Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Penyergapan


__ADS_3

Setelah mendengar sebuah kabar yang membuat harapan didalam diri Kelly semakin meninggi, dirinya mulai mengharapkan bahwa kondisi dari Ibunya benar-benar bisa dirawat agar dirinya bisa sembuh sepenuhnya. Apalagi Ibunya sudah sangat lama menderita akibat penyakit yang dialami olehnya itu.


"Ya... semoga saja penyakitnya bisa disembuhkan" gumam Kelly penuh harap, setelah Zen sudah mengakhiri panggilannya tersebut.


Zen dan Vero juga masih setia menemani Kelly ditempat itu, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit tempat Ibu dari Kelly dirawat, karena masa kunjung dari tempat tersebut sudah mulai berakhir.


Dengan mengucapkan terima kasih kepada Zen atas perbuatannya tadi, saat ini kedua pasang suami istri itu mulai berpamitan dengan Kelly, yang memang memutuskan untuk tetap menjaga Ibunya ditempat ini sampai memang kondisinya akan stabil kembali.


“Tunggu, bukankah kamu sangat kaya? mengapa kamu membiarkan Ibu dari temanmu harus dirawat ditempat ini?” tanya Zen kemudian.


Bukannya menjelekan tempat dimana Ibu dari Kelly dirawat. Tetapi dengan keadaan Vero yang bisa dikatakan bergelimang harta. Bukankah dirinya bisa membantu sahabatnya, untuk mencarikannya tempat perawatan untuk Ibu kandung dari Kelly yang lebih baik, dari tempat dimana mereka berada saat ini.


“Karena dirinya yang meminta Zen” ucap Vero kemudian yang mulai masuk kedalam mobil miliknya.


Memang rumah sakit yang merawat Ibu dari Kelly bisa dikatakan rumah sakit biasa pada umumnya. Mengapa Vero tidak membantu sahabatnya itu untuk mencarikan sebuah rumah sakit yang ternama dan besar untuk merawat keadaan Ibunya, alasannya karena Kelly ingin menggunakan uangnya sendiri untuk merawat keadaan Ibunya.


Tentu jika dirinya memasukan Ibunya kedalam sebuah rumah sakit yang besar, seluruh hartanya akan habis hanya untuk biaya kehidupan Ibunya saja, saat dirawat di rumah sakit besar tersebut. Apalagi, memang Ibunya sudah dirawat pada sebuah rumah sakit sedari Kelly masih kecil dan sudah lima tahun terakhir memasuki masa koma.


Jadi, Kelly memutuskan untuk mencarikannya tempat perawatan yang cukup baik yang tidak mengeluarkan banyak biaya, untuk menghemat pengeluaran dirinya. Tentu bukannya Kelly tidak ingin Ibunya mendapatkan perawatan yang terbaik. Tetapi menurutnya rumah sakit tempat Ibunya dirawat saat ini sudah cukup, untuk merawat keadaan Ibunya.


“Hm... begitu ya..” ucap Zen yang juga ikut naik kedalam mobil milik Vero, dan bersiap untuk membawanya menuju kediaman mereka.


Tentu bukan itu saja yang membuat Kelly memutuskan agar Ibunya dirawat pada rumah sakit tersebut dan menghemat biaya yang dikeluarkan olehnya. Karena memang jika sewaktu-waktu penyakit Ibunya berhasil terindentifikasi, dana yang dirinya dapatkan dari berhemat selama ini, bisa dirinya gunakan sebagai dana untuk melakukan penyembuhan dari Ibunya.


"Baiklah, kalau begitu mari berangkat" Kata Zen kemudian, yang sudah keluar dari area parkir dari rumah sakit tersebut, dan membelah padatnya jalanan malam dari kota tempat tinggalnya.


Setelah mobil yang mereka kendarai sudah membelah padatnya jalan, tidak ada percakapan kembali dari kedua insan tersebut. Apalagi Zen saat ini sudah mengemudikan mobilnya dengan fokus dan Vero sudah sibuk dengan ponselnya, untuk melanjutkan memeriksa berkas-berkas pekerjaannya.


Tetapi disaat perjalan mereka yang santai itu semakin menelusuri jalan yang dilewatinya, Zen mulai merasakan sesuatu yang membuatnya mulai waspada saat ini. Dari arah belakangnya, beberapa orang saat ini sepertinya sedang mengikuti dirinya. Dan dari aura yang dirinya rasakan, orang-orang tersebut memiliki aura negatif yang ditujukan kearahnya.


“Hm... ada kecoa lagi ya...?” gumam Zen, yang masih merasakan keberadaan orang-orang yang mengikutinya hingga saat ini.


