Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menunggu Jawaban


__ADS_3

Disebuah mansion yang sangat besar, yang ditempati oleh salah satu keluarga yang sangat kaya di negara ini. Saat ini beberapa orang yang tinggal pada kediaman tersebut sedang menunggu dengan sabar, sebuh informasi yang sedari tadi mereka tunggu.


Tetapi sudah cukup lama mereka menunggu informasi tersebut, tetapi hingga saat ini apa yang mereka tunggu itu tidak kunjung datang. Hal itu tentu saja membuat mereka semua kebingungan, karena sangat tidak wajar jika informasi itu terlambat atau belum mereka terima hingga saat ini.


“Apakah Xin Wei belum menyelesaikan urusannya, Ayah?” tanya seorang pria yang saat ini sedang menanyakan sesuatu kepada Ayahnya.


Sambil berjalan turun dari kamarnya dan sedang menuju kearah tempat Ayahnya berada. Pria itu saat ini ingin mencari tahu informasi tentang bawahan yang mereka sewa itu, apakah mereka sudah menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka.


“Ayah tidak tahu. Apalagi hingga saat ini Ayah masih belum bisa menghubungi dirinya” Balas ayah dari pria tersebut.


Tentu saat ini mereka sedang menunggu hasil dari pekerjaan yang mereka tugaskan kepada Xin Wei, beserta beberapa orang lainnya yang mereka sewa jasanya. Namun hingga saat ini mereka tidak bisa menghubungi bawahan yang mereka sewa itu dan membuat mereka kebingungan saat ini.


Anehnya, keberadaan mereka seakan menghilang bak ditelan Bumi. Karena memang cukup jarang orang yang mereka sewa untuk melakukan sebuah tugas akan mengabaikan panggilan mereka seperti saat ini. Bahkan saat hari sudah berganti pun, kabar dari mereka tidak kunjung terdengar.


“Apakah mereka gagal?” ucap putranya itu kembali, yang saat ini mulai duduk di kursi dari meja makan tempat dirinya berkumpul bersama kedua orang tuannya saat ini.


“Mana mungkin sayang, mereka tidak mungkin gagal” balas Ibunya yang menyangkal perkataan putranya tersebut, yang datang bersama beberapa pelayannya dan menaruh berbagai makanan di atas meja tempat mereka berada.


Tentu saja mereka tidak akan gagal menurut keluarga tersebut, karena memang mereka merupakan seorang kultivator dari perguruan terbaik di Kerajaan Cina. Jadi perkataan putranya itu bisa dikatakan mustahil bahwa mereka tidak bisa menyelesaikan misi mereka.


Apalagi hanya melawan sosok Zen yang sendirian, membuat keluarga itu cukup percaya diri bahwa apa yang dilakukan Xin Wei dan rekan-rekannya akan sukses, dan sebentar lagi mungkin mereka akan membawa pria yang berani-beraninya menyerang putra mereka itu ketempat ini.


Putranya yang merupakan Richard juga mengangguk setelah mendengar penuturan Ibunya, yang menandakan bahwa dirinya juga setuju dengan perkataan Ibunya itu. Namun anehnya, ada sesuatu yang berbeda dari diri Richard saat ini, karena bisa dilihat kondisinya saat ini baik-baik saja.


Tentu beberapa hari yang lalu, kondisi putra mereka itu bisa dikatakan mengenaskan dengan seluruh lengan dan kakinya dipatahkan oleh seseorang. Namun saat ini, putra mereka sudah kembali beraktivitas seperti biasa, seakan tidak pernah terjadi sesuatu kepada dirinya.


Hal itu memang dikarenakan orang tuanya membeli sebuah ramuan dari para kultivator, agar mereka bisa menyembuhkan kondisi putra mereka secara instan. Dan disinilah dirinya berada, yang sudah bercengkrama lagi dengan kedua orang tuanya.


“Benar kata Ibumu Nak, mungkin mereka hanya sedang membereskan sesuatu saja saat ini” ucap Ayahnya, yang menambahkan pendapat Ibunya tadi.

