Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pawai Kerajaan Dimulai


__ADS_3

Hampir seluruh penduduk Kerajaan Gizeweith saat ini sudah memenuhi beberapa tempat yang akan menjadi jalannya lokasi dari pawai yang akan dilakukan Raja dan calon Permaisuri kerajaan mereka. Karena bisa dikatakan, acara yang sudah dinantikan oleh seluruh rakyat kerajaan ini akan dimulai sebentar lagi.


Persiapan sudah dilakukan dengan sangat baik. Seluruh pihak baik dari kepolisan dan lain sebagainya sudah bersiap pada tempat mereka masing-masing dalam menjaga jalannya acara itu agar bisa berlangsung dengan sangat baik.


Apalagi, mereka harus memastikan tidak ada pihak yang berbuat aneh pada acara yang penting dan akan berlangsung itu. Karena bisa dikatakan acara yang sangat ditunggu-tunggu itu, dilaksanakan dengan kondisi eksklusif bagi para warga kerajaan ini saja.


Bahkan mereka mulai menjaga dengan ketat lokasi dari tempat berkumpulnya beberapa pihak asing, yang memang tidak diperbolehkan untuk sekedar melihat prosesi yang akan berlangsung itu, karena memang mereka tidak diizinkan untuk melakukannya.


Maka dari itu pada setiap tempat dari daerah jalannya pawai kerajaan yang akan berlangsung itu, berbagai pihak keamanan melakukan penjagaan yang sangat amat ketat, agar kejadian tersebut tidak akan terjadi dan membuat beberapa pihak bisa dengan nyaman bisa menikmati acara yang akan berlangsung tersebut.


"Maaf, anda harus keluar dari tempat ini" dan begitulah salah satu pihak, yang akhirnya ketahuan dalam mencoba menyelinap kedalam kerumunan penduduk Gizeweith untuk memperhatikan acara yang akan terselenggara tersebut.


Beberapa pihak memang berusaha untuk menyelinap agar mereka bisa melihat dengan langsung prosesi pawai kerajaan yang akan diselenggarakan ditempat itu. Termasuk para media yang bersikeras untuk mendapatkan setidaknya gambar tentang jalannya prosesi yang akan dilakukan oleh pihak-pihak yang sangat penting pada Kerajaan ini.


Namun naas, penjagaan yang dilakukan oleh pihak Kerajaan Gizeweith bisa dikatakan sangat amat ketat. Bahkan bisa dikatakan, hingga saat ini tidak ada yang berhasil untuk menyelinap dan ikut serta dalam acara yang hanya dikhususkan untuk penduduk Kerajaan Gizeweith saja.


Bahkan, gedung-gedung tinggi, drone dan sebagainya sudah dijaga dengan ketat keberadaannya untuk melindungi privasi dari prosesi yang akan dilakukan oleh pihak Kerajaan Gizeweith, atas pawai yang akan dilaksanakan sebelum pengangkatan status dari Raja dan calon Permaisurinya yang akan disahkan di mata hukum Kerajaan ini.


"Aku sangat gugup, Kak" Namun disisi lain, Vero yang memang saat ini dirinya sudah didandani dengan sangat cantik dan sudah siap menjalani prosesi yang akan berlangsung sebentar lagi, mulai merasa gugup dalam menjalani acara yang harus dirinya jalani tersebut.


"Hahahaha... tenanglah. Aku juga sangat gugup saat pertama kali melakukannya" ucap Valana yang menjawab perkataan dari Vero yang terlihat jelas bahwa dirinya benar-benar gugup.


Seluruh istri dari saudara Zen akan menjalani proses yang sama pada Kerajaan mereka, karena hal itu akan memperkenalkan diri mereka pada seluruh masyarakat dari Kerajaan mereka. Maka dari itu, seluruh istri dari adik-adik Zen dipastikan mengerti apa yang dirasakan oleh Vero saat mengalaminya untuk pertama kalinya.


Apalagi prosesi ini seakan menjadi sebuah acara yang sakral dan sudah menjadi sebuah kebiasaan, bagi seluruh keluarga Zen. Karena bisa dikatakan, mereka menjadikan seluruh acara ini diwajibkan karena mereka dikenal sebagai pihak yang memimpin sebuah wilayah.


Maka dari itu acara ini sudah seperti budaya bagi seluruh keluarga dari Zen. Hingga akhirnya, seluruh keluarga Zen sepakat bahwa mereka juga akan menerapkan hal tersebut pada Kerajaan milik Kakaknya, agar terlihat seluruh pihak juga dapat menikmati kebahagiaan yang dialami oleh Zen dan Vero.


Walaupun tentu saja acara pada Kerajaan milik Zen dilakukan secara tertutup dan tidak dibuka untuk umum. Tetapi tetap saja inti dari kerajaan itu tentu saja akan memperkenalkan sosok yang akan menjadi Istri pemimpin mereka, dan para penduduk juga bisa merayakan bersama kebahagiaan dari pihak yang saat ini sedang berbahagia.


