Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
The Trap Of Darkness


__ADS_3

Seperti yang diketahui, Zen sangat amat menyayangi seluruh keluarganya. Namun ada satu perilakunya yang sangat aneh dan bisa dikatakan tidak menunjukan sikapnya yang sangat penyayang kepada seluruh keluarganya, yaitu dirinya sama sekali tidak terpengaruh bahkan tidak peduli dengan kematian adik-adiknya.


Cukup aneh jika sosok yang sangat cinta dengan seluruh adik-adiknya seakan membiarkan saja permasalahan adiknya yang dibunuh secara brutal oleh beberapa pihak. Bahkan dirinya tidak mempermasalahkan sama sekali kejadian itu dan dirinya juga tidak berniat untuk membalaskan dendam mereka.


Karena bisa dibilang, alasan Zen tidak membalaskan seluruh kematian adiknya, bisa dikatakan karena dirinya tahu apa yang sudah mereka perbuat. Zen bahkan pernah merasakannya sendiri, bahkan dirinya juga ingin mengambil keputusan yang sama seperti adik-adiknya pada saat itu.


Tetapi untung saja, sesuatu yang harus dialami oleh para Deadly Sins bisa dikatakan baru dirasakan oleh Zen seorang pada saat itu. Maka dari itu, adik-adiknya berusaha dengan keras menahan Kakaknya untuk tidak mengambil keputusan yang impulsif seperti yang sudah dirinya inginkan itu.


Dan hal itulah yang berhasil membuat Zen bertahan dalam menjalankan sesuatu yang sangat terpaksa dirinya lakukan itu. Hingga akhirnya, Zen bisa mengendalikan efek dari The Trap Of Darkness yang dirinya alami hingga setengahnya.


“Hidup Ayah sepertinya tinggal sebentar lagi, Putraku” namun disaat Zen berhasil mengendalikan setengah aura negatif yang harus dirinya puaskan itu, kabar mengejutkan akhirnya dirinya dengar dari mulut Ayahnya.


Lima tahun sebelum kematian dari Ayahnya atau Sang Pencipta, Zen mendapati sebuah kenyataan yang pahit. Dipastikan, kehidupannya kedepannya akan mulai berubah sepenuhnya, karena Ayahnya sendiri yang sudah memberitahukannya secara langsung kepada Zen.


Hingga dengan terpaksa, dirinya dan seluruh adiknya harus menerima keputusannya yang sudah memindahkan mereka dari kenyamanan yang mereka jalani selama ini, dan hidup pada salah satu semesta yang diciptakan oleh Ayah mereka.


Tetapi, berbeda dengan para Heavenly Sins yang mungkin bisa dengan mudah menyesuaikan kehidupan mereka ditempat yang baru. Para Deadly Sins saat ini mulai dihantui dengan kondisi mereka yang bisa dikatakan bisa secara tiba-tiba akan mengalami sebuah permasalahan seperti salah satunya The Trap Of Darkness.


Seperti yang diketahui, hal itu sangatlah menghantui mereka. Bahkan disaat sang pencipta sudah meninggalkan mereka, Zen belumlah sepenuhnya mampu menguasai sesuatu yang mereka anggap penyakit itu sepenuhnya, dan hal itulah yang semakin membuat mereka sangatlah risau menjalani kehidupan baru mereka.


“Apa yang harus kita lakukan, Kak? Kondisi Kakak hingga saat ini belum sepenuhnya bisa mengendalikan aura negatif Kakak” ucap Pride disaat mereka mulai berkumpul dan membicarakan masa depan mereka untuk hidup di dunia yang baru ini.


“Hahh.... apakah aku harus bunuh diri saja kalau begitu?” ucap Zen yang membuat seluruh adiknya sangat terkejut mendengar perkataannya.


Tentu, walaupun Zen berhasil mengendalikan setengah dari aura negatif yang harus dirinya puaskan, tetapi hal itu juga sangatlah riskan untuk membuatnya terus hidup pada dunia yang seharusnya mereka lindungi keberadaannya dari sebuah kekacauan.


Bisa dikatakan, aura negatif Zen yang seakan memaksanya untuk bertindak mengikuti sifatnya itu akan membuat kacau dunia ini atas keberadaannya. Maka dari itu, Zen mulai memikirkan sebuah cara untuk mengatasi permasalahan itu.


Dan saat ini, bunuh diri adalah solusi yang tepat agar kelangsungan kehidupan di dunia yang baru mereka tinggali ini bisa terlaksana dengan sangat baik. Tetapi masalahnya, keputusan dari Zen itu sepertinya mendapatkan penolakan yang sangat amat keras dari seluruh adik-adiknya.


“Tapi Kak, bukankah Kakak seorang Sloth? Jadi untuk memuaskan Hasrat negatif Kakak, Kakak hanya harus bermalasan saja bukan?” ucap Pride yang mencegah Kakaknya mengambil keputusan tersebut.


