Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Berbulan Madu


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu kedua pasangan suami istri, saat ini akhirnya tiba juga. Dengan perasaan yang sangat bahagia, kedua pasangan itu akhirnya bisa menikmati waktu mereka bersama dan hanya berdua saja pada sebuah perjalanan bulan madu yang sudah mereka rencanakan.


Sudah cukup lelah memang terutama sang wanita, yang selalu disibukkan dengan bebagai hal yang harus dirinya lalui semenjak mengetahui identitas suaminya. Namun yang terpenting, adalah kebersamaan mereka yang mulai saat ini bisa dikatakan akan selalu hangat dan harmonis.


Tentu kedua pasangan itu merasa sangat bahagia saat ini. Karena perjalanan yang awalnya dipersiapkan dengan terburu-buru itu akhirnya terbayarkan dengan kebahagiaan yang mereka rasakan saat menjalaninya. Bahkan hal ini menjadi kenangan yang sangat amat indah bagi mereka berdua disaat menjalaninya.


Apalagi dengan sebuah pulau yang notabennya adalah milik sang suami, mereka berdua dengan sangat bebas bisa melakukan apapun yang mereka mau, walaupun bisa dikatakan kegiatan mereka sedikit terganggu dengan beberapa pihak yang mengenali sosok mereka.


Namun bisa dikatakan perjalanan bulan madu mereka ditempat ini, merupakan sesuatu yang terbaik terutama bagi sang wanita, yang bisa dikatakan merasa sangat amat bahagia dan sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat perhatian dengan kebahagiaan dari dirinya saat ini.


“Hahh... aku cukup kelelahan dengan kegiatan kita hari ini, Zen” ucap Vero yang saat ini sedang duduk pada meja makan khusus yang sudah dipersiapkan untuk dirinya, yang dimana dirinya sedang melakukan makan malam romantis dengan suaminya.


“Mengapa kamu sudah merasa kelelahan? Bukankah masih ada sesuatu yang harus kita lakukan nanti?” ucap Zen yang cukup panik mendengar perkataan Istrinya yang sudah kelelahan dengan aktivitas mereka sedari pagi.


Semenjak mereka tiba di pulau Hawaii, memang Zen disibukkan dengan berbagai kegiatan mereka dalam menikmati waktu mereka ditempat ini. Apalagi, mereka memutuskan untuk memuaskan diri mereka dalam bersenang-senang dan menikmati waktu kebersamaan mereka ditempat ini.


Dengan kembalinya seluruh saudara Zen beserta keluarganya menuju kerajaan mereka, akhirnya kedua pasangan itu bisa bebas sepenuhnya dalam menjalani hari-hari mereka setelah kepergian mereka, yang bisa dikatakan sangatlah membahagiakan karena mereka bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja.


Berbagai kegiatan mulai dari jalan-jalan, berbelanja, dan lain sebagainya mereka lewati dengan sangat antusias. Jadi, wajar saja Vero merasa cukup kelelahan dengan padatnya kegiatan mereka semenjak mereka tiba pulau ini hingga mereka sudah berada ditempat ini.


“Aku tahu. Kamu bisa tenang suamiku, apa yang kita rencanakan nanti malam dipastikan akan terjadi” ucap Vero yang masih menggenggam tangan suami yang berada dihadapannya.


Mendengar perkataan Istrinya, tentu Zen mulai mengeratkan genggaman tangannya yang saat ini sedang digenggam oleh Istrinya tersebut. Apalagi suasana yang sangat amat romantis, semakin membuat mereka sangat bahagia dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini.


Bisa dikatakan mereka makan malam pada salah satu hotel milik Zen. Yang dimana, saat ini mereka sudah disediakan tempat pada area khusus yang berada di atap dari hotel ini, yang langsung dapat melihat seluruh pemandangan malam dari pulau yang memang dikhususkan sebagai objek wisata ditempat tersebut.


Ditemani dengan bintang-bintang dan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi berbagai bangunan yang bisa mereka lihat, semakin membuat makan malam yang mereka lakukan seakan sangat amat romantis ditempat tersebut.


Dengan lantunan lembut musik khas dari pulau tersebut yang dimainkan secara langsung untuk mereka, bisa dikatakan kedua pasangan itu mulai menikmati waktu makan malam mereka, untuk mengakhiri hari yang mereka lewati dengan sangat membahagiakan.


Bahkan hembusan dingin angin malam yang berhembus kearah mereka, seakan tidak mampu membuat kedua pasangan itu merasa dingin. Karena bisa dikatakan, suasana romantis ditempat itu seakan menghangatkan mereka satu sama lainnya yang terlihat sangat amat bahagia menjalaninya.