"Hahh... baiklah. Aku pasti bisa melalui ini semua" ucap Vero yang saat ini sudah siap sepenuhnya dan tinggal menunggu waktu prosesi pawai yang akan dilakukan saja.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Vero sudah dibantu untuk menuju ketempat area luar dari Istana tempat dirinya berada, karena di sana dirinya akan memulai acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gizeweith atas menyambut dan melihat sosoknya yang merupakan calon permaisuri dari Raja mereka.


Dengan langkahnya yang anggun dan ditemani beberapa saudarinya dan pelayan dari istana ini, saat ini wanita itu mulai menelusuri jalan istana tempat dimana dirinya berada, menuju area awal dari proses pawai kerajaan untuk memperkenalkan dirinya akan berlangsung.


"Kamu terlihat sangat cantik, Nona Vero" Tetapi saat dirinya tiba diarea yang dipenuhi dengan kereta kuda, Bibi Leni yang juga terlihat menawan mulai menyambut kedatangannya di sana.


"Bibi juga terlihat cantik" ucap Vero yang saat ini mulai memeluk Bibinya yang bisa dikatakan satu-satunya keluarga yang dirinya miliki saat ini.


"Pasti Nenekmu dan orang tuamu sangat senang di atas sana, melihat dirimu yang sangat cantik saat ini, Nona Vero" ucap Bibi Leni yang saat ini sudah melepaskan pelukan mereka dan melihat rupa Nona mudanya sekali lagi.


Tidak dipungkiri, Bibi Leni sangat senang bahkan hingga terharu melihat kehidupan seseorang yang dirinya rawat sedari kecil menjadi seperti ini. Karena bisa terlihat, raut wajah dingin dan kesedihan yang selalu dirinya keluarkan seakan mulai tergantikan dengan raut penuh senyum kebahagiaan saat ini.


Maka dari itu, dirinya merasa sangat bersyukur bahwa ada pihak yang saat ini mampu mengeluarkan Vero dari belenggu kesedihan yang selama ini dirinya rasakan, apalagi sampai menunjukan sebuah kehidupan yang membahagiakan yang saat ini sedang dirinya tunjukan kepada beberapa pihak yang akan melihat keberadaanya.


"Ya... semoga saja mereka juga ikut bahagia melihat keadaan diriku saat ini" ucap Vero yang sangat berharap bahwa orang-orang yang dirinya cintai itu bisa melihat keadaannya saat ini.


Tentu momen membahagiakan bagi dirinya saat ini, membuat Vero mengingat sosok-sosok orang yang sangat dirinya cintai. Tidak dipungkiri, dirinya sangat berharap bahwa mereka bisa menyaksikan hari yang membuatnya bahagia saat ini secara langsung.


Namun sedang asik merenungkan kenangan masa lalu yang sedang mereka pikirkan, suara langkah kaki yang tegas saat ini bisa didengar oleh beberapa pihak. Tentu semua orang langsung mengarahkan tatapan mereka pada asal suara tersebut dan menemukan sosok pria yang berjalan sangat berwibawa mulai mendekat kearah mereka.


Dengan pakaian yang sudah dibuatkan khusus untuk dirinya, membuatnya semakin memperlihatkan sosoknya yang sangat tampan dan berwibawa. Hingga akhirnya saat ini Zen mulai mendekat bersama seluruh saudaranya untuk datang ketempat awal dari pawai yang akan dirinya lakukan.


"Kamu terlihat cantik, Istriku" Tentu Zen akan menyapa kearah Istrinya terlebih dahulu, yang bisa dikatakan dirinya terlihat sangat amat cantik dan menawan dimatanya


Dress putih yang dimana bisa dikatakan sangat elegan dengan berbagai ornamen beberapa perhiasan yang menempel padanya, membuat penampilan Vero sangat amat sempurna. Dengan Tatanan rambut yang menyesuaikan pakaiannya dan riasan yang memperindah wajahnya, bisa dikatakan Vero saat ini sudah berubah sepenuhnya menjadi sangat amat cantik sosoknya dimata siapapun yang melihatnya.


Vero memang dikenal sangat cantik, namun saat ini sepertinya kecantikannya semakin meningkat dengan semua hal yang sudah dikenakan oleh dirinya. Maka dari itu, Zen sangat amat terpukau melihat sosoknya yang terlihat sangat cantik dan dirinya semakin terpukau dengan sosok istrinya tersebut.


"Kamu juga sangat tampan suamiku" Namun bukan Zen sja yang terpukau dengan sosok pasangannya, Vero juga demikian.


Vero mengakui bahwa Zen selama ini sangatlah tampan. Bahkan sebelum dirinya mencintai sosoknya, Vero mengakui bahwa pria itu sangatlah tampan. Tetapi dengan semua hal yang dirinya kenakan, semakin membuat pria itu terlihat tampan bahkan anehnya dirinya juga terlihat lebih berwibawa.

