
Aura hitam saat ini mulai keluar dari tubuh seorang Dewa yang akan dieksekusi keberadaannya dan aura tersebut mulai menyebar kemana-mana. Aura penindasan yang kental, saat ini mulai membuat beberapa Dewa mulai waspada, karena aura tersebut bisa dikatakan sangat kuat bisa dirasakan oleh mereka.
Niat awal mereka yang saat ini ingin langsung membunuh Dewa yang mengeluarkan aura tersebut bisa dikatakan harus ditunda, karena mereka bisa merasakan jika mereka bertindak gegabah mereka mungkin akan tewas akibat ulah Dewa yang sudah berubah menjadi sosok yang kuat tersebut.
Kepribadian sosok Dewa yang seakan berubah itu juga semakin aneh. Apalagi tingkahnya bisa dikatakan berlawanan dengan tingkah dari Dewa yang sebelumnya akan mereka musnahkan tersebut, yang dimana saat ini sikapnya seakan mulai menekan pihak-pihak yang berada di sana dengan aura yang dirinya keluarkan tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" dan begitulah gumam Dewa Zeus, yang saat ini merasa marah bahaya yang sangat besar, dan bisa dirinya rasakan dari sosok Loki yang seakan sudah berubah sepenuhnya sikapnya tersebut.
Namun anehnya, saat ini bisa dilihat bahwa sosok Loki itu saat ini menatap kearah dimana Zen berada. Bahkan dirinya mulai tersenyum melihat keberadaan Zen ditempat itu. Hingga akhirnya terlihat sosok Loki mulai mengatakan sesuatu kepada Zen.
Sebuah kalimat yang tidak dimengerti oleh mereka akhirnya mulai terdengar setelah Loki yang sudah berubah itu mulai menatap sosok Zen yang masih duduk ditempatnya. Hingga tiba-tiba saja mata dari Loki mulai menatap salah satu Dewa yang akan membunuhnya dan langsung melesat dengan cepat kearahnya.
Tentu pergerakannya itu sangat mengejutkan bagi semua pihak, karena memang kekuatan dari Loki bisa dikatakan meningkat setelah dirinya berperilaku yang sangat aneh bagi mereka. Hingga saat ini bisa dilihat dengan jelas, bahwa sosok tersebut saat ini mulai mengincar seorang Dewa untuk dihabisi.
"Sial, dirinya mengincar diriku!" ucap seorang Dewi dari pihak Olimpus, yang saat ini melihat sebuah serangan cepat yang akan mendatangi dirinya.
Kecepatan pihak tersebut memang masih bisa dilihat oleh Dewi yang akan diserang tersebut. Namun tetap saja, walaupun Dewi tersebut mampu melihat serangan yang datang kearahnya, refleks tubuhnya seakan terlambat untuk mencoba menghindari serangan yang akan mengenai dirinya tersebut.
Apalagi bisa dikatakan pergerakannya sangatlah terlambat, untuk bisa menghindari serangan yang datang dari seorang pihak yang seharusnya menjadi pihak yang dibantai oleh dirinya, namun saat ini malah dirinya sendiri yang akan dipastikan dibantai jika serangan itu mengenai dirinya.
Wanita itu hanya menutup matanya sambil memasang kuda-kuda pertahanan untuk menerima serangan tersebut. Apalagi dengan kecepatan seseorang yang akan menyerangnya itu, Dewi itu berusaha melindungi bagian vital dari tubuhnya karena dirinya tahu dirinya tidak akan mampu menghalau sepenuhnya serangan yang mengarah kepadanya itu.
Matanya mulai terpejam sehingga membuat serangan yang mendatangi dirinya seakan cukup terlambat mendatanginya. Namun disaat dirinya terus menutup matanya, dirinya sama sekali tidak merasakan serangan yang mengarah kearahnya itu akan mengenai dirinya.
Tentu dirinya masih tetap tenang ditempatnya dan terus berusaha bersiap menerima serangan tersebut. Hingga akhirnya, beberapa waktu sudah berlalu dan serangan itu tidak kunjung mengenai dirinya. Dewi itu ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, hingga akhirnya dirinya mencoba mengintip dari balik kelopak matanya untuk mencari tahu.
Hingga sebuah punggung seorang pria saat ini memasuki pandangannya dan tentu saja pemandangan itu membuatnya terkejut. Apalagi bisa dilihat dengan jelas, saat ini seorang pria ternyata sudah menyelamatkan dirinya dari serangan pihak yang akan menyerangnya itu.
"Cih... apa yang kamu tunggu, cepat menghindar dari tempat ini!" hingga teriakan Zen yang sudah menghalangi pihak yang akan menyerangnya, saat ini mulai menegur Dewi itu yang masih terpaku diam ditempatnya.
Sebenarnya Dewi itu masih terbawa dengan pemandangan yang dirinya lihat saat ini. Namun sepertinya apa yang dirinya lakukan itu harus tertunda, karena beberapa Dewa saat ini mulai menarik dirinya untuk keluar dari sana, karena musuh mereka saat ini terlihat berubah menjadi sangat kuat, bahkan Zen saat ini terlihat cukup kesusahan dalam menghalangi tindakannya.
