
Dua hari akhirnya berlalu setelah kepulangan dari Vero dari sebuah rumah sakit yang merawatnya menuju kediamannya. Bisa dikatakan, hubungannya dengan Zen bisa dikatakan sudah sangat berkembang bahkan mereka sudah tidur pada ranjang yang sama saat ini.
Tetapi bisa dikatakan, walaupun mereka sudah tidur pada kamar dan ranjang yang sama, mereka berdua sama sekali belum berhubungan badan hingga saat ini. Hal tersebut dikarenakan, tubuh Vero belum akan siap menerima sesuatu yang akan dirinya terima, disaat mereka akan melakukannya hal tersebut.
Jadi, Zen berusaha untuk menahan diri dan menolak ajakan dari Istrinya itu dalam melanjutkan hubungan mereka, karena bisa dibilang tubuh Istrinya belum sangat siap untuk mereka melakukan sesuatu, yang akan membuat Vero akan mendapatkan sebuah manfaat jika dirinya melakukan semua itu.
"Aku akan turun terlebih dahulu, oke." ucap Zen kepada Istrinya, yang terlihat masih didandani oleh beberapa pihak yang berada dikamar mereka.
"Baiklah. Aku juga akan selesai sebentar lagi" balas Vero yang saat ini sangat senang, melihat penampilan suaminya yang sangat amat elegan mengenakan pakaian yang dibuatkan khusus untuknya.
Pada awalnya, Vero sangat takut disaat dirinya akan mengajak Zen untuk melakukan sesuatu yang dilakukan oleh sepasang suami istri pada umumnya, namun pria itu menolak ajakannya. Karena bisa dibilang, dirinya takut bahwa Zen bukanlah pria yang normal karena menolak ajakannya itu.
Tentu Zen sangat ingin melakukannya dan ingin menerima ajakannya. Namun, dirinya tidak mau terjadi sesuatu terharap Vero, karena tubuhnya belum siap sepenuhnya dengan apa yang akan terjadi jika mereka melakukan hal tersebut. Maka dari itu, Zen mulai meyakinkan Vero bahwa hal tersebut haruslah ditunda sejenak, hingga Zen memastikan tubuhnya sudah siap sepenuhnya.
Karena bisa dikatakan, ada sesuatu yang baru yang akan memasuki tubuh dari Vero, jika hubungan mereka akan berkembang menjadi seperti itu. Tentu Zen harus bersabar, apalagi saat ini tubuh dari Vero masih mencoba menyesuaikan sepenuhnya dengan status baru yang dirinya terima beberapa hari yang lalu.
Memang sangat rumit jika seorang pemilik kekuatan menikahi sosok yang sama sekali tidak mengetahui tentang sebuah keberadaan kekuatan di dunia ini. Contohnya saja, Ibu dari Kelly yang mengalami sebuah hal yang tidak bisa dibayangkan.
Untung saja dirinya saat itu bertemu dengan seorang Elf dan sosok Zen yang akhirnya mampu menyembuhkannya. Kalau tidak, bisa dipastikan kondisi dirinya tidak akan bisa terselamatkan lagi, karena tubuhnya memang tidak sanggup menanggung sesuatu yang tidak semestinya ditanggung oleh dirinya.
“Wah... Bibi tidak menyangka bahwa kamu akan setampan ini, Tuan Zen” ucap Bibi Leni yang melihat penampilan Zen yang sudah mengenakan setelan formal yang elegan, yang sat ini sudah dikenakan olehnya.
“Apakah selama ini aku tidak terlihat sangat tampan, Bibi?” ucap Zen, yang membalas perkataan Bibi Leni kepadanya itu.
“Tentu saja kamu sangat tampan, Tuan Zen. Namun setelah kamu memakai setelan yang bagus dan cocok seperti apa yang kamu kenakan saat ini, bisa terlihat kamu semakin tampan dibuatnya” ucap Bibi Leni yang sedikit demi sedikit merapikan beberapa bagian pakaian yang dikenakan oleh Zen.
Zen hanya tersenyum senang mendengar pujian yang diberikan Bibi Leni kepadanya. Apalagi, perasaan kasih sayang yang dikeluarkan olehnya, sangat menyenangkan bisa dirasakan oleh Zen yang saat ini sangat amat bahagia menerima perlakuannya itu.
Namun disisi lain, Kelly juga sangat amat terkejut dengan sosok Zen yang bisa dikatakan ketampanannya serasa menigkat. Apalagi, dengan dandanan yang dirinya terima pada wajahnya dan rambutnya yang sudah tertata dengan sangat rapi, semakin membuat ketampanan pria itu seakan semakin bertambah.
Dahulu saat dirinya memberikannya jas untuk dikenakannya sebagai bodyguard dari Vero, tentu Zen sudah terlihat sangat tampan pada saat itu. Bahkan waktu itu, dipastikan bahwa Kelly juga sangat terpesona dengan tampilannya yang mengenakan setelan bodyguard yang dirinya gunakan.
