Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Rencana Pindah


__ADS_3

Sudah beberapa hari akhirnya berlalu, setelah Ibu dari Kelly sudah sadar dari tidur panjangnya dan dinyatakan sembuh dari semua penyakit yang dialami olehnya. Hari ini, beberapa pihak memutuskan untuk menjenguk kembali keadaannya, karena memang hari ini merupakan hari libur mereka.


Suasana yang awalnya haru atas kesembuhan wanita itu, akhir-akhir ini dipastikan sudah berubah menjadi sebuah tempat yang dipenuhi dengan aura kebahagiaan. Karena memang beberapa dari mereka mulai bercanda gurau didalam ruangan yang saat ini ditempati oleh Lenneth, Ibu dari Kelly.


Namun apa yang dilakukan orang-orang didalam ruangan tersebut, langsung terhenti setelah seseorang memasuki ruangan pasien tempat dimana Ibu dari Kelly dirawat, dan sudah membawakan berbagai makanan bersamanya disaat dirinya memasuki ruangan tersebut.


“Oh... ternyata kamu sudah membelikan makanan untuk kami, Zen?” ucap Vero, yang saat ini melihat Zen sudah membawakan beberapa box makanan yang dibawanya, setelah kembali dari menjenguk temannya tadi.


“Hah? Apa maksudmu? Siapa yang membelikan kalian makanan?” ucap Zen kemudian, yang cukup bingung arah pembicaraan dari Vero kepadanya saat ini.


Memang niat awal Zen adalah menyantap semua makanan yang dirinya dapatkan itu sendiri. Tentu dirinya tidak memikirkan untuk membelikan mereka makanan yang dibelikan oleh seseorang kepadanya, apalagi semua makanan ini merupakan traktiran dari Santi saat dirinya menjenguknya tadi.


Namun setelah dirinya berkata seperti itu, tatapan menyeramkan saat ini mulai menatapnya dari seseorang yang terlihat kesal dengan ucapannya itu. Apalagi, wanita yang menatapnya saat ini, sangat tahu pasti bahwa perkataan Zen itu, bukanlah sebuah candaan.


“Aku hanya bercanda” balas Zen kemudian, karena memang dirinya tidak ingin membuat masalah lebih lanjut dengan tindakannya saat ini.


Tentu dirinya tidak bisa melawan kehendak orang yang mengeluarkan aura kebahagiaan dari diri mereka, termasuk Vero yang tadi menatapnya dengan tatapan yang cukup menyeramkan. Jadi, Zen lebih baik mengalah dan membagikan makanan yang dibawanya saat ini.


Walaupun ada rasa berat hati membagikan makanan yang dirinya dapatkan dari hasil pemberian Santi, namun Zen tetap melakukannya karena memang dua dari semua wanita yang berada didalam ruangan tersebut, memiliki aura yang sangat menyenangkan bagi Zen jika dirinya menyenangkan mereka.


“Ah... iya Zen. Setelah kita makan siang, ayo kita bantu Kelly yang akan pindah dari kediamannya” ucap Vero, disela-sela Zen membagikan makanan yang dirinya bawa saat ini.


Kelly memang mempunyai sebuah kediaman yang sudah dirinya persiapkan, jika nanti Ibu kandungnya sudah sembuh dari penyakit yang dialaminya. Apalagi dirinya berusaha menyiapkan kediaman itu dengan hasil kerja keras dari dirinya sendiri selama ini.


Apalagi, memang dirinya menyiapkan kediaman itu juga sebagai simbol bahwa dirinya tidak akan menyerah untuk menunggu kesembuhan dari Ibu kandungnya. Bahkan dirinya berharap suatu saat nanti kediaman yang sudah dirinya persiapkan itu, akan ditempati oleh mereka berdua.


Dan akhirnya, harapannya itu akhirnya bisa tercapai, setelah dokter yang memeriksa keadaan Ibunya tadi berkata bahwa dirinya mungkin bisa keluar dari rumah sakit ini beberapa hari lagi. Jadi, Kelly memutuskan untuk mempersiapkan kediamannya yang sudah dirinya siapkan sejak lama, untuk ditinggali oleh dirinya dan Ibunya.


“Ya... ya.. baiklah” balas Zen, yang hanya mengiyakan perkataan mereka saja, dan memutuskan untuk membantu Kelly untuk pindahan rumahnya nanti.


Tentu tindakan dari Zen membuat Ibu kandung dari Kelly, Lenneth. Cukup terkejut dengan sikap dari pria tersebut. Apalagi sosoknya saat ini, terlihat tidak seperti sosok yang dirinya ketahui selama ini, yang dirinya dengar dari berbagai pihak yang menceritakan kisah tentang Zen kepadanya.

