
Suara nafas yang mulai memburu, saat ini terdengar pada sebuah ruangan. Dengan helaan nafas seperti seorang sedang mengikuti sebuah maraton, seorang wanita saat ini mencoba untuk menenangkan dirinya atas apa yang barus saja dirinya alami.
Keringat dingin juga sudah keluar dari sela-sela kulitnya, menandakan bahwa dirinya baru saja mengalami sesuatu yang sangat membuatnya ketakutan. Apalagi dengan dirinya saat ini sudah mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya, dirinya mencoba melupakan semua hal yang baru saja dirinya alami.
Setelah apa yang dirinya lakukan untuk menenangkan dirinya mulai berhasil, wanita itu memutuskan untuk masuk kedalam toilet untuk sekedar membasuh wajahnya dan mengeringkan bekas keringat yang saat ini membasahi tubuhnya.
"Mengapa aku sering memimpikan mimpi yang buruk?" gumam wanita itu, yang mulai membasuh wajahnya dengan air dingin dari wastafel.
Wanita itu memang sangat kelelahan dengan tugas yang menumpuk dan harus dirinya kerjakan. Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk beristirahat sejenak hingga tidak terasa dirinya malah terlelap. Namun naasnya, tidurnya yang nyenyak itu harus terganggu dengan sebuah mimpi buruk yang dirinya alami.
Karena dirinya mengalami mimpi yang buruk dan selalu saja dirinya mimpikan, saat ini dirinya sudah terbangun dengan kondisi penuh dengan keringat membasahi tubuhnya. Karena mimpi yang terus dirinya alami dan berulang itu, sangat amat menyeramkan baginya.
“Hahh.... apa yang sebenarnya terjadi kepadaku?” ucap Santi yang saat ini melihat rupa dirinya pada cermin dari toilet tempat dirinya berada.
Dengan menyeka semua tetesan air yang masih menempel pada seluruh wajahnya, karena dirinya mambasuh wajahnya tadi. Akhirnya wanita itu memutuskan untuk kembali menuju ruangannya, dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang belum dirinya selesaikan.
“Dan, kapan semua pekerjaanku ini bisa berakhir” Kata Santi, yang mulai merasa sakit kepala melihat semua berkas yang berada di atas mejanya, setelah dirinya kembali dari membasuh wajahnya.
Karena dirinya merupakan pengganti dari kepala kepolisian wilayah ini, jadi saat ini Santi mencoba memahami seluruh SOP dari apa yang harusnya dirinya kerjakan. Selain itu dirinya harus menyelesaikan beberapa permasalahan yang belum diselesaikan oleh kepala kepolisian sebelumnya.
Jadi, sangat banyak yang harus dirinya lakukan, sehingga membuatnya hanya mempunyai waktu sedikit saja untuk beristirahat, hingga membuatnya sering kelelahan dan tertidur di ruangannya saat ini.
“Silahkan masuk!” teriak Vero kemudian, setelah dirinya mendengar suara ketukan pintu dari arah pintu ruangannya.
Setelah dirinya mempersilahkan orang yang ingin masuk kedalam ruangannya untuk masuk, saat ini bawahannya mulai memasuki ruangannya dengan membawa beberapa dokumen yang akan dirinya tunjukan kepada Santi, atas tugas yang dirinya perintahkan untuk diselesaikan tadi.
“Aku mendapatkan sesuatu atas kasus orang hilang yang terjadi di kota ini, Komandan” ucap bawahannya itu, setelah dirinya dipersilahkan duduk oleh Santi.
“Apa yang kamu temukan?” ucap Santi kemudian.
Lalu bawahannya itu langsung menyerahkan beberapa berkas yang berada ditangannya kepada Santi, agar dirinya memeriksanya terlebih dahulu berkas tersebut, sebelum bawahannya itu menjelaskan tentang isi dari berkas yang sedang dirinya lihat.
__ADS_1
“Golongan darah Rh-null?” Kata Santi, yang ingin mengkonfirmasi data yang dirinya terima itu, kepada bawahannya yang berada dihadapannya.
“Ya... atau bisa dikatakan golongan darah Golden Blood, Komandan” balas bawahannya mengkonfirmasi.
Golongan darah Rh-null atau sering diistilahkan dengan Golden Blood, merupakan golongan darah cukup langkah di dunia ini. Manusia yang mempunyai golongan darah tersebut, bisa dipastikan hanya ada 4-7 orang saja per-wilayah di dunia ini.
Memang, jangkauan luas wilayah yang dimaksud oleh bawahannya itu, bukan seluas wilayah sebuah kota, melainkan wilayah satu provinsi. Jadi, bisa dikatakan bahwa pemilik golongan darah tersebut bisa dikatakan sangat amat langkah.
“Hm.... berarti ini bukan kasus orang hilang lagi bukan?” tanya Santi kemudian, kepada bawahannya itu.
Memang hubungan antara golongan darah yang langkah itu, dengan kasus tentang menghilangnya beberapa orang yang sedang didalami oleh Santi. Merupakan golongan darah yang dimiliki oleh para korban, yang saat ini keberadaan mereka masih belum bisa ditemukan hingga sekarang.
Tentu karena hilangnya mereka memiliki sebuah motif saat ini, dipastikan kasus yang akan sedang diselidiki oleh Santi akan berubah menjadi sebuah kasus penculikan orang, karena saat ini terbukti bahwa kasus tersebut mengarah kearah kasus penculikan orang.
