Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kenyataan Tentang Sloth


__ADS_3

Bisa dikatakan, sikap Zen kepada orang asing sangatlah acak dan tidak bisa ditebak. Seperti yang sudah diketahui, selama beberapa waktu dirinya tinggal di dunia ini, sikapnya itulah yang selalu dirinya tunjukan kepada siapapun yang dirinya temui hingga saat ini.


Masalahnya, sikapnya itu lebih parah saat dirinya masih berada di neraka. Sikap malasnya yang memang merupakan perwujudannya utamanya, membuatnya menjadi sosok yang tidak memperdulikan apapun yang berada disekitarnya dahulu.


Untung saja, sebagian kecil sifatnya itu hilang entang kemana saat dirinya sudah tinggal di dunia ini. Jadi, sifat Zen dalam menjalani kehidupannya di dunia ini bisa dikatakan tidak terlalu parah, seperti dirinya tinggal di neraka dahulu.


“Kami menawarkan putri kami sebagai Istri anda Tuan, sebagai balas budi kami terhadap semua kebaikan yang anda berikan kepada kami” dan begitulah salah satu wanita saat ini kembali ditawarkan kepada Zen, untuk dijadikan salah satu Istrinya.


Sikap Zen itulah yang saat ini membuat seluruh adiknya dan bawahannya mulai sakit kepala dibuatnya. Karena saking tidak pedulinya dengan keadaan sekitarnya, Zen saat ini langsung menerima saja penawaran yang diberikan pihak yang menawarkan putrinya itu.


Apalagi, ini bukanlah pertama kalinya Zen melakukan itu. Karena bisa dikatakan, sudah ribuan kali mereka melihat Kakaknya mengambil keputusan yang sangat amat membuat repot untuk mereka, dan permasalahan tersebut mereka sendirilah yang harus membereskannya.


“Kak Pride, apakah aku harus membunuh seluruh Istrinya agar permasalahan ini tidak terus berlanjut?” ucap salah satu adik dari Zen, kepada salah satu adiknya yang bernama Pride.


Bisa dikatakan, ketidakpedulian yang Zen lakukan dalam mengurus kehidupannya, saat ini membuat kacau seluruh Neraka atas sikapnya. Masalahnya, janji yang dirinya lakukan dengan seluruh wanita yang dinikahinya merupakan sebuah hal yang sah dimata seluruh pihak.


Hal itu akhirnya malah memberikan sebuah otoritas sah kepada seluruh pihak yang merupakan Istrinya, yang dimana seluruh pihak akan menganggap mereka merupakan sosok yang sangat pantas, dalam mengambil berbagai keputusan apapun dalam pemerintahan Zen yang berada di Neraka saat ini.


Maka dari itu, beberapa pihak tentu saja bisa mengendalikan apapun atas nama Zen, karena mereka merupakan sosok yang mendapatkan wewenang sebagai Istri dari Zen. Sehingga bisa dikatakan hal tersebutlah yang menyebabkan kekacauan yang terjadi di Neraka.


“Pastikan saja jika ada yang mulai menyimpang, kamu bisa membunuhnya” ucap Pride kepada salah satu adiknya yang bisa dikatakan sudah muak dengan semua hal yang terjadi.


“Tetapi Kak, bagaimana jika Kak Sloth akan marah?” ucap salah satu adiknya lagi, yang memang sangat tidak ingin memancing kemarahan Kakak yang paling dirinya sayangi itu.


“Lakukan saja. Dan beritakan seluruh malaikat maut untuk melakukan hal yang sama. Aku sendiri yang akan bertanggung jawab atas semua keputusan yang sudah kita ambil” ucap Pride, yang saat ini memutuskan untuk menghampiri Kakaknya yang sepertinya akan kembali menuju tempat tidurnya.


Kehidupan Zen didalam Neraka, memang bisa dikatakan hanya sebatas tidur jika dirinya tidak mempunyai kegiatan lagi. Maka dari itu, kadang-kadang Pride sendiri yang akan mengambil alih kepemimpinannya sejenak, atas ketidakhadiran Kakaknya dalam memimpin wilayahnya.


Namun, masalahnya otoritas yang dimiliki oleh Istri-Istri Zen bisa dikatakan sering mengganggu pengambilan keputusan yang akan dirinya lakukan, sehingga kekacauan diberbagai pihak saat ini mulai merajalela. Maka dari itu, permasalahan itulah yang saat ini sangat memusingkan Pride dan adik-adik dari Zen dalam membereskannya.

__ADS_1


“Kak, kita tidak bisa terus seperti ini” ucap Pride kepada Zen sebelum dirinya membaringkan tubuhnya di atas sebuah kasur.