__ADS_1


Bahkan dirinya saat ini mulai bingung, apakah pria itu merupakan pria yang dirinya kenali atau tidak. Karena bisa dilihat sikapnya amat sangat berbeda dari yang dirinya ketahui. Bahkan dari penuturan Vero dan Kelly tadi, dirinya bisa menyimpulkan kehidupan pria itu sangat berbeda dari sosok yang dirinya selama ini kenali.


Karena yang dirinya tahu, sosok Zen sama sekali tidak akan mendengarkan perkataan seseorang, hingga mau mengikuti perkataan mereka. Bahkan dirinya yang sering menjenguknya ditempat ini membuat Lenneth bingung, karena sosok seperti Zen tidak mungkin asal berkeliaran karena dirinya tahu pria itu wataknya sangat amat malas.


“Terima kasih, Zen” ucap Kelly, Vero dan Anabelle secara bersamaan, saat menerima makanan yang diberikan oleh Zen.


“Ah... seharusnya kamu memberitahu Bibi, jika kamu ingin membeli sesuatu, Tuan Zen” ucap Bibi Leni kemudian, yang merasa direpotkan dengan tindakan dari Zen, yang sudah membelikan mereka makanan.


“Sudahlah Bibi, tidak usah dipikirkan.” Balas Zen ramah, kepada Bibi Leni. Karena memang dirinya juga tidak merasa direpotkan, karena makanan ini hasil pemberian seseorang.


Akhirnya mereka semua mulai menyantap makanan mereka masing-masing. Walaupun memang Ibu dari Kelly masih dilarang untuk memakan makanan yang berat untuk saat ini. Tetapi selain dirinya yang berada di ruangan tersebut, semua orang yang berada di sana mulai menyantap makanan mereka dengan lahap.


“Apakah kamu memakan makanan yang enak setiap hari, Kelly?” tanya Lenneth kemudian, yang masih sangat penasaran dengan kehidupan putrinya.


“Tentu saja Ibu. Bukankah aku harus terlihat sehat dan bahagia saat dirimu sadar. Maka dari itu, aku selalu menjaga diriku dengan memakan makanan yang enak dan sehat setiap harinya” Jawab Kelly, yang merasa senang bahwa dirinya bisa berbincang secara langsung dengan Ibunya kembali.


“Syukurlah. Ibu merasa lega kalau begitu” ucap Lenneth kemudian.


Tentu Lenneth masih merasa sangat bersalah tentang keadaan putrinya yang dirinya tinggalkan selama ini. Bahkan dirinya tidak ada disaat putrinya mengalami hari kelam dan hari membahagiakan untuknya. Jadi dirinya merasa sedih dengan keadaan tersebut.


“Hahh... coba saja Nona mudaku juga memakan makanan dan enak yang aku buat setiap hari, maka aku juga akan bahagia” sahut Bibi Leni yang menyahuti perkataan Lenneth tadi, yang seakan sedang menyindir diri Vero saat ini.


“Cih... baiklah. Aku akan makan semua makanan yang dibuat oleh Bibi, mulai sekarang” kata Vero, yang membalas perkataan Bibinya itu dengan nada yang terdengar cukup kesal.


Tentu suasana kehangatan akhirnya kembali terjadi didalam ruangan tersebut, disela-sela beberapa pihak sedang menyantap makanannya saat ini. Tentu suasana di sana semakin mencair dengan percakapan yang sedang mereka lakukan, disaat mereka menyantap makanan mereka masing-masing.


Hingga akhirnya, acara makan ditempat tersebut akhirnya berakhir, dan beberapa pihak sudah bersiap untuk meninggalkan ruangan tersebut. Memang Vero, Kelly, Anabelle dan Zen akan bersiap untuk membantu Kelly untuk pindah dari kediaman miliknya, menuju kediaman baru yang sudah dirinya persiapkan.


Tentu Lenneth tidak akan ditinggalkan sendiri di ruangan ini, karena memang Bibi Leni memutuskan untuk menemani sahabatnya Lenneth, sembari menunggu keempat pihak tersebut menyelesaikan kegiatan mereka yang membantu Kelly untuk pindah dari tempat tinggalnya.


“Kalau begitu, kami pergi dulu” ucap Kelly kemudian dan mendapatkan lambaian tangan dari Ibunya dan Bibi Leni, yang saat ini mereka sudah tinggalkan berdua saja di ruangan tersebut.