“Benar Komandan. Lalu, apakah aku harus merubah status penyelidikannya saat ini?” tanya bawahannya itu memastikan.
“Iya, lakukanlah. Lalu, cepat bentuk tim dan segeralah untuk memulai penyelidikan lebih dalam dari kasus tersebut” balas Santi kemudian.
“Golden Blood?” gumam Santi kemudian, yang sangat kebingungan dengan kasus hilangnya beberapa orang yang terjadi diwilayahnya.
Tentu sangat aneh baginya jika penculikan yang terjadi didaerahnya, merupakan penculikan yang berpusat dengan mencari orang-orang yang mempunyai golongan darah yang sama. Apalagi golongan darah tersebut sangat amat langkah.
Namun saat masih memikirkannya, dirinya dikejutkan dengan suara dering telfon yang mulai berbunyi di mejanya. Tentu Santi langsung bergegas mengangkatnya dan mengetahui bahwa yang menelponnya adalah seorang kepala kepolisian sama seperti dirinya, walaupun orang tersebut memimpin pada wilayah yang berbeda.
“Pada daerah anda juga terjadi kasus seperti itu?” tanya Santi memastikan, dengan apa yang barus saja dirinya dengar dari sambungan telfon yang dirinya lakukan.
Santi mulai terkejut saat ini, karena memang bukan hanya wilayahnya saja yang mengalami kasus hilangnya beberapa orang yang menghilang secara misterius, tetapi pada daerah lain juga. Jadi, hal inilah yang membuatnya cukup terkejut mendapatkan kabar tersebut.
“Apa maksudmu itu, Bu Santi?” tanya orang dibalik panggilan telfonnya itu.
“Kami juga mempunyai kasus orang hilang pada wilayah kami” balas Santi kemudian.
__ADS_1
“Lalu, apakah anda sudah mendapatkan sebuah petunjuk tentang permasalahan tersebut?” tanya orang itu kembali.
Santi tentu saja langsung menjelaskan apa yang didapatkan oleh bawahannya tadi, kepada rekan sesama kepala kepolisian itu. Tentu saat ini mereka mulai mendiskusikan apa hubungan antara orang pemilik golongan darah itu, dengan kasus hilangnya beberapa orang yang sedang mereka selidiki.
Hingga akhirnya, percakapan yang sedang mereka lakukan itu mulai menuju kearah jalan buntu, karena mereka berdua masih belum bisa mengidentifikasi tentang apa yang terjadi, dan membuat mereka memutuskan untuk menyudahi panggilan tersebut.
“Hm... apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Santi kemudian, yang mulai sakit kepala memikirkan kasus yang sedang dirinya selidiki itu.
Hingga akhirnya saat ini pandangannya tidak sengaja mengarah kearah ponsel pintar miliknya, yang saat ini terletak di atas mejanya. Tentu dirinya saat ini langsung mendapatkan sebuah ide setelah dirinya melihat ponsel pintarnya yang berada di atas meja milikinya itu.
Dengan bergegas, saat ini Santi mulai mengambil ponselnya itu dan mulai menghubungi seseorang yang menurutnya bisa membantunya, untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dirinya selidiki dan cukup aneh menurutnya itu.
“Zen, bisakah kamu membantuku?” ucap Santi, yang tidak memberikan Zen kesempatan untuk mengucapakan sebuah kata, untuk menjawab panggilan yang sedang dirinya lakukan.
Tentu Santi langsung memikirkan sosok pria yang saat ini sedang dirinya hubungi. Karena menurutnya, pria tersebut bisa membantunya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi menurutnya, Zen pasti mengetahui sesuatu tentang apa yang sedang terjadi pada wilayah tempatnya berada saat ini.
“Maaf aku sibuk” dan begitulah jawaban yang diterima oleh Santi kemudian, setelah dirinya mencoba meminta bantuan kepada Zen.
“Setidaknya, kamu harus mendengarkan permintaanku dulu baru menolak” ucap Santi kesal, saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Zen tadi.
“Bukankah kamu berkata ingin meminta bantuan ku? Jadi, aku langsung menolaknya” Balas Zen kemudian.
Ya, perasaan yang mulai kesal saat ini mulai dirasakan oleh Santi, karena memang pria itu sepertinya sangat susah untuk mendengarkan dirinya. Bahkan Santi sangat bingung bagaimana Angel bisa membuat pria itu mengikuti perkataannya.
Tetapi Santi saat ini berusaha tetap tenang, dan mencoba menghadapi perilaku dari Zen itu dengan sabar. Apalagi saat ini dirinya benar-benar membutuhkan dirinya untuk membantunya menyelesaikan sebuah permasalahan, yang sedang dirinya selidiki saat ini
“Hahh... dengarkan aku oke. Sepertinya para organisasi yang kamu musnahkan tempo hari, saat ini mungkin akan mulai bangkit kembali” Ucap Santi yang berusaha menjelaskan perkataannya secara perlahan kepada Zen.
Tentu mendengar perkataan Santi, saluran telfon yang dirinya lakukan itu mulai sunyi. Apalagi Zen saat ini sedang mencoba mencerna dengan baik makanan yang sedang dirinya santap, dan perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Santi kepadanya.
“Apakah kamu yakin?”
__ADS_1