__ADS_1
Seluruh Dewa bisa dikatakan mulai mundur sejenak dari area pertarungan. Apalagi aura yang dikeluarkan kedua orang yang saling bersitegang itu mulai terasa menindas bagi mereka dan tidak mungkin mereka bisa dengan sembarang ikut campur dalam konfrontasi yang sedang Zen dan Loki itu lakukan saat ini.
Zen sendiri saat ini masih berusaha menahan sosok Loki yang sudah berubah sangat kuat itu. Apalagi bisa dikatakan jika dirinya tidak melakukannya, bisa dipastikan seluruh Dewa yang berada ditempat ini akan musnah sepenuhnya, karena dipastikan mereka tidak akan sanggup untuk melawan sosok dari Loki saat ini.
"Apa kabar, Putraku?" dan begitulah ucapan yang Zen dengar, dari pihak yang menggunakan tubuh Loki menjadi medianya dan saat ini sedang berhadapan langsung dengan Zen.
Bisa dikatakan Loki sedang dirasuki oleh pihak yang memang menunjukkan cara untuk membangkitkan rasnya atau bisa dikatakan pihak yang mempengaruhi dirinya untuk melakukan semua hal yang salah tersebut. Maka dari itu bisa dilihat sikap dari Dewa itu sangatlah berbeda dari dirinya yang biasanya.
Zen sendiri juga bisa dikatakan mengenal sosok yang memanggil dirinya sebagai Putranya tersebut. Karena dirinya sudah bisa memprediksi bahwa dipastikan sosok itu cepat atau lambat akan memunculkan dirinya, karena Zen sendiri saat ini sudah terbangun dari tidur panjangnya.
"Putramu? Maaf tapi Ayahku sudah meninggal, jadi aku saat ini sudah tidak mempunyai Ayah. Bahkan aku tidak ingin menjadikan siapapun menjadi Ayahku, termasuk dirimu" ucap Zen yang menjawab perkataan sosok tersebut.
Suara tawa saat ini mulai terdengar setelah Zen berkata demikian, yang dimana suara tawa tersebut berasal dari Loki yang sedang dirasuki tubuhnya. Apalagi dirinya merasa lucu bahwa saat ini Zen sampai tidak menganggapnya sebagai orang Tuanya, karena bisa dikatakan dirinya merupakan Ayah dari Zen.
Memang secara harafiah bisa dianggap sosok itu merupakan Ayah dari Zen bahkan seluruh adik-adiknya. Namun semua itu tidaklah benar, karena sosok yang perilakunya saat ini dihadang oleh Zen, merupakan sebuah kesalahan yang tercipta.
"Jangan sungkan Putraku. Aku tahu kamu sangat merindukanku, jadi mari kita berbincang sejenak dan mendiskusikan masa lalu yang dimana kita hidup dengan sangat bahagia" ucap sosok itu sekali lagi kepada Zen yang masih mengendalikan auranya untuk menahan aura dari pihak yang sedang berbicara dengannya itu.
Apalagi Zen sebenarnya saat ini masih mencoba mengulur waktu agar semua pihak yang berada ditempat ini untuk menjauh, karena bisa dikatakan mereka akan langsung tewas jika pihak yang berada didepannya mulai secara langsung berniat untuk menghabisi mereka.
"Ho... Masa lalu? Bukankah masa lalu dirimu merupakan sebuah kesalahan? Lalu apa yang harus kita perbincangkan atas kesalahan Ayahku yang tidak sengaja menciptakan sampah seperti dirimu?" Ucap Zen yang saat ini malah mengejek dirinya.
Sosok itu kembali tertawa mendengar perkataan Zen. Namun Zen bisa merasakan bahwa dirinya sedang emosi mendengar perkataannya sebelumnya, karena aura yang dirinya keluarkan untuk menekan Zen semakin kuat intensitasnya bahkan Zen semakin kesusahan menahan aura yang menekannya tersebut.
Namun Zen masih berusaha bertahan, karena memang dirinya tidak bisa langsung menunjukkan kartu As miliknya secara langsung kepada sosok yang mungkin akan menjadi musuh terbesarnya di dunia ini. Jadi, Zen masih berusaha bertahan dengan keadaan yang sedang dirinya alami.
"Kalau kamu tidak ingin mengenang masa lalu menggunakan percakapan, lalu bagaimana jika kita mengenang masa lalu kita dengan sebuah pertarungan" ucap sosok itu yang saat ini mulai mengeluarkan sebuah senjata dari dalam sebuah aura kegelapan.
"Pertarungan ya... Jadi, kamu akan menggunakan kekuatan hasil curian mu itu untuk melawanku, sampah?" balas Zen yang semakin memprovokasi pihak tersebut.
