Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Diterima


__ADS_3

Vero saat ini masih dengan sabar menunggu gilirannya untuk menyapa ketiga orang wanita yang amat sangat terkenal itu. Dua diantaranya merupakan Permaisuri dari sebuah kerajaan terbesar, dan satunya lagi merupakan pemimpin perusahaan cabang dari sebuah perusahaan terbesar yang ada di dunia ini.


“Cih... mengapa Bapak Presiden kita sangat lama menyapa mereka” ucap Vero yang mulai kesal dengan dirinya tak kunjung bisa menyapa orang penting itu.


“Sabarlah, mereka mungkin sedang membahas beberapa isu internasional saat ini” ucap Kelly menenangkan sahabatnya itu.


“Tapi mereka bisa melakukannya dipertemuan resmi bukan. Acara inikan hanya acara lelang biasa” balas Vero yang masih kesal karena sepertinya pembicaraan mereka tak kunjung usai.


Dan akhirnya, pembicaraan kedua wanita itu dengan Presiden negara ini berakhir. Dan satu persatu tamu yang hadir di sana mulai menyapa kedua orang penting itu, termasuk Vero yang sedang menunggu gilirannya saat ini.


Namun naas, saat gilirannya menyapa akan tiba, tiba-tiba saja semua tamu sudah dipersilahkan memasuki sebuah ruangan yang akan menjadi tempat pelelangan yang akan berlangsung, karena acara pelelangan tersebut akan dimulai.


Tentu semua tamu juga sudah beranjak dari tempatnya dan memasuki sebuah ruangan yang besar yang akan menjadi tempat mereka memperebutkan beberapa barang mewah. Termasuk kelompok bangsawan Vatikan yang sudah mengikuti langkah orang-orang tersebut.


“Tunggu Nyonya!” teriak Vero yang menghampiri kedua wanita yang amat sangat terkenal itu.


Namun saat sudah mendekat, dirinya mulai dihadang oleh Mira yang menghalangi tindakan Vero untuk mendekati Valana dan Aghata. Walaupun niatnya hanya untuk menyapa kedua wanita tersebut, namun tetap saja Mira harus menghalangi tindakan mereka.


“Bisakah saya berbincang dengan kedua Permaisuri Kerajaan Vatikan sebentar saja Nona Mira?” ucap Vero yang memohon kepada wanita yang menghalanginya itu.


Mira memang sangat terkenal pada kalangan pebisnis. Sama seperti tunangannya Bari, Mira dikenal sebagai pemimpin perusahaan cabang dari perusahaan terbesar yang berada di dunia ini. Jadi beberapa orang pasti akan mengenalnya, karena memang dirinya cukup aktif dalam kegiatan bisnis di Negara ini.


“Maaf Nona Veronica, tetapi saat ini acara pelelangan ini akan dimulai dan kedua wanita yang bersama saya tidak mempunyai kewajiban untuk menyapa anda saat ini.” Balas Mira kepada Vero.


“Tapi, bisakah kami menyapa mereka sebentar saja” ucap Kelly kemudian yang membantu sahabatnya itu, untuk meminta izin kepada Mira agar diperbolehkan menyapa kedua wanita yang datang bersamanya itu.

__ADS_1


Namun berbeda dengan tindakan yang didapatkan oleh Vero, Kelly saat ini seakan seperti bisa meyakinkan Mira yang masih menghalangi tindakan mereka. Mira tentu tidak langsung menjawab, namun mulai menatap kearah kedua wanita yang saat ini menunggu dirinya.


“Biarkan mereka berdua ikut kedalam ruangan kita Mira” ucap Valana kemudian yang mulai melanjutkan langkahnya diikuti oleh Aghata.


Mira hanya mengangguk saja mendengar perkataan dari kedua istri dari adik tuannya itu, lalu membimbing kedua orang wanita yang ingin menyapa mereka untuk ikut dengannya memasuki ruangan yang sudah disediakan oleh pihak lelang ini.


“Terima kasih banyak Nona Mira” ucap Vero yang mulai mengikuti langkahnya diikuti oleh sahabatnya yang ikut senang melihat permintaan mereka dikabulkan.


Beberapa pihak memang sempat mendengarkan adegan Vero memohon untuk menyapa kedua istri penguasa yang datang ketempat ini, dan tindakan mereka selanjutnya membuat mereka sangat iri kepada Vero karena diundang kedalam ruangan khusus yang disediakan oleh pihak lelang kepada keluarga bangsawan Vatikan.


