Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tentang Pemilik Kuasa


__ADS_3

Setelah alam semesta sudah tercipta sepenuhnya, sang pembuatnya memutuskan untuk menciptakan sebuah keseimbangan. Dan begitulah awal mula terciptanya para anak-anaknya yang dikenal sebagai Seven Deadly dan Heavenly Sins.


Diciptakan dengan sebuah kepentingan, tidak serta merta membuat kehidupan mereka bisa dikatakan buruk. Karena sang pencipta sangat amat menyayangi mereka yang merupakan anak-anaknya dan dirinya menciptakan mereka untuk mengemban tugas yang cukup berat.


Maka dari itu, kasih sayang yang dirinya tunjukan kepada mereka sangatlah tulus, dan tidak membuat seluruh anaknya terbebani dengan semua hal yang akan menjadi kewajiban mereka, untuk menjaga dan mengawasi seluruh pihak di seluruh semesta buatan Ayah mereka.


Mereka ditugaskan oleh Sang Pencipta sebagai pengawas semua perilaku hasil ciptaannya yang sangat dirinya sayangi. Maka dari itu, dengan kompak mereka mulai melaksanakan perintah yang mereka dapatkan itu dengan sangat baik.


Hingga kehidupan pada semua alam semesta bisa dikatakan sudah sangat sempurna karena campur tangan mereka. Apalagi, mereka terus menjaganya dan terus menjunjung tinggi status mereka yang merupakan sebuah penyeimbang, dan merupakan anak-anak dari Sang Pencipta.


"Dan yang sedang kamu lihat merupakan Ayah kami, Kakak Ipar" ucap Mikhael yang sudah menunjukan rupa Ayah mereka yang saat ini wujudnya hanya sebuah cahaya putih yang menyilaukan.


Vero bisa dikatakan sangat amat terkejut. Karena disaat dirinya akan mendengarkan sebuah rahasia lagi dari status suaminya, dirinya dikejutkan dengan perubahan penglihatan yang dirinya alami saat masih berada pada meja tempat dirinya berada.


Dengan kekuatan yang digunakan Mikhael, tubuh Vero seakan terbawa menuju kesebuah tempat asing, yang saat ini penglihatan miliknya sedang melihat proses penciptaan seluruh semesta dan beserta isinya dan tentang bagaimana suaminya dan para saudaranya bisa tercipta atau lahir.


Tentu yang membuat dirinya terkejut, bisa dikatakan tentang kenyataan yang baru saja dirinya terima. Karena bisa dikatakan, dirinya tidak menyangka akan dihadapkan dengan sesuatu seperti itu pada kehidupannya saat ini, apalagi rahasia tentang suaminya itu memanglah sangat mengejutkan bagi dirinya.


Apalagi pada awalnya dirinya mengira rahasia Zen hanya sebatas rahasia sepele tentang statusnya atau kekayaan yang dirinya punya. Namun sayangnya, dirinya malah menghadapi sesuatu yang lain, yang bisa dikatakan sangat sulit untuk dicerna oleh pemikirannya.


"Nona Vero, apakah kita sedang berhalusinasi saat ini?" dan begitulah Ucap Bibi Leni yang bisa dikatakan berperilaku sama dengan Vero dan masih tidak paham tentang apa yang sedang terjadi.


Vero masih mencoba untuk memahami semua hal yang sedang terjadi. Karena kenyataan yang dirinya terima saat ini, lebih memusingkan kepalanya hingga akan meledak saat menerimanya. Apalagi, sebuah kenyataan yang seakan sebuah fiksi itu sangatlah tidak bisa dicerna oleh dirinya.


Karena seperti yang diketahui, Vero merupakan seorang manusia biasa yang bis dikatakan berakal. Dengan pengetahuannya yang merupakan seorang manusia, tentu saja apa yang baru saja dirinya dengarkan ini sangatlah mustahil untuk dirinya terima.


Sang Pencipta, Dewa, Pemilik Kuasa, Tuhan dan sebagainya saat ini nalarnya bisa dikatakan tidak menerima tentang keberadaan mereka yang bisa dikatakan sebenarnya ada di dunia ini. Karena seperti diketahui, dalam dunia ini keberadaan mereka bisa dikatakan hanya sebatas sebuah karakter fiksi.

__ADS_1


"Silahkan ambil waktu kalian dalam mencoba memahami semua apa yang terjadi" dan begitulah ucapan dari Mikhael yang memberikan kesempatan kepada Vero dan Bibi Leni dalam memahami seluruh hal yang baru saja mereka ketahui.


Beberapa pihak yang berada di sana juga mengerti tentang apa yang sedang dialami oleh mereka berdua. Karena bisa dibilang, beberapa dari mereka bisa dikatakan berekspresi sama seperti Vero dan Bibi Leni disaat mereka pertama kali melihat kejadian itu.


Bisa dikatakan, mereka akan bersikap seperti memasuki dunia mimpi saat mencoba menghadapi identitas suami mereka dahulu. Karena kenyataan ini tentu saja tidak akan terbayangkan oleh siapapun yang sedang melihatnya dan mencoba untuk menerima kenyataan itu sepenuhnya.


Jadi, cukup wajar semua ini akan membuat bingung sosok Vero, karena dirinya akan mengetahui untuk pertama kalinya siapa sebenarnya sosok yang baru saja dirinya nikahi dan sudah menjadi suaminya. Apalagi bisa dikatakan identitasnya sangatlah banyak dan membingungkan bagi Vero untuk menerimanya.


"Jadi... kalian bukanlah manusia?" dan akhirnya, begitulah sebuah kalimat yang keluar dari mulut Vero yang saat ini sudah sedikit dapat mencerna apa yang sedang terjadi.


Walaupun bisa dikatakan nalarnya itu menolak semua itu, tetapi tidak dipungkiri bahwa tidak ada satu hal pun yang terlihat seperti bukan sebuah kebenaran saat ini. Karena bisa dirinya lihat, mereka sangatlah serius dengan perkataan dari kenyataan yang mereka jabarkan kepada dirinya.


Apalagi sebuah kemampuan seperti sebuah sihir yang digunakan oleh Mikhael, semakin menguatkan pemahaman dari Vero yang saat ini masih mencoba mencerna sepenuhnya tentang apa yang terjadi. Karena bisa dibilang, hal yang dirinya saksikan oleh mata kepalanya sendiri, bisa dikatakan sangatlah nyata.


"Ya.. kami disebut Pemilik Kuasa di dunia ini." ucap Mikhael yang menjawab perkataan Vero.


Jadi, mereka masih diberikan waktu oleh Mikhael, karena dirinya akan menjelaskan secara perlahan tentang siapa sebenarnya mereka, karena Vero yang merupakan keluarga baru mereka harus mengetahui semuanya tentang identitas dari seluruh pihak yang akan menjadi keluarganya.


"Cobalah terus memahami apa yang sudah terjadi, Kakak Ipar. Karena bisa dikatakan, ada fakta yang lebih mengejutkan dari ini" ucap Ramiel yang memberi peringatan kepada Istri Kakaknya itu.


Tidak dipungkiri memang semua ini sangatlah mengejutkan bagi Vero, terutama Bibi Leni yang juga ikut melihatnya. Namun, dipastikan Vero akan lebih terkejut jika kenyataan tentang suaminya mulai diberitahukan, karena bisa dikatakan hal tersebutlah yang lebih mencengangkan.


"Baiklah, untuk membantu Kakak Ipar memahami semuanya, kami akan menjelaskan dengan perlahan tentang siapa sebenarnya kami" dan begitulah ucap Uriel yang mulai membantu Vero dalam mencoba memahami semua hal yang sedang terjadi.


Seluruh adik Zen, akhirnya satu persatu memberi semua pemahaman tentang siapa sebenarnya mereka. Saat ini, saudara dari Zen mencoba untuk menghilangkan nalar dari Vero dari kepalanya, agar dirinya bisa memproses semua hal yang saat ini sedang terjadi.


Butuh pemahaman yang tinggi memang, jika seseorang pihak yang awam dengan semua ini ingin mengetahui tentang identitas dari para orang-orang yang berada di sana. Apalagi, Vero yang merupakan seorang manusia biasa, masih menggunakan pemikirannya yang merupakan seorang manusia biasa pada umumnya, untuk mencerna sesuatu yang dirinya anggap fiksi tersebut.

__ADS_1


Namun perlahan tapi pasti, otaknya yang terus dibiasakan dan pemikirannya mulai berubah seiring waktu karena bantuan dari seluruh adik dari Zen, dengan perlahan Vero dan Bibi Leni mulai memahami semua hal yang ternyata ada di dunia dirinya tinggali selama ini.


Maka dari itu, kemampuannya dalam mencoba memahami seluruh identitas dari Zen dan keluarganya akhirnya mulai membaik dan saat ini sudah sedikit demi sedikit menerima itu semua, hingga akhirnya dirinya bisa memahami sepenuhnya tentang keluarga barunya tersebut.


"Karena Kakak Ipar sudah paham sepenuhnya, mari kita berpindah menuju sesuatu yang mungkin akan lebih mengejutkan bagi Kakak Ipar kembali. Jadi tolong persiapkan diri Kakak untuk melihatnya" ucap Mikhael yang akan mengubah pemandangan area sekitarnya dengan sesuatu yang baru.


Vero hanya mengangguk dan mulai menelan ludahnya untuk bersiap menghadapi sesuatu yang akan diperlihatkan oleh Mikhael, yang dirinya katakan sangat mengejutkan itu. Apalagi, dirinya juga sangat penasaran, mengapa hal itu sangat mengejutkan menurut semua adik dari Zen dan menyuruhnya mempersiapkan dirinya untuk menerimanya.


"Baiklah, mari kita mulai" dan begitulah ucapan Mikhael yang terlihat sudah mulai merubah tampilan area sekitarnya menjadi sebuah tempat yang sangat baru.


Lava, panas, merah dan sebagainya mulai menyambut pemandangan Vero saat ini yang dimana seluruh pemandangan yang terjadi di ruangan tempat dimana dirinya berada sudah berubah sepenuhnya. Namun, ada sesuatu yang sangat asing yang saat ini juga mulai memasuki pandangannya.


Dan benar saja, apa yang dikatakan oleh adik-adik Zen yang sudah mereka peringatkan kepada Vero, ternyata memang sangatlah mengejutkan bagi dirinya. Karena bisa dikatakan, pemandangan yang saat ini dirinya lihat dihadapannya, bisa dikatakan sangat amat mengejutkan bagi dirinya.


Pemandangan yang saat ini sedang dirinya lihat, bisa dikatakan sebuah pemandangan dari seorang yang bisa dikatakan atau dijuluki sebagai Harem Lord. Dan lebih membuatnya tercengang lagi, sosok Harem Lord itu merupakan suaminya sendiri.


Tentu dengan perasaan yang masih sangat amat terkejut, Vero saat ini langsung memindahkan pandangannya kearah sosok suaminya yang duduk disebelahnya, dengan menunjukan sebuah tatapan yang seakan sedang meminta penjelasan kepada dirinya tentang apa yang sedang dirinya lihat saat ini.


Karena seperti yang dirinya ketahui, sosok yang dirinya lihat pada penglihatan yang terjadi ditempat ini bisa dikatakan sangatlah asing bagi Vero, yang bisa dikatakan tidak menyangka sama sekali bahwa suaminya pernah melakukan hal tersebut dimasa lalu.


"A-Apa maksud semua ini, Suamiku?" ucap Vero yang langsung menanyakan hal yang dirinya lihat itu kepada suaminya.


Siapa yang tidak terkejut memang, disaat seseorang melihat orang yang paling dirinya cintai mempunyai masa lalu yang seperti itu. Bahkan, Vero tidak tahu harus berekspresi seperti apa menanggapi kenyataan tentang suaminya yang masa lalunya sangat amat mengejutkan bagi dirinya.


Bahkan, Bibi Leni yang bukan siapa-siapa dari Zen saja juga merasa sangat terkejut melihat semua itu, yang dimana pemandangan itu menunjukan sebuah sisi yang lain, dari orang yang disukai oleh majikannya yang selama ini dirinya layani.


Apalagi sikapnya selama ini yang dirinya tunjukan, memang sama sekali tidak mencerminkan sosoknya yang saat ini sedang ditunjukan kepada mereka itu. Maka dari itu, Vero mencoba memastikan sendiri sebenarnya apa maksud penglihatan yang sedang dirinya saksikan tersebut.

__ADS_1


"Hahh... apakah ini giliran diriku menjelaskan semuanya?"


__ADS_2