Tentu dirinya tidak bisa menggiring mereka menuju kediaman tempat Vero berada, karena memang dirinya tidak ingin membuat Vero terkena masalah yang akan terjadi dan membuat wanita itu tewas lalu menyebarkan kekacauan yang berada didalam dirinya.

__ADS_1


Apalagi pihak yang sedang mengikuti Zen saat ini, dipastikan akan membabi buta untuk melakukan sesuatu terhadap dirinya. Apalagi mereka dipastikan akan menghabisi keberadaannya, karena Zen bisa merasakan niat mereka dari aura yang mereka keluarkan itu.


"Tetapi sepertinya, aku bisa menggunakan mereka sebagai sarana melanjutkan hobi yang sudah tidak pernah aku lakukan lagi" Gumam Zen yang sudah melajukan mobilnya, sambil menunjukan senyum menyeramkan miliknya saat ini.


Disisi lain, beberapa orang yang berada disebuah Van, saat ini mulai mengikuti mobil yang sedang dibawa oleh Zen. Tentu mereka saat ini memutuskan untuk hanya mengikuti dirinya saja, sambil memperhatikan atau mencari tahu kelemahan dari pria yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya dengan santai itu.


“Apakah kamu yakin dirinya mengalahkan dirimu dengan mudah Xin Wei? Karena aku sampai saat ini tidak bisa merasakan kekuatan yang dimiliki olehnya” ucap salah satu orang yang sedang mengendarai mobil yang sedang mengikuti Zen.


“Tentu saja. Bahkan tenaga dalamku saat itu, tidak bisa menghentikan serangannya kepadaku” balas Xin Wei.


Saat dirinya ingin menerima serangan Zen dulu, tentu Xin Wie sempat mengaktifkan kekuatan pertahanannya, karena memang gerakan Zen sangat cepat saat itu. Tetapi naasnya, kekuatannya juga tidak bisa menghalau serangan dari Zen dan membuatnya terpental saat itu.


Apalagi tidak ada gunanya jika Xin Wei berbohong kepada mereka, tentang apa yang dirinya alami saat melawan Zen tempo hari. Apalagi mereka sangat mengetahui kekuatan dari Xin Wei, dan dirinya tidak mungkin asal mengucapkan sesuatu yang omong kosong seperti itu kepada mereka.


“Kalau begitu, mari kita lihat apa yang dirinya sembu-”


“Awas!”


Namun sebelum pemimpin mereka menyelesaikan kalimatnya, sebuah kabut hitam mulai muncul didepan tempat mereka berada dan langsung mengelilingi seluruh sisi kendaraan yang mereka tumpangi. Tentu karena kabut hitam itu muncul secara tiba-tiba, mereka tidak bisa untuk menghindarinya dan saat ini sudah terjebak didalamnya.


Tempat dimana mereka berada saat ini, terlihat seperti sebuah hanggar yang sudah tidak terpakai. Namun anehnya, aliran listrik pada tempat itu masih berfungsi dengan baik, karena penerangan yang berada ditempat mereka berada saat ini, masih berfungsi dengan semestinya dan menerangi tempat tersebut.


“Sial... bukankah itu portal kabut milik para malaikat maut?” ucap salah satu dari mereka.


Tentu sebagai pemilik kekuatan, mereka mengetahui beberapa pihak yang memiliki kekuatan juga, termasuk para malaikat maupun malaikat maut. Tetapi mereka mulai merasa aneh sekarang, karena memang para malaikat biasanya tidak mungkin ikut campur secara langsung dengan kehidupan di dunia ini.


Tentu hal itulah yang membuat mereka merasa sangat aneh, karena saat ini sepertinya seorang malaikat maut sedang mencoba menghalangi atau mengintervensi apa yang sedang mereka lakukan di wilayah tempat mereka sedang beroperasi tadi.


“Apa hubungannya malaikat maut dengan pria yang bernama Zen itu?” tanya salah satu dari mereka.


“Cih... apakah kalian bodoh? Tentu itu bukan perbuatan malaikat maut.” Ucap pemimpin mereka, yang mencoba menyangkal apa yang mereka alami saat ini, merupakan perbuatan dari pihak malaikat maut.


“Lalu pemimpin, bisa anda jelaskan tentang itu?” tunjuk salah satu orang kearah kejauhan, dimana sebuah siluet saat ini mulai terlihat sedang menatap mereka.

__ADS_1


Tentu mereka semua langsung terkejut dengan kehadiran siluet itu, karena memang siluet itu menunjukan bahwa dirinya merupakan seorang malaikat maut. Dengan pakaian formal yang dikenakannya, siluet itu mulai mendekat kearah mereka saat ini.


“Hm... mengapa pihak seperti kalian, mencoba memasuki wilayah orang lain dan mencoba mencelakai orang-orang yang berada di wilayah tersebut?” kata pria itu yang semakin mendekat kearah mereka.