__ADS_1


Rombongan keempat orang itu akhirnya mulai menuju area parkir tempat dimana mobil dari Vero terparkir tadi. Apalagi mereka berempat memang datang ke rumah sakit ini bersama Bibi Leni, menggunakan kendaraan milik Vero.


Karena memang, rumah yang sudah dipersiapkan oleh Kelly letaknya tidak jauh dari kediaman Vero. Bahkan bisa dikatakan mereka akan menjadi tetangga nanti, jika Kelly pindah dari kediamannya yang sekarang. Jadi, saat Kelly memeriksa kediaman barunya tadi, dirinya memutuskan untuk menuju kediaman milik Vero dan berangkat dari sana bersama menuju ke tempat ini.


“Lalu, kamu sudah memesan mobil yang akan membawa semua barang-barang milikmu, Kel?” tanya Vero kemudian, saat mereka sudah beranjak dari rumah sakit tempat dimana Ibu dari Kelly dirawat.


“Aku akan memesannya, disaat aku sudah membereskan semua barang milikku nanti.” balas Kelly kemudian.


Vero hanya mengangguk saja mendengar perkataan sahabatnya itu, dan saat ini dirinya mulai menuntun Zen yang mengemudikan mobil yang mereka tumpangi menuju alamat kediaman dari Kelly.


“Terima kasih, Ana dan juga Zen, karena kalian mau membantuku” ucap Kelly kemudian, kepada pihak yang ikut serta dalam membantu kepindahan dirinya.


“Sama-sama Kelly. Bukankah kita bisa dikatakan teman. Jadi, aku dengan senang hati akan membantumu” balas Anabelle kemudian.


Memang semenjak Anabelle berada di kota ini, dirinya merasa tidak kesepian lagi setelah bertemu sosok Vero, kelly dan juga Zen. Maka dari itu, dirinya bisa dikatakan cukup bahagia bisa mengenal mereka, apalagi dirinya akhirnya mendapatkan sosok sahabat yang selama ini tidak dimiliki oleh dirinya.


Tetapi bukan hanya Anabelle saja yang merasa senang, karena Kelly juga merasakan perasaan yang sama karena mempunyai beberapa orang baik yang ada disisinya. Bahkan saat ini dirinya merasa bersyukur, bahwa orang-orang yang bersamanya saat ini bersedia membantu dirinya dan selalu ada untuk dirinya.


Walaupun memang salah satu dari mereka, dirinya harapkan memiliki sebuah hubungan yang lebih dari sahabat. Namun dirinya merasa hal itu sangat mustahil, karena pria tersebut merupakan suami dari sahabatnya, dan mereka bisa dikatakan sudah sangat bahagia saat ini.


“Ini tempatnya?” ucap Zen mengkonfirmasi, sebelum mereka memasuki kawasan sebuah gedung apartemen saat ini.


“Yap... ini tempatnya” balas Kelly kemudian.


Setelah memastikan bahwa mereka sudah sampai, akhirnya mereka berempat mulai turun dari kendaraan yang mereka tumpangi tadi, dan mulai masuk kedalam gedung tersebut. Dengan menaiki lift dan naik menuju lantai dimana unit apartemen dari Kelly berada, mereka saat ini sudah bersiap untuk membantu wanita itu untuk kepindahannya.


“Ah... aku sudah lama tidak pulang. Pasti kondisi kediamanku bisa dikatakan berdebu saat ini” ucap Kelly yang bersiap membuka kunci kediamannya.


Memang semenjak Ibu kandungnya menjalani perawatan untuk penyembuhan dirinya, Kelly selalu menginap di rumah sakit untuk menemani Ibunya. Jadi, dirinya cukup jarang untuk kembali menuju apartemennya, dan mungkin hanya datang untuk mengambil pakaian ganti saja.


Hingga akhirnya dirinya sudah membukakan pintu kamar apartemennya dan mempersilahkan orang-orang yang bersamanya untuk masuk kedalam kediamannya. Mereka mulai melihat keadaan kediaman Kelly sejenak, dan akhirnya bersiap untuk membantu Kelly dalam mempersiapkan semua barangnya untuk dipindahkan.

__ADS_1


Namun disisi lain, Zen yang yang memang masih memperhatikan kediaman dari wanita yang mempunyai perasaan suka kepadanya itu, akhirnya menyadari sesuatu setelah pandangannya tidak sengaja menatap kesebuah arah dan menemukan sesuatu.


“Wah... mengapa ada banyak sekali kamera tersembunyi, yang berada pada kediaman milikmu ini?”


__ADS_2