Mendengar keluh kesah adiknya, tentu Zen langsung menghentikan tindakannya yang akan naik keatas tempat tidurnya. Dirinya saat ini mulai menatap adiknya, dan saat ini ekspresi tidak berdaya langsung ditunjukan oleh Zen kepada adik yang paling dirinya sayangi itu.


“Hahh... aku tahu Pride. Masalahnya, aku tidak bisa melakukan apapun dalam bertindak melawan sifat negatif milikku” ucap Zen yang juga merasa kasihan dengan seluruh adik dan bawahannya yang harus bertanggung jawab atas kekacauan yang dirinya buat.


Sudah ribuan tahun Zen memimpin wilayah yang harus dipimpin oleh dirinya dengan sangat baik, hingga wilayahnya menjadi tempat yang sangat makmur. Namun sudah seribu tahun juga setelah itu Neraka harus mengalami sebuah kekacauan atas ulahnya.


Zen tentu tidak ingin semua itu terjadi, namun sifat alaminya bisa dikatakan mulai menunjukkan taringnya. Sesuatu yang bisa dikatakan akan muncul pada diri masing-masing Deadly Sins akhirnya mulai dirasakan olehnya. Sesuatu yang bisa dianggap sebagai penyakit bagi mereka itu, saat ini sudah menggerogoti diri Zen sehingga menjadikan dirinya seperti itu.


The Trap Of Darkness, itulah yang sedang dialami oleh Zen. Bisa dikatakan, sifat negatif yang dimiliki olehnya akan menguasai sepenuh dirinya, dan membuat Zen tidak bisa melawan perilaku negatif itu dari dalam dirinya. Maka dari itu, sering kali tindakannya akan condong sangat berat kearah sifat asli miliknya.


Mau tidak mau, dengan terpaksa dirinya harus menjalankan sifat negatifnya itu, karena aura sifat yang merupakan perwujudan dari dirinya seakan tidak bisa dilawan dan membuat Zen harus menerima berperilaku lebih menyimpang dari kehidupannya selama ini.


Hingga akhirnya sudah ratusan tahun lamanya sesuatu yang dirinya sebut penyakit itu menggerogoti dirinya, namun hingga saat ini sifat negatifnya itu seakan tidak terpuaskan dari semua hal yang selama ini dirinya lakukan, untuk memuaskan sifat negatifnya itu agar dirinya bisa sembuh sepenuhnya.


Karena bisa dikatakan, untuk keluar dari jeratan sifat negatifnya tersebut, Zen harus bisa memuaskan perwujudannya itu dengan mengikuti keinginannya yang bisa dikatakan menyuruhnya untuk bertindak seperti seorang Sloth yang sebenarnya.


Pride sangatlah paham dengan kodisi Kakaknya. Masalahnya, dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk menghadapi semua itu, karena sifat negatif Kakaknya yang bisa dikatakan menguasai dirinya dan seakan membuatnya semakin bertindak lebih berambisi, malas dan sebagainya atas wujud yang harus dirinya tanggung selama ini.


Apalagi The Trap Of Darkness bisa dikatakan akan dirasakan oleh seluruh Deadly Sins. Masalahnya, pihak pertama yang terkena oleh sesuatu yang bisa dikatakan penyakit itu, merupakan pihak paling berwenang di tempat ini. Dan hal itulah yang semakin membuat Pride sangat paham tentang kondisi Kakaknya itu.


Maka dari itu, keputusan Kakaknya yang selama ini dirinya ambil, bisa dikatakan dirinya tidak bisa ambil secara baik karena sifat negatifnya mulai menggerogoti kehidupannya, yang bisa dikatakan semakin memprihatinkan selama beberapa ratus tahun kebelakang.


“Lakukan apapun yang kamu mau, Adikku. Aku akan berusaha menahan sifat diriku ini agar kekacauan yang sudah terjadi tidak akan pernah terjadi lagi” ucap Zen yang membuat Pride hanya menghela nafasnya dalam menyahuti perkataan Kakaknya itu.


Pride hanya bisa mengangguk menjawab perkataan Kakaknya itu. Karena bisa dikatakan keputusannya untuk mengeksekusi semua keputusan yang akan dirinya ambil kedepannya akan sangat susah. Karena mereka akan melawan berbagai hukum untuk melaksanakan semua hal yang diperintahkan oleh Zen tersebut.


Namun mau tidak mau, sebagai salah satu pihak tertua di sana, Pride akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi. Jadi, dirinya dengan penuh tekat mulai keluar dari kamar Kakaknya setelah berpamitan kepadanya dan mulai melaksanakan semua rencana untuk meredakan semua kekacauan yang sedang terjadi.

