
Memang kejadian yang dialami oleh seorang wanita, yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa suaminya terlihat disekap dan sedang disiksa, sangat membuat dirinya panik pada awalnya. Walaupun dirinya sudah menyaksikan bahwa kondisi dari suaminya baik-baik saja, tidak serta merta membuat tangisannya itu berhenti.
Apalagi, sebelum melihat suaminya melawan balik pihak yang sedang berbuat jahat kepadanya. Para bajingan yang menculik dan menyekap dirinya, sempat disaksikan oleh wanita itu bahwa suaminya sedang disiksa agar dirinya mau mengikuti perkataan dari pria yang melakukan itu semua kepadanya.
Maka dari itu, bayang-bayang kejadian yang dirinya alami tadi, masih membuat dirinya terbawa dan masih menangis membayangkan kejadian tersebut. Tetapi untungnya suaminya dengan sabar mencoba menenangkan dirinya, yang saat ini wajahnya sudah mulai muncul pada layar panggilan yang dirinya lakukan.
"B-Baiklah, dan cepatlah kembali" ucap Vero menjawab perkataan dari suaminya itu, hingga akhirnya panggilan yang dirinya lakukan kepada Zen sudah dimatikan oleh dirinya.
Tentu melihat bahwa keadaan mulai berbalik, Vero langsung merasa sangat bersyukur. Apalagi tangisannya yang sebelumnya sangat keras, akhirnya perlahan mulai menghilang karena dirinya sudah sedikit tenang dengan keadaan dari suaminya yang terlihat sepertinya baik-baik saja.
Apalagi setelah Vero mengalami kejadian tadi, bisa dikatakan kondisinya saat ini sangat amat kelelahan, apalagi melihat semua hal yang sudah terjadi tadi. Hal itu terlihat saat dirinya mulai menyandarkan tubuhnya pada kursi yang disaat ini didudukinya, dan mencoba menghentikan tangisannya yang saat ini belum reda sepenuhnya.
"Sepertinya, aku harus melakukan sesuatu dengan perusahaan milik pria brengsek itu." Ucap Vero penuh tekad, karena ingin membalaskan semua perbuatan pria itu terhadap dirinya dan suaminya.
Tentu Vero tidak bisa hanya diam saja, saat sudah mengalami tindakan yang tidak mengenakan bagi dirinya, bahkan dapat mengancam nyawa suaminya. Jadi, dirinya memutuskan untuk membalas perbuatan pria itu, yang berani-beraninya mencari masalah dengan dirinya.
Bahkan raut wajahnya yang sebelumnya terlihat sangat kelelahan karena menangis, saat ini sudah berubah sepenuhnya menjadi raut wajah yang menunjukan kemarahan dan penuh tekad. Karena dirinya sudah berjanji akan berbuat sesuatu untuk membalaskan perbuatan pria brengsek itu kepada dirinya.
"Tunggulah. Akan aku buat kamu mengetahui watak dariku yang sebenarnya, dasar brengsek" ucap Vero, yang akhirnya bisa sepenuhnya menghentikan tangisannya dan digantikan dengan perasaan yang penuh tekad untuk membalaskan dendam atas perbuatan Indra tadi.
Tetapi sebelum itu, dirinya terlebih dahulu harus memperbaiki penampilannya yang bisa dikatakan sangat kacau itu. Karena bisa terlihat, karena kejadian tadi membuat sosok dari Vero seakan sangat berantakan dan dirinya harus mengembalikannya sebelum melanjutkan rencananya.
Apalagi sudah cukup lama juga dirinya menangis ditempatnya, bahkan tanpa sadar dirinya sudah duduk ditempatnya berada itu hampir satu jam lamanya, setelah dirinya mengakhiri panggilan yang dirinya lakukan terhadap suaminya tadi.
Tentu dirinya mulai memikirkan berbagai hal tadi, sebelum dirinya sudah mempunyai rencana bagaimana cara untuk menghancurkan pria yang bernai-beraninya mencari masalah dengan dirinya. Maka dari itu, tanpa sadar dirinya malah sudah menghabiskan waktu yang lama pada tempat duduknya tadi.
Dan juga, Vero sudah bertekad akan langsung menghubungi berbagai pihak, untuk membantunya membalaskan dendamnya kelak terhadap Indra, setelah dirinya merapikan kembali sosoknya yang terlihat sangat kacau karena kejadian yang dirinya alami tadi.
