Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pembantaian


__ADS_3

Suara peringatan yang menandakan bahwa beberapa orang sedang menyusup pada sebuah tempat saat ini terus terdengar. Entah apa yang dilakukan oleh semua orang yang menjaga tempat tersebut, namun hingga saat ini suara itu terus terdengar dan dibarengi dengan beberapa suara tembakan yang terus terdengar.


“Apa yang terjadi?” begitulah perkataan dari seorang pria yang saat ini sedang masuk kedalam ruangan yang dipenuhi dengan monitor, yang menunjukan keadaan sekitar kediaman yang dia jaga melalui kamera pengawas.


“Aku tidak tahu Tuan Black, tetapi saat ini ada dua orang yang menyusup masuk kedalam kediaman ini” ucap salah satu dari mereka yang berada di sana.


“Lalu, mengapa kalian tidak bisa membereskannya?” ucap pria yang dipanggil Black tersebut, karena memang bisa dilihat suara tembakan terus terdengar hingga saat ini, yang menandakan bahwa pertarungan yang sedang dilakukan beberapa penjaga ditempat ini masihlah berlangsung.


“Saya tidak tahu Tuan Black. Tetapi setiap tempat yang dimasuki oleh penyusup tersebut, membuat kamera pengawas ditempat itu langsung mati” balas pria itu sekali lagi.


Black hanya menghela nafasnya saja mendengar perkataan bawahannya itu, karena dia bisa melihat bahwa beberapa monitor yang berada di ruangan ini mulai menghitam, menandakan bahwa memang monitor tersebut tidak menerima sambungan dari kamera pengawas dari lokasi tempat kamera pengawas itu berada.


“Apakah antek dari Dewa Sinto sudah berhasil menemukan tempat ini?” gumam Black yang langsung meninggalkan tempat itu dan ingin memastikannya sendiri.


Disisi lain, seorang pria yang menggunakan setelan formal berwarna hitam ditemani dengan seorang yang menggunakan pakaian biasa serba hitam dan dibalut dengan jaket yang juga berwarna hitam, saat ini mulai menembak satu-persatu beberapa orang yang mendatangi mereka.


Suara tembakan demi tembakan mulai terdengar dari arah beberapa orang yang ingin menyerang mereka, namun anehnya satupun peluru yang mereka tembakan tidak ada yang mengenai kedua pria tersebut.


“Cih... mereka banyak sekali” gumam Zen yang terus menembakan senjatanya kearah orang-orang yang berusaha menembakinya.


“Hahh... mereka seperti serangga” balas Bari kemudian yang mulai mengeluarkan sebuah roket launcher dari dalam ruang hampa miliknya dan langsung menembakkannya kearah orang-orang yang berkumpul dan sedang menembaki dirinya.


“KABOOOMMMMMM”


Suara ledakan mulai terdengar dan terlihat juga beberapa orang yang terkena roket peledak yang dilontarkan oleh Bari mulai lenyap, dan menyisakan organ-organ tubuh mereka yang berceceran ditempat dimana Bari mengarahkan misil miliknya kearah tempat mereka berada.

__ADS_1


“Mengapa kamu baru menggunakannya?” ucap Zen yang melihat bahwa ada sebuah senjata dengan daya serangan yang besar saat ini sedang dipegang oleh Bari.


“Maafkan saya tuan. Saya mengira bahwa anda ingin menyelesaikan pertarungan ini dengan senjata biasa” Balas Bari kemudian.


“Cih... berikan aku senjata seperti itu” balas Zen kemudian yang sudah membuang pistolnya dan meminta Bari untuk memberikannya sebuah senjata yang bagus.


Zen memang hanya memiliki sebuah pistol yang memang dirinya dapatkan dari pria yang membawa dager Dragon Glass yang dia bunuh dulu. Zen yang mengambilnya memang menyimpannya hingga sekarang dan menggunakan sedikit kekuatannya untuk memodifikasinya.


“Ini tuan, nama senjata ini adalah Minigun. Senjata ini bisa menembakan 50 peluru perdetik” balas Bari yang menyerahkan sebuah senjata bertipe gatling gun kepada Zen.


“Sudah kamu modifikasi?” tanya Zen kemudian yang merasa senang dengan sebuah senjata yang sangat keren menurutnya yang dia terima dari Bari.


“Sudah tuan. Anda hanya menyuntikan kekuatan anda sedikit menuju senjata itu dan dipastikan pelurunya tidak akan pernah habis” balas Bari dan mendapatkan anggukan puas dari Zen.


