membuat pihak tersebut bisa terlacak. Tentu dirinya menggunakan kemampuan dari peliharaannya Fenrir untuk melacak keberadaan Kileni yang sedang diculik oleh mereka.


Dan sampai disini saja serigala itu bisa menemukan jejak aura bau dari Kileni, yang bisa dikatakan sudah menghilang tepat diluar area dari pelindung yang mereka temukan itu berada. Jadi, begitulah mereka bisa berada ditempat ini dan bersiap menghancurkan berbagai hal yang akan mereka temui didalamnya.


“Ya... pelindung ini juga melindungi berbagai markas dari Ayah angkatku, Tuan. Maka dari itu, aku tidak bisa lagi merasakan keberadaan markas-markas tersebut” ucap Fenrir yang ikut dalam percakapan tersebut.


“Lalu, jika kamu melacak pelindung yang lain menggunakan bau kekuatan pelindung ini, apakah kamu bisa menemukan yang lainnya?” tanya Zen dan langsung mendapatkan gelengan dari Fenrir.


“Energinya terlalu asing, Tuan. Penciumanku bahkan tidak bisa mengidentifikasi bau energi yang keluar dari pelindung yang berada didepan kita” ucap Fenrir dan membuat Zen hanya mengangguk saja saat mendengarkan perkataannya.


Zen tidak tahu dari mana para Kultivator bisa mempelajari cara membuat pelindung seperti apa yang sedang dirinya lihat saat ini. Karena memang, Zen bisa merasakan bahwa kekuatan yang dipakai untuk melakukannya seakan tidak pernah dijumpai oleh dirinya di manapun.


Bahkan, Zen yang mengira bahwa mereka mempelajari hal tersebut dari pihak Elf, bisa dikatakan hal itu tidak mungkin terjadi. Karena Zen sama sekali tidak merasakan kekuatan dari Elf yang tercampur pada pelindung yang berada didepannya.


Jadi, bisa dikatakan pihak Kultivator membuat sendiri pelindung ini menggunakan kekuatan mereka, yang hingga saat ini cukup membuat takjub sosok Zen yang memang tidak menyangka mereka akan bisa membuat sesuatu seperti itu.


Bahkan Zen sendiri akan susah melacak keberadaan mereka, jika seluruh pihak yang menggunakan kekuatan ini, mampu melakukannya kepada beberapa pihak yang memang selama ini Zen sudah cari keberadaannya, dan sangat susah untuk ditemukan oleh dirinya.


“Kalau begitu, kalian sudah siap?” tanya Zen kepada kedua bawahannya, dan langsung mendapatkan anggukan dari mereka berdua.


Melihat bahwa kedua bawahannya sudah siap, Zen yang sudah memfokuskan kekuatannya pada kepalan tangannya, langsung menghancurkan pelindung yang menghalangi mereka untuk masuk kedalam tempat yang akan mereka serang tersebut.

__ADS_1


Tentu tanpa basa-basi dirinya akan langsung membasmi habis tempat tersebut, karena dirinya juga sudah tidak sabar membantai pihak yang selama ini mencari masalah dengan dirinya. Apalagi, pukulannya yang bisa dikatakan cukup kuat itu, akhirnya mendarat dengan mulus pada permukaan pelindung yang akan diterobos paksa olehnya.


Dengan pukulan Zen yang cukup kuat itu, retakan demi retakan mulai terlihat dan pelindung itu perlahan tapi pasti mulai hancur sedikit demi sedikit. Dan benar saja, disaat pelindung itu hancur Zen langsung merasakan keberadaan Vampire yang sedang bersembunyi didalamnya saat ini.


Karena bisa dilihat, beberapa sosok Vampire bisa dikatakan langsung menyambut kedatangannya ketempat itu, setelah seluruh pelindung yang Zen hancurkan menggunakan pukulannya tadi, sudah hancur sepenuhnya dan menunjukan semua hal yang dilindungi oleh pelindung tersebut.


“Siapa kal-” namun belumlah seseorang Vampire menyelesaikan kalimatnya saat dirinya hendak menyambut rombongan Zen, karena kepalanya langsung saja diputuskan oleh Zen dan membuatnya langsung tersungkur tanpa kepalanya di tanah.


