Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kisah Seorang Pemabuk


__ADS_3

Siapa yang tidak ingin menjadi kaya, itulah pertanyaan yang sering beberapa orang dengar dari beberapa pihak. Tetapi apakah kekayaan yang sudah kalian miliki itu, dapat membuat kehidupan kalian lebih bahagia. Kalau begitu, mari kita lihat kehidupan dari seorang wanita, yang saat ini sedang duduk pada kursi kebesarannya yang sangat sulit menjawab pertanyaan tersebut.


Wanita cantik yang saat ini duduk di kursi kebesarannya, tidak merasa demikian. Saat ini ekspresi wajahnya saja sudah menjelaskan bagaimana mengenaskan kehidupan yang dimilikinya. Karena ternyata, semua harta yang banyak dimilikinya, membuat dirinya merasa sangat tertekan memiliki semua hal tersebut.


Mungkin berbeda dengan beberapa orang yang lainnya, yang dimana akan bahagia jika diri mereka akan berada di posisinya saat ini. Tetapi tidak dengan wanita cantik itu, yang terlihat sangat menyedihkan bahkan merasa apa yang dirinya dapatkan saat ini merupakan sebuah kutukan untuk dirinya.


“Ingatlah, kamu harus membuat perusahaan itu untuk bekerja denganmu dengan cara apapun” begitulah suara yang dirinya dengar, yang merupakan sebuah instruksi yang diberikan kepadanya untuk dikerjakan.


Namun bukannya wanita itu menyanggupi permintaan dari suara tersebut. Air matanya yang sudah dirinya tahan sedari tadi malah jatuh dari matanya yang indah, yang menandakan bahwa dirinya tidak ingin mengikuti perkataan dari suara yang dirinya dengar tadi.


Ingin rasanya dirinya melarikan diri dari sana, dan meninggalkan semua hal yang sudah susah payah dibangun oleh seseorang yang sangat dicintainya. Karena memang saat ini dirinya tidak sanggup untuk melihat bahwa dirinya saat ini tidak bisa melakukan apapun yang dirinya inginkan, apalagi untuk berusaha bahagia dengan apa yang dimilikinya.


“Dan jangan lupa, kamu akan mengetahui konsekuensinya jika kamu gagal” balas suara itu kembali, yang saat ini sudah mewanti-wanti agar wanita itu tidak bertindak gegabah.


Tertekan, itulah yang dirinya rasakan saat ini. Apalagi dirinya merupakan seorang pemimpin dari perusahaan yang dimiliknya, namun hanya menjadi sebuah boneka dari sebuah kelompok yang ingin mengeruk semua keuntungan yang seharusnya dimiliki olehnya, namun terpaksa harus diambil oleh mereka.


Tentu dirinya sudah mencoba melakukan berbagai hal untuk setidaknya keluar dari situasi tersebut. Namun naas, dirinya selalu gagal melakukan hal tersebut, hingga akhirnya datanglah sebuah konsekuensi yang harus dirinya tanggung, jika memang dirinya mencoba kembali melakukan hal yang tidak diinginkan oleh pihak yang mempermainkan dirinya itu.


“B-Baiklah Tuan” balas wanita itu yang terpaksa mengiyakan perkataan dari suara tersebut.


Dan begitulah wanita yang cantik itu bisa berada disebuah pesta yang sangat besar, yang dimana dirinya diwajibkan untuk membuat kerja sama menguntungkan, dengan orang yang menjadi tuan rumah dari acara pesta yang sangat besar itu.


Tentu untuk melakukan itu, maka dirinya harus melakukan berbagai cara untuk mewujudkannya, termasuk menggunakan tubuhnya. Namun karena dirinya masih tidak rela melakukan hal tersebut, dirinya terpaksa untuk kabur dari sana dan mencoba membatalkan perintah yang dirinya terima.