Hingga sepertinya sosok itu benar-benar sudah mulai muak, karena saat ini dirinya mulai menguatkan intensitas kekuatannya kembali. Hingga Zen yang masih bersusah payah menahan konfrontasi yang sedang mereka lakukan, saat ini juga sudah bersiap untuk menanggapi sesuatu yang akan sosok itu lakukan.
__ADS_1
Zen semakin waspada, karena intensitas kekuatan pihak didepannya semakin tinggi dikeluarkan olehnya. Hingga Zen mulai mengangkat pedang Ame no Ohabari miliknya dan saat ini bersiap untuk melawan sosok yang saat ini sepertinya sudah menganggap dirinya sebagai musuh.
Apalagi provokasi yang dilakukan oleh Zen sepertinya berhasil dan saat ini dirinya bisa melihat dengan jelas bahwa sosok itu sudah dipenuhi dengan marah, seakan bersiap untuk menerkam sosok Zen yang sedari tadi menghina dirinya.
"Baiklah peringatan terkahir, Putraku. Ayo bergabung denganku, dan mungkin apa yang akan kita lakukan selanjutnya akan hanya aku anggap sebagai sebuah latihan diantara kita" Ucap sosok itu yang sudah mulai bersiap untuk menyerang Zen.
"Jangan mimpi, Sampah. Segel Kedua, Terbuka!" dan begitulah ucapan Zen yang saat ini melepaskan sebuah segel kekuatannya kembali.
Zen bisa dikatakan memiliki beberapa tahap segel untuk menyegel seluruh kekuatannya. Karena memang kekuatannya yang besar tidak bisa membuat dirinya menyegel kekuatannya dengan sebuah segel saja, sehingga saat ini yang terlihat baru saja permukaan kekuatan dari Zen yang sebenarnya.
Tentu hanya dirinya saja yang tahu seberapa besar kekuatannya dan beberapa segel yang dimiliki olehnya untuk menyegel semua kekuatannya itu. Maka dari itu hal tersebut merupakan keuntungan bagi dirinya yang sedang menghadapi sebuah pihak yang tidak akan menyangka sebesar apa kekuatan yang dimiliki oleh Zen.
Apalagi mereka tidak akan mengetahui dengan pasti sebesar apa kekuatan yang sudah dikumpulkan oleh Zen setelah dirinya tidur selama ribuan tahun lamanya untuk menghilangkan sisi buruk dari apa yang dirinya alami. Karena hal tersebut juga membuat dirinya bisa menampung kekuatan yang sangat amat besar pada dirinya.
Dan juga, bisa dikatakan sosok Zen masihlah banyak menyimpan banyak hal yang tidak diketahui oleh seluruh pihak, termasuk adik-adiknya. Sehingga, hingga saat ini sosok dari Zen benar-benar merupakan seorang yang sangat amat misterius bagi semua pihak.
"Baiklah kalau begitu" dan begitulah ayunan senjata mulai terjadi yang dimana sosok yang merasuki Loki itu mulai menyerang Zen saat ini, setelah Zen juga mulai terlihat ingin membalas serangannya.
Zen dengan kekuatan yang baru dirinya buka itu bisa dikatakan dengan mudah menghalangi serangan tersebut. Apalagi bisa dipastikan dirinya menjadi lebih kuat dari pihak yang sedang dirinya lawan saat ini. Maka dari itu, Zen mencoba membalikkan keadaan yang terjadi dan berinisiatif menyerang balik pihak tersebut.
"Ya... seperti yang sudah aku duga. Kamu sangatlah mengagumkan, Putraku" ucap sosok tersebut, yang memang juga tidak menyangka bahwa Zen akan sekuat ini.
Pertarungan lanjutan dari peperangan yang terjadi ditempat ini akhirnya mulai terjadi. Bentrokan kekuatan dari pihak yang sedang bertarung itu mulai terlihat sangat amat menegangkan, apalagi kekuatan besar yang saling berbenturan itu saat ini mulai menyebabkan kehancuran pada area sekitar wilayah pertempuran tersebut.
Pelindung yang mencegah terjadinya kejadian kehancuran didalamnya agar tidak keluar, sampai terlihat semakin rusak karena pertarungan tersebut. Karena bisa terlihat intensitas pertarungan itu sangatlah dahsyat dan tidak bisa terbayangkan bahwa sebuah pertarungan seperti itu terjadi ditempat ini.
Maka dari itu, para Dewa yang sebelumnya mundur dari pertarungan yang sedang terjadi karena mereka tidak mampu ikut campur dalam pertarungan tersebut, saat ini mulai bahu-membahu menguatkan pelindung yang melindungi wilayah luar dari area tersebut.
Apalagi mereka tidak akan membayangkan apa yang akan terjadi, jika pelindung itu hancur sepenuhnya dan kehancuran yang terjadi didalamnya akan menyebar. Karena bisa dipastikan, pertarungan itu akan menghancurkan satu wilayah bahkan sebuah negara, jika mereka tidak mencegahnya untuk tertahan ditempat ini.
"Sialan, pertarungan apa yang sedang terjadi saat ini?"
__ADS_1