“Ingat, pastikan jantungnya hancur, karena jika tidak mereka bisa hidup lagi” ucap Zen, yang saat ini langsung menginjak dada dari Vampire yang sudah terlepas kepalanya itu, dan langsung menghancurkan jantungnya.


“Baiklah, Tuan” balas bawahannya, dan mereka saat ini mulai menyebar dan bersiap untuk membunuh semua pihak yang berada ditempat ini.


Akhirnya pembantaian ditempat itu mulai terjadi. Yang dimana ketiga orang yang sudah berani menerobos markas para Vampire itu dengan membabi buta, langsung menjalankan aksi mereka dalam membantai semua pihak yang berada ditempat ini.


Zen sendiri tidak langsung mengikuti kedua bawahannya itu yang mulai menggila dalam menyerang berbagai pihak yang sedang mereka lawan. Karena saat ini, dirinya mulai membuat pelindung yang baru pada tempat itu, agar pihak yang berada didalamnya tidak bisa melarikan diri kemanapun.


Karena seperti yang sudah diketahui, Zen cukup malas jika harus mengejar beberapa pihak yang nanti akan melarikan diri, dalam penyerangan yang dirinya lakukan bersama bawahannya. Maka dari itu, dirinya langsung membuat pencegahan agar mereka tidak bisa pergi kemanapun atas serangan yang dirinya lakukan saat ini.


Hingga setelah dirinya memastikan pelindung yang dirinya buat sudah rampung dan terpasang dengan benar, barulah Zen mengambil langkahnya dalam membasmi ras yang sangat membuatnya kesal itu. Apalagi dengan Ame no Ohabari miliknya, saat ini dirinya mulai menggila dan membasmi beberapa pihak secara langsung.


Memang, Zen ingin menyelesaikan pertarungan ditempat ini dengan cepat. Maka dari itu dirinya ingin langsung menghabisi pemimpin dari tempat ini, dan menyelesaikan semuanya. Namun ternyata, pihak yang saat ini sudah diambang kematian itu, tidak ingin memberitahukan keberadaan pemimpin mereka kepada Zen.


Memang walaupun dirinya sudah membasmi seluruh barier pelindung yang menyembunyikan tempat ini, ada beberapa keberadaan yang masih belum bisa dirasakan oleh Zen. Yaitu para petinggi tempat ini, yang sepertinya menggunakan kekuatan yang lain dalam menyembunyikan keberadaan mereka.


Maka dari itu, dengan menusuk dada dari Vampire yang berada di genggamannya hingga menembus bagian punggungnya, Zen langsung membunuh beberapa pihak yang tidak ingin bekerja sama dengan dirinya dalam memberitahukan keberadaan beberapa pihak yang ingin dicari olehnya.


“Hm... selanjutnya!” teriak Zen yang ingin melakukan hal yang sama, disaat dirinya sudah meraih salah satu Vampire lagi.


Sudah beberapa Vampire yang coba dirinya tanyai, namun mereka seakan bungkam atas keberadaan atasan mereka. Maka dari itu, tentu saja mereka akan langsung tewas ditangan Zen saat itu juga. Bahkan hal itu juga sudah membuat para Vampire yang mulai terbunuh pada tempat ini jumlahnya sudah cukup banyak.


Karena bisa dikatakan, mereka tidak sanggup membendung serangan dari Zen, Bari maupun Fenrir yang notabennya adalah anak angkat dari seorang Dewa. Maka dari itu, bisa dikatakan mereka hampir berhasil menyelesaikan pembantaian tersebut.


Bahkan bisa dikatakan pertarungan itu mulai berat sebelah saat ini karena serangan mematikan yang terus saja dikerahkan oleh ketiga pihak tersebut, dipastikan tidak akan bisa dibendung oleh para Vampire yang berada di sana. Karena bisa terlihat bahwa perbedaan kekuatan mereka yang terpaut cukup jauh dari pihak yang menyerang mereka.

__ADS_1


“Dimana atasanmu, cepat katakan!” teriak Zen kembali, yang saat ini terus menanyakan tentang keberadaan atasan mereka yang sepertinya tidak kunjung ditemukan hingga saat ini.


“Kamu tidak akan bisa mene-” namun karena Zen malas mendengar ocehannya, Zen langsung membunuhnya seperti yang lain.