“S-Sial... ternyata mereka sudah memasukan obat perangsang pada minumanku” ucap wanita itu kembali, yang langsung bergegas keluar dari acara yang megah itu.


Tentu, karena pihak yang menyuruhnya untuk datang menghadiri pesta ini sudah memprediksi bahwa wanita itu mungkin akan mangkir dari kewajibannya, mereka tentu memakai cara lain agar wanita itu bisa setidaknya menyelesaikan tugasnya.


Untung saja wanita itu menyadari perbuatan bejat dari orang-orang yang menyuruhnya tadi. Maka dari itu dirinya memutuskan untuk langsung beranjak dari sana, sebelum efek obat yang diminumnya mulai bekerja dan akan membuat dirinya akan menyesali tindakannya.


“Aku harus cepat keluar dari tempat ini” ucap wanita itu kemudian, yang tidak memperdulikan lagi nasib apa yang akan dirinya terima, dan memutuskan untuk mengambil sebuah keputusan yang sangat nekat menurutnya.


Dengan bergegas, dirinya mulai memasuki mobil mewah miliknya dan langsung beranjak dari sana. Namun naasnya, keadaannya saat ini bisa dikatakan sudah mulai parah, yang dimana minuman alkohol yang dirinya konsumsi pada pesta yang dihadirinya juga mulai bereaksi pada tubuhnya.


Tetapi karena niatnya yang semakin tinggi untuk melarikan diri dari semua hal yang dialaminya, membuat keadaannya saat ini mampu untuk mengalahkan kondisi yang dialaminya tersebut. Yang dimana dirinya saat ini sudah mencoba untuk fokus mengendarai kendaraan yang dikemudikan olehnya.

__ADS_1


“Maafkan Ibumu ini, Kelani” ucap wanita itu, yang sudah mulai menangis dan meratapi nasib yang saat ini sedang dijalaninya.


Dengan laju yang lumayan cepat dari mobil yang dirinya kendarai. Wanita itu memutuskan untuk kembali menuju kediamannya dan memutuskan untuk meninggalkan semua apa yang dimilikinya. Apalagi dirinya sudah bertekad untuk melarikan diri bersama putrinya dan memutuskan untuk menghilang dari hadapan orang-orang jahat yang menghantuinya.


Tentu dirinya tidak tahu pasti apakah dirinya bisa lari dari orang-orang yang menjadikan dirinya sebagai boneka dari organisasi mereka itu. Tetapi dirinya sudah memutuskan untuk berusaha, dan setidaknya ingin mencoba untuk tidak terikat lagi dengan orang-orang tersebut dengan cara melarikan diri dari mereka.


“Ibu, kita mau kemana?” tanya seorang gadis kecil, yang saat ini sudah terbangun dengan keributan yang dibuat oleh Ibunya.


“Kita akan pindah, oke. Jadi bantu Ibu membereskan semua barang-barang milikmu” ucap wanita itu kepada putrinya, yang terbangun dengan aksinya yang sedang membereskan barang bawaan yang akan dibawanya.


Memang dirinya sudah kembali menuju mansion yang ditinggalinya bersama putrinya, dan secara mengendap-endap dirinya masuk kedalam kamar putrinya, untuk membereskan semua barang yang akan dirinya bawa untuk kabur dari kediamannya itu.


Apalagi dirinya memang sengaja melakukan hal tersebut, agar penghuni mansion yang ditinggalinya yang merupakan para pelayan dan orang yang bekerja di mansion tersebut, tidak akan mengetahui apa yang akan dirinya rencanakan, agar dirinya bisa dengan tenang melarikan diri dari sana.


Untung saja gadis kecil yang bernama Kileni itu tidak bertanya lebih lanjut dengan perkataan Ibunya, dan dirinya mulai mengikuti saja perintahnya. Hingga akhirnya saat ini kedua pasang Ibu dan Anak itu sudah berada di sebuah mobil yang akan mereka kendarai untuk melarikan diri dari sana.