“Baiklah, mari serang!” teriak Zen yang bersemangat dan mulai menembakan senjatanya.


Selain itu, suara ledakan juga mulai terdengar yang dimana Bari yang masih menggunakan roket launcher terus memborbardir area mansion tersebut dan membuat tempat itu menjadi pusat pembantaian yang dilakukan oleh Bari dan Zen.


“Mengapa seorang malaikat maut berada disini?”


Namun dari atas tempat pemantauan yang dimiliki mansion tersebut, Black menyadari bahwa bukanlah para antek Dewa yang menyerang mereka melainkan seorang malaikat maut dan seorang lagi tidak dirinya kenal.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?” tanya seorang yang berada ditempat yang sama dengan pria yang bernama Black itu.


“Panggil semua saudaramu, kita akan menghalangi mereka” kata Black kepada pria tersebut.

__ADS_1


Pria yang sudah mendapatkan perintah dari atasannya itu, hanya mengangguk saja dan bersiap untuk memanggil rekan-rekannya untuk membantunya melawan orang yang sedang menyerang tempat ini.


Namun saat dirinya akan beranjak, pupil matanya yang sebelumnya hitam, saat ini mulai berubah menjadi berwarna merah darah dan tiba-tiba saja langsung melesat dengan cepat kearah sebuah tempat.


“Ho... para manusia setengah Vampire yang berada ditempat ini sudah mulai bergerak tuan” balas Bari setelah menghentikan serangannya karena memang semua manusia yang menjaga tempat ini sudah dirinya musnahkan bersama Zen.


“Ya... aku juga bisa merasakannya” balas Zen yang memasukan senjata minigun yang dia gunakan itu kedalam ruang hampa miliknya.


Setelah Zen dan Bari menghabisi para manusia yang bekerja disini, akhirnya sekitar 15 orang mulai muncul dihadapan mereka yang dimana bisa terlihat mata mereka berwarna merah menyala seakan bersiap menerkam kearah Zen dan Bari.


“Maafkan aku Tuan Malaikat maut. Tetapi apa yang sebenarnya anda lakukan di wilayah kami?” tanya seorang pria dengan sopan kepada Bari, karena memang dirinya hanya mengenali aura yang dikeluarkan oleh Bari.


“Hehh... dasar sampah. Apakah kalian tidak mengetahui kesalahan kalian hingga saat ini. Kalau begitu baiklah, aku akan memberitahukan kesalahan kalian saat aku membimbing kalian sendiri menuju neraka” balas Bari yan sudah mengeluarkan aura hitamnya.


“Walaupun saya tidak percaya diri melawan seorang malaikat maut sendiri, tetapi kami cukup yakin membuat anda mati ditempat ini tuan” balas pria itu kemudian yang mengeluarkan aura merah darahnya.


“Cepat selesaikan Bari” gumam Zen yang memutuskan untuk menonton saja pertarungan tersebut.


Dengan tangannya yang sudah dimasukan kedalam kantong jaketnya, saat ini Zen melihat Bari sudah melesat dengan cepat kearah para mahluk setengah Vampire yang menghalangi jalannya.


Tentu karena Bari seorang malaikat maut, yang dimana kedudukan kekuatannya lebih tinggi dari mereka, bisa terlihat bahwa dirinya bisa mengimbangi melawan para mahluk setengah vampire tersebut, walaupun Bari saat ini melawan mereka sendirian.


“Cih... memang berbeda dengan melawan antek Dewa. Seorang malaikat maut memang lebih kuat” kata pria yang sedang bersama rekannya mencoba melawan Bari dan mengalahkannya.


Tetapi saat asik bertarung, pandangan seorang pria setengah Vampire tidak sengaja melihat kearah Zen yang saat ini dengan tenang berdiri ditempatnya dengan santai. Melihat itu, tentu saja pria tersebut memilih untuk menyerang orang yang sepertinya tidak siap tersebut, untuk memecahkan konsentrasi dari Bari.

__ADS_1


Dengan aura merah yang terus dia keluarkan, pria itu dengan cepat melesat kearah Zen. Tentu Zen hanya menatap pria itu dengan tatapan malasnya dan saat pria itu sudah mendekat dan bersiap menyerangnya, tiba-tiba saja tubuh dari pria itu sudah terbelah menjadi dua.


“Eh?”


__ADS_2