Namun berbeda dengan saat ini. Keseluruhan penampilannya bisa dikatakan sangat amat berbeda. Bahkan sosok Zen saat ini seakan mengeluarkan aura tertentu, yang semakin membuat dirinya terlihat sangatlah tampan dan berwibawa dimata beberapa pihak yang melihatnya.
“Hm... Bibi juga merasa kamu terlihat lebih tampan sekarang, Zen” ucap Lenneth yang juga berada ditempat tersebut.
__ADS_1
Memang Kelly dan Lenneth memutuskan untuk bertamu pada kediaman Vero, karena memang mereka berniat untuk menemani Bibi Leni yang akan ditinggalkan sendiri oleh sosok Vero dan Zen, yang akan menghadiri sebuah acara.
Maka dari itu mereka bisa berada ditempat ini, dan sempat melihat keberadaan kedua pasangan suami istri itu sebelum mereka mulai beranjak dari kediaman mereka. Apalagi, saat ini Kelly sepertinya mulai menyesal untuk datang dengan cepat menuju kediaman sahabatnya itu.
Karena bisa dibilang, sosok Zen yang terlihat sangat sempurna dimatanya saat ini, akan membuatnya tidak akan pernah melupakan sosoknya itu. Jadi, dirinya merasa berada disituasi yang salah, apalagi dirinya masih berusaha melupakan perasaanya terhadap Zen.
“Dan akhirnya, sang Tuan Putri akhirnya turun dari kamarnya” ucap Bibi Leni yang mulai menyambut sosok Vero yang akhirnya sudah selesai merias dirinya.
Memang untuk menghadiri acara yang penting dan besar itu, Vero sampai menyewa jasa dari perias profesional untuk mendandani dirinya. Dan hal itu terlihat, bahwa sosoknya saat ini sudah berubah sepenuhnya menjadi wanita yang sangat amat cantik.
Dress hitam yang dirinya kenakan saat ini, semakin menambah anggun penampilannya itu. Apalagi bisa dikatakan, jika dirinya sedang bersanding dengan Zen, mereka bisa dikatakan sangat amat cocok, terutama dalam hal penggunaan pakaian mereka.
“Bagaimana penampilanku, Suamiku?” tanya Vero yang saat ini mulai menunjukan penampilannya yang terlihat elegan itu didepan Zen.
“Kamu terlihat sangat cantik, Istriku” balas Zen sambil tersenyum, dengan penampilan Istrinya itu.
Mendengar dirinya dipuji, tentu membuat Vero semakin merasa senang. Apalagi yang memujinya merupakan orang yang sangat spesial bagi dirinya. Bibi Leni yang memperhatikan tingkah mereka juga merasa senang dengan perilaku dari kedua pasangan itu.
Karena bisa dikatakan, hubungan mereka terlihat sangat harmonis. Apalagi, Lenneth juga merasa bahagia, bahwa akhirnya dirinya melihat seorang yang dirinya layani akan menikah dengan pihak yang dicintainya, tidak seperti Tuan yang dirinya layani dahulu yang kisah cintanya bisa dikatakan berantakan.
Tentu sebagai Ibu, dirinya mengetahui isi hati dari putrinya tersebut. Namun, dirinya tentu tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya, dan lebih memilih untuk menemani Putrinya itu dalam menghadapi situasi yang membuat dirinya terlihat sedih tersebut.
“Kalau begitu, mari kita berangkat” ucap Vero yang saat ini sudah menggandeng lengan dari Zen, dan bersiap beranjak dari sana.
Dengan berpamitan dengan semua pihak yang berada pada kediamannya, akhirnya sepasang suami istri itu akhirnya mulai beranjak dari kediaman mereka menuju kesebuah acara yang saat ini sudah mengundang mereka berdua.
Tentu dengan diantar oleh seorang supir pribadi milik Vero, mereka berdua saat ini mulai menelusuri gemerlapnya jalan dari sebuah kota yang besar, tempat dimana mereka tinggal untuk menghadiri sebuah acara besar.
“Apakah kamu yakin, akan memperkenalkan diriku sebagai suamimu, Vero?” ucap Zen, yang mencoba mengetes keseriusan dari Vero tentang keputusan yang dirinya sudah buat.
“Tentu saja. Dan kamu tenang saja, oke. Jika ada yang menyinggung dirimu nanti, akan aku pastikan mereka semua akan hancur di tanganku” ucap Vero dengan nada yang sangat amat yakin bahwa keputusannya itu sudah bulat.
Tentu hal itu tidak akan terjadi, karena bisa dikatakan Zen bisa mengurus sendiri pihak yang akan menyinggungnya. Apalagi, bisa dikatakan dirinya akan lebih marah jika ada pihak yang nanti akan menyinggung sosok Istrinya.
“Baiklah, aku hanya akan mendengar perkataan dirimu saja” balas Zen yang saat ini semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Vero, dan mereka mulai menikmati perjalanan mereka menuju kesebuah acara yang akan mereka hadiri.
