Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tersebarnya Berita


__ADS_3

Sebuah berita yang hangat kembali menjadi berita utama, setelah kejadian tadi pagi mulai disebarkan dengan luas diberbagai media saat ini. Tentu berita tentang pengawal dari salah satu konglomerat ternama di negeri ini, yang mengalami penikaman tadi pagi sudah mulai menjadi heboh beritanya saat ini.


Bahkan seorang wanita yang saat ini sedang mendengar berita tersebut, entah mengapa langsung merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada pria yang menjadi korban penikaman yang terjadi. Apalagi memang dirinya sangat mengenal pria tersebut dan tidak menyangka bahwa kejadian itu bisa terjadi kepadanya.


“Pasti ini gara-gara diriku” ucapnya kemudian, yang saat ini masih memperhatikan sebuah berita yang dibawakan oleh seorang pewarta berita pada sebuah stasiun televisi yang sedang dirinya tonton.


Ya, wanita itu adalah Anabelle yang baru saja kembali menuju kediaman Vero, setelah bersusah payah mencari kediaman yang akan ditinggalinya di kota ini. Dirinya tentu saja cukup terkejut melihat berita yang baru saja di tayangkan tersebut.


Karena memang kerumunan yang terjadi didepan perusahaan milik Vero tadi pagi, mungkin disebabkan oleh dirinya. Apalagi karena berita skandal tentang dirinya semakin tersebar dan pria yang menyebarkan skandal itu memberi klarifikasi, membuat beberapa orang ingin mencari tahu lebih detail tentang kejadian tersebut.


Dan begitulah bagaimana didepan kantor perusahaan dari Vero tadi dikerumuni oleh banyaknya wartawan, dan dirinya mengira bahwa penusukan yang terjadi kepada Zen, merupakan ulahnya karena skandal dirinya yang membuat heboh tersebut mengundang beberapa pihak yang berbuat nekad kepada Zen.


“Ayolah Vero, mengapa kamu tidak mengangkat panggilanku” ucap Anabelle kemudian, yang mencoba menghubungi kembali Vero setelah dirinya tidak bisa menghubunginya. Apalagi dirinya juga sagat penasaran dengan kondisi dari Zen saat ini.


Masalahnya, bukannya Vero tidak mau menjawab panggilannya itu, tetapi saat ini dirinya sedang didatangi beberapa pihak yang menurutnya sangat amat menyebalkan pada perusahaan miliknya. Apalagi dirinya tahu bahwa kedatangan pihak tersebut pada perusahaannya, bukan memiliki maksud yang baik menurutnya.


Tapi dirinya masih berusaha untuk tenang saat ini, karena memang dirinya masih berusaha untuk menyelesaikan semua permasalahan di perusahaannya dengan kepala dingin. Apalagi dirinya tahu pihak didepannya mencoba mencari masalah dengan perusahaannya, bahkan mungkin akan mengancam dirinya.


“Sekarang anda mengancam diriku, Tuan Indra?” tanya Vero kemudian.


“Saya tidak mengancam dirimu Vero. Tetapi memang apa yang akan terjadi dengan perusahaan dirimu saat ini, bisa membuat perusahaan milikmu akan terpuruk. Jadi diriku ingin menawarkan pertolongan kepadamu” balas pria bernama Indra tersebut.


Vero tentu tidak bodoh saat ini. Dirinya tahu tujuan pihak didepannya untuk menggunakan berbagai cara agar dirinya setidaknya mau bekerja sama dengan pihak tersebut. Apalagi sekarang beberapa sponsor memang sudah mulai mundur dari projek yang akan dilakukan oleh Vero, karena kabar berita tentang apa yang terjadi di perusahaannya kembali memanas.


Tentu Vero langsung mengetahui bahwa pihak didepannya merupakan salah satu pihak yang membuat apa yang terjadi di perusahaannya saat ini mulai memanas. Tetapi yang pihak tersebut tidak tahu, sebenarnya Vero hanya membutuhkan beberapa sponsor saja yang mau mendanai projek yang sedang dirinya kerjakan, agar projek yang akan dikerjakan olehnya itu bisa terlaksana.

__ADS_1


Apalagi pihak StarLight Company sudah mendanai setengah dari total produksi yang akan dilakukan oleh Vero. Jadi dirinya masih bisa tenang jika memang beberapa pihak memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama mereka, karena dirinya masih mempunyai sebuah sponsor utama selain StarLight Company yang masih setia mendukungnya.


“Terima kasih atas keprihatinan anda, Tuan Indra. Tetapi saat ini perusahaan saya masih tidak membutuhkan bantuan dari anda” balas Vero kemudian.


Mendengar itu, tentu pria bernama Indra itu hanya mulai tersenyum kecut, karena memang rencana yang sudah dirinya lakukan saat ini, tidak berhasil untuk membuat wanita itu mau bekerja sama dengannya. Bahkan dirinya bingung, mengapa wanita didepannya masih keras kepala untuk menolak bantuan darinya.


Setahu dirinya, pihak yang bersamanya sudah menarik diri dari semua pendanaan yang dilakukan untuk mendanai apa yang akan dikerjakan oleh perusahaan milik Vero. Namun anehnya, wanita itu masih merasa tenang dan cukup membuat bingung pria bernama Indra tersebut.


Memang pria bernama Indra tersebut ingin mengincar keuntungan yang akan didapat dari projek yang akan dilakukan oleh Vero, dan juga dirinya ingin mengambil kesempatan untuk dapat semakin dekat dengan wanita pujaan hatinya itu. Tetapi ternyata apa yang dirinya perbuat itu tetap saja tidak membuahkan hasil.