Tentu saat ini Xin Wei dan beberapa orang yang bersamanya, tidak langsung menjawab pertanyaan dari pihak yang sedang mendekat kearah mereka itu. Karena memang aura yang dirinya keluarkan saja saat ini, sangat mengintimidasi mereka yang berada di sana, sehingga langsung membuat mereka terbungkam sejenak.


“Maafkan kami Tuan Malaikat Maut. Tetapi kami hanya ingin menyelesaikan sebuah urusan saja ditempat ini” balas Xin Wei kepada pria yang semakin mendekat itu.


Mendengar jawaban mereka, Siluet itu hanya mengangguk saja dengan jawaban yang dirinya terima itu. Hingga akhirnya dirinya mulai menunjukan rupanya yang sedari tadi tersembunyi didalam kegelapan, kepada beberapa orang yang terlihat sudah mulai waspada dengan keberadaanya saat ini.


“Benarkah? Apakah pihak Kultivator Kerajaan Cina saat ini akan memulai peperangan kalau begitu?” tanya malaikat maut tersebut yang merupakan Bari, kepada beberapa orang yang berada didepannya.


Tentu pemilik kekuatan tidak bisa seenaknya menggunakan kekuatan mereka dengan bebas, untuk ikut campur pada urusan di dunia manusia. Bahkan pihak Dewa dan para Heavenly Sins tidak memperbolehkan tindakan seperti itu terjadi.


Walaupun ada pengecualian tentang beberapa tindakan yang bisa mereka lakukan untuk menggunakan kekuatan mereka. Tetapi jika hal itu menyangkut membunuh, membuat bencana, dan sebagainya, tentu hal tersebut dilarang keras oleh para pemilik kuasa dan para pengawas pemilik kekuatan yang berada di dunia ini.


“Bukan seperti itu Tuan Malaikat Maut. Kami hanya menyelesaikan sebuah urusan dengan seseorang yang telah melukai anggota kami, itu saja” balas pemimpin dari kelompok tersebut kepada Bari.


Saat ini mereka mulai menggunakan sebuah alasan tentang balas dendam yang akan mereka lakukan. Tentu jika itu menyangkut tentang pertarungan antar pemilik kekuatan, hal itu masih bisa dikompromikan asalkan tindakan mereka tidak mengganggu kehidupan manusia, jika memang mereka benar-benar akan melakukannya.


Apalagi, siapa yang menyangka tindakan mereka saat ini sudah dihentikan oleh seorang pihak, dari salah satu kekuatan terbesar dari dunia ini. Jadi, para kultivator itu tidak boleh bergerak dengan gegabah saat ini. Karena hal tersebut juga bukan hanya berdampak kepada mereka, tetapi akan berdampak juga pada tempat asal mereka.


“Benar Tuan Malaikat Maut. Kami hanya ingin menyelesaikan sebuah urusan saja ditempat ini” balas salah satu dari mereka kembali.


Bari hanya mengangguk saja mendengar perkataan mereka, yang menandakan bahwa dirinya mengerti dengan tindakan yang akan mereka lakukan. Karena sebenarnya dirinya juga sudah mengetahui dengan pasti, siapa yang sebenarnya sedang mereka cari. Karena memang orang yang mereka cari tersebut, sudah menghubungi dirinya dan menyuruhnya melakukan semua ini tadi.


“Baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kegiatan kalian lagi” ucap Bari yang mulai membuat sebuah portal kabut dan akan beranjak dari sana.


Tentu tidak ada alasan lagi yang membuat Bari untuk tetap berada di sana. Karena memang sebentar lagi kegiatan yang akan mereka lakukan itu, akan segera terlaksana. Jadi, dirinya lebih memilih beranjak dari tempat itu karena dirinya cukup sibuk saat ini.


“Tunggu Tuan Malaikat Maut. Lalu bagaimana dengan kami?” tanya Xin Wei yang melihat malaikat maut didepannya, hanya membuka sebuah portal kecil yang dikhususkan untuk dimasuki oleh dirinya saja.


“Bukankah kalian berkata, akan menyelesaikan permasalahan kalian dengan salah satu pihak yang melukai rekan kalian bukan?” tanya Bari kemudian.

__ADS_1


“Tentu saja Tuan Malaikat Maut. Tetapi bukankah anda harus mengembalikan kami ketempat semula, dimana kami berada sebelumnya?” tanya salah satu dari mereka kembali, karena memang saat ini mereka tidak tahu dimana keberadaan mereka saat ini.


“Mengapa kalian ingin pergi dari sini, ketika seseorang yang kalian cari sudah berada ditempat ini?”


__ADS_2