“Perjalanan kita akan panjang, jadi jika kamu masih mengantuk tidur saja oke..” ucap wanita itu kepada putrinya, yang sedang membantunya memasangkan sabung pengaman.


Dengan perasan berat, wanita itu saat ini terpaksa meninggalkan kediaman yang dirinya bangun bersama orang yang dicintainya. Bahkan dirinya tidak berpamitan kepada orang-orang yang berjasa membantunya dalam mengurus kediaman tersebut.


“Baiklah Ibu... tetapi memangnya kita akan kemana?” tanya gadis kecil itu kemudian.


“Kota Marlet” balasnya singkat.


Dan begitulah bagaimana wanita itu bisa berada dihadapan Zen saat ini, dan dirinya baru saja mengeluarkan seluruh isi perutnya. Karena memang efek berbagai obat dan minuman keras yang dikonsumsinya tadi akhirnya mulai bekerja dengan intens pada tubuhnya.


Tentu melihat wanita yang baru saja muntah dihadapannya itu, dan saat ini sedang menatapnya. Tidak dapat mengubah kepribadian Zen yang mulai menghiraukannya dan mulai melanjutkan langkahnya untuk beranjak dari sana, karena memang dirinya tidak peduli dengan keberadaan wanita tersebut.


Wanita itu juga merasa cukup lega, karena pria itu sepertinya tidak terlalu tertarik dengan keberadaannya. Apalagi obat perangsang yang diminumnya tadi juga mulai bereaksi semakin aktif, dan dirinya akan takut akan terbawa suasana jika pria itu memang berbuat sesuatu yang dirinya tidak inginkan untuk terjadi.


“Cihh... padahal aku sudah membayangkan memakan makanan yang nikmat, tetapi wanita itu malah mulai merusak bayangan tersebut” ucap Zen yang kesal dengan perilaku wanita yang muntah dihadapannya tadi.


Tentu Zen mulai mencoba melupakan semua hal yang baru saja dirinya saksikan, dan terus berjalan untuk kembali menuju kediaman dari Vero. Apalagi dirinya mulai terus membayangkan makanan lezat yang akan dirinya santap, disaat dirinya sudah sampai pada kediaman dari Vero nanti.


Namun belum jauh dirinya melangkah melewati wanita yang muntah tadi. Zen merasakan sebuah aura yang akrab yang saat ini sepertinya akan mencari masalah dengan wanita yang dirinya lewati tadi, karena memang auranya saat ini mulai mendekat kearah wanita tersebut.

__ADS_1


“Hahh... mengapa keberadaan mereka sama seperti kecoa?” gumam Zen kemudian, karena menurutnya keberadaan orang yang akan datang itu, sepertinya sangat susah untuk dibasmi sepenuhnya.


Disisi lain, wanita yang sudah menyelesaikan urusannya tadi, juga ingin kembali menuju mobilnya dan melanjutkan perjalannya yang akan berakhir sebentar lagi. Apalagi memang dirinya harus segera sampai pada tujuannya, sebelum keadaan tubuhnya semakin memburuk karena efek obat dan minuman keras yang dikonsumsinya tadi.


Namun naas, disaat dirinya ingin masuk kedalam kendaraannya kembali, seorang pria saat ini sudah menggenggam tangannya untuk menghentikan tindakannya tersebut. Tentu wanita yang baru saja muntah itu cukup terkejut dengan keberadaan pria itu, karena dirinya tidak menyangka dirinya akan ditemukan secepat ini oleh dirinya.


“Sepertinya, ada seseorang yang melupakan kewajibannya” ucap pria itu, sambil menunjukan senyum liciknya kepada wanita yang saat ini sedang dirinya genggam tangannya.