__ADS_1


Akhirnya mereka mulai menyantap sarapan pagi mereka dengan tenang, sambil menunggu informasi yang sedari tadi mereka tunggu itu untung datang. Tidak ada percakapan lebih lanjut pada acara sarapan tersebut, hingga sebuah suara benda hancur mulai mengganggu acara sarapan mereka saat ini.


“Suara apa itu?” tanya Ayah dari Richard yang merasa cukup terganggu dengan suara yang baru saja dirinya dengar.


Namun belum juga mereka mencari tahu asal suara tersebut, sebuah aura yang sangat mencekam langsung membuat mereka merasa sesak. Apalagi saat ini mereka seakan tidak bisa menggerakkan seluruh tubuh mereka, karena aura yang mereka rasakan tersebut sangat menekan diri mereka.


Mereka tidak bisa melakukan apapun saat ini, hingga sesosok pria paru baya mulai masuk kedalam ruangan tempat mereka berada. Pria paru baya itu mulai menatap ketiga orang itu saat ini, sebelum dirinya melepaskan aura yang menekan mereka, yang dirinya keluarkan saat tiba ditempat ini.


Tentu merasakan tekanan kuat yang diarahkan kepada mereka sudah dilepaskan dari mereka, saat ini Richard dan kedua orang tuanya mulai merasa lega. Tetapi karena memang efek yang diterima tadi mereka cukup kuat, saat ini mereka mulai menghempaskan diri mereka pada sandaran kursi mereka masing-masing.


“Dimana orang-orang yang kamu sewa jasanya itu?” tanya pria paru baya itu kemudian.


Tentu Ayah dari Richard yang masih menyesuaikan tubuhnya setelah menerima aura yang sangat menekan dirinya tadi, mulai menatap pria yang mendatangi kediamannya itu. Tentu dirinya mengenal siapa pria tersebut dan sebisa mungkin untuk tidak membuatnya tersinggung.


“Maafkan saya Tuan Ji Shin. Tetapi kami juga tidak mendapatkan kabar apapun dari mereka” ucap Ayah dari Richard yang berusaha berbicara dengan tutur kata sesopan mungkin terhadap pria paru baya tersebut.


Ibu Richard dan Richard juga tidak berani mengangkat kepala mereka saat ini, karena memang jika mereka dianggap kurang sopan saja kepada pria itu, mereka mungkin akan langsung tewas ditempat saat itu juga.


Tentu Ayah dari Richard langsung menjelaskan tentang tugas yang dirinya berikan kepada mereka, yang merupakan untuk menghabisi pria bernama Zen Gwillyn. Bahkan dirinya menjelaskan mengapa dirinya menyewa cukup banyak kultivator, karena Xin Wei menganggap Zen sebagai pemilik kekuatan sama seperti dirinya.


“Hahh... baiklah” ucap pria itu yang sudah meras cukup dengan apa yang dirinya tanyakan kepada mereka, dan langsung mulai menghilang dari sana untuk meninggalkan keluarga dari Richard yang sedang duduk ketakutan ditempatnya.


Kepergian dari pria paru baya itu, tentu saja membuat mereka bisa bernafas lega, karena memang mereka sempat takut bahwa orang tersebut akan mengambil nyawa mereka. Namun setelah kepergiannya, mereka saat ini mulai menyadari sesuatu.


“Apakah mereka benar-benar gagal?” ucap Ayah Richard yang saat ini langsung menatap putranya.


Memang cukup aneh jika seorang petinggi dari perguruan tempat mereka menyewa jasa para kultivator, datang ketempat tinggal mereka dengan sengaja. Pasti ada sesuatu yang membuat dirinya mendatangi mereka tadi, dan saat ini mereka ingin mengetahuinya.


Satu hal yang bisa mereka simpulkan, bahwa para kultivator yang mereka sewa pasti gagal dalam misi mereka dan menyebabkan mereka kehilangan nyawanya. Sehingga pria paru baya yang tadi datang ketempat ini langsung menyelidiki tentang kejadian tersebut.