“Jadi, apakah aku harus bolak-balik dari Marlet menuju Kerajaan Gizeweith mulai saat ini, Zen?” tanya Vero disela-sela menyantap makanan pembuka yang sudah dihidangkan untuknya.


“Yap. Tetapi kamu bisa tenang, karena Alfred akan menugaskan seorang malaikat maut untuk menjadi asisten pribadimu. Jadi, dengan kemampuan berpindah tempat milikinya, dipastikan kamu bisa pergi kemanapun dirimu mau” ucap Zen yang juga dirinya mulai menikmati makanannya.


Vero sudah sepakat bahwa dirinya akan sesekali membantu Alfred mengurus semua aset milik suaminya. Karena bisa dikatakan dirinya tentu belum berani sepenuhnya untuk mengambil alih seratus persen seluruh tanggung jawab mengurus semua harta suaminya.


Karena mengurus perusahaan sebesar Darkness Company merupakan perkara yang harus dirinya lakukan dengan baik. Jadi, dirinya ingin mempelajari bagaimana menjadi seorang yang bisa menangani semua hal dalam hal bisnis dengan sangat baik, barulah dirinya akan mengambil alih sepenuhnya.


Apalagi, dirinya masihlah belum percaya diri untuk mengurus perusahaan sebesar itu, walaupun saudara dari Zen sudah mengajarinya berbagai hal. Tetapi tetap saja, dirinya memutuskan akan melakukannya dengan perlahan, agar saat dirinya memegang aset suaminya nanti tidak akan mengalami sebuah permasalahan.

__ADS_1


“Apakah aku juga bisa sering-sering ke tempat ini?” tanya Vero kembali, yang memang sangat bahagia berada pada tempat dirinya berada saat ini.


“Tentu saja. Dengan seorang malaikat maut yang berada di sampingmu, kamu bisa dengan bebas pergi ke manapun yang kamu mau. Tapi ingat, kamu tidak boleh bepergian sendirian” ucap Zen yang memperingati Istrinya itu.


Tentu statusnya yang merupakan seorang pemilik kuasa, bisa dikatakan akan memancing berbagai pihak yang mungkin ingin berbuat sesuatu yang jahat kepada Vero untuk memancing sosok Zen. Karena mungkin, bisa dibilang mereka akan memanfaatkan sosoknya yang merupakan Istrinya.


Walaupun bisa dikatakan sangat mustahil bahwa hal itu akan terjadi, tetapi tetap saja mereka harus waspada dengan semua hal yang akan terjadi. Jadi, Zen langsung mewanti-wanti Istrinya yang tidak boleh pergi sendirian kemanapun tanpa pengawasan dirinya atau bawahannya.


Apalagi dengan usulan Alfred yang akan menugaskan seorang malaikat maut untuk Vero secara langsung, membuat Zen langsung menyetujui usulannya itu agar keberadaan Istrinya tetap akan aman, walaupun sekali lagi bisa dikatakan hal itu sangatlah mustahil.


“Baiklah. Aku akan mengingatnya” ucap Vero membalas perkataan suaminya itu.


Makan malam romantis mereka akhirnya mulai berlanjut, dengan berbagai hidangan akhirnya mulai dihidangkan kepada mereka. Vero juga merasa semangat dengan semua hidangan lezat yang sedang dirinya santap, dan dirinya tidak perlu memikirkan berat badannya lagi untuk menyantapnya.


Karena bisa dikatakan, efek penghentian roda kehidupannya juga mengubah beberapa situasi tubuhnya. Termasuk, saat ini dirinya seakan kembali menjadi sosok yang berumur dua puluh tahunan yang dimana wajahnya kembali kencang dan bentuk tubuhnya tidak akan berubah apapun yang terjadi kepada dirinya.


Maka dari itu, dirinya saat ini bisa menikmati dengan bebas makanan yang ingin dirinya santap, dan dirinya tidak perlu takut lagi bahwa berat badannya akan naik atau dirinya akan terkena berbagai penyakit dan sebagainya, karena tubuhnya sudah berubah sepenuhnya.


"Ya... ini adalah kenangan terindah bagi diriku" dan begitulah gumaman Vero yang memang merasa sangat bahagia saat ini.


Dengan pemandangan dan suasana yang indah menemani dirinya, membuat kelelahan yang dirinya alami langsung saja mulai menghilang. Maka dari itu, bisa dikatakan penutup kegiatan mereka saat ini sangatlah sempurna menurut dirinya.