"Cih... bagaimana aku menyembunyikan mata sembabku saat ini" ucap Vero yang melihat rupanya pada pantulan cermin yang menampakan rupanya yang kacau itu.
Vero mulai membenahi penampilannya saat ini, pada kamar mandi khusus yang berada didalam ruangannya. Namun saat melihat rupanya pada pantulan cermin, bisa dikatakan penampilannya sangat amat berantakan sempat membuat dirinya cukup kebingungan bagaimana cara memperbaiki penampilannya itu.
__ADS_1
Namun disaat dirinya masih menatap rupanya pada cermin didepannya, Vero mulai merasa gelisah tentang keberadaan suaminya kembali. Apalagi sudah hampir satu jam dari kejadian tadi, tetapi suaminya itu belum terdengar kabarnya hingga saat ini.
Maka dari itu, apa yang dirinya rasakan saat ini kembali membuatnya risau. Karena dirinya memang masih belum mengetahui sama sekali tentang kondisi dari suaminya itu, setelah dirinya mematikan panggilan mereka tadi. Jadi hal tersebutlah yang kembali membuat Vero belum sepenuhnya tenang dalam menyikapi apa yang dirinya alami saat ini.
"Apakah, aku hari menghubunginya lagi, untuk menanyakan keadaannya." ucap Vero disela-sela dirinya sedang membenarkan penampilannya.
Memang, dirinya lupa menanyakan berbagai hal termasuk menanyakan kapan suaminya itu kembali tadi. Apalagi, dirinya baru menyadari bahwa bisa dilihat suaminya itu sempat terkena sebuah tembakan tadi. Maka dari itu, hal tersebutlah yang kembali mengganggu Vero, karena dirinya belum sempat menanyakan berbagai hal tentang kondisi suaminya.
"Aku harus menghubunginya" ucap Vero, yang mulai mengambil ponselnya dan langsung menghubungi kembali suaminya yang belum terdengar kabarnya sedari tadi.
Namun rasa gelisah yang dirinya rasakan itu semakin menjadi, disaat dirinya tidak bisa menghubungi nomor suaminya. Walaupun memang bisa dikatakan panggilannya sedang tersambung, tetapi suaminya tidak kunjung mengangkat panggilannya.
Bahkan Vero sudah menghubunginya berkali-kali, namun tetap saja dirinya tidak berhasil menghubungi Zen. Apalagi dirinya mulai menghubungi nomor dari Indra kembali, namun naas panggilannya itu sudah tidak aktif dan membuat Vero saat ini semakin panik dibuatnya.
"Ayo... angkatlah, Zen" ucapnya, yang masih berusaha untuk terus menghubungi Zen, baik melalui nomornya maupun nomor dari Indra.
Vero memang awalnya sudah merasa sudah tenang melihat keadaan suaminya baik-baik saja. Bahkan saat suaminya mematikan panggilannya tadi, dirinya langsung memutuskan untuk membalaskan dendam suaminya itu hingga akan membasuh wajahnya pada kamar mandi yang memang terdapat pada ruangan pada kantornya.
"Apa jangan-jangan, dirinya kembali diserang?" ucap Vero yang kembali panik, dengan situasi Zen yang tidak terdengar kabarnya lagi, karena panggilannya sudah tidak dijawab oleh dirinya.
Memang firasat seorang wanita tentang sesuatu yang terjadi terhadap orang yang sangat dirinya cintai, bisa dikatakan cukuplah akurat. Karena seperti yang dirinya tidak ketahui, saat ini Zen memang mendapatkan sebuah serangan susulan dari beberapa pihak.
Tentu dirinya bingung harus melakukan apa untuk menanggapi firasatnya itu, hingga akhirnya suara pintu dari ruangan tempatnya berada mulai terbuka dan memunculkan sahabatnya yang sedang menunjukan raut wajah kekhawatirannya terhadap sahabatnya yang terlihat sangat kacau saat ini.
" Apa yang terjadi, Vero?" tanya Kelly, yang saat ini langsung menghampiri sahabatnya tersebut.
Memang setelah Vero disuruh untuk menerima panggilan dari Indra tanpa ada orang yang bersamanya, membuat wanita itu langsung menyuruh Kelly dan Anabelle untuk langsung keluar dari ruangannya tadi dan membuat dirinya menerima panggilan itu sendiri.
Jadi, Kelly sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi kepada sahabatnya itu. Apalagi, dirinya hanya mendapatkan laporan dari seorang staf yang bekerja sebagai OB yang tadi sedang melewati ruangan Vero, dan tidak sengaja mendengar suara tangisan yang berasal dari ruangan tersebut.