Memang, tempat dimana dirinya berada saat ini sangatlah luas. Karena bisa dikatakan para Vampire yang saat ini dilawan oleh Zen sudah menguasai sebuah bukit yang cukup besar untuk dijadikan markas tersembunyi mereka yang baru di negara ini.


Jadi, belum seluruh area saat ini mulai dikunjungi oleh Zen. Maka dari itu, daripada dirinya repot-repot mencari keberadaan pemimpi tempat ini pada area yang luas itu, dirinya lebih memilih bertanya kepada beberapa pihak yang berada di sana.


Siapa tahu, ada beberapa diantara mereka yang memang benar-benar memberitahukannya dan akhirnya pertarungan itu akan berjalan dengan sangat cepat, karena mereka bisa menghabisi para petinggi Vampire yang berada ditempat ini.


Tetapi, apa yang diharapkan oleh Zen sampai saat ini bisa dikatakan tidak akan terwujud. Karena seperti yang diketahui, hingga saat ini para Vampire yang sudah diancam olehnya dan sudah dibunuhnya tidak memberikan informasi apapun terhadap atasan mereka yang berada ditempat ini.


“Cih... mengapa mereka sangat setia” ucap Zen yang akan kembali meraih seorang Vampire dan akan menanyakan keberadaan pemimpinnya.


Namun, belumlah dirinya melakukan hal tersebut. Pelindung hasil buatannya yang saat ini sudah berdiri kokoh, seakan ingin dirusak oleh seorang pihak dari arah luar. Tentu hal itu membuat Zen langsung menghentikan tindakannya sejenak dan memperhatikan siapa yang berani datang ketempat ini dan mengganggu kegiatannya.


Bukan hanya Zen yang menghentikan tindakannya. Bari dan Fenrir juga melakukan hal yang sama, dan saat ini mereka mulai mewaspadai pihak yang saat ini seakan ingin menghancurkan pelindung milik tuan mereka, dan mungkin merupakan musuh mereka.


"Hm... apakah para Vampire yang lain ingin menyelamatkan rekan mereka, dan saat ini ingin datang ketempat ini?" ucap Zen yang langsung memutuskan untuk menunggu pihak yang ingin memasuki tempat ini.


Namun anehnya, menurut Zen bukanlah seorang dari pihak Vampire yang sedang merusak pelindung yang dirinya ciptakan itu. Karena bisa dikatakan, mereka tidak akan mampu melakukannya karena pelindung yang dirinya ciptakan itu kualitasnya cukup baik dan tidak akan mungkin mereka bisa merusaknya.


"Hm.. jadi seorang Dewa yang melakukannya ya..." ucap Zen yang merasakan aura Dewa pada sela-sela pelindungnya yang terlihat retak atas serangan yang dirinya terima itu.


Hingga akhirnya tidak berselang lama kemudian, sebagian kecil dari pelindung milik Zen sudah hancur, dan seseorang yang berhasil menghancurkannya mulai mendekat kearah Zen dengan sangat cepat dan seakan ingin menyerangnya.


Dengan sikap yang masih waspada, tentu saja Zen saat ini mulai bersiap menyambut serangan yang akan dirinya terima itu. Apalagi, bisa dikatakan kekuatan pihak yang saat ini menyerangnya, cukup kuat dari beberapa pihak yang pernah dirinya temui.


“Cih... siapa lagi wanita yang terlihat bar-bar ini?” dan begitulah perkataan Zen, yang saat ini menangkap bilah pedang yang saat ini sedang mengarah kepadanya.


Tentu wanita yang menyerang Zen secara tiba-tiba itu sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Bahkan disaat dirinya ingin menarik kembali pedangnya, genggaman dari Zen saat ini menghalangi dirinya untuk melakukan tindakannya itu.


Melihat itu, tentu dirinya langsung melepaskan pedangnya dan mulai mengeluarkan pedang yang baru untuk menyerang sosok Zen. Namun sebelum itu, wanita itu akhirnya menyadari sesuatu tentang sosok Zen yang masih berdiri dengan tenang ditempatnya.

__ADS_1


“M-Mengapa kamu tidak terpengaruh dengan keberadaan diriku?”


__ADS_2