Padahal saat Presiden Negara ini meminta pertemuan saja dengan mereka, pihak Valana dan Aghata menolak dengan halus permintaannya. Jadi mereka cukup bingung mengapa seorang pengusaha sukses itu berhasil diundang oleh kedua istri dari penguasa sebuah kerajaan kedalam ruangan mereka.


“Sial... kalau dia berhasil meyakinkan pihak kerajaan Vatikan, maka rencanaku akan gagal” ucap seorang pria yang cukup terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi itu.


Dan disinilah mereka, pada sebuah ruangan mewah yang sudah tersedia berbagai minuman dan berbagai makanan ringan untuk menemani mereka. Hingga akhirnya Valana dan Aghata sudah duduk pada sebuah sofa mewah untuk menantikan lelang yang akan dimulai tersebut.


“T-Terima kasih karena sudah mengajak kami memasuki ruangan anda Nyonya Valana, Nyonya Aghata” ucap Vero yang gugup, karena memang aura kebangsawanan dari kedua wanita itu membuat dirinya terintimidasi.


Tidak dipungkiri Vero sangat senang dapat satu ruangan dengan kedua wanita yang sudah duduk berseberangan dengannya itu. Walaupun dirinya tidak menyangka dengan apa yang terjadi, tetapi sebisa mungkin dirinya harus tetap tenang dan memperjuangkan apa yang harus dia perjuangkan saat sudah berhasil bertemu dengan mereka.


“Lalu Nona Kelly dan Nona Veronica, apa yang membuat kalian ingin bertemu dengan kami?” ucap Valana yang membuka percakapan mereka.


Kelly yang mendengar itu langsung menatap sahabatnya untuk membuatnya dengan cepat mengatakan maksud kedatangan mereka kemari. Tentu saja Vero yang berusaha untuk tetap tenang langsung mengutarakan keinginannya kepada mereka.


“Saya ingin mengajukan proposal bisnis Nyonya” ucap Vero.

__ADS_1


Perusahaan Light atau Light Company merupakan perusahaan yang dirikan oleh Mikhael beserta adik-adiknya. Perusahaan ini bergerak diberbagai bidang, dimana seluruh adiknya akan mengepalai setiap bagian dari perusahaan tersebut.


Cukup aneh memang seorang Raja mempunyai sebuah bisnis karena bisa dianggap tidak memperdulikan rakyatnya dan akan terjadi kecurangan atau nepotisme. Namun nyatanya hal tersebut tidak terjadi, dan rakyat dari kerajaan Vatikan cukup puas dengan pemerintahan dari Mikhael.


“Proposal bisnis seperti apa Nona Veronica?” tanya Aghata kembali.


“Proposal tentang bisnis hiburan Nyonya” balas Veronica kemudian.


“Hm... berarti anda ingin menjalin kerja sama dengan D Star Company bukan?” tanya Valana kemudian.


D Star Company, merupakan perusahaan hiburan terbesar di dunia saat ini. Dengan mengakuisisi berbagai perusahaan hiburan ternama, saat ini perusahaan tersebut menjadi perusahaan hiburan terdepan yang menyajikan berbagai konten hiburan pada dunia ini.


Dengan fokus perusahaan untuk menjadi pionir bisnis hiburan, D Star Company juga mempunyai berbagai taman hiburan yang tersebar di seluruh dunia yang bernama StarLight. Dan sebuah terobosan baru-baru ini membuat perusahaan itu semakin besar, yaitu StarFlix yang merupakan penyedia layanan Video On Demand dengan kontennya yang sangat populer di dunia ini. Apalagi bisa dikatakan StarFlix yang merupakan penyedia tayangan yang berbasis berlangganan itu sebagai penyedia Video On Demand terbesar di dunia ini.


“Benar Nyonya, saya ingin menga-”


“Tunggu sebentar Nona Veronica. Tetapi apakah anda sudah mengetahui D Star Company sudah tidak berada dibawah naungan Light Company kami” ucap Valana kemudian memotong perkataan dari Vero.


Perkataan Valana tentu saja membuat Vero terkejut, karena memang sepengetahuannya Perusahaan Light menaungi perusahaan hiburan terbesar itu. Bahkan hingga saat ini tidak ada pemberitaan yang memberitakan tentang apa yang dikatakan oleh Valana itu.


“D Star Company sudah berpisah dari perusahaan kami, bahkan seluruh saham yang kami miliki sudah kami serahkan kembali kepada mereka” ucap Aghata kemudian.


“L-Lalu perusahaan apa yang sekarang menaungi D Star Company Nyonya?” tanya Vero kembali.


“Darkness Company”

__ADS_1


__ADS_2