Maka dari itu, Kelly dengan bergegas langsung mencari tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya itu, dengan langsung mendatangi ruangannya dan memeriksa secara langsung kondisinya. Karena memang, Kelly juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabatnya yang diketahui sedang menangis tadi.
__ADS_1
"Z-Zen, dirinya diculik" ucap Vero sambil mulai memeluk sahabatnya itu.
Kelly cukup terkejut dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu kepada dirinya. Apalagi, pada awalnya dirinya belum mempercayai sepenuhnya perkataan yang dirinya lontarkan. Namun setelah melihat kondisi sahabatnya itu yang berantakan, Kelly sepertinya mulai mempercayai perkataannya itu.
Namun ada satu hal yang membuat Kelly masih bingung dengan kabar yang dirinya dengar itu. Karena seperti yang diketahui, kemampuan Zen dalam bertarung bisa dikatakan sangat mempuni. Bahkan Kelly juga mengetahui kekuatan dari pria itu dalam hal bertarung, baik tangan kosong maupun menggunakan senjata.
Jadi, saat dirinya mendengar bahwa sosok Zen yang sekuat itu bisa diculik beberapa pihak, tentu membuatnya terkejut mendengarnya dan tidak menyangka bahwa dirinya akan mengalami sebuah kejadian yang membuatnya menjadi korban penculikan, seperti apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.
"Lalu, coba jelaskan secara detail apa yang terjadi kepada suamimu, kepadaku. Agar aku bisa mencarikan sebuah solusi untukmu" ucap Kelly sambil menenangkan sahabatnya yang terlihat masih panik dengan kondisi suaminya.
Dengan mencoba tenang, Vero yang sudah melepaskan pelukannya dari Kelly akhirnya mulai menceritakan apa yang terjadi. Dirinya mulai menceritakan kejadian dari Indra menghubunginya sampai pembantaian yang dilakukan oleh Zen yang membunuh hampir semua pihak yang menculiknya, hingga kabar Zen sudah tidak terdengar sampai sekarang.
Tentu Kelly dengan sabar mencerna satu persatu kalimat yang dilontarkan oleh sahabatnya itu. Karena bisa dikatakan, sahabatnya itu bercerita dengan keadaan yang masih terlihat sangat terbawa dengan kejadian tadi. Apalagi disela-sela bercerita, sahabatnya itu sempat menangis sejenak.
Jadi, Kelly dengan kesabaran ekstra saat ini mulai mendengarkan semua hal yang diceritakan oleh sahabatnya itu, hingga akhirnya dirinya sudah paham sepenuhnya dengan apa yang sedang terjadi kepada Zen.
"Yang terpenting, kamu sudah melihat kondisinya baik-baik saja, bukan? Jadi, cobalah kita untuk tenang dan mari kita memikirkan solusi bersama" ucap Kelly yang mencoba menenangkan sahabatnya itu
Memang bisa dikatakan Kelly juga ikut panik mendengar kondisi dari Zen. Apalagi benar kata Vero tadi, bahwa pria itu saat ini belum bisa dihubungi oleh mereka hingga saat ini. Bahkan Kelly juga sudah berusaha menghubungi dirinya, tetapi tetap saja Zen tidak menjawab panggilannya itu.
Maka dari itu, dirinya berusaha untuk menyingkirkan rasa paniknya dan bersama dengan Vero mulai memikirkan rencana, bagaimana caranya mereka bisa mengetahui kondisi dari Zen yang kabarnya belum terdengar hingga saat ini.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Kel?" ucap Vero, yang saat ini mencoba memikirkan solusi dari kejadian yang dirinya alami tadi.
"Tunggu, bukankah kita mempunyai nomor temannya, yang merupakan kepala kepolisian?" ucap Kelly yang memikirkan sosok wanita yang dikenal sebagai sahabat dari Zen.
"Benar juga. Kalau begitu, aku akan menghubunginya saat ini" ucap Vero, yang juga baru menyadari bahwa suaminya itu mempunyai teman seorang kepala kepolisian.
Memang mereka berencana untuk menghubungi Santi dalam membantu mereka dalam menemukan keberadaan Zen, yang saat ini keberadaannya belum jelas keberadaannya berada dimana. Apalagi, mereka juga belum bisa menghubunginya hingga saat ini, dan mereka memutuskan untuk meminta bantuan kepada seseorang.
"Halo, Bu Santi, bisakah kamu membantuku?"
__ADS_1