Semua kegiatan mereka hari ini akhirnya mulai berakhir sepenuhnya. Dengan kembalinya kedua pasangan suami istri itu menuju kamar mewah yang sudah disediakan khusus oleh mereka, akhirnya mereka memutuskan mengakhiri hari membahagiakan mereka dengan sesuatu yang spesial.


“Hahh... padahal aku menginginkannya, tetapi kenapa aku sangat gugup sekarang” ucap Vero yang saat ini sedang menatap rupanya pada sebuah cermin dari kamar mandi kamar hotelnya.


Bisa dikatakan wajahnya sudah berubah sepenuhnya atas perubahan tubuhnya berkat penghentian roda kehidupan yang dilakukan kepadanya. Maka dari itu, wajahnya saat ini kembali menjadi sangat muda dan terlihat lebih cantik dari sebelumnya pada pantulan cermin yang sedang memantulkan rupa wajahnya.


Namun bukan hal tersebutlah yang sedang dirinya pikirkan saat ini. Karena Vero yang sudah mengenakan Lingerie pada tubuhnya, sedang memikirkan persiapan apa yang akan dirinya lakukan untuk kegiatannya yang sudah tertunda cukup lama bersama suaminya.


Setelah akhirnya tubuhnya sudah siap sepenuhnya, bisa dikatakan malam ini waktunya mereka akan melakukannya. Apalagi hari ini merupakan hari yang tepat, dimana hari ini merupakan hari dimana mereka memulai bulan madu mereka pertama kalinya.


Jadi, mereka seakan sudah mempersiapkan diri mereka masing-masing dalam menghadapi malam mereka yang bisa dikatakan akan memanas, karena akhirnya kedua pasangan itu bisa menuntaskan sesuatu yang belum sempat mereka selesaikan pada awal pernikahan mereka.


Namun sayangnya, Vero merasa gugup saat ini. Bisa dikatakan ini adalah pengalaman pertamanya melakukan semua itu. Walaupun dirinya mengetahui dengan pasti apa yang harus dirinya lakukan, tetapi tetap saja dirinya tidak mempunyai sebuah pengalaman.


Maka dari itu dirinya cukup kebingungan bagaimana dirinya harus bertindak dalam melakukan sesuatu yang sudah tertunda itu dengan suaminya nanti. Apalagi, bisa dikatakan Zen mungkin sudah menantikan dirinya ditempat tidur mereka saat ini.


“Baiklah, kalau begitu mari keluar” ucap Vero yang sudah menumbuhkan tekatnya dan memutuskan untuk keluar dari ruangan kamar mandi tempatnya berada.


Sebuah suasana yang tidak terlalu terang mulai menyambut kemunculan Vero dari balik pintu kamar mandi tempat dirinya berada tadi. Karena saat ini, penerangan didalam ruangan tempatnya keluar dari kamar mandi yang dirinya gunakan tadi, bisa dikatakan sudah diatur seperti itu.

__ADS_1


Kegugupan Vero semakin terlihat disaat dirinya merasakan suasana tersebut. Tetapi dirinya mulai bingung karena keberadaan Zen yang dirinya kira sudah berada di atas tempat tidur dari ruangan tersebut ternyata tidak bisa ditemukan oleh Vero.


Namun, betapa terkejutnya disaat dirinya merasakan bahwa seseorang langsung memeluknya dari arah belakang saat ini. Tentu Vero sempat terkejut, namun perasaan nyaman saat ini mulai menghampiri dirinya karena pelukan yang dirinya terima itu berasal dari suaminya.


“Kamu terlihat gugup, Istriku. Bukankah selama ini kamu yang selalu menginginkannya?” tanya Zen yang saat ini mulai melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Istrinya dan mulai menatap dirinya saat ini.


Lingerie hitam yang dikenakan oleh Vero semakin membuat dirinya terlihat sangat menggairahkan didepan Zen saat ini. Tetapi benar apa yang diperhatikan oleh Zen, karena dirinya bisa melihat Istrinya itu sangatlah gugup disaat mereka sudah saling berhadapan saat ini.


Bahkan keindahan pakaian yang dirinya kenakan dan sudah didesain oleh adiknya sedemikian rupa, seakan tertutup keindahannya dengan diamnya Vero yang terlihat sangat gugup tersebut. Namun, Zen memutuskan untuk dengan segera menghilangkan kegugupan yang dialami oleh Istirnya saat ini.


