
Sikap kekerasan yang diambil oleh Sang Kaisar pada rakyatnya yang sedang berdemo membuat namanya semakin jatuh. Kaisar yang awalnya sangat dicintai oleh seluruh masyarakat dari seluruh Kekaisaran yang dirinya pimpin langsung berubah menjadi sosok yang paling dibenci oleh semua pihak saat ini.
Siapa yang menyangka tindakan ini yang diambil oleh dirinya, yang dimana Sang Kaisar mencoba menyelesaikan permasalahan Kekaisarannya dengan cara kekerasan. Bahkan dengan mata kepala mereka sendiri, para masyarakat melihat Sang Kaisar sampai membunuh para bawahannya sendiri karena tidak mengikuti perkataannya.
Bahkan Sang Kaisar bisa dianggap sudah gila sepenuhnya karena dirinya terang-terangan membunuh seluruh keturunannya tanpa ampun, dan saat ini diberitakan bahwa dirinya juga sudah membunuh seluruh Istri-istrinya karena rasa kejamnya yang tidak terima kedoknya sudah terbongkar sepenuhnya.
Maka dari itu, semua rakyat Kekaisaran China yang sangat marah melihat itu semua, menuntut dengan segera Sang Kaisar yang sudah dianggap gila untuk turun dari posisinya, karena posisi itu sangat tidak layak ditempati oleh seseorang yang memang sudah banyak melakukan hal buruk dan bisa dipastikan memiliki sebuah kelainan jiwa.
"S-siapa sebenarnya dirimu?" namun ditempat yang sangat luas dan dipenuhi dengan percikan darah yang berada diberbagai sudut ruangan yang luas ini, sang Kaisar menyaksikan sendiri Istri-istri yang dirinya sayangi mulai dibunuh satu-persatu oleh seseorang.
Tentu tidak ada yang bisa dirinya lakukan untuk menghalangi tindakan pria itu karena dirinya tidak sanggup melakukannya. Memang Sang Kaisar sudah berusaha untuk menghalangi sosok tersebut untuk membunuh seluruh Istrinya, namun naas apa yang dirinya lakukan itu bisa dikatakan sangat sia-sia.
Apalagi kekuatannya yang bisa dikatakan hanya setara Dewa itu seakan hanya seekor semut yang mencoba menyerang seekor manusia dihadapan sosok yang membantai semua istrinya itu, dan hal tersebutlah yang membuatnya tidak mampu melakukan apapun untuk menghalangi tindakannya.
Memang Sang Kaisar sudah melakukan berbagai hal untuk menghalangi kejadian tersebut. Namun naasnya apa yang dirinya lakukan itu percuma, karena dirinya langsung dibuat tak berdaya dan saat ini dirinya dipaksa untuk menyaksikan kematian orang-orang yang sangat dirinya cintai didepan matanya sendiri dan tidak dibiarkan untuk berpaling.
"Siapa aku? Anggap saja aku sebagai pihak yang membalaskan dendam seluruh pihak yang sudah kamu perlakukan tidak adil selama ini" Dan begitulah ucapan dari pria yang saat ini mulai mencabut pedang yang berada di genggamannya pada tubuh salah satu Istrinya yang sudah tak bernyawa.
Memang Sang Kaisar dari Negara yang dipimpinnya mempunyai watak yang baik hati, dermawan dan sebagainya didepan seluruh masyarakatnya. Namun semua itu hanya kedok yang dirinya gunakan untuk memperdaya seluruh pihak untuk membuat baik namanya.
Sang kaisar nyatanya merupakan seorang yang kejam. Dirinya senang sekali membunuh dan menyiksa pihak-pihak yang tujuannya tidak sejalan dengan dirinya. Contohnya jika ada pihak yang berani mempertanyakan atau memprotes tindakannya, maka orang itu dipastikan langsung dihabisi olehnya.
Masalahnya bukan hanya pihak yang bersebrangan dengannya saja yang dirinya habisi, tetapi seluruh keluarga mereka juga dirinya musnahkan, untuk menyembunyikan tindakannya yang keji itu kepada seluruh pihak yang dipimpinnya. Maka dari itu, kekejaman Sang Kaisar hingga saat ini tak tercium oleh siapapun.
Namun sekarang seluruh mata masyarakat sudah mulai terbuka sepenuhnya. Kekejaman Sang Kaisar sudah mulai terlihat disaat dirinya menangani situasi pihak yang sedang berdemo saat ini, hingga satu persatu tindakan kejamnya mulai terkuak dan langsung menghancurkan reputasi yang selama ini dirinya bangun dengan baik.
Apalagi tersebarnya sebuah bukti Video yang dimana Sang Kaisar membunuh bawahannya dan anak-anaknya sendiri karena tidak mengikuti perkataannya, saat ini sudah tersebar luas dan membuat sosoknya yang memang sangat kejam langsung tersebar dengan luas.
Dan hal itulah yang membuat kedoknya mulai terbongkar semua dan akhirnya membuat dirinya sudah hancur sepenuhnya mulai dari reputasinya hingga keberadaannya yang bisa dikatakan sudah dihancurkan oleh pihak yang mengatasnamakan seorang yang membalas semua perbuatan yang pernah dirinya lakukan.