“Benar Kak. Bagaimana, jika kami berenam akan menyegel Kakak untuk masuk kedalam siklus tidur sampai Kakak benar-benar pulih sepenuhnya. Apalagi, saat ini Kakak tidak mempunyai sesuatu untuk dipimpin dan dikuasai oleh Kakak” ucap adiknya Envy yang juga sepakat dengan perkataan Kakak keduanya tadi.

__ADS_1


Bisa dikatakan, aura negatif dari Zen yang paling mudah untuk dipuaskan dari seluruh Deadly Sins yang ada ditempat ini. Maka keputusan mereka itulah yang saat ini mereka ambil, agar Kakaknya itu tidak harus mengorbankan dirinya.


Apalagi kehidupan baru mereka saat ini bukanlah sebuah tempat, yang dimana mereka masih dianggap sebagai penguasa tempat itu. Karena bisa dikatakan, status mereka saat ini sudah menjadi pemilik kuasa bukan pemimpin sebuah wilayah.


Jadi, Zen tidak perlu menunaikan tugasnya lagi dalam memimpin sebuah wilayah yang selama ini dirinya lakukan, sehingga seluruh adiknya tidak bisa berbuat banyak dalam membantu Kakaknya itu untuk mengatasi permasalahan yang dirinya alami selama ribuan tahun tersebut.


“Baiklah. Kalau begitu, aku akan mengikuti saran kalian saja” ucap Zen yang memutuskan mendengarkan saran dari adik-adiknya.


Dan begitulah bagaimana bisa Zen tertidur sangat amat lama, dikarenakan dirinya harus memuaskan sisi negatifnya selama ini yang belum sepenuhnya bisa dirinya kendalikan, dan keberadaannya seakan menghilang disaat dirinya tiba di dunia ini.


Apalagi, seluruh adiknya juga mulai membuat sebuah kebohongan dengan kondisi mereka, dengan pengetahuan yang selama ini diketahui oleh beberapa pihak tentang mereka, yang bisa dikatakan semua itu hanya sebuah karangan semata.


Maka dari itu, tidak heran keberadaan mereka bisa dikatakan sangatlah menyimpang, padahal mereka berusaha untuk melindungi dunia ini agar kondisinya tidak kacau akibat ulah mereka yang dengan perlahan sudah masuk kedalam mode The Trap Of Darkness.


“M-Mengapa kalian menyembunyikan semua ini dari Kami, Kak?” ucap Uriel yang akhirnya bisa mendengar secara keseluruhan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada para saudara sepupunya.


“Tentu saja, walaupun kita bisa dikatakan dari entitas yang sama, tugas kita pada dunia ini cukuplah berbeda. Kami, tentu saja tidak ingin merepotkan kalian, yang harus dengan fokus mengawasi jalannya nasib dari seluruh pihak yang berada di seluruh semesta ini” balas Zen.


Mereka tidak punya ambisi, keserakahan dan sebagainya. Sehingga perkembangan kekuatan mereka akan sangat amat lambat, dan berbeda dengan para Deadly Sins yang bisa dikatakan mereka merupakan wujud negatif. Maka dari itu, pihak dari Zen tidak ingin merepotkan diri mereka dengan kenyataan yang mereka sembunyikan tersebut.


“Tetapi tetap saja, Kak. Kalian harus memberitahukannya kepada kami” ucap Mikhael yang juga sangat amat terkejutnya mendengarkan pernyataan Kakaknya.


“Maaf, tetapi itu sudah menjadi keputusan kami untuk tidak memberitahukan kalian” balas Zen kembali dan langsung membuat mereka bungkam.


Situasi yang dimana sebenarnya identitas Zen akan diberitahukan kepada Vero secara seluruhnya, ternyata saat ini juga digunakan oleh Zen untuk menunjukan sebuah kenyataan baru kepada seluruh adik-adiknya. Karena dirinya juga tidak bisa menyembunyikan kenyataan ini lebih lama dari mereka.


Mereka semua merupakan saudara, walaupun Ayah mereka menekankan bahwa mereka merupakan sepupu. Tetapi mereka semua tetap menyayangi satu sama lainnya seperti saudara kandung mereka sendiri. Jadi Zen memutuskan bahwa mereka harus mengetahui juga kondisi dari seluruh saudara mereka yang lain.


Maka dari itu, Zen memilih waktu yang tepat untuk menceritakan semua hal yang banyak pihak belum ketahui tentang dirinya berserta para keluarganya. Jadi, menurut Zen inilah waktu yang tepat untuk memberitahukannya kepada mereka semua.


“Jadi Vero, apakah kamu sudah paham dengan identitas kami yang sebenarnya?” ucap Zen yang saat ini langsung menengok kearah Vero yang masih terpana dengan semua kenyataan yang dirinya terima.


“Tapi, apakah penyakit itu akan menguasai dirimu lagi, Zen?” ucap Vero yang menyebutkan keadaan Zen yang pernah dideritanya itu merupakan sebuah penyakit.