__ADS_1


Zen sendiri akhirnya melihat bahwa adiknya sudah pergi dari ruangannya. Tetapi disaat melihatnya kepergiannya itu, ada perasaan bersalah didalam dirinya atas semua kekacauan yang sudah terjadi akibat dirinya. Dan hal itulah yang semakin membuat Zen sangat amat sedih dibuatnya.


Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk segera memuaskan seluruh sifat negatifnya itu, agar dirinya bisa dengan segera membereskan semua hal yang saat ini disebabkan olehnya dan menyebabkan beberapa pihak terluka akibat ulahnya.


“Dan begitulah, bagaimana aku memiliki banyak Istri pada saat itu.” Ucap Zen mengakhiri monolognya, dalam menjelaskan singkat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Neraka.


Masalahnya, bukan hanya Vero yang terkejut mendengar kenyataan baru tentang suaminya itu. Tetapi seluruh keluarga Zen bisa dikatakan sangat amat terkejut mendengarkannya, karena mereka sama sekali tidak mengetahui tentang apa yang baru saja diceritakan oleh Zen kepada mereka.


“T-Tapi, bukankah kamu bisa menahannya saat itu, Suamiku?” tanya Vero yang masih mempertanyakan sikap suaminya pada masa lalu.


“Jika aku bisa melakukannya, aku akan melakukannya Vero. Bahkan, seluruh adikku bisa dikatakan tewas, karena sifat negatif mereka akhirnya mulai meminta kepuasan dari diri mereka” ucap Zen yang mulai mengungkit tentang kematian para adiknya.


Dan inilah salah satu rahasia yang selalu disembunyikan dari siapapun oleh Zen, termasuk adik-adik sepupunya. Adik-adik kandung dari Zen bisa dikatakan mati bukan karena mereka diburu oleh beberapa orang. Tetapi karena mereka sendiri yang yang sengaja untuk diburu.


“A-Apa maksud semua ini, Kak?” Dan begitulah tanggapan dari Mikhael yang juga sangat terkejut dengan perkataan Kakaknya itu, tentang kenyataan baru yang dirinya dengar tersebut.


Tentu semua pihak langsung bingung dengan pernyataan dari Zen. Karena semua hal tersebut tidak pernah sama sekali mereka ketahui dari pihak saudara sepupunya itu. Apalagi, pengetahuan tentang apa yang baru saja Zen jelaskan itu sama sekali mereka tidak mengetahuinya.


Hingga akhirnya Zen mulai mengubah pemandangan dari area sekitar tempat mereka berada. Karena bisa dikatakan, dirinya yang saat ini mulai mengendalikan tempat itu sama seperti Mikhael saat dirinya melakukan penjelasan pertama tentang identitas mereka.


Berbagai penglihatan saat ini mulai muncul tentang keberadaan sosok adik dari Zen, yang terlihat dengan sangat jelas bahwa mereka seakan menyerahkan sendiri nyawa mereka, kepada pihak-pihak yang memang mengejar dan memburu keberadaan mereka yang dianggap perilaku mereka sangat amat menyimpang.


“Hahh... dasar adik-adikku yang bodoh. Apakah kalian tidak merasa aneh, adik-adikku yang kekuatannya sangat kuat seperti kalian, bisa tewas dengan mudah hanya karena melawan beberapa Dewa dan pihak-pihak yang mempunyai kekuatan?” ucap Zen yang langsung membuat semua pihak yang berada di sana langsung bungkam karena terkejut dengan kenyataan tersebut.


Di dunia ini, sifat negatif sangat amat mudah dikumpulkan oleh para Deadly Sins. Bahkan bisa dikatakan, beberapa tahun saja mereka berada disini, kekuatan mereka sudah bisa dikembalikan sedikit dan tidak seperti para saudara sepupu mereka.


Selama ini, Zen selalu menyembunyikan sesuatu terhadap seluruh saudara sepupunya, yaitu bagaimana dirinya dan para saudaranya bisa mengumpulkan kekuatan mereka. Karena berbeda dengan para Heavenly Sins, para Deadly Sins bisa menyerap aura negatif dari sikap mereka.


Contohnya, jika Zen bisa menggoda beberapa pihak untuk bermalasan, aura kemalasan yang dikeluarkan oleh pihak tersebut bisa dikatakan akan bisa diserap oleh Zen. Termasuk jika adik-adiknya bisa menyebarkan sikap negatif mereka pada seluruh pihak.

__ADS_1


“J-Jadi, m-maksud Kakak mereka sengaja bunuh diri, karena mereka mengalami situasi bernama The Trap Of Darkness?”


__ADS_2