__ADS_1
Ditempat lain, beberapa pihak yang penting juga sudah mulai berdatangan pada sebuah tempat yang sangat amat megah. Dengan dandanan mereka yang bisa dikatakan sangat elegan, saat ini mereka satu-persatu mulai memasuki tempat tersebut.
Tentu bukan hanya para pebisnis ternama saja yang berada di sana. Karena pihak seperti konglomerat, artis, pejabat pemerintahan dan lainnya juga saat ini berada di sana. Termasuk sebuah kabar yang mengejutkan mengatakan bahwa Presiden negara ini juga akan hadir pada acara tersebut.
Karena bisa dikatakan, ada seorang sosok penting yang dikabarkan akan ikut datang pada acara tersebut. Maka dari itu, beberapa pihak juga saat ini mulai bersemangat untuk menghadiri acara yang mulai ramai tersebut, karena mereka akan mencoba peruntungan mereka untuk setidaknya bertemu dengan sosoknya.
“Wah... ternyata sudah sangat ramai tempat ini, Vero” ucap Zen, yang saat ini sudah menggandeng tangan dari Vero, dan mereka berdua sudah bersiap untuk masuk kedalam gedung dari acara yang akan mereka hadiri tersebut.
Dengan berjalan berdampingan, kedua pasangan itu saat ini menjadi bahan perhatian dari tempat tersebut. Apalagi, sosok Vero yang sangat amat terkenal, tentu membuat mereka saat ini menjadi sasaran tatapan dari beberapa pihak, yang melihat mereka sudah berjalan berdampingan memasuki sebuah gedung yang akan mereka masuki.
Tentu bukan pihak yang penting dan akan datang ketempat ini saja yang saat ini membuat heboh beberapa pihak yang berada di sana. Karena bisa dikatakan, sosok Vero yang terlihat sangat anggun dan penampilan Zen yang sangat menawan, yang juga membuat heboh seluruh pihak yang berada di sana.
Memang mereka sangat penasaran dengan sosok Zen yang mendampingi Vero dan berjalan bergandengan dengan dirinya. Maka dari itu, tempat itu mulai heboh, karena mereka sangat penasaran, siapa yang diajak oleh wanita yang sangat terkenal dengan sosoknya yang sangat membenci para pria.
"Ini undangan kami" ucap Vero, sambil menyerahkan kartu undangannya pada resepsionis dari acara yang megah tersebut.
Wanita yang menjadi resepsionis tersebut, tentu menerima undangan yang diberikan oleh Vero, dan menyerahkan dirinya sebuah buku tamu untuk diisi olehnya. Namun, disaat Vero masih mengisinya, resepsionis tersebut cukup terkejut dengan apa yang wanita itu tuliskan pada buku tamu yang sedang dirinya serahkan tersebut.
Bahkan, beberapa pihak yang berada tidak jauh dari sana, juga semakin penasaran dengan apa yang terjadi, karena melihat ekspresi resepsionis itu yang sangat amat terkejut, melihat Vero yang saat ini sudah selesai melakukan kegiatannya dan menyerahkan buku tamu itu kembali kepada dirinya.
“A-Anda bersama S-Suami anda, Nona Veronica Safira?” ucap sang resepsionis yang terkejut dengan data yang diisi oleh Vero saat ini.
“Ya... pria ini merupakan suamiku” ucap Vero sambil tersenyum yang merasa bangga memperkenalkan Zen sebagai suaminya.
Mendengar ucapan dari resepsionis tersebut, dan konfirmasi dari sosok Vero. Tentu membuat area sekitar tempat mereka berada mulai dipenuhi dengan beberapa suara bisikan. Hal itu dikarenakan, kabar tentang salah satu konglomerat ternama di negeri ini yang sudah menikah, tentu membuat kabar tersebut sangat menghebohkan.
Apalagi mereka sangat penasaran dengan sosok yang berhasil merebut hati dari wanita yang terkenal sangat kaya itu. Karena menurut mereka, dipastikan sosok Zen sepertinya bukanlah seorang pihak yang biasa, karena mampu membuat Vero mau menikah dengan dirinya.
Namun, mendengar kehebohan yang mereka perbuat, Zen dan Vero tetap tidak memperdulikan kejadian yang terjadi ditempat itu dan saat ini lebih memilih untuk masuk kedalam gedung dari tempat acara itu berlangsung, dan menghindar dari pihak-pihak yang sangat penasaran dengan kabar yang mereka ciptakan.
"Kalau begitu, silahkan masuk Nona Veronica, Tuan Zen" ucap resepsionis itu yang mempersilahkan kedua pasangan itu masuk kedalam gedung yang akan menjadi tempat sebuah acara yang akan mereka hadiri.
Dengan memberikan anggukan kepada wanita yang didepannya, Vero saat ini semakin mengeratkan pelukannya pada lengan dari Zen, dan saat ini sudah bersiap untuk masuk kedalam acara yang megah itu bersama.
“Kalau begitu, mari kita masuk, Suamiku”
__ADS_1