__ADS_1


Penampilan khas dari seorang raja yang menggunakan pakaian yang khusus untuk dikenakan oleh para Raja, semakin membuat sempurna penampilan Zen di mata semua pihak. Apalagi aura kewibawaan seorang Raja, bisa dirasakan oleh seluruh pihak saat Zen mengenakan pakaian yang menunjukan statusnya tersebut.


Maka dari itu, tidak heran Vero merasakan perasaan yang asing melihat penampilan suaminya saat ini, yang semakin membuatnya takjub dan bisa dikatakan tidak menyangka bahwa pria yang dirinya nikahi itu bisa menunjukan kepribadiannya yang seperti itu.


"Kalau begitu, mari kita langsung menuju tempat dimana acara yang akan kita ikuti akan berlangsung" Ajak Zen kepada Istrinya, agar mereka langsung menuju tempat yang dimana menjadi awal mula mereka melakukan sebuah pawai Kerajaan.


Sebuah kereta kuda yang akan ditarik oleh empat ekor kuda yang terlatih, saat ini sudah menyambut kedatangan Zen dan Vero pada tempat mereka berada. Apalagi, kereta kuda yang sudah dihias dengan sangat elegan tersebut akan menjadi kendaraan bagi sepasang suami istri kerajaan itu dalam mengikuti pawai yang akan mereka lakukan.


Bukan hanya Zen dan Vero saja yang akan melakukan pawai tersebut. Karena bisa dikatakan, sudah banyak sekali kereta kuda yang berjejer di sana dan akan membawa seluruh adik dari Zen beserta keluarganya, dan beberapa pihak penting dari kerajaan ini termasuk Bibi Leni yang juga akan ikut serta dalam pawai tersebut.


"Baiklah, ini kereta kuda kita" ucap Zen yang saat ini membantu Istrinya untuk naik pada kereta kuda yang sudah dihias sangat cantik untuk mereka berdua.


Bisa dikatakan Vero cukup kesusahan untuk menaiki kereta kuda tersebut, karena memang dress miliknya harus dikondisikan posisi letaknya dengan kereta kuda yang sedang dirinya tumpangi. Maka dari itu, butuh beberapa penyesuaian lagi agar Vero bisa sepenuhnya naik keatas kereta kuda yang akan membawanya itu.


"Terima kasih" dan begitulah ucapan Vero kepada beberapa pihak yang membantunya, karena bisa dikatakan gaunnya yang panjang dan dikenakan olehnya harus dibantu oleh beberapa pihak untuk ditata posisinya pada kereta kuda yang dinaikinya agar terlihat bagus.


Akhirnya semua persiapan sudah siap. Semua kusir yang akan membawa masing-masing kereta kuda yang akan melakukan pawai sudah bersiap menjalankan kereta mereka. Hingga akhirnya, satu persatu kereta kuda yang membawa seluruh pihak penting pada Kerajaan ini mulai beranjak satu persatu.


Hingga akhirnya, kereta kuda yang ditumpangi oleh Zen dan Vero mulai mengambil langkah mereka untuk beranjak dari sana. Ditemani oleh beberapa barisan tentara kerajaan yang berjalan berdampingan dengan mereka, akhirnya acara pawai kerajaan itu akhirnya dimulai.


"Hahh... baiklah, ingat untuk tersenyum dan melambaikan tangan kepada seluruh orang yang datang melihat pawai ini" gumam Vero agar dirinya mengingat apa yang harus dirinya lakukan saat pawai yang akan dijalani olehnya nanti.


Tentu dirinya sudah diperingatkan untuk tidak sekedar duduk diam pada tempatnya, saat pawai Kerajaan yang akan dirinya lakukan itu berlangsung. Maka dari itu, Vero saat ini memastikan bahwa dirinya tidak akan duduk diam, dan sebisa mungkin menyapa semua pihak yang sudah menantikan sosoknya yang muncul pada pawai kerajaan tersebut.


"Dan jangan lupa, kita juga harus bergandengan tangan" ucap Zen yang mulai mengingatkan juga apa yang harus mereka lakukan, karena tidak mungkin bukan mereka terlihat sangat asing pada acara pawai kerajaan yang menunjukan sosok seorang Raja dan Permaisurinya.


Mendengar perkataan Suaminya, Vero hanya tersenyum sambil mengangguk menjawab perkataannya. Hingga akhirnya, mereka mulai bersiap untuk menjalani parade kerajaan untuk menunjukan sosok mereka pada khalayak umum dengan tangan yang sudah bersatu dan saling menggenggam satu sama lainnya.


Namun sebelum itu, Vero baru menyadari bahwa ada satu hal yang ingin dirinya sampaikan kepada suaminya, karena memang dirinya barulah bertemu sosoknya. Apalagi bisa dikatakan dirinya sangat disibukkan dengan rangkaian persiapan acara yang sedang dirinya ikuti saat ini.


"Dan Zen. Setelah ini, sepertinya banyak hal yang harus kita perbincangkan sebagai pasangan suami Istri"

__ADS_1


__ADS_2