__ADS_1
Maka dari itu, apa yang sudah dirinya bangun dan pertahankan mulai hancur sedikit-demi sedikit. Karena hal tersebut merupakan rencana dari seseorang yang memang ingin membuat dirinya merasakan apa yang dinamakan rasa kehilangan dan ketidakberdayaan menghadapi sesuatu.
Jadi, sosok pria yang saat ini sudah menghabisi seluruh keluarganya saat ini dengan senyum menyeramkan pada wajahnya mulai menatap sosok pria yang sebelumnya terlihat sangat berkuasa, terlihat sangat tidak berdaya dengan semua kejadian yang sudah dirinya saksikan di depan matanya saat ini.
"Bagaimana, melihat keluargamu dibunuh didepan matamu?" dan begitulah ucapan dari Zen yang akhirnya menewaskan Istrinya yang terakhir dan menjatuhkan mayatnya di lantai yang dingin, dan dipenuhi dengan darah yang mengalir dari mayat-mayat Istri sang kaisar yang lainnya.
Kejam memang perilaku dari Zen itu yang membunuh seluruh Istri dan anak-anaknya. Namun hal ini tidak terlalu kejam menurut Zen, karena Sang Kaisar yang saat ini sedang tidak berdaya ditempatnya melakukan sesuatu yang lebih buruk yang dilakukan oleh Zen kepada seluruh keluarganya.
Bukan tanpa alasan Zen melakukan semua itu, karena bisa dikatakan seluruh keluarga dari Kaisar busuk tersebut mempunyai tabiat busuk sama seperti sang Kaisar. Seperti pemerkosaan, penyiksaan, perbudakan dan sebagainya merupakan dosa mereka semua.
Maka dari itu, Zen langsung membunuh mereka semua agar kejahatan mereka akan terbalaskan di neraka, lalu mencabut nyawa dari anak-anaknya yang masih kecil untuk mengampuni keberadaan mereka, karena jika mereka terus hidup kehidupan mereka dipastikan akan sangat menyiksa mereka karena mereka harus menanggung dosa-dosa dari keluarga mereka.
"Dasar biadab!" Dan begitulah teriakan dari Kaisar itu yang meneriaki Zen karena ulahnya tersebut.
Mendengar perkataannya tentu langsung membuat Zen tertawa. Apalagi pria itu seakan tidak bercermin melihat perilakunya selama ini yang bisa dikatakan sama dengan yang dilakukan oleh Zen kepadanya. Maka dari itu, perkataan pria itu sangatlah menggelitik untuk Zen karena pria tersebut sepertinya sudah benar-benar gila sepenuhnya.
Apalagi Zen akhirnya mulai menjalankan rencana terakhirnya untuk menghabisi sosok Kaisar yang memang menjadi sosok incarannya untuk dihabisi. Karena Zen sudah melakukan semua hal yang membawanya menuju tempat ini untuk menyelesaikan semua hal yang akan dirinya lakukan.
Hingga seluruh hal yang berada disisi Sang kaisar sudah berhasil Zen musnahkan sepenuhnya, dan dirinya tinggal menghabisi sosok yang menjadi hidangan utama dari kedatangan Zen ketempat ini, sehingga dirinya bisa menyelesaikan semua permasalahan yang sedang dirinya kerjakan saat ini.
"Pengawal! Cepat bunuh orang ini!" Hingga teriakan Sang Kaisar yang tidak berdaya itu, saat ini mulai memanggil bawahannya untuk membantunya memusnahkan sosok Zen yang saat ini mulai mendekat kearahnya.
Namun naasnya, suaranya saat ini hanya menggema saja pada ruangan yang luas tersebut. Karena memang saat ini pada ruangan yang luas itu, hanya terdapat Zen dan Sang Kaisar saja yang berada pada sebuah tempat yang menjadi tempat pembantaian yang dilakukan oleh Zen tadi.
Hingga setelah suara yang menggema itu menghilang akhirnya sebuah suara tawa kembali terdengar oleh pria yang selama sedang menyaksikan acara komedi ditempat tersebut, karena menurutnya apa yang dilakukan Sang Kaisar dari Kekaisaran ini sangatlah lucu menurutnya.
"Pengawal? Bukannya kamu sudah membunuh mereka semua? Mengapa kamu sekarang memanggil keberadaan mereka?" tanya Zen yang saat ini masih tertawa dengan kejadian yang terjadi di sana.
Untuk diketahui, Zen hanya membunuh seluruh keluarga Sang Kaisar, seluruh pihak dari perguruan terbaik pada Kekaisaran ini dan beberapa pihak yang memang menjadi kaki tangan dari Sang Kaisar untuk menjalankan semua rencana yang sudah dirinya rencanakan.
__ADS_1
Selebihnya, bisa dikatakan Sang kaisar sendirilah yang membunuh bawahannya sendiri dengan tangannya. Entah mengapa dirinya melakukan semua itu, tetapi bisa dikatakan dirinya melakukannya karena merasa seluruh pihak tidak becus dalam mengusut permalasahan kematian anak-anaknya.