__ADS_1


“Siapa sebenarnya yang kamu singgung, Nak?” lanjut Ayahnya kembali.


Tentu Richard tidak menyangka bahwa para kultivator yang jelas-jelas kekuatan mereka sangatlah kuat akan kalah semudah itu. Karena memang tidak mungkin para kultivator itu akan kalah dari pria yang menurutnya hanya orang biasa yang jago bertarung saja.


“Bukan siapa-siapa Ayah. Aku sangat yakin, walaupun dirinya mempunyai sebuah kekuatan khusus dalam dirinya, tetapi dirinya tidak akan mungkin bisa mengalahkan seluruh kultivator yang kita sewa, Ayah” ucap Richard kemudian.


Sebagai orang yang dekat dengan pemilik kekuatan, tentu Richard bisa mengidentifikasi jika seseorang memiliki kekuatan didalam diri mereka atau tidak. Termasuk seberapa kuat kekuatan yang mereka miliki, bisa diperkirakan oleh Richard saat dirinya berpapasan dengan mereka.


Jadi, dirinya bisa menyimpulkan bahwa pria itu tidak memiliki kekuatan yang cukup besar, untuk menghalau orang-orang yang disewa oleh keluarganya untuk menghabisi dirinya. Tentu orang tuanya juga setuju dengan perkataannya putra mereka saat ini.


Tetapi yang menjadi pertanyaan mereka sekarang, mengapa para kultivator yang mereka sewa itu, bisa gagal menjalankan misi yang diberikan kepada mereka. Apalagi kedatangan dari pria paru baya tadi pada kediaman mereka, memperjelas apa yang terjadi kepada mereka.


“Apakah ada seseorang yang kuat dibelakang dirinya?” tanya Ibu dari Richard sekali lagi.


Dan begitulah acara sarapan dari keluarga tersebut berlanjut, yang dimana saat ini acaranya sudah berubah menjadi ajang mencari tahu siapa sebenarnya sosok Zen, yang menurut mereka sangat aneh setelah kejadian yang baru saja mereka alami tadi.


Disisi lain, pria paru baya yang bertamu dikediaman milik keluarga Richard tadi, saat ini sudah menggunakan kekuatannya dan terbang menuju sebuah tempat, untuk mencari keberadaan seseorang yang diberitahukan oleh keluarga dari Richard tadi.


Tentu melacak seseorang merupakan perkara yang mudah baginya, karena memang saat ini dirinya berhasil menemukan orang yang dicarinya. Tentu dirinya tidak langsung menghampiri pria yang dicarinya tersebut dan mulai menggunakan kekuatannya untuk mencari tahu siapa sebenarnya dirinya.


Tetapi anehnya, dirinya saat ini tidak bisa merasakan apapun dari pria tersebut, seakan dirinya hanya merupakan seorang manusia biasa. Bahkan dirinya sudah berulang kali mencoba mengidentifikasinya, namun hasilnya tetap sama.


“Apakah saat mereka mencoba melakukan misi mereka, mereka tidak sengaja menyinggung orang yang salah?” ucap pria itu kembali, yang mulai kebingungan saat ini.


Dirinya tidak merasakan aura apapun pada diri pria yang sedang dirinya selidiki tersebut. Bahkan dirinya tidak menemukan jejak aura apapun dari dirinya, yang menandakan bahwa dirinya juga tidak mempunyai seseorang yang merupakan pelindungnya.


Tentu dirinya saat ini harus menyelidiki dengan detail tentang keberadaan pria yang sedang dirinya selidiki saat ini. Apalagi dirinya cukup yakin bahwa pria itu memiliki sebuah petunjuk, akan hilangnya beberapa anak didiknya yang dipastikan tewas tadi malam.


Dirinya sudah memutuskan untuk mendatangi sosok pria yang dirinya curigai itu saat ini. Namun anehnya, saat dirinya ingin mendatangi keberadaan pria itu, dirinya cukup terkejut karena keberadaannya sudah menghilang dari pandangannya saat ini.

__ADS_1


“Mengapa kamu mencoba menyelidiki diriku?”


__ADS_2