Vero yang tidak tahu harus menjawab perkataan suaminya, tiba-tiba sangat terkejut dengan Zen yang tiba-tiba saja mulai mengecup bibirnya yang manis itu. Bahkan, kegugupan Vero bisa dikatakan langsung menghilang dan digantikan dengan perasaan yang sangat baru saat ini.


Suasana di dalam ruangan itu akhirnya mulai berubah sepenuhnya. Ciuman yang awalnya sangat lembut antara kedua pasangan suami istri itu, akhirnya mulai berubah agresif saat ini. Zen tentu langsung tidak tinggal diam, karena dirinya mulai menggiring Istrinya menuju tempat tidur berukuran King Size pada ruangan tersebut.


Ciuman panas mereka tentu tidak terputus, hingga akhirnya Zen mulai mendorong sosok Istrinya yang terlihat sangat seksi tersebut keatas tempat tidur mereka. Sebelum dirinya melanjutkan aksinya, Zen terlebih dahulu melepaskan pakaian bagaian atasnya, barulah dirinya melanjutkan aksinya dalam ******* bibir Istrinya.


Dengan sudah menindih tubuh istrinya, Zen saat ini semakin ganas dalam mencium bibirnya. Vero juga tidak tinggal diam, dirinya juga mulai membalas ciuman penuh gairah dari suaminya, hingga berbagai sentuhan saat ini mulai dirinya rasakan pada beberapa bagian tubuhnya.


“Apakah kamu sudah menantikan hari ini, Istriku?” Dan begitulah ucapan Zen yang sedikit mengajak Istrinya berbicara sebelum dirinya melanjutkan aksinya tersebut.


Vero hanya mengangguk menjawab perkataan suaminya itu, yang dimana saat ini mereka mulai melanjutkan aksi mereka. Entah sudah berapa lama mereka melakukan semua itu, hingga akhirnya tanpa mereka sadari tubuh mereka akhirnya mulai telanjang sepenuhnya.


Sentuhan demi sentuhan saat ini memang mulai dirasakan oleh Vero. Bahkan bukan berasal dari tangan saja sentuhan itu berasal, namun dari bibir suaminya yang mulai mengecup berbagai tempat pada tubuhnya yang polos tersebut.


Bibir Zen yang pada awalnya sangat manis dirasakan pada bibirnya, saat ini malah memunculkan kenikmatan pada beberapa bagian tubuhnya yang disentuh oleh bibir suaminya tersebut. Bahkan Vero hanya bisa memejamkan matanya saat ini disaat menikmati itu semua.


Zen sendiri saat ini masih berusaha menikmati seluruh tubuh Istrinya, setelah dirinya berhasil melepaskan semua pakaiannya. Hingga akhirnya, waktu yang mereka tunggu akhirnya tiba.


Zen yang sudah menyelesaikan memeriksa tubuh Istrinya sepenuhnya, saat ini mulai menatap mata Istrinya yang bisa dikatakan kembali gugup dengan semua yang sudah dirinya lakukan tadi. Dengan semu rona merah muda pada wajahnya, saat ini bisa dikatakan Vero mulai membalas tatapan dari suaminya tersebut.


“Kamu sudah siap?” bisik Zen pada telinganya sebelum dirinya akan melanjutkan aksinya.


Vero hanya mengangguk untuk menjawab perkataan Suaminya, hingga akhirnya tubuh mereka akhirnya mulai bersatu sepenuhnya. Rasa sakit mulai dirasakan oleh Vero, karena ini adalah pertama kalinya dirinya merasakan semua itu.


Namun, dengan perlahan Zen akhirnya memulai tindakannya secara lembut agar Istrinya dengan perlahan bisa mulai menikmati kegiatan mereka pada tempat tidur berukuran king size tersebut. Zen tentu tidak tinggal diam, karena bibirnya saat ini kembali bergerak dengan aktif pada beberapa bagian tubuh dari Vero untuk membuat wanita itu kembali merasa nyaman.


Gerakan yang awalnya bergerak dengan cukup perlahan, akhirnya mulai berubah menjadi berirama dan mulai saling menikmati. Bahkan Vero saat ini mulai merasakan sebuah sensasi baru atas tindakan yang dirinya lakukan dengan suaminya saat ini.


Hingga akhirnya rasa sakit yang awalnya dirasakan oleh Vero, mulai berubah sepenuhnya menjadi rasa kenikmatan dan akhirnya mereka berdua mulai menikmati malam panas mereka bersama, untuk pertama kalinya setelah mereka resmi menjadi suami Istri.


“Ehm.... A-Aku sangat mencintaimu, suamiku”

__ADS_1


__ADS_2