__ADS_1


"Ita, Kak. Apakah sesuatu itu akan kembali dialami oleh dirimu?" tanya Rafael salah satu adik sepupunya yang juga sangat penasaran dengan kondisi Kakaknya.


Tentu jika hal itu terjadi lagi, mereka semua akan mulai mencari cara untuk membantu Zen dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Apalagi setelah mereka sudah mengetahui itu semua, mereka akan berusaha dengan keras agar Kakak mereka tidak akan mengalami sesuatu yang seperti itu lagi.


“Untuk itu kalian bisa tenang. Karena bisa dipastikan bahwa aku tidak akan lagi mengalami hal seperti itu kedepannya. Apalagi para Deadly Sins hanya mengalaminya satu kali saja sesuatu yang kamu sebut penyakit itu dalam kehidupan mereka.” Ucap Zen menjawab pertanyaan dari Istrinya.


Mendengarnya tentu Vero merasa lega, apalagi seluruh keluarga dari Zen. Karena bisa dikatakan, awalnya mereka sangat khawatir bahwa dirinya akan kembali mengalami sesuatu yang sangat amat mengenaskan yang pernah dirinya alami dulu.


Jadi, mereka saat ini bisa bernafas sangat lega dan tidak perlu lagi dihantui beberapa hal tentang kondisi dari Kakak mereka yang paling mereka sayangi, dan saat ini bisa hidup dengan sangat bahagia dengan kehidupan barunya.


“Jadi, apakah ada pertanyaan lagi?” tanya Zen kepada seluruh pihak yang berada di sana, sebelum dirinya mengakhiri kegiatan mereka ditempat ini.


Semuanya bisa dikatakan sudah jelas saat ini, namun masih ada satu kejanggalan lagi yang saat ini bisa dikatakan mengganggu salah satu pihak yang berada di sana. Maka dari itu, Uriel saat ini mulai menatap Kakaknya dan ingin menanyakan sesuatu yang mengganggunya itu.


“Aku ingin menanyakan sesuatu, Kak. Apakah Kakak mengetahui tentang permasalahan mengurangnya sifat Negatif Kakak yang sebagian kecilnya menghilang dari diri Kakak?” tanya Uriel yang menanyakan sesuatu yang menurutnya pasti diketahui alasannya oleh Kakaknya itu.


“Benar, Kak. Karena bisa dikatakan, kami sudah menyelidiki seluruh kondisi mayat adik Kakak yang sudah tewas dan mereka juga mengalami situasi yang sama dengan Kakak, yaitu sebagian kecil sifat negatif mereka menghilang dari tubuh mereka” ucap Mikhael melanjutkan perkataan Uriel.


Sekarang seluruh pandangan mata langsung menuju kearah Zen seakan meminta penjelasan kepadanya tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap dirinya. Karena bisa dikatakan, permasalahan inilah yang masih mengganggu beberapa pihak saat ini.


Seperti yang diketahui, aura negatif atau bisa dikatakan sifat yang dimiliki oleh Zen seakan menghilang 30% dari dalam dirinya. Tentu permasalahan ini terus diusut oleh Uriel, karena dirinya sangat penasaran mengapa kejadian itu bisa terjadi kepada para saudara sepupunya.


Apalagi, ternyata bukan hanya Zen saja yang mengalami permasalahan itu, karena bisa dikatakan seluruh adiknya juga mengalami hal yang sama, yang dimana disaat mereka tewas dan mayatnya diurus oleh saudara sepupu mereka, bisa dikatakan mereka menemukan sebuah kejanggalan pada diri mereka.


“Untuk permasalahan itu, mohon maaf bahwa aku belum bisa menjelaskan semua itu kepada kalian. Tetapi yang bisa aku pastikan, permasalahan itu tidaklah membahayakan beberapa pihak” balas Zen yang saat ini bisa dikatakan masih mencoba menyembunyikan sesuatu kepada seluruh keluarganya.


Tentu ada penjelasan dari apa yang mereka tanyakan itu. Tetapi bisa dikatakan, Zen belum bisa memberitahukannya kepada mereka, karena menurutnya bukan waktu yang tepat untuk langsung memberitahukan semua hal yang harus mereka ketahui.


Apalagi, sesuatu yang mereka tanyakan itu masihlah sedang dicari keberadaannya oleh Zen. Karena walaupun dirinya mulai menebak siapa yang sedang membawanya, tetapi hingga saat ini Zen belum bisa menemukan keberadaan pihak yang memegang semua hal yang sedang dicarinya itu.


Seluruh adiknya juga sepertinya tidak mengejar Zen untuk menjelaskan semuanya, karena mereka paham pasti Kakaknya itu mempunyai alasan untuk melakukan itu. Jadi mereka lebih memilih untuk mendengarkan perkataannya saja, dan bersabar untuk mendengarkan semua kenyataan tersebut.


“Begitu... ya. Yang terpenting, hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus kita waspadai kalau begitu”

__ADS_1


__ADS_2