Tentu wanita itu mulai gemetar ketakutan saat mengetahui rencananya akan gagal, apalagi dirinya tidak menyangka bahwa rencananya akan gagal secepat ini. Bahkan dirinya belum sampai ditujuan dari tempat yang akan dirinya jadikan tempat persembunyian untuk dirinya dan putrinya, namun dirinya sudah ditemukan oleh salah satu pihak yang dirinya coba hindari.


“M-Maafkan saya Tuan” ucapnya ketakutan.


Namun sesudah dirinya berkata seperti itu, dirinya malah mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras pada pipinya. Tentu setelah dirinya mendapatkan tamparan sekeras itu, dirinya langsung tersungkur akibat dampak yang dirinya terima saat terkena sebuah tamparan yang sangat keras tersebut.


“Berarti kamu sudah siap menerima konsekuensinya bukan?” ucap pria itu, yang saat ini langsung menatap sesuatu kedalam mobilnya dan menatap putri wanita yang ditamparnya tadi, yang saat ini sedang terlelap dengan nyaman ditempatnya.


“T-Tolong maafkan aku Tuan. Aku berjanji akan mengikuti semua perintah darimu. Jadi tolong lepaskan putriku” ucap wanita itu sambil memohon, dan tidak memperdulikan rasa sakit yang dirinya rasakan saat ini.


Sebenarnya ada rasa penyesalan saat dirinya melarikan diri dan sudah tertangkap oleh pihak yang menamparnya tadi. Karena memang apa yang dirinya lakukan itu, mulai berdampak kepada putrinya yang saat ini masih terlelap dengan nyaman ditempatnya.


“Benarkah kamu akan melakukan hal tersebut?" tanya pria itu kembali, yang saat ini sudah memindahkan tatapannya kembali kearah wanita yang sedang memohon kepadanya itu.


"Iya Tuan. Aku berjanji akan melakukan apapun yang anda perintahkan mulai saat ini. Tetapi tolong lepaskan putriku" balas wanita itu kembali, sambil menunjukan ekspresi penuh permohonan kepada pria yang saat ini berhasil menemukan keberadaannya.


"Baiklah kalau begitu.” Ucap Pria itu, yang memutuskan untuk menerima permintaan dari wanita tersebut.


Tentu mendengar perkataannya, wanita itu mulai merasa cukup lega saat ini. Namun pria yang baru saja berkata seperti itu, saat ini mulai menunjukan senyuman licik miliknya yang semakin mengembang pada wajahnya dan membuat perasan wanita itu mulai merasa tidak enak dengan kelakuannya itu.


“Tetapi, agar kamu tidak menolak lagi perintah kami, Putrimu akan kami jadikan jaminan untuk kelakuanmu itu” ucap pria itu kembali.


Tentu mendengar perkataannya itu, membuat wanita tersebut langsung terkejut dengan apa yang baru saja dirinya dengar. Hingga akhirnya dirinya mulai kembali memohon agar pria itu tidak melakukan sesuatu kepada putrinya. Namun naas, dirinya saat ini kembali mendapatkan sebuah tamparan keras atas perbuatannya itu.


Namun dirinya terus berusaha dan memohon agar putrinya tidak diikut sertakan dalam masalah yang dirinya alami. Bahkan saat ini dirinya sudah mulai menyesal dengan keputusan yang tadi dirinya ambil, karena putrinya saat ini mungkin akan menjadi korban atas perbuatannya.


Tetapi yang mereka tidak sadari sedari tadi, saat ini ada seorang pria yang sedang menyaksikan drama yang cukup intens itu dengan tenang ditempatnya. Tentu pria itu tidak menyangka disuguhkan sebuah adegan yang dipenuhi dengan tangisan dan tamparan. Karena memang niat awal dari pria yang menyaksikan adegan tersebut, hanya ingin berurusan dengan pihak yang mengeluarkan aura yang membuat dirinya kesal saja.

__ADS_1


“Hm... mengapa kaummu sangat banyak ditempat ini?”


__ADS_2