Hingga dirinya sampai tidak sadar, bahwa dirinya sudah memotong kaki tangannya sendiri dan membuat dirinya sepenuhnya pincang karena harus menghadapi situasi ini sendirian. Maka dari itu, tidak ada lagi yang bisa membantu keberadaannya yang bisa dikatakan sudah tak berdaya ditempatnya saat ini.
"Tenanglah, karena bukan aku yang sepertinya mengambil nyawamu. Jadi kamu bisa bersyukur, bahwa aku tidak melakukan apapun terhadap dirimu" balas Zen yang saat ini mulai mulai menatap pria yang merupakan Sang Kaisar dari Negara ini, setelah dirinya sudah berada tepat dihadapannya.
Suara kaki yang sedang melangkah akhirnya mulai terdengar. Hingga kedua pihak yang berada di sana akhirnya mulai menatap kearah asal suara langkah kaki tersebut berasal dan menemukan sesosok wanita yang sudah berjalan dengan perlahan ketempat dimana Sang Kaisar berada.
Tentu sang Kaisar sangat mengetahui sosok wanita tersebut. Karena memang sosoknya sudah lama dirinya cari-cari keberadaannya. Namun naas, disaat dirinya berhasil menemukannya saat ini, dipastikan dirinya tidak bisa melakukan apapun terhadapnya karena dirinya juga sudah berada diambang Kematian saat ini.
Apalagi keadaan mereka bisa dikatakan mulai berbalik saat ini, karena sepertinya Sang Kaisar sendirilah yang menjadi sosok yang menjadi sosok yang diincar sekarang, apalagi yang mengincarnya saat ini adalah sebuah kematian yang akan dirinya hadapi sebentar lagi.
"Putriku, tolong ay-" namun belumlah Sang Kaisar menyelesaikan kalimatnya kepada wanita yang baru muncul tersebut, sebuah tamparan keras saat ini mulai terdengar menggema pada ruangan tempatnya berada.
Memang Ayah dari wanita yang baru muncul itu bisa dikatakan merupakan Sang Kaisar sendiri. Namun sepertinya wanita itu seakan tidak Sudi menganggap pria itu sebagai Ayahnya, karena perbuatannya kepada dirinya dan juga orang-orang yang sangat dirinya cintai di dunia ini.
Maka dari itu, tamparan yang wanita itu berikan tadi seakan menjadi luapan emosinya, karena perbuatan pria itu yang sudah membuat kehidupannya menjadi sangat buruk sehingga wanita itu terlihat sangat amat murka dengan keberadaan sosok Sang Kaisar yang kondisinya bisa dikatakan sudah tidak berdaya itu.
"Baiklah, sekarang aku akan membalaskan dendam Ibuku" ucap Ha Rin yang sudah menggenggam sebuah Dager dan siap menancapkan kepada sosok yang sangat dirinya benci itu.
Ha Rin atau Jane bisa dikatakan meminta secara khusus kepada Zen bahwa dirinya ingin membalaskan dendamnya dengan tangannya sendiri. Jadi, Zen saat ini dengan senang hati mengabulkan permintaannya yang dimana Zen sendirilah yang membawa Ha Rin datang ketempat ini dan mempersilahkan dirinya membalaskan dendamnya.
Maka dari itu, Ha Rin saat ini sudah mengeluarkan sebuah dager yang memang sudah dirinya persiapkan secara khusus untuk membunuh pria yang berada didepannya dengan tangannya sendiri, untuk membalaskan dendam dari Ibunya dan Pamannya yang menjadi korban kekejaman dari pria yang berada dihadapannya tersebut.
"Apa yang kamu lakukan, P-Putriku" Dan begitulah ucapan Sang Kaisar yang sudah mulai merasa ketakutan, setelah melihat Putrinya yang seakan ingin menghabisinya.
Namun Ha Rin sudah tidak memperdulikan perkataannya lagi. Dengan menggenggam Dager yang berada ditangannya, dirinya berusaha untuk langsung menghabisinya. Dengan mengumpulkan tekat yang penuh, saat ini dirinya mulai mengambil ancang-ancang dan bersiap membunuh pihak yang sangat dirinya benci tersebut.
Ekspresi kemarahan, kekesalan dan kesedihan saat ini mulai muncul pada wajahnya. Hingga akhirnya Ha Rin langsung menusukkan Dager yang ada di genggamannya tepat kearah Sang Kaisar. Hingga akhirnya ujung Dager itu bisa dilihat mulai terhenti tepat diujung pakaian yang berada pada bagian dada dari pihak yang akan ditusuknya.
__ADS_1
Sang Kaisar yang memang sudah bersiap menerima kematiannya dengan menutup matanya, saat ini merasa aneh karena sepertinya kematian tak kunjung mendatanginya. Hingga saat ini, sebuah suara benda terjatuh mulai terdengar, yang dimana dager yang digunakan oleh Ha Rin sudah tergeletak dilantai saat ini.
"Aku tidak sanggup, Zen. Aku tindak sanggup melakukannya"