“Baiklah kalau begitu. Pokoknya aku sudah memperingatkan dirimu, Vero” ucap pria sok akrab dengan Vero itu.


Sebenarnya Vero cukup kesal dengan perilaku dari pria yang bernama Indra itu, karena Vero merasa dirinya merasa bahwa mereka berdua sudah sangat akrab. Tetapi Vero mencoba untuk tenang, karena jika dirinya berurusan dengan pria didepannya dengan keadaan perusahaannya saat ini, dipastikan dirinya akan kalah.


Maka dari itu, dirinya berusaha menanggapi pria didepannya tanpa harus membuat hubungan perusahaan mereka memburuk. Karena memang Vero tidak ingin melawan mereka saat ini, dan ingin menunggu waktu yang tepat untuk membalas semua perlakuan yang sudah mereka lakukan kepadanya.


Tentu pria bernama Indra itu entah mengapa mulai sedikit kesal dengan sifat Vero saat ini. Tetapi dirinya berusaha untuk tidak menunjukan kekesalannya itu dan tetap menunjukan senyuman manis dari wajahnya yang terlihat tidak terlalu tampan itu.


Namun saat keberadaan Vero sudah menghilang dari pandangannya setelah dirinya sudah keluar dari ruangan tersebut. Pria bernama Indra itu langsung mengebrak meja tempat dirinya duduk tadi untuk meluapkan kekesalannya yang selama ini dirinya tahan.


“Tunggu Vero, akan aku pastikan dirimu akan menjadi milikku” ucapnya penuh tekad.


Disisi lain, Vero saat ini sudah menuju kembali menuju ruangannya. Tentu permasalahan sponsor yang mulai mundur dari mendanai projek dari perusahaannya, cukup membuatnya pusing sebentar. Tetapi untungnya, masih ada beberapa pihak yang masih mau bekerja sama dengannya.


Jadi, yang dirinya butuhkan saat ini adalah memastikan bahwa apa yang dirinya lakukan nanti, harus sudah benar-benar siap dan akan menghasilkan keuntungan yang dapat membuat perusahaannya kembali meroket, agar tidak ada lagi pihak yang berani-beraninya mempermainkan dirinya lagi.

__ADS_1


“Ini gawat, Ver” Namun situasi yang menurut Vero itu masih terkendali, saat ini sepertinya mulai goyah setelah kedatangan sahabatnya itu pada ruangannya saat ini.


“Ada apa, Kel?” tanya Vero kemudian, setelah mendapati sahabatnya yang sekaligus asistennya itu terlihat sangat panik.


“Pihak Nusantara Kosmetik juga ingin menarik diri dari mendanai projek kita” ucapnya, dan membuat Vero cukup terkejut dengan kabar yang dirinya dapatkan tersebut.


Tentu jika sebelumnya Vero masih merasa tenang jika beberapa sponsor pergi. Tetapi tidak dengan saat ini yang dimana sponsor utama selain StarFlix yang mendanai projek miliknya juga ikut mundur. Tentu hal ini langsung menjadi kabar buruk bagi dirinya.


“Mengapa mereka mundur? bukankah perusahaan kita selalu bekerja sama dengan mereka? Apalagi hubungan kita dengan perusahaan mereka masih baik-baik saja kemarin, bukan?” balas Vero kemudian, yang memberikan beberapa pertanyaan secara bertubi-tubi kepada Kelly.


“Aku juga tidak tahu, Ver. Tetapi untung saja, mereka berkata masih ingin membuka proses negosiasi lagi. Dan dirimu sendirilah yang mereka inginkan untuk menjalankan negosiasi tersebut pada pusat perusahaan mereka yang berada di Jakarta” balas Kelly kemudian.


Memang apa yang mereka minta itu merupakan sebuah keanehan bagi Vero saat ini. Namun dirinya memutuskan untuk menerima saja keputusan mereka, karena dirinya sangat membutuhkan kerja sama dari mereka yang merupakan salah satu sponsor utama dari projek yang sedang dirinya kerjakan saat ini.


“Kalau begitu, aku akan memesankan tiket untukmu dan diriku. Dan mungkin bersama Zen” ucap Kelly kemudian, yang sudah mengeluarkan ponsel pintarnya.


“Tidak perlu. Pesankan saja tiket untukku dan Zen saja.” Cegah Vero untuk menghalangi tindakan dari sahabatnya itu.


“Bukankah kamu membutuhkan diriku untuk membantumu, Ver? Lalu mengapa kamu berangkat ke sana hanya berdua saja dengan suamimu?” tanya Kelly kemudian.


“Tentu saja. Tetapi, Ibumu baru sembuh dan aku tidak tahu berapa lama diriku akan berada di sana. Jadi, kamu tidak perlu ikut bersamaku dan lebih baik dirimu mengurus permasalahan perusahaan ku disini saja, sambil menjaga kondisi Ibumu” ucap Vero kemudian.


Tentu Vero tidak mau sahabatnya itu melewatkan sebuah kesempatan untuk melihat kesembuhan Ibunya didepan matanya sendiri. Jadi, Vero memutuskan agar dirinya sendiri yang mengurus permasalahan tersebut, dengan Zen yang akan menjadi pengawalnya.


“Hahh... baiklah. Aku akan memesankan tiket pesawat untuk kalian berdua saja” balas Kelly.

__ADS_1


Memang perusahaan yang menjadi sponsor utama dari projek milik Vero, tidak bermarkas pada kota Marlet ini. Walaupun mereka punya kantor cabang di kota ini, tetapi Vero harus menuju Ibukota dari negara ini, yang dimana pusat perusahaan mereka berada dan akan melakukan negosiasi di sana.


“Lalu, apakah Zen belum kembali dari